Petinggi Milisi Irak Kecam Serangan Udara AS ke Irak dan Suriah
Smoke billows from Fallujah's southern Shuhada neighbourhood following shelling during an operation by Iraqi government forces, backed by air support from the US-led coalition, to regain control of the area from the Islamic State (IS) group on June 13, 2016. Iraq's elite counterterrorism service moved to within three kilometres of central Fallujah and consolidated positions in the south of the city, the operation's commander Lieutenant General Abdelwahab al-Saadi said. / AFP / AHMAD AL-RUBAYE (Photo credit should read AHMAD AL-RUBAYE/AFP via Getty Images)
TIKTAK.ID – Seorang petinggi milisi Irak mengecam keras serangan udara Amerika ke Irak dan Suriah pada Minggu malam yang menghantam wilayah kelompok milisi Kataib Hezbollah dan menewaskan sedikitnya 25 orang, seperti yang dilaporkan Reuters, Senin (30/12/19).
Militer AS mengaku serangan itu dilakukan sebagai respons atas tewasnya seorang kontraktor sipil AS dalam serangan roket ke pangkalan militer AS di Irak.
Sumber-sumber keamanan dan milisi Irak mengatakan sedikitnya 25 pejuang milisi terbunuh dan 55 lainnya cedera setelah tiga serangan udara A.S. ke Irak pada Minggu kemarin.
Baca juga: Serangan Taliban Tewaskan 10 Tentara Afghanistan
“Darah para martir tidak akan sia-sia dan tanggapan kami akan sangat keras pada pasukan Amerika di Irak,” kata komandan senior Jamal Jaafar Ibrahimi, yang dikenal nom de guerre Abu Mahdi al-Mohandes.
Mohandes adalah komandan senior Popular Mobilization Forces (PMF) Irak, sebuah kelompok paramiliter di Irak yang secara resmi diintegrasikan ke dalam angkatan bersenjata Irak. PMF mendukung pasukan keamanan Irak selama pertempuran dengan kelompok ISIS dan berhasil merebut kembali sepertiga wilayah Irak dari ISIS. Mereka membantu Irak mengamankan kemenangan melawan ISIS.
Mereka kemudian secara resmi diintegrasikan ke dalam struktur keamanan resmi Irak dan juga memiliki pengaruh politik yang besar.
Halaman selanjutnya…
Tak Jauh Beda dengan Rokok, WHO Larang Vape di Ruang Publik
Singapura Jadi Negara Bebas Paspor Pertama di Dunia
Petinggi Hamas Kunjungi Lebanon, Bahas Kondisi Israel yang Makin Lemah
Yahudi Ekstremis Israel Provokasi Umat Islam yang Beribadah di Al Aqsha
Korea Utara Ancam Gunakan Senjata Nuklir jika ‘Diprovokasi’
Ratusan Dokumen Rahasia NATO Bocor dan Diperjualbelikan di Pasar Gelap
PDIP ‘Dikeroyok’ Parpol Koalisi, Ini Kata Pengamat Politik
Gerindra Ungkap Alasan Kecewa Pemkot Solo Sebar Baliho Ultah Jokowi
Kejagung Akui Buka Peluang Periksa Nanik S Deyang Terkait Dugaan Korupsi MBG
Istana Bakal Cek Dugaan Mahasiswa UBK Diberi Rp20 Juta Usai Bertemu Gibran