TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Nasional
Home›Nasional›Sibuk Bangun Jalan dan Pelabuhan, Jokowi Abaikan Kebhinekaan?

Sibuk Bangun Jalan dan Pelabuhan, Jokowi Abaikan Kebhinekaan?

By Adam Humain
19 Februari 2020
843
0
Jokowi Umumkan Nama Pelaku Penyerangan Novel Baswedan

TIKTAK.ID – Joko Widodo dikenal sebagai salah satu Presiden RI yang kencang dalam melakukan pembangunan infrastruktur. Jalan tol dibangun, bandara dipercantik, pelabuhan diperbanyak, tak tanggung, Ibu Kota baru pun direncanakan untuk didirikan, semua dilakukan dalam kerangka “Indonesia Maju” yang menjadi visinya. Bukan hal aneh jika Jokowi kerap dijuluki sebagai “Bapak Infrastruktur”.

Begitu masifnya pembangunan infrastruktur di era Jokowi ini juga dibarengi dengan makin maraknya konflik horizontal atas dasar agama, baik kasus baru, maupun kasus yang sudah lama mangkrak hingga kini tak menemui solusi.

Sejumlah massa mendatangi Gereja Katolik Paroki Santo Joseph, kota Tanjungbalai, Karimun, Kepulauan Riau pada Kamis (6/2/20), untuk menolak renovasi bangunan gereja yang sedang dilaksanakan. Massa dari Aliansi Peduli Kabupaten Karimun (APKK) dan Forum Umat Islam Bersatu (FUIB) menuding pihak gereja melanggar kesepakatan penundaan pembangunan yang telah dibuat sebelumnya. IMB gereja tersebut sebelumnya digugat dan sedang diproses di PTUN. Dalam aksi tersebut muncul usulan relokasi dari massa.

Koordinator APKK, Hasyim Tugiran, menyampaikan bahwa tidak ada maksud untuk bersikap intoleran dalam aksi tersebut.

Baca juga: Gerindra Manut Jokowi Soal Reshuffle, Isyarat Prabowo Akan Diganti?

“Tidak ada kami melarang-larang. Kalau untuk beribadah silakan, seperti gereja lainnya di Karimun, tidak ada yang mengganggu atau melarang. Hanya saja, proses pembangunan ini kan dalam tahapan di PTUN, jadi hormati proses yang sedang berlangsung,” kata Hasyim seperti dilansir Tempo.

Komentar berbalik datang dari Ketua Komisi Hubungan Antar Agama dan Kepercayaan (HAAK) Keuskupan Pangkalpinang, Romo RD Agustinus Dwi Pramodo, ia menganggap bahwa aksi penolakan pembangunan gereja merupakan bentuk intoleransi, ia juga menyatakan bahwa ada persekusi terhadap panita pembangunan gereja.

“Melarang dan memprotes renovasi total gereja dan pastoran Paroki Santo Joseph yang telah berdiri sejak tahun 1928 itu masuk kategori intoleransi. Apalagi ada aksi-aksi persekusi terhadap panitia pembangunan gereja,” kata Romo Agustinus, Sabtu (15/2/20), seperti dilansir Kompas.

Sengketa pembangunan gereja ini diketahui telah bergulir sejak 2013, dan masih berlanjut hingga kini.

Di Jawa Timur, terjadi kasus serupa, kaum minoritas Syiah diusir dari kampung halamannya di Kabupaten Sampang sejak 2012. Jemaat Syiah tersebut dipaksa mengungsi ke rumah susun milik Pemprov Jatim di Kabupaten Sidoarjo karena ditolak keberadaannya oleh warga mayoritas Sunni di Sampang.

Baca juga: Kuasa Hukum Terdakwa Kasus Ancaman Penggal Jokowi Sebut Kliennya Tak Punya Rencana Makar

Soekarwo yang pada saat kejadian sedang menjabat sebagai Gubernur Jawa Timur mengaku tidak bisa lagi mengupayakan kepulangan warga Syiah ini ke kampung halamannya.

“Yawis, mandek seperti itu, karena di sana nggak ada yang mau menerima,” kata Soekarwo di kantor DPRD Jawa Timur pada Kamis (8/11/18), seperti dilansir KBR

Tak cukup sampai di situ, nasib tragis pengungsi Sampang ini masih harus dipaksa menerima kenyataan: “Diusir saat masih hidup, sudah mati pun ditolak”. Rabu (12/2/20) lalu, Ibu dari pemimpin Syiah Sampang, Umah Binti Maruki meninggal dunia. Sang anak, Tajul Muluk, berkeinginan untuk memakamkan ibunda di tanah kelahirannya di Sampang, namun lagi-lagi terjadi penolakan.

Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Surabaya, Fatkhul Khair, menyesalkan sikap warga Sampang yang menolak pemakaman Umah binti Maruki.

Fatkhul berkesimpulan bahwa Negara telah gagal untuk melindungi hak asasi manusia yang dimiliki oleh tiap individu warganya.

“Negara belum berhasil melindungi kelompok minoritas,” Kata Fatkhul (14/2/20), dilansir Tempo.

Itulah beberapa fakta 6 tahun pemerintahan Jokowi, yang tampak terlalu sibuk membangun infrastruktur namun mengabaikan kebhinekaan.

Adam Humain
Adam Humain

Adam Humain adalah seorang pegiat dan pemerhati teknologi yang memiliki ketertarikan mendalam pada perkembangan ekosistem digital global dan lokal. Lewat tulisan-tulisannya, Adam mengulas berbagai topik hangat seputar inovasi teknologi, dinamika bisnis startup dan raksasa hulu (big tech), hingga profil serta pemikiran para tokoh pemrakarsa di balik revolusi industri 4.0.

Dengan pendekatan analitis namun tetap komunikatif, Adam berusaha menjembatani kompleksitas dunia teknologi agar mudah dipahami oleh publik awam, pelaku bisnis, maupun sesama antusias teknologi. Selain aktif mengamati tren AI, keamanan siber, dan ekonomi digital, ia kerap membagikan perspektifnya mengenai bagaimana teknologi membentuk lanskap sosial dan cara manusia berinteraksi di masa depan

TagsFUIBGereja KarimunJoko WidodoJokowiKontraSSyiah Sampang

Related articles More from author

  • Berikut Cara Dapatkan Token Listrik Gratis dari Jokowi
    Nasional

    Berikut Cara Dapatkan Token Listrik Gratis dari Jokowi

    3 April 2020
    By Johan Arif
  • Top Pak Jokowi! 2 Tambang Raksasa Asing Kembali ke Pelukan Ibu Pertiwi
    Nasional

    Top Pak Jokowi! 2 Tambang Raksasa Asing Kembali ke Pelukan Ibu Pertiwi

    21 Juni 2020
    By Joni Sitohang
  • Pengamat Sebut Pemilihan Dua Menteri Anyar ‘Kurang Pas' dan ‘Hanya Kepentingan Politik Sesaat’ Jokowi
    Nasional

    Pengamat Sebut Pemilihan Dua Menteri Anyar ‘Kurang Pas’ dan ‘Hanya Kepentingan Politik Sesaat’ Jokowi

    17 Juni 2022
    By Joni Sitohang
  • Golkar Tegaskan Buka Pintu PSI Masuk Koalisi Pendukung Prabowo
    Nasional

    Golkar Tegaskan Buka Pintu PSI Masuk Koalisi Pendukung Prabowo

    17 Oktober 2023
    By Joni Sitohang
  • Jokowi Tegas Tolak Perpanjangan Masa Jabatan Presiden, Begini Respons JoMan
    Nasional

    Jokowi Tegas Tolak Perpanjangan Masa Jabatan Presiden, Begini Respons JoMan

    7 September 2021
    By Joni Sitohang
  • Jokowi: Banyak Pihak yang Belum Membaca dan Memahami UU Cipta Kerja
    Nasional

    Jokowi: Banyak Pihak yang Belum Membaca dan Memahami UU Cipta Kerja

    18 November 2020
    By Joni Sitohang

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Facebook Bantah Jadi Media Sosial Penyebar Hoax Vaksin Covid-19
    Teknologi

    Facebook Bantah Jadi Media Sosial Penyebar Hoax Vaksin Covid-19

  • Alumni Doktor IPDN Nilai Jenderal Suyudi Sosok Tepat Pimpin Polri
    Nasional

    Alumni Doktor IPDN Nilai Jenderal Suyudi Sosok Tepat Pimpin Polri

  • Ganjar Tegaskan Ikuti Arahan Megawati Soal Capres-Cawapres 2024
    Nasional

    Ganjar Tegaskan Ikuti Arahan Megawati Soal Capres-Cawapres 2024

  • Waspadai Tanda-tanda Tubuh Kurang Gerak ini
    Tips & Tutorial

    Waspadai Tanda-tanda Tubuh Kurang Gerak ini

  • Tips Melatih Otak untuk Tingkatkan Daya Ingat dan Fokus
    Tips & Tutorial

    Tips Melatih Otak untuk Tingkatkan Daya Ingat dan Fokus

Artikel Terbaru

  • Profil Liliyana Natsir: Biodata, Karier, dan Prestasi 26 Oktober 2026
  • Prabowo Panggil Mendagri dan Kepala BMKG ke Istana, Ini Bahan yang Dibawa 26 Oktober 2026
  • Apa Itu IP Address dan Cara Melihatnya di HP serta Laptop 26 Oktober 2026
  • Remaja Bobotoh Tewas Usai Tonton Persib di Pakansari, Ini Katakatan Bupati Bogor 26 Oktober 2026
  • Cara Menampilkan Persentase Baterai di HP Android dan iPhone 26 Oktober 2026

Kategori

  • Berita Unik (100)
  • Internasional (1,531)
  • Kesehatan (88)
  • Keuangan (22)
  • Kuliner (1,067)
  • Nasional (8,017)
  • Olahraga (1,146)
  • Opini (2)
  • Selebriti (1,175)
  • Teknologi (1,285)
  • tips (15)
  • Tips & Tutorial (1,294)
  • Viral (82)

Cari Artikel

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
© Copyright 2026 TIKTAK.ID. All rights reserved.