TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Internasional
Home›Internasional›Ribuan Pengungsi Myanmar Telantar di Perbatasan Thailand

Ribuan Pengungsi Myanmar Telantar di Perbatasan Thailand

By William Putra Wijaya
12 Januari 2022
498
0
Ribuan Pengungsi Myanmar Telantar di Perbatasan Thailand

TIKTAK.ID – Ribuan penduduk desa Myanmar terpaksa harus tinggal di bawah tenda darurat di sepanjang sungai yang berbatasan dengan Thailand. Mereka takut untuk kembali ke rumah mereka setelah dibombardir dengan serangan udara oleh junta militer Myanmar.

Pertempuran sengit antara militer Myanmar, yang merebut kekuasaan melalui kudeta tahun lalu, dan pejuang perlawanan telah membunuh atau membuat ribuan warga sipil telantar di wilayah ini dan di tempat lain, seperti yang dilansir Al Jazeera, Sabtu (8/1/PL22).

Banyak warga Myanmar yang telah melarikan diri ke Thailand, tetapi kondisi yang buruk di kamp-kamp pengungsi di sana telah mendorong beberapa untuk kembali ke sisi perbatasan Myanmar, dan kelompok-kelompok hak asasi manusia telah meminta lebih banyak bantuan untuk para pengungsi.

Pada Jumat kemarin, tak kurang dua ribu pria, wanita dan anak-anak tinggal di bawah tenda terpal di tepi sungai Moei di Thailand, di empat lokasi terpisah, tulis Reuters.

Seorang wanita dari kamp tersebut, Sabal Phyu (42), telah menyeberangi perbatasan yang dijaga dengan longgar untuk mengumpulkan makanan yang disumbangkan dan air kemasan, sebelum kembali ke sisi sungai Myanmar.

“Di sana, kami menerima sumbangan bantuan yang baik tetapi sangat ramai dan sulit untuk ditinggali. Di sini, kami memiliki lebih banyak kebebasan,” kata Sabal Phyu kepada Reuters.

Ia mengatakan awalnya menyeberang ke Thailand dengan suami dan empat anaknya tetapi kembali ke daerah perbatasan setelah dimasukkan ke dalam kandang ternak kosong dengan pengungsi lain di dekat kota Mae Sot, Thailand.

Sekitar 8.000 pengungsi Myanmar kini tinggal di tempat penampungan sementara di Thailand, menurut Komite Palang Merah Internasional.

Sementara itu Jubir Pemerintah Thailand, Ratchada Dhanadirek mengatakan negara itu “mengurus para pengungsi” dan menjalankan tugasnya “sesuai dengan standar hak asasi manusia internasional”.

Badan Pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa, UNHCR, mengatakan pada Jumat kemarin bahwa mereka belum diberikan akses oleh Pemerintah Thailand ke situs-situs di Mae Sot di mana para pengungsi ditampung dan juga tidak dapat mengakses sisi perbatasan Myanmar.

UNHCR telah memasok kelambu, alas tidur, selimut, dan masker wajah untuk mendukung respons kemanusiaan yang dipimpin oleh otoritas Thailand, kata Jubir Kasita Rochanakorn.

Wakil Direktur Asia di Human Rights Watch mengatakan Thailand perlu berbuat lebih banyak untuk mendukung mereka yang telantar akibat pertempuran di Myanmar.

“Thailand harus mengakui bahwa kewajiban kemanusiaan mereka kepada pengungsi melibatkan lebih dari sekadar mengizinkan beberapa paket makanan dan obat-obatan melintasi perbatasan,” kata Phil Robertson.

Di tempat lain di Myanmar, ada laporan tentang sebuah desa di divisi Sagaing utara yang diduga diserang militer pada Jumat kemarin.

Penduduk desa Kan Gyi East di kotapraja Kanbalu terpaksa melarikan diri pada Jumat pagi, ketika pasukan junta militer dilaporkan memukuli penduduk dan menangkap sedikitnya 20 dari mereka, sambil membakar rumah dan membunuh ternak, menurut unggahan media sosial, yang juga menampilkan foto-foto yang menunjukkan dugaan penyerangan.

Tak ada yang bisa dikonfirmasi atas laporan tersebut, dan militer belum mengomentari insiden tersebut.

Myanmar berada dalam kekacauan sejak junta militer melancarkan kudeta dan menggulingkan Pemerintah sipil yang dipimpin oleh peraih Nobel, Aung San Suu Kyi pada 1 Februari tahun lalu, memicu protes dan bentrokan sporadis di pedesaan antara milisi anti-junta dan tentara.

Lebih dari 1.400 warga sipil dan pengunjuk rasa telah dibunuh oleh junta militer Myanmar sejak kudeta, menurut kelompok aktivis Asosiasi Bantuan Tahanan Politik.

Militer mengatakan angka-angka itu, yang secara luas dikutip oleh organisasi internasional, dilebih-lebihkan.

TagsBerita Dunia Hari IniJunta Militer MyanmarKonflik Myanmarpengungsi MyanmarThailand

Related articles More from author

  • Maskapai Virgin Australia Nyaris Runtuh di Bawah Tekanan Covid-19
    Internasional

    Maskapai Virgin Australia Nyaris Runtuh di Bawah Tekanan Covid-19

    22 April 2020
    By William Putra Wijaya
  • China 'Semprot' Menlu AS yang Ketahuan Rendahkan Beijing
    Internasional

    China ‘Semprot’ Menlu AS yang Ketahuan Rendahkan Beijing

    19 September 2020
    By Bagas F Sinaga
  • Norwegia Tuding China Lancarkan Serangan Siber
    Internasional

    Norwegia Tuding China Lancarkan Serangan Siber

    24 Juni 2021
    By Bagas F Sinaga
  • Perundingan Damai Afghanistan-Taliban Terhambat Klausul Pembebasan Tahanan
    Internasional

    Perundingan Damai Afghanistan-Taliban Terhambat Klausul Pembebasan Tahanan

    21 Juni 2020
    By William Putra Wijaya
  • CIA Sebut Sindrom Havana Akibat Stres, Korban Marah!
    Internasional

    CIA Sebut Sindrom Havana Akibat Stres, Korban Marah!

    22 Januari 2022
    By William Putra Wijaya
  • China: AS Picu Perang Dingin Baru
    Internasional

    China: AS Picu Perang Dingin Baru

    3 Agustus 2020
    By William Putra Wijaya

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • iFixit Oprek Kain Lap Apple Harga Rp270 Ribu
    Teknologi

    iFixit Oprek Kain Lap Apple Harga Rp270 Ribu

  • Dianggap Partai Gurem 'Nafsu Besar Tenaga Kurang', Koalisi Jokowi Respons Dingin Sesumbar 'Jegal Anies' ala PSI
    Nasional

    Dianggap Partai Gurem ‘Nafsu Besar Tenaga Kurang’, Koalisi Jokowi Respons Dingin Sesumbar ‘Jegal Anies’ ala PSI

  • Menyoal Nama Asli Tom Cruise dan Alasannya Peluk 'Agama' Scientology
    Selebriti

    Menyoal Nama Asli Tom Cruise dan Alasannya Peluk ‘Agama’ Scientology

  • Afrika Desak PBB Sebut Israel ‘Negara Apartheid'
    Internasional

    Afrika Desak PBB Sebut Israel ‘Negara Apartheid’

  • Datangi Ponpes di Madura, Anies Dapat Restu Ulama dan Habaib untuk Nyapres
    Nasional

    Datangi Ponpes di Madura, Anies Dapat Restu Ulama dan Habaib untuk Nyapres

Artikel Terbaru

  • Apa Itu Jaringan 5G di HP dan Apa Bedanya dengan 4G 26 September 2026
  • Mary Jane Menghirup Udara Bebas Usai Dapat Grasi 26 September 2026
  • PSI Soal Wacana Pemisahan Pileg-Pilpres: Inkonsistensi Pembuat UU 26 September 2026
  • 8 Cara Mengatasi HP Vivo Lemot dengan Mudah (Update 2026) 26 September 2026
  • Manfaat Berjemur Pagi untuk Tulang dan Daya Tahan Tubuh 26 September 2026

Kategori

  • Berita Unik (100)
  • Internasional (1,531)
  • Kesehatan (55)
  • Keuangan (9)
  • Kuliner (1,057)
  • Nasional (7,935)
  • Olahraga (1,132)
  • Opini (2)
  • Selebriti (1,175)
  • Teknologi (1,214)
  • tips (15)
  • Tips & Tutorial (1,294)
  • Viral (82)

Cari Artikel

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
© Copyright 2026 TIKTAK.ID. All rights reserved.