TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Nasional
Home›Nasional›Sebut Pemindahan Ibu Kota Negara Tak Tepat Waktu, Demokrat: Rakyat Sedang Susah

Sebut Pemindahan Ibu Kota Negara Tak Tepat Waktu, Demokrat: Rakyat Sedang Susah

By Johan Arif
19 April 2021
485
0
Sebut Pemindahan Ibu Kota Negara Tak Tepat Waktu, Demokrat: Rakyat Sedang Susah

TIKTAK.ID – Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Herman Khaeron mengungkapkan bahwa momentum pemindahan Ibu Kota negara dari Jakarta ke Kalimantan Timur tidak tepat. Sebab, ia menilai kini sendi-sendi sosial dan ekonomi masyarakat sedang runtuh akibat pandemi Covid-19.

Oleh sebab itu, ia mengatakan Pemerintah harus dapat melihat prioritas dalam pembangunan yang berkaitan dengan kemampuan negara. Ia juga menyebut masyarakat sedang membutuhkan bantuan dari negara untuk membangkitkan perekonomian mereka.

“Ekonomi tumbuh minus, dan rakyat sedang susah,” ujar Herman, seperti dilansir CNNIndonesia.com, Minggu (18/4/21).

Menurut Herman, pemindahan Ibu Kota memerlukan anggaran yang besar. Ia menjelaskan, untuk kebutuhan perpindahan awal saja, butuh dana sekitar Rp460 triliun. Kemudian dari angka sebesar itu, Pemerintah menganggarkan Rp87 triliun dari APBN, dan sisanya bisa berasal dari Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) atau investasi.

Herman berpendapat pendanaan dari pihak swasta bukanlah pemberian, karena pihak swasta akan meminta timbal balik dari pendanaan yang diberikan.

“Pasti itu ada imbal jasa yang harusnya terbuka, karena dari mana nanti sumber pengembaliannya. Ini kan konteks yang belum terbuka kepada publik, padahal negara ini milik bersama,” tutur politisi Partai Demokrat tersebut.

Herman juga menganggap pemikiran Badan Pertanahan Nasional (Bappenas) terkait perpindahan Ibu Kota ini terlalu sederhana. Ia pun menduga Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menggunakan negara kontinental yang melakukan pemindahan Ibu Kota negara sebagai benchmark atau perbandingan seperti, Australia, Selandia Baru, dan Brazil.

Herman menegaskan bahwa kondisi geografis negara tersebut berbeda dengan Indonesia yang merupakan negara archipelagos atau kepulauan. Ia menyatakan perpindahan Ibu Kota bukan hanya persoalan pemindahan gedung, melainkan juga pemindahan pranata sosial.

Ia memaparkan, salah satu aspek yang mesti diperhatikan dalam hal ini yakni perpindahan Aparatur Sipil Negara (ASN). Ia lantas mempertanyakan kejelasan nasib ASN, apakah mereka akan dipindah bersama keluarganya ke Ibu Kota baru atau meninggalkan keluarganya di pulau Jawa.

“Berapa ASN yang harus dipindahkan ke sana, dan seleksinya seperti apa? Ini harus dijabarkan semuanya, dan dijawab dulu oleh Bappenas,” ucapnya.

TagsAnggota Komisi VI DPR RI Fraksi Partai DemokratHerman KhaeronIbu Kota BaruJokowiPemindahan ibu kotaPresiden Joko Widodo

Related articles More from author

  • KPU Tanggapi Komentar Jokowi Soal ‘Debat Capres Tak Mengedukasi dan Serang Personal’
    Nasional

    KPU Tanggapi Komentar Jokowi Soal ‘Debat Capres Tak Mengedukasi dan Serang Personal’

    16 Januari 2024
    By Joni Sitohang
  • Dituding Dalangi ‘Jokowi End Game’, Aktivis ini Kena Teror Doxing dan Diancam Dibunuh
    Nasional

    Dituding Dalangi ‘Jokowi End Game’, Aktivis ini Kena Teror Doxing dan Diancam Dibunuh

    29 Juli 2021
    By Joni Sitohang
  • Misi Jokowi Evakuasi Ahsan/Hendra dkk Berhasil, Ini Selanjutnya
    Nasional

    (Cek Hoaks atau Fakta) Jokowi Perintahkan Tembak di Tempat Dua Intelijen Malaysia

    28 Juli 2022
    By Joni Sitohang
  • Ternyata Jokowi Sering Marahi Para Menteri, Kenapa?
    Nasional

    Ternyata Jokowi Sering Marahi Para Menteri, Kenapa?

    5 Maret 2020
    By Johan Arif
  • Pakar Pidana: PDIP Bisa Dibubarkan Jika Terbukti Terlibat Korupsi Bansos
    Nasional

    Pakar Pidana: PDIP Bisa Dibubarkan Jika Terbukti Terlibat Korupsi Bansos

    19 Januari 2021
    By Joni Sitohang
  • Ini 4 Rekomendasi Ombudsman ke Jokowi Usai Temuan Penyimpangan TWK KPK
    Nasional

    Ini 4 Rekomendasi Ombudsman ke Jokowi Usai Temuan Penyimpangan TWK KPK

    23 Juli 2021
    By Joni Sitohang

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Drone DJI Mavic 4 Pro Resmi Masuk Indonesia, Harga Mulai Rp33,7 Jutaan
    Teknologi

    Drone DJI Mavic 4 Pro Resmi Masuk Indonesia, Harga Mulai Rp33,7 Jutaan

  • Badan Kesehatan Eropa Peringatkan Covid-19 Akan Terus Bertahan dan Ada Selamanya
    Internasional

    Badan Kesehatan Eropa Peringatkan Covid-19 Akan Terus Bertahan dan Ada Selamanya

  • Ganjar-Mahfud Nyatakan Siap Berantas Mafia Hukum dan KKN Tanpa Ampun
    Nasional

    Ganjar-Mahfud Nyatakan Siap Berantas Mafia Hukum dan KKN Tanpa Ampun

  • PM Lesotho Didakwa Kasus Pembunuhan
    Internasional

    Perdana Menteri Lesotho Didakwa Membunuh Istrinya

  • Facebook Janji Kurangi Penayangan Iklan Politik di Indonesia
    Teknologi

    Benarkah Facebook Bikin Fitur Khusus Mantan Narapidana?

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.