Tag: Herzaky Mahendra Putra

  • Prabowo Ogah Dicap Dibohongi Menteri-menterinya

    Prabowo Ogah Dicap Dibohongi Menteri-menterinya

    TIKTAK.ID – Presiden RI, Prabowo Subianto menampik anggapan dirinya dibohongi oleh menteri-menterinya. Prabowo menyampaikan hal itu saat kegiatan Tanam Raya Bersama di Kecamatan Pemulatan, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, pada Rabu (23/4/25). Prabowo mengatakan gembira melihat keberhasilan yang dikerjakan Pemerintah saat ini.

    “Saya sangat senang setiap kali melihat suatu keberhasilan yang nyata,” ujar Prabowo, seperti dilansir Sindonews.com.

    Prabowo lantas menyinggung adanya anggapan dirinya dibohongi para menteri.

    Baca juga : Cak Imin Sentil PAN yang Beri Sinyal Dukung Prabowo di Pilpres 2029

    “Ada yang mengatakan kalau saya dibohongi oleh menteri-menteri saya. Ada yang mengatakan bahwa ekonomi Indonesia bagus hanya di atas kertas, tidak,” ucap Prabowo.

    Prabowo lantas menegaskan bahwa kondisi ekonomi di Indonesia memang kuat dan menjanjikan.

    “Di depan mata, ekonomi kita kuat dan bakal menjadi lebih kuat lagi. Kita akan berjuang, dan saya akan bekerja keras. Semua kekayaan rakyat bangsa harus dinikmati seluruh rakyat Indonesia,” tutur mantan Menteri Pertahanan tersebut.

    Baca juga : Kaesang Ikut Buka Suara Soal Desakan Copot Gibran dari Wapres

    Menurut Prabowo, kekayaan rakyat tak boleh terpusat pada segelintir orang.

    “Kekayaan bangsa harus bisa dirasakan seluruh bangsa,” imbuh Prabowo.

    Sementara itu, Koordinator Juru Bicara Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, mengeklaim kadernya di Pemerintahan selalu terbuka dengan Prabowo. Zaky mengatakan Ketua Majelis Tinggi Partai (MTP) Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono selalu berkomunikasi baik dengan Prabowo.

    Zaky menyebut sang Ketum, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang juga Menteri Koordinator bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan selalu menyampaikan data terbuka kepada Prabowo.

    Baca juga : Mencuat Usulan Copot Gibran, Pengamat: Kritik Kinerja Tak Apa Kalau Pemakzulan Berlebihan

    “Kalau Demokrat jelas kita terbuka dengan beliau apa adanya. Komunikasi juga sangat sangat baik, dari level misalnya di Pak SBY selaku Ketua Majelis Tinggi Partai,” terang Zaky, pada Kamis (24/4/25), mengutip Merdeka.com.

    “Lalu yang sering berkomunikasi langsung misalnya dengan Pak Prabowo, kemudian Ketum kami Pak AHY selaku Menteri Koordinator di Kabinet Pak Prabowo, atau posisi beliau sebagai Ketum partai Demokrat itu selalu terbuka. Jadi kalau ada apa-apa kita sampaikan,” imbuhnya.

    Zaky mengaku tak ada data dan fakta yang ditutupi oleh Demokrat kepada Prabowo. Apalagi, kata Zaky, AHY kerap mengingatkan kadernya agar memahami permasalahan secara mendalam dan situasi sebenarnya di lapangan.

  • Sayangkan Parpol Boikut Retret Kepala Daerah, Demokrat: Tak Utamakan Tugas Negara

    Sayangkan Parpol Boikut Retret Kepala Daerah, Demokrat: Tak Utamakan Tugas Negara

    TIKTAK.ID – Koordinator Juru Bicara DPP Demokrat, Herzaky Putra Mahendra, mengaku menyesalkan sikap salah satu partai yang menginstruksikan kader yang menjadi kepala daerah untuk tidak mengikuti retret di Akademi Militer (Akmil), Magelang, Jawa Tengah.

    Herzaky mengatakan bahwa pihaknya menyayangkan sikap tersebut, lantaran tidak mematuhi perintah Presiden. Herzaky menilai kepala daerah seharusnya bertanggung jawab pada rakyat, bukan pada elite partai.

    “Demokrat menyayangkan sikap yang tak mengutamakan tugas negara dan tidak mematuhi perintah Presiden yang dilakukan oleh segelintir elite,” ujar Herzaky dalam keterangannya, pada Sabtu (22/2/25), seperti dilansir CNNIndonesia.com. Namun dia tak menyebut lugas partai yang dimaksudkannya itu.

    Baca juga : ICJR Soal Intimidasi Polisi ke Personel Sukatani: Jika Terbukti, Harus Ada Sanksi

    Menurut Herzaky, Demokrat mendukung kebijakan Presiden Prabowo dengan menggelar retret kepala daerah. Dia mengeklaim agenda selama sepekan di Akmil itu penting untuk mengonsolidasikan pemerintahan hingga lima tahun ke depan.

    Kemudian Herzaky membandingkan sikap partai tersebut dengan partainya. Walaupun bersamaan dengan agenda Kongres Partai pada 24-25 Februari, Herzaky meminta kepala daerah dari partainya agar fokus pada kegiatan retret, karena agenda Presiden lebih penting dari agenda partai.

    “Demokrat saja meminta para kader Partai Demokrat yang juga kepala daerah, agar fokus mengikuti Retreat. Walaupun sebenarnya, di saat bersamaan, ada agenda Partai yang hanya ada sekali dalam lima tahun, yakni Kongres VI Partai Demokrat, di 24-25 Februari 2025 ini,” tutur Herzaky.

    Baca juga : Menteri HAM Ogah Banyak Komentari Lagu Kritik Polisi Milik Band Sukatani

    Sebelumnya, Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri telah mengeluarkan instruksi agar para kepala daerah PDIP menunda keberangkatan ke retret kepala daerah di Akmil Magelang. Megawati mengeluarkan instruksi tersebut pada Kamis (20/2/25) dalam surat nomor 7294/IN/DPP/II/2025, setelah penahanan Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto.

    Hasto sendiri ditahan usai menjalani pemeriksaan kedua sebagai tersangka pada Kamis (20/2/25) pukul 18.08 WIB. Adapun KPK sudah menetapkan Hasto sebagai tersangka pada Desember 2024 lalu. Saat ini, Hasto bakal menjalani penahanan di Rutan KPK untuk 20 hari pertama.

    Meskipun ada instruksi dari Megawati, terdapat sejumlah kader PDIP yang sudah ikut retret di Akmil Magelang sejak awal, Jumat (21/2/25). Sedangkan puluhan kepala daerah dari PDIP yang mengikuti instruksi Megawati kini bersiap-siap atau stand by di Magelang. Mereka belum masuk ke dalam kawasan Akmil, lantaran masih menunggu jika ada instruksi lanjutan dari Megawati.

  • Demokrat Beberkan Alasan Tak Munculkan Gibran di Baliho Kampanye

    Demokrat Beberkan Alasan Tak Munculkan Gibran di Baliho Kampanye

    TIKTAK.ID – Juru bicara Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra membeberkan alasan pihaknya tidak memasang foto Calon Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di baliho “Demokrat Bersama Prabowo”. Untuk diketahui, di sejumlah daerah, baliho tersebut justru menyandingkan Calon Presiden Prabowo Subianto dengan Ketua Umum Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

    Herzaky mengeklaim absennya wajah Gibran dari baliho itu adalah bagian dari strategi. Dia mengatakan Demokrat harus mengalihkan dukungan dari Anies Baswedan, Bacapres yang sebelumnya didukung oleh Demokrat.

    “Bagaimana dalam waktu beberapa bulan saja membuat pemilih kami beralih ke Pak Prabowo,” ujar Herzaky, seperti dilansir Tempo.co, pada Jumat (10/11/23).

    Baca juga : Israel Bombardir RS Indonesia di Gaza, Kemlu RI: Serangan Biadab

    Herzaky menjelaskan bahwa untuk mengalihkan dukungan kepada Prabowo, tahap pertama yang pihaknya lakukan yakni menjelaskan kepada konstituen bahwa Demokrat bersama Prabowo. Dia mengaku perancangan, eksekusi, dan penyebaran baliho itu sudah berlangsung sejak September.

    “Ini gelombang saat Gibran belum ada,” tutur Herzaky.

    Menurut Herzaky, tidak mudah bagi Demokrat untuk mengalihkan dukungan dari Anies kepada Prabowo. Dia memaparkan bahwa per Agustus, dukungan pemilih Demokrat kepada Mantan Gubernur DKI Jakarta itu sudah mencapai 70 persen.

    Baca juga : Dukung Perjuangan Palestina, MUI Haramkan Beli Produk Pendukung Agresi Israel

    “Enggak mudah bagi kami mendukung salah satu Capres, lalu berbalik arah,” ucap Herzaky.

    Herzaky menilai dalam strategi Demokrat, setiap daerah punya karakteristik sendiri.

    “Kini kami pasang baliho ‘Demokrat Bersama Prabowo’. Di daerah-daerah tertentu, kami fokuskan AHY dan Prabowo, namun ada daerah yang ingin sosok SBY dimunculkan,” jelas Herzaky.

    Herzaky menyatakan saat ini sudah banyak daerah mengajukan desain-desain yang memasangkan foto Prabowo dan Gibran.

    Baca juga : Cak Imin Bantah Isu Dirinya Jadi Titipan Jokowi untuk Jegal Anies

    “Terlebih masa kampanye nanti mulai 28 Oktober. Jadi silakan dicek dan dibandingkan dengan partai-partai lain,” imbuh Herzaky.

    Sementara itu, politikus Demokrat Andi Arief sudah mengumumkan dukungan partainya kepada Gibran, setelah kunjungan Mantan Wali Kota Solo itu ke kediaman AHY. Andi menyebut dukungan partainya mengarah kepada pasangan Prabowo-Gibran.

    “Arahnya menuju seperti itu,” terang Andi Arief, pada Minggu (22/10/23).

    Baca juga : Puji Cak Imin Soal Deklarasi Bareng Anies, Hasto Sempatkan Sindir Jokowi 

    Sebelumnya, Demokrat sudah resmi bergabung dengan Koalisi Indonesia Maju yang beranggotakan partai-partai pendukung Pemerintahan Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Koalisi tersebut terdiri atas Partai Golkar, PAN, Partai Gerindra, Partai Bulan Bintang, dan Partai Gelora.

  • Diisukan Bahas Reshuffle Kabinet, Demokrat Beberkan Tiga Poin Hasil Pertemuan SBY-Jokowi

    Diisukan Bahas Reshuffle Kabinet, Demokrat Beberkan Tiga Poin Hasil Pertemuan SBY-Jokowi

    TIKTAK.ID – Juru Bicara Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra mengungkapkan bahwa terdapat tiga poin penting usai pertemuan Presiden RI, Joko Widodo alias Jokowi dengan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Istana Bogor pada Senin sore (2/10/23).

    Herzaky menjelaskan, pertama, pertemuan tersebut adalah pertemuan dua tokoh bangsa yang pernah dan saat ini memimpin negara. Presiden Jokowi menjabat sebagai Presiden ke-7 dan SBY sendiri sebagai Presiden ke-6 RI.

    “Sudah cukup lama tidak berbicara berdua saja, tentu lebih banyak diskusi soal isu-isu terkini dan saling konfirmasi mengenai berbagai hal. Kemudian saling berbagi pengalaman sebagai sesama negarawan dan tokoh bangsa,” ujar Herzaky, pada Rabu (4/10/23), seperti dilansir Tempo.co.

    Baca juga : Pengamat Ungkap Pemisah Tebal NU-PKS Jadi Sebab Anjloknya Elektabilitas Anies

    Herzaky melanjutkan, poin kedua dari pembicaraan kedua tokoh bangsa tersebut yakni sepakat suksesi Pemilu 2024 dengan perannya masing-masing. Herzaky melanjutkan, di mana Pemilu dilaksanakan serentak dengan asas jujur, adil, dan aman.

    “Bapak Joko Widodo sebagai presiden yang saat ini tengah bertugas, dan Bapak SBY sebagai presiden yang pernah memimpin negeri ini,” ucap Herzaky.

    Sementara poin ketiga yaitu SBY menjelaskan narasi Demokrat ihwal Perubahan yang selama ini terus digaungkan ke publik. Di mana peninggalan yang baik dari pemerintahan dan presiden sebelumnya dapat dilanjutkan, sedangkan program pemerintah yang belum optimal dapat diperbaiki.

    Baca juga : Kaesang Siap Sanksi Sita Aset Kader PSI yang Tersangkut Korupsi 

    “Dengan begitu, manfaatnya bisa semakin dirasakan oleh rakyat. Hal ini juga telah disampaikan Ketua Umum kami, Mas Agus Harimurti Yudhoyono, dalam berbagai kesempatan, di antaranya dalam pidato-pidato politik beliau,” tutur Herzaky.

    Adapun terkait isu reshuffle Kabinet, Herzaky mengaku Demokrat menghormati agenda reshuffle tersebut.

    “Reshuffle adalah hak prerogatif Presiden. Kami menghormati hak Presiden Joko Widodo untuk memilih menteri-menterinya, termasuk mempertahankan, maupun mengganti para menterinya,” jelas Herzaky.

    Baca juga : Arah Dukungan PSI Usai Dinakhodai Kaesang, Prabowo atau Ganjar?

    Menurut Herzaky, Presiden Jokowi tentu menginginkan orang-orang terbaik yang memimpin negeri ini.

    “Membantu beliau dalam menuntaskan amanah sebagai presiden di tahun terakhir,” ungkap Herzaky.

    Akan tetapi, Herzaky menyebut Demokrat merasa tidak pas bila menyinggung isu reshuffle Kabinet.

    “Itu bukan ranah kami,” katanya.

  • Pengakuan Anies Soal Naik Haji Diundang Arab Saudi Ditelusuri, Ini Hasilnya

    Pengakuan Anies Soal Naik Haji Diundang Arab Saudi Ditelusuri, Ini Hasilnya

    TIKTAK.ID – Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan bahwa dirinya berangkat pergi haji atas undangan dari Kerajaan Arab Saudi. Anies menyampaikan hal itu dalam sesi wawancara kepada salah satu media televisi nasional.

    “Saya memperoleh undangan dari Kerajaan Arab Saudi. Dan bersyukur kita diberikan tempat tinggal di guest house Kerajaan yang berada di samping Masjidil haram,” ungkap bakal calon presiden dari Koalisi Perubahan tersebut, seperti dilansir Republika.co.id.

    Anies juga menyebut jarak dari lokasi penginapan ke Masjidil Haram tidak jauh.

    Baca juga : Pengamat Nilai Aksi Ganjar Hubungi Pj Gubernur DKI Tidak Etis, Kenapa?

    “Jadi dari pintu kita tempat tinggal bisa langsung menuju Masjidil Haram,” imbuhnya.

    Kemudian Anies mendoakan supaya indonesia bisa lebih baik, lebih adil, dan masyarakatnya semakin makmur.

    “Insya Allah bisa menjadi negeri yang mendapatkan keberkahan dari Allah SWT,” tutur Anies.

    Kabar Anies mendapatkan undangan Raja Arab Saudi itu sontak ramai di medsos. Beberapa pihak meragukan klaim Anies itu, lalu menyebutnya berbohong dan tukang ngibul. Bahkan ada yang mengaitkann Anies sebagai jemaah haji dari biro perjalanan Dream Tour.

    Baca juga : Gelar Tabur Bunga di Makam Bung Karno, Khofifah Bantah Dirinya Maju Cawapres

    Akan tetapi, menurut informasi yang diterima Republika dari orang yang mengerti soal masalah tersebut di Arab Saudi, Anies memang benar diundang oleh Raja Salman. Hal itu pun dapat dilihat dari kedatangannya, Anies dijemput oleh protokol dan mobil Kerajaan. Simbol Kerajaan juga tampak jelas di kendaraan yang ditumpangi oleh Anies.

    “Jadi iya memang diundang oleh Kerajaan,” terangnya.

    Perlu diketahui, Raja Salman mengundang sebanyak 50 orang Indonesia untuk pergi haji. Dari 50 jemaah tersebut, terdapat nama Imam Besar Istiqlal, Nasaruddin Umar hingga Wakapolres Jakarta Selatan, AKBP Harun.

    Baca juga : SBY Tegaskan Jokowi Punya Hak Tak Suka dengan Anies Baswedan

    Sebelumnya, Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurto Yudhoyono (AHY) sempat ikut mengantarkan Anies pergi haji. AHY bertemu dengan Anies di Bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, Banten, pada Kamis (22/6/23) sore WIB.

    “Sore ini, Ketua Umum Partai Demokrat, AHY, mengantarkan Anies Baswedan yang bakal menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci. Rencananya, AHY akan hadir di Bandara Soekarno Hatta, sekitar pukul 17.00 WIB,” jelas politisi Demokrat, Herzaky di Jakarta, Kamis.

    Lebih lanjut, Herzaky menegaskan bahwa AHY hanya mengantarkan Anies, bukan ikut pergi haji bersama. Dia menilai keduanya bersahabat.

    Baca juga : Survei Algoritma Soal Pilpres 2024: Pemilih Jokowi Cenderung Pilih Ganjar

    “Jadi, tidak benar soal informasi yang menyebutkan AHY akan berangkat naik haji bersama Anies Baswedan. Keduanya memang sudah dekat dan bersahabat sejak lama. Jadi wajar kalau Mas AHY mengantar Mas Anies berangkat haji,” sambungnya.

  • Demokrat Soal Isu Reshuffle: Jokowi Jangan Intimidasi Parpol Usung Capres 2024

    Demokrat Soal Isu Reshuffle: Jokowi Jangan Intimidasi Parpol Usung Capres 2024

    TIKTAK.ID – Wacana pergantian menteri atau reshuffle Kabinet dianggap menjadi salah satu bentuk tekanan politik oligarki terhadap sistem demokrasi. Hal itu disampaikan oleh Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP/Koordinator Juru Bicara DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra.

    “Tekanan, intimidasi, dan paksaan dalam bentuk apa pun kepada parpol yang mengambil jalan mengusung Capres berbeda dari harapan teman-teman parpol Pemerintah lainnya, menunjukkan terdapat kecenderungan upaya konsolidasi kekuasaan oleh oligarki, supaya tak boleh ada sosok lain di luar kelompok mereka untuk tampil ke permukaan dan berlaga di kontestasi 2024,” ujar Herzaky, pada Jumat (14/10/22), seperti dilansir Sindonews.com.

    Kemudian Herzaky berharap agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan jajarannya dapat mengedepankan sikap negarawan dan tidak melakukan intimidasi terhadap partai politik yang mengusung calon pemimpin harapan rakyat.

    Baca juga : Kapolda Jatim Terlibat Narkoba, DPR: Polri Tak Bisa Diharapkan Lagi

    “Jangan justru Presiden atau para pembantunya sok-sokan mencoba mengkooptasi, menggergaji hak dan kewenangan parpol sebagai entitas berdaulat di negeri ini, dengan memberikan tekanan atau intimidasi kepada parpol yang tengah berupaya melaksanakan tugas dan tanggung jawab politiknya kepada rakyat dengan mengusung calon pemimpin negeri di Pilpres 2024 sesuai dengan harapan dan aspirasi rakyat ataupun konstituennya,” tegas Herzaky.

    Menurut Herzaky, situasi perpolitikan saat ini seolah-olah demokrasi di Indonesia diatur oleh sekelompok elite dan golongan saja.

    “Seakan-akan negeri ini milik sendiri, dan semuanya harus dibaku atur oleh segelintir elite saja. Bila benar ini yang terjadi, maka demokrasi Indonesia yang sudah rapuh 8 tahun ini, menjadi semakin bobrok,” tutur Herzaky.

    Baca juga : Tragedi Kanjuruhan, TGIPF ke Jokowi: Semua Saling Lempar Tanggung Jawab

    Herzaky menjelaskan, Partai Demokrat bakal mengawal demokrasi Indonesia, supaya bisa semakin berkembang dan matang. Dia menyebut pihaknya akan melawan bila ada upaya oligarki mengambil alih kedaulatan rakyat dan berusaha mengintervensi parpol sebagai salah satu pilar demokrasi.

    “Demokrat seperti yang sudah selalu ditegaskan oleh Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono dalam berbagai kesempatan, bakal terus konsisten bersama rakyat, memperjuangkan perubahan, dan perbaikan,” jelas Herzaky.

    Sebelumnya, isu reshuffle mencuat usai pernyataan relawan Jokowi yang menilai perlu dilakukan pergantian menteri pascapenetapan Anies Baswedan sebagai Capres dari Partai NasDem yang merupakan partai koalisi Pemerintah di era Jokowi-Ma’ruf Amin.

    Baca juga : Pengamat: Elektabilitas Prabowo Murni Penilaian Publik, Bukan Pencitraan

    Presiden Jokowi sendiri ketika ditanyai soal rencana reshuffle menyebutkan kemungkinan itu selalu ada.

  • Saling Tuding Demokrat vs PDIP Soal Kecurangan Pemilu di Masa Lalu

    Saling Tuding Demokrat vs PDIP Soal Kecurangan Pemilu di Masa Lalu

    TIKTAK.ID – Juru Bicara Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra menampik tudingan Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto yang mengklaim terjadi kecurangan dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2009 lalu. Herzaky lantas menyoroti kasus suap terhadap mantan Komisioner KPU, Wahyu Setiawan yang dilakukan mantan kader PDIP, Harun Masiku. Ia menyebut Hasto terlibat dalam kasus tersebut.

    “Publik kan tahu kalau di Pemilu 2019 lalu, ada Komisioner KPU (Wahyu Setiawan) yang ditangkap akibat kasus suap. Kan, salah satu pelakunya kader partainya Bang Hasto, Harun Masiku, yang sudah buron selama 1.000 hari lebih. Tidak ada cerita seperti itu pada Pemilu 2009,” terang Herzaky lewat keterangan tertulis, pada Senin (19/9/22), seperti dilansir CNN Indonesia.

    Kemudian Herzaky meminta Hasto agar tidak perlu reaktif menanggapi pernyataan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat sekaligus Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) yang bocor dan tersebar di media sosial.

    Baca juga : SBY Bakal ‘Turun Gunung’ di Pemilu 2024

    Herzaky mengatakan pidato SBY terkait info adanya upaya sengaja sejumlah pihak agar Pilpres 2024 hanya diikuti dua pasangan Capres-Cawapres, merupakan aspirasi dari masyarakat. Dia mengklaim SBY hanya mengingatkan elite politik supaya tidak mematahkan harapan rakyat, apalagi dengan cara yang tidak demokratis.

    “Tak perlu terlalu reaktif, apalagi mengumbar hoaks dan fitnah. Kecuali, jika memang merasa skenario jahatnya ketahuan,” ucap Herzaky.

    Herzaky menjelaskan, suara yang diperoleh Demokrat dalam Pemilu 2009 dapat meningkat hingga tiga kali lipat lantaran prestasi Pemerintahan SBY pada periode pertama. Dia melanjutkan, keberhasilan tersebut baik dari segi ekonomi, pembangunan infrastruktur, sampai kerukunan antarumat beragama.

    Baca juga : KSAD Dudung Temui Prabowo, Ada Apa?

    “Tak ada polarisasi antaranak bangsa. Oposisi, masyarakat sipil, dan mahasiswa juga bebas mengkritik tanpa takut diintimidasi, apalagi dikriminalisasi. Jadi wajar saja, suara Demokrat pada 2009 meningkat drastis,” tutur Herzaky.

    Sebelumnya, SBY mengaku bakal ikut turun tangan, karena Pemilu dan Pilpres 2024 akan diwarnai kecurangan dan ketidakadilan. Dia pun menyatakan memperoleh informasi ada upaya menjegal sosok tertentu supaya kontestasi lima tahunan tersebut hanya diikuti dua pasangan calon Capres-Cawapres.

    “Para kader, mengapa saya harus turun gunung dalam menghadapi Pemilihan Umum 2024 mendatang? Saya mendengar, mengetahui, kalau ada tanda-tanda Pemilu 2024 bisa tidak jujur dan tidak adil,” ungkap SBY di Rapimnas Demokrat.

  • Usai Temui Surya Paloh, AHY Siap Kunjungi Prabowo

    Usai Temui Surya Paloh, AHY Siap Kunjungi Prabowo

    TIKTAK.ID – Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra mengaku membenarkan kabar soal Ketua Umum DPP Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang bakal menemui Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Prabowo Subianto di kediamannya pada Jumat (24/6/22) malam WIB.

    “Benar, rencananya begitu. Rencananya (AHY akan menemui Prabowo) pukul 19.00 WIB, untuk lokasinya di Kertanegara atau K4, tempatnya Pak Prabowo,” ujar Herzaky dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat, seperti dilansir Republika.co.id.

    Menurut Herzaky, pertemuan itu adalah silaturahmi yang sudah lama direncanakan sejak AHY melaksanakan program unggulannya, yaitu “Silaturahmi 360 Derajat” atau silaturahmi ke segala penjuru arah. Dia menjelaskan, salah satu tujuan program tersebut yakni membuat koneksi jaringan dalam rangka membangun negeri.

    Baca juga : Hadapi Pemilu 2024, Sesepuh dan Ulama Berbagai Daerah Siap Bangkitkan Kembali PPP

    Sebelumnya, pada Kamis (23/6/22), AHY sempat berkunjung ke kantor DPP Nasdem atau Nasdem Tower untuk bertemu langsung dengan Ketua Umum DPP Partai Nasdem, Surya Paloh. Dalam kunjungan itu, AHY mengklaim punya hubungan yang nyaman bersama NasDem.

    “Saya bisa pastikan kalau hubungan kami terasa nyaman, makin hari makin kuat dan juga lebih terbuka,” ungkap AHY di hadapan Surya.

    Kemudian AHY menyebut hubungan Demokrat dan Surya sudah dibangun sejak lama. AHY pun menilai hal itu menjadi kekuatan yang terus diperkuat untuk perjuangan ke depan.

    Baca juga : AHY dan Ganjar Ketahuan Salat Jumat di Masjid yang Sama, Hanya Kebetulan atau Sengaja?

    “Kami telah berdiskusi dengan beliau, mendengarkan seorang senior dan mentor yang memiliki banyak pengalaman,” terang AHY.

    Lebih lanjut, AHY menyatakan dirinya menghormati keputusan Partai NasDem yang telah mengumumkan tiga nama bakal calon presiden pada pekan lalu. Dia merasa tidak masalah dan mengatakan tiap partai punya kebebasan untuk menentukan Capres yang bakal diusung.

    “Kami menghormati hasilnya, karena itu hak semua dan kemerdekaan parpol. NasDem merdeka dalam arti memiliki independensi dan mekanisme yang harus dihormati oleh siapa pun,” jelas AHY, mengutip CNN Indonesia.

    Baca juga : PA 212 Kritik Pemprov DKI Tak Cabut Izin Holywings

    Lantas saat disinggung untuk menduduki posisi Cawapres, AHY menjawab topik tersebut akan dibicarakan pada waktu yang tepat. Dia menganggap saat ini semuanya masih terlalu dini.

    “Masih panjang proses ini, dan waktunya masih cukup. Namun mudah-mudahan [pertemuan] ini menunjukkan gestur positif semakin baik antara NasDem dan Demokrat,” tuturnya.

  • Kepuasan Publik atas Kinerja Jokowi Merosot, Demokrat: Alarm Bahaya

    Kepuasan Publik atas Kinerja Jokowi Merosot, Demokrat: Alarm Bahaya

    TIKTAK.ID – Hasil survei terbaru Indikator Politik Indonesia menyatakan bahwa tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) makin menurun. Menanggapi hal itu, Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra berpendapat temuan tersebut mesti menjadi perhatian Pemerintah.

    “Alarm bahaya untuk Pemerintah,” ujar Herzaky dalam keterangannya, Senin (16/5/22), seperti dilansir Republika.co.id.

    Herzaky mengaku sudah bisa menduga menurunnya angka kepuasaan kinerja tersebut. Pasalnya, kata Herzaky, Pemerintah telah gagal mengendallikan kenaikan harga sembako dalam beberapa bulan terakhir, dan tidak ada kebijakan yang efektif.

    Baca juga : Komentari Jokowi Temui Elon Musk, Ketua MUI: Uang Terkadang Lebih Kuasa dari Jabatan

    “Terakhir soal pelarangan ekspor minyak sawit. Hal itu malah menimbulkan masalah baru dan membuat banyak rakyat kecil kehilangan pendapatan. Begitu pula dengan demokrasi Indonesia yang terus mengalami regresi, sehingga membuat semakin banyak warga tidak berani menyuarakan pendapat di muka publik,” tutur Herzaky.

    Herzaky melanjutkan, Pemerintah malah menaikkan harga berbagai kebutuhan penting lainnya bagi rakyat, seperti gas, bahan bakar minyak, dan pajak. Dia menilai kenaikan tersebut semakin membebani rakyat yang sedang sulit kondisinya.

    Oleh sebab itu, Herzaky mengimbau Pemerintah agar bisa lebih fokus pada pemulihan ekonomi, penurunan harga sembako, harga gas, harga listrik, dan berbagai harga-harga lainnya yang terus melonjak di sepanjang tahun ini.

    Baca juga : Koalisi Golkar-PAN-PPP Terancam Bubar Sebelum Berperang

    “Perlu adanya komitmen lebih serius untuk mengatasi pengangguran dan kemiskinan, sebagai dampak pandemi selama dua tahun ini. Rakyat sudah lama menderita,” tegas Herzaky.

    Herzaky menyebut Pemerintahan Jokowi-Ma’ruf harus kompak. Dia menganggap Pemerintah perlu mengambil langkah evaluasi menyeluruh dan tidak membahas isu-isu lain yang tidak memberikan solusi atas permasalahan rakyat.

    “Jangan malah sibuk memikirkan kepentingan untuk mengamankan, apalagi melanggengkan kekuasaan saja,” ucapnya.

    Baca juga : Koalisi Indonesia Bersatu Diprediksi Capreskan Anies atau Ganjar

    Sebelumnya, Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanudin Muhtadi mengklaim tren kepuasan masyarakat terhadap kinerja Jokowi saat ini berada di angka 58,1 persen, terbagi pada 8 persen sangat puas dan 50,1 persen cukup puas. Dia pun mengatakan responden yang tidak puas dengan kinerja Jokowi sebanyak 29,1 persen dan 6,1 persen tidak puas sama sekali.

    “Inflasi mulai meningkat terutama sejak Februari, bahkan sekarang sudah hampir 4 persen, jadi kepuasan terhadap Jokowi juga tertekan. Angka 58,1 persen kepuasan terhadap presiden pada Mei, menjadi kepuasan paling rendah selama 6 tahun terakhir,” ungkap Burhanudin.

  • Bikin Kader PDIP Tersinggung, Jubir Demokrat Minta Maaf Usai Sebut ‘Megawati Gulingkan Gus Dur’

    Bikin Kader PDIP Tersinggung, Jubir Demokrat Minta Maaf Usai Sebut ‘Megawati Gulingkan Gus Dur’

    TIKTAK.ID – Ketua DPC PDIP Kota Tangerang Selatan, Wanto Sugito mengaku tersinggung dengan Kepala Bakomstra DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra yang mengatakan Ketua Umum PDI-Perjuangan, Megawati Soekarnoputri menggulingkan Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.

    Kemudian merespons hal itu, Herzaky mengklaim bahwa dirinya tidak sengaja mengatakan hal tersebut.

    “Saya ini adalah pengagum Gus Dur dan NU. Saya juga hormat kepada Ibu Megawati sebagai mantan presiden. Mohon maaf saya kepeleset lidah ketika tanya jawab usai konferensi pers,” ujar Herzaky, seperti dilansir Merdeka.com, Rabu (6/10/21).

    Baca juga : Mabes Polri Proses Dugaan Rasis Natalius Pigai

    Lantas Herzaky menyampaikan permohonan maaf atas kekeliruan yang telah dia buat.

    “Maksud saya adalah Ibu Megawati menggantikan Gus Dur. Saya mohon maaf terhadap siapa pun yang tidak berkenan atas kekeliruan ini,” terang Herzaky.

    Untuk diketahui, Wanto sempat menyatakan tersinggung atas perkataan Herzaky dalam konferensi pers Minggu (3/10/21).

    “Sebagai kader Banteng, saya sangat tersinggung dengan pernyataan dari saudara Herzaky, Jubir Demokrat. Selain ngawur, Herzaky juga tidak paham sistem politik saat itu, di mana MPR RI kedudukannya sebagai lembaga tertinggi. MPR itu terdiri dari DPR RI dan DPD RI, sehingga kalau mau main tuduh, harusnya ke Amien Rais, bukan ke Ibu Megawati,” ucap Herzaky melalui keterangannya, Selasa (5/9/21).

    Baca juga : Sebut Pemindahan Ibu Kota Tak Mendesak, PKS: Ibu Kota Saat ini Masih Layak

    Oleh sebab itu, Wanto mendesak Herzaky agar meminta maaf kepada Megawati dan PDIP. Sebab, dia menilai Herzaky telah menyentuh harkat dan martabat Ketua Umumnya.

    “Saya memberikan waktu kepada saudara Herzaky agar meminta maaf. Bila tidak, maka karma politik akan terus melanda Demokrat,” tegas Wanto.

    Tidak hanya itu, Wanto juga meminta Herzaky agar mempertanyakan hal tersebut kepada Amien Rais langsung selaku Ketua MPR kala itu. Dia menegaskan, antara Megawati dan almarhum Gus Dur terjalin rasa persahabatan, sehingga jangan sampai dipecah-belah akibat urusan politik.

    Baca juga : Said Aqil Siradj Mantap Masuk Bursa Ketum PBNU Usai Ketemu Jokowi

    “Sebaiknya Demokrat konsolidasikan saja internalnya, ketimbang campur tangan ke partai lain,” ungkapnya.

    Lebih lanjut, Wanto mengingatkan supaya Demokrat tidak menebar fitnah. Menurutnya, PDIP selalu memegang prinsip “Satyam Eva Jayate”, yakni ‘kebenaran akan menang pada akhirnya’.