TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Internasional
Home›Internasional›Selandia Baru Jadi Negara Paling Unggul Lawan Pandemi Covid-19

Selandia Baru Jadi Negara Paling Unggul Lawan Pandemi Covid-19

By William Putra Wijaya
30 Januari 2021
531
0
Selandia Baru Jadi Negara Paling Unggul Lawan Pandemi Covid-19

TIKTAK.ID – Sebuah analisis yang baru saja dirilis lembaga pemikir Australia, Lowy Institut mencatat bahwa Selandia Baru menjadi negara paling unggul dalam menangani pandemi virus Corona. Negara itu bekerja lebih efektif daripada negara lain di dunia.

Lowy Institute, telah mengumpulkan banyak data untuk menghasilkan interaktif baru untuk menilai respons virus Corona dari hampir 100 negara. Para peneliti melacak nomor kasus Covid-19 di setiap negara, serta kematian yang dikonfirmasi dan tingkat pengujian, seperti yang dilansir dari ABC.net Australia.

Selandia Baru berada di urutan nomor wahid, kemudian diikuti Vietnam, Taiwan, dan Thailand, yang masing-masing berada di peringkat kedua, ketiga dan keempat.

Amerika Serikat yang terpuruk karena pandemi berada di tabel bagian bawah yaitu nomor 94. Sementara Indonesia dan India berada jauh lebih baik daripada Amerika, yaitu pada peringkat 85 dan 86.

Lowy tidak menilai respons China terhadap pandemi, dengan alasan kurangnya data pengujian yang tersedia untuk umum.

Berikut ini urutan peringkat 10 besar negara terunggul atasi pandemi Corona:
1. Selandia Baru
2. Vietnam
3. Taiwan
4. Thailand
5. Siprus
6. Rwanda
7. Islandia
8. Australia
9. Latvia
10. Sri Lanka

Salah satu peneliti dari Lowy, Herve Lemahieu mengatakan bahwa interaktif menunjukkan negara-negara kecil biasanya menangani Covid-19 lebih efektif daripada negara-negara besar.

“Negara-negara dengan populasi kurang dari 10 juta orang terbukti lebih gesit, rata-rata, dibandingkan mayoritas negara yang lebih besar dalam menangani keadaan darurat kesehatan,” katanya kepada podcast Coronacast ABC.

Beberapa negara kecil -termasuk Siprus, Rwanda, Islandia, dan Latvia- melengkapi daftar 10 negara teratas.

Lemahieu menambahkan bahwa data itu juga membantah teori jika rezim otoriter telah mengelola krisis lebih efektif daripada demokrasi.

“Rezim otoriter, rata-rata, dimulai dengan lebih baik -mereka mampu memobilisasi sumber daya lebih cepat, dan penguncian datang lebih cepat,” kata Lemahieu.

“Tapi untuk mempertahankannya dari waktu ke waktu lebih sulit bagi mereka.”

Sebaliknya, banyak negara demokrasi pada awalnya menanggapi pandemi dengan buruk sebelum “meningkat pesat” setelah gelombang pertama.

Tetapi beberapa negara demokratis besar -termasuk Amerika Serikat dan Inggris- kemudian gagal memanfaatkan kemajuan itu karena mereka gagal memberlakukan langkah-langkah kesehatan yang cukup ketat.

Ia juga mengatakan bahwa negara-negara di daftar bagian atas termasuk negara demokrasi liberal, rezim otoriter dan hibrida, tetapi semuanya menikmati manfaat dari institusi yang efektif.

“Garis pemisah dalam respons krisis yang efektif bukanlah tentang tipe rezim, tetapi apakah warga negara mempercayai pemimpin mereka dan apakah para pemimpin itu memimpin negara dengan kompeten dan efektif,” kata Lemahieu.

“Dan itu tampaknya menguntungkan negara-negara dengan populasi yang lebih kecil, masyarakat yang lebih kompak, dan institusi yang lebih mampu.”

Dia mengatakan negara-negara kaya biasanya menangani wabah lebih efektif daripada negara-negara miskin, tetapi kemudian kehilangan keunggulan pada akhir 2020 karena infeksi kembali melonjak di tempat-tempat seperti Eropa dan Amerika Utara.

“Salah satu temuan luar biasa dari studi ini adalah bahwa ada sedikit banyak tempat bermain antara negara berkembang dan negara kaya, karena langkah-langkah yang diperlukan untuk membendung virus cukup rendah,” katanya.

Tetapi Lemahieu memperkirakan bahwa negara-negara miskin akan segera kehilangan kendali karena mereka harus berjuang untuk mendapatkan vaksin Covid-19 bagi warganya.

“Dengan distribusi dan penimbunan vaksin yang tidak merata, kita mungkin melihat negara-negara kaya mendapatkan keunggulan yang menentukan dalam upaya pemulihan krisis,” katanya.

“Dunia berkembang akan semakin tertinggal.”

TagsBerita Dunia Hari IniCOVID-19pandemiSelandia BaruVirus Corona

Related articles More from author

  • Pasukan Elite AS dan Inggris Dilaporkan Siap Evakuasi Presiden Ukraina
    Internasional

    Pasukan Elite AS dan Inggris Dilaporkan Siap Evakuasi Presiden Ukraina

    8 Maret 2022
    By William Putra Wijaya
  • Ini yang Harus Dilakukan Orang Tua Saat Anak Kembali ke Sekolah
    Tips & Tutorial

    Ini yang Harus Dilakukan Orang Tua Saat Anak Kembali ke Sekolah

    31 Mei 2020
    By Hendra Setiawan
  • Selalu Selangkah Lebih Maju, Kali ini Anies Beri Insentif Rp 215 Ribu per Hari Bagi Tiap Tenaga Medis yang Tangani Pasien Corona
    Nasional

    Anies Sebut Arus Mudik dan Balik Bisa Munculkan Gelombang Kedua Penyebaran Corona

    24 Mei 2020
    By Joni Sitohang
  • Amnesty International Indonesia Beri Tenggat 7x24 Jam kepada Jokowi Penuhi Ketersediaan APD
    Nasional

    Amnesty International Indonesia Beri Tenggat 7×24 Jam kepada Jokowi Penuhi Ketersediaan APD

    29 Maret 2020
    By Joni Sitohang
  • Sandiaga Minta Warga Ikuti Arahan Pemprov DKI Soal PSBB Transisi
    Nasional

    Sandiaga Minta Warga Ikuti Arahan Pemprov DKI Soal PSBB Transisi

    21 Juli 2020
    By Joni Sitohang
  • Buktikan Tak Mempan Disanksi AS, Iran Sukses Jual Minyak ke China Secara Fantastis
    Internasional

    Buktikan Tak Mempan Disanksi AS, Iran Sukses Jual Minyak ke China Secara Fantastis

    11 Maret 2021
    By William Putra Wijaya

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Tak Terbukti, Kapolri Usut Penyebar Isu Tumpukan Rp900 Miliar di Rumah Sambo
    Nasional

    Tak Terbukti, Kapolri Usut Penyebar Isu Tumpukan Rp900 Miliar di Rumah Sambo

  • Anggota TNI AU Tewas Diduga Dianiaya di Mess Komplek Lanud Halim
    Nasional

    Anggota TNI AU Tewas Diduga Dianiaya di Mess Komplek Lanud Halim

  • Sebut Manuver Politik Jokowi Berbahaya, Amien Rais Singgung Putusan MK dan PK Moeldoko
    Nasional

    Sebut Manuver Politik Jokowi Berbahaya, Amien Rais Singgung Putusan MK dan PK Moeldoko

  • Asus Pamerkan Laptop Layar Lipat Zenbook 17 Fold OLED
    Teknologi

    Asus Pamerkan Laptop Layar Lipat Zenbook 17 Fold OLED

  • Warga Argentina Ucapkan Selamat Tinggal kepada Sang Legendaris Maradona
    InternasionalOlahraga

    Warga Argentina Ucapkan Selamat Tinggal kepada Sang Legendaris Maradona

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
© Copyright 2026 TIKTAK.ID. All rights reserved.