TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Nasional
Home›Nasional›Saling Tuding Demokrat vs PDIP Soal Kecurangan Pemilu di Masa Lalu

Saling Tuding Demokrat vs PDIP Soal Kecurangan Pemilu di Masa Lalu

By Joni Sitohang
20 September 2022
387
0
Saling Tuding Demokrat vs PDIP Soal Kecurangan Pemilu di Masa Lalu

TIKTAK.ID – Juru Bicara Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra menampik tudingan Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto yang mengklaim terjadi kecurangan dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2009 lalu. Herzaky lantas menyoroti kasus suap terhadap mantan Komisioner KPU, Wahyu Setiawan yang dilakukan mantan kader PDIP, Harun Masiku. Ia menyebut Hasto terlibat dalam kasus tersebut.

“Publik kan tahu kalau di Pemilu 2019 lalu, ada Komisioner KPU (Wahyu Setiawan) yang ditangkap akibat kasus suap. Kan, salah satu pelakunya kader partainya Bang Hasto, Harun Masiku, yang sudah buron selama 1.000 hari lebih. Tidak ada cerita seperti itu pada Pemilu 2009,” terang Herzaky lewat keterangan tertulis, pada Senin (19/9/22), seperti dilansir CNN Indonesia.

Kemudian Herzaky meminta Hasto agar tidak perlu reaktif menanggapi pernyataan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat sekaligus Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) yang bocor dan tersebar di media sosial.

Baca juga : SBY Bakal ‘Turun Gunung’ di Pemilu 2024

Herzaky mengatakan pidato SBY terkait info adanya upaya sengaja sejumlah pihak agar Pilpres 2024 hanya diikuti dua pasangan Capres-Cawapres, merupakan aspirasi dari masyarakat. Dia mengklaim SBY hanya mengingatkan elite politik supaya tidak mematahkan harapan rakyat, apalagi dengan cara yang tidak demokratis.

“Tak perlu terlalu reaktif, apalagi mengumbar hoaks dan fitnah. Kecuali, jika memang merasa skenario jahatnya ketahuan,” ucap Herzaky.

Herzaky menjelaskan, suara yang diperoleh Demokrat dalam Pemilu 2009 dapat meningkat hingga tiga kali lipat lantaran prestasi Pemerintahan SBY pada periode pertama. Dia melanjutkan, keberhasilan tersebut baik dari segi ekonomi, pembangunan infrastruktur, sampai kerukunan antarumat beragama.

Baca juga : KSAD Dudung Temui Prabowo, Ada Apa?

“Tak ada polarisasi antaranak bangsa. Oposisi, masyarakat sipil, dan mahasiswa juga bebas mengkritik tanpa takut diintimidasi, apalagi dikriminalisasi. Jadi wajar saja, suara Demokrat pada 2009 meningkat drastis,” tutur Herzaky.

Sebelumnya, SBY mengaku bakal ikut turun tangan, karena Pemilu dan Pilpres 2024 akan diwarnai kecurangan dan ketidakadilan. Dia pun menyatakan memperoleh informasi ada upaya menjegal sosok tertentu supaya kontestasi lima tahunan tersebut hanya diikuti dua pasangan calon Capres-Cawapres.

“Para kader, mengapa saya harus turun gunung dalam menghadapi Pemilihan Umum 2024 mendatang? Saya mendengar, mengetahui, kalau ada tanda-tanda Pemilu 2024 bisa tidak jujur dan tidak adil,” ungkap SBY di Rapimnas Demokrat.

TagsDemokratHasto KristiyantoHerzaky Mahendra PutraPDIP

Related articles More from author

  • Heboh Harun Masiku di Indonesia, Novel Baswedan: KPK Tak Akan Tangkap
    Nasional

    Heboh Harun Masiku di Indonesia, Novel Baswedan: KPK Tak Akan Tangkap

    9 Agustus 2023
    By Joni Sitohang
  • Bantah Isu Duet Prabowo-Puan, PDIP Pastikan Ajukan Capres di 2024
    Nasional

    Bantah Isu Duet Prabowo-Puan, PDIP Pastikan Ajukan Capres di 2024

    30 April 2022
    By Joni Sitohang
  • TIKTAK.ID - PDIP Adukan Perppu Corona Jokowi ke KPK
    Nasional

    PDIP Adukan Perppu Corona Jokowi ke KPK

    1 Mei 2020
    By Rusli Qomar
  • Poster Duet Anies-Puan untuk Pilpres 2024 Viral, Pengamat: Kombinasi Religius dan Nasionalis
    Nasional

    Poster Duet Anies-Puan untuk Pilpres 2024 Viral, Pengamat: Kombinasi Religius dan Nasionalis

    4 September 2021
    By Joni Sitohang
  • Upaya Kudeta AHY Tanda Kekuasaannya di Demokrat Tidak Bulat
    Nasional

    Upaya Kudeta AHY Tanda Kekuasaannya di Demokrat Tidak Bulat

    2 Februari 2021
    By Joni Sitohang
  • Tak Kunjung Temukan Calon Alternatif Tandingi Gibran Jokowi, PKS Akhirnya 'Nyerah' di Pilkada Solo
    Nasional

    Tak Kunjung Temukan Calon Alternatif Tandingi Gibran Jokowi, PKS Akhirnya ‘Nyerah’ di Pilkada Solo

    1 September 2020
    By Joni Sitohang

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Jokowi Terbitkan Kartu Kredit Pemerintah, Apa Manfaatnya?
    Nasional

    Jokowi Terbitkan Kartu Kredit Pemerintah, Apa Manfaatnya?

  • Ahok Berduka Ditinggal Birgaldo Sinaga, Pendukungnya Saat Pilkada DKI Jakarta
    Nasional

    Ahok Berduka Ditinggal Birgaldo Sinaga, Pendukungnya Saat Pilkada DKI Jakarta

  • Erik Ten Hag Jadi Pelatih Man Utd, Bakal Buang Ronaldo?
    Olahraga

    Erik Ten Hag Jadi Pelatih Man Utd, Bakal Buang Ronaldo?

  • Mesut Ozil Pamer Kunyit Asem dan Rendang di Jakarta
    Olahraga

    Mesut Ozil Pamer Kunyit Asem dan Rendang di Jakarta

  • KPK Resmi Umumkan 75 Pegawai Gagal Tes Wawasan Kebangsaan
    Nasional

    KPK Resmi Umumkan 75 Pegawai Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.