TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Internasional
Home›Internasional›Jaksa Federal Sebut Perusuh di Capitol Berusaha Bunuh Pejabat Publik

Jaksa Federal Sebut Perusuh di Capitol Berusaha Bunuh Pejabat Publik

By William Putra Wijaya
16 Januari 2021
410
0
Jaksa Federal Sebut Perusuh di Capitol Berusaha Bunuh Pejabat Publik

TIKTAK.ID – Jaksa Federal mengajukan tuntutan baru terkait pengepungan gedung Capitol AS pada pekan lalu yang dilakukan oleh para pendukung Trump. Pada kesempatan ini Jaksa mengajukan ke pengadilan bahwa perusuh bermaksud “untuk menangkap dan membunuh pejabat publik”.

Dilansir Reuters, Jaksa mengajukan tuntutannya itu kepada Hakim untuk menahan Jacob Chansley, seorang pria Arizona dan ahli teori konspirasi QAnon yang terkenal di foto kerusuhan dengan mengenakan tanduk saat dia berdiri di depan meja Wakil Presiden, Mike Pence di ruang Senat AS.

Memo penahanan, yang ditulis oleh pengacara Departemen Kehakiman di Arizona, menjelaskan lebih detail tentang penyelidikan FBI terhadap Chansley, yang mengungkapkan bahwa dia meninggalkan secarik catatan untuk Pence yang memperingatkan bahwa “hanya masalah waktu, keadilan akan datang”.

“Bukti kuat, termasuk kata-kata dan tindakan Chansley sendiri di Capitol, mendukung bahwa maksud para perusuh Capitol adalah untuk menangkap dan membunuh pejabat terpilih di pemerintah Amerika Serikat”, tulis Jaksa.

Seorang pembela umum yang mewakili Chansley tidak dapat dihubungi untuk dimintai komentarnya. Sementar itu Chansley dijadwalkan hadir di pengadilan Federal pada Jumat depan.

Penilaian Jaksa Penuntut terjadi ketika Jaksa dan Agen Federal mulai mengajukan dakwaan yang lebih serius terkait dengan kekerasan di Capitol, termasuk mengungkap kasus pada Kamis lalu terhadap satu orang, pensiunan petugas pemadam kebakaran Robert Sanford, dengan tuduhan bahwa dia melemparkan alat pemadam kebakaran ke kepala salah satu polisi dan petugas lainnya.

Peter Stager, diduga memukul petugas dengan tiang yang bertuliskan bendera Amerika.

Dalam kasus Chansley, Jaksa Penuntut mengatakan bahwa dakwaan tersebut “melibatkan partisipasi aktif dalam pemberontakan yang mencoba menggulingkan Pemerintah Amerika Serikat dengan kejam”.

Jaksa juga memperingatkan bahwa “pemberontakan masih berlangsung” karena penegak hukum bersiap untuk menghadapi lebih banyak demonstrasi lagi di Washington dan Ibu Kota Negara Bagian lainnya.

“Chansley telah berbicara secara terbuka tentang keyakinannya bahwa dia adalah alien, makhluk yang lebih tinggi, dan dia ada di sini di Bumi untuk naik ke realitas lain”, tulis mereka.

Departemen Kehakiman telah membawa lebih dari 80 kasus kriminal sehubungan dengan kerusuhan di Capitol AS minggu lalu, ketika pendukung Trump menyerbu gedung, menggeledah kantor dan dalam beberapa kasus, menyerang polisi.

Banyak orang yang didakwa sejauh ini dengan mudah dapat dilacak oleh FBI, yang memiliki lebih dari 200 tersangka, sebagian besar berkat video dan foto yang diposting di media sosial.

Penjabat Pengacara AS untuk Distrik Columbia, Michael Sherwin mengatakan bahwa meskipun banyak dari dakwaan awal mungkin tampak remeh, dia mengharapkan tuntutan yang jauh lebih serius akan diajukan saat Departemen Kehakiman melanjutkan penyelidikannya.

TagsAmerika SerikatBerita Dunia Hari IniCapitol HillJaksa FederalKerusuhanPejabat Publik

Related articles More from author

  • Pasukan AS Dilaporkan Angkut Peralatan Militer dari Irak ke Pangkalan Ilegalnya di Suriah
    Internasional

    Pasukan AS Dilaporkan Angkut Peralatan Militer dari Irak ke Pangkalan Ilegalnya di Suriah

    5 April 2021
    By Bagas F Sinaga
  • Pangkalan Udara AS di Irak Dihujani 10 Roket
    Internasional

    Pangkalan Udara AS di Irak Dihujani 10 Roket

    4 Maret 2021
    By Bagas F Sinaga
  • Apple Prediksi Serangan Malware jika UU Antimonopoli Disahkan
    Internasional

    Apple Prediksi Serangan Malware jika UU Antimonopoli Disahkan

    22 Januari 2022
    By William Putra Wijaya
  • KBRI Manila Terima 4 WNI Korban Sandera Kelompok Abu Sayyaf
    Internasional

    KBRI Manila Terima 4 WNI Korban Sandera Kelompok Abu Sayyaf

    25 Maret 2021
    By Bagas F Sinaga
  • TOP! Hanya Gara-gara Tiga Orang Positif Covid-19, Kota Terbesar di Selandia Baru Langsung Dilockdown
    Internasional

    TOP! Hanya Gara-gara Tiga Orang Positif Covid-19, Kota Terbesar di Selandia Baru Langsung Dilockdown

    15 Februari 2021
    By William Putra Wijaya
  • Polisi Bolivia Temukan 400 Mayat Diduga Meninggal karena Covid-19
    Internasional

    Polisi Bolivia Temukan 400 Mayat Diduga Meninggal karena Covid-19

    23 Juli 2020
    By William Putra Wijaya

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Khofifah Sambangi Pengungsi Korban Angin Kencang di Batu
    Nasional

    Khofifah Sambangi Pengungsi Korban Angin Kencang di Batu

  • 4 Cara Singkirkan Ketombe yang Susah Hilang
    Tips & Tutorial

    4 Cara Singkirkan Ketombe yang Susah Hilang

  • Kapuspen Tegaskan Vaksin Nusantara Bukan Program TNI
    Nasional

    Kapuspen Tegaskan Vaksin Nusantara Bukan Program TNI

  • Survei IPR Soal Kinerja Kabinet Jokowi-Ma'ruf: Kepuasan Publik di Bawah 50 persen, Prabowo Paling Tinggi
    Nasional

    Survei IPR Soal Kinerja Kabinet Jokowi-Ma’ruf: Kepuasan Publik di Bawah 50 persen, Prabowo Paling Tinggi

  • Klarifikasi Mahfud MD Soal Dugaan Korupsi di Asabri
    Nasional

    Klarifikasi Mahfud MD Soal Dugaan Korupsi di Asabri

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
© Copyright 2026 TIKTAK.ID. All rights reserved.