Tag: Thailand

  • Resep Thai Kanom Luk Chup, Kue Kacang Hijau Bentuk Buah Mini

    Resep Thai Kanom Luk Chup, Kue Kacang Hijau Bentuk Buah Mini

    TIKTAK.ID – Thai Kanom Luk Chup merupakan salah satu kue khas Thailand yang terbuat dari kacang hijau halus dan dibentuk buah mini. Beberapa orang ada juga yang menyebutnya kue buah mini atau kue buah fantasi.

    Resep Luk Chup sendiri mulai berseliweran di TikTok. Pembuat kue Luk Chup di TikTok menyatakan bahwa bahan kue ini sederhana, namun proses membuatnya perlu waktu cukup lama. Sebab, adonan kacang hijau harus dibentuk jadi buah mini satu per satu, lalu diolesi dengan pewarna makanan. Langkah tersebut dilakukan secara manual.

    Jika Anda penasaran dengan kue Luk Chup, cobalah membuatnya sendiri di rumah. Seperti dikutip Kompas.com dari Food Network, berikut ini resep kue Luk Chup khas Thailand.

    Bahan kue Luk Chup:

    400 gram kacang hijau tanpa kulit
    300 ml santan
    600 gram gula halus
    Pewarna makanan (biasanya memakai warna merah, hijau, kuning)
    Air secukupnya (untuk mewarna)

    Bahan lapisan:

    1 bungkus lembaran gelatin atau agar-agar putih
    2 sdm gula halus

    Cara membuat adonan Luk Chup:

    • Langkah pertama, rendam kacang hijau di dalam satu liter air selama enam sampai tujuh jam. Buang air rendaman kacang hijau, lalu tiriskan.
    • Masukkan kacang hijau ke dalam wadah dan kukus sampai lunak. Angkat dari panci, lalu diamkan hingga dingin.
    • Tuang kacang hijau ke dalam food processor. Masukkan gula dan santan. Haluskan sampai semua bahan tercampur rata. Aduk adonan dengan perlahan untuk membuat pasta yang lembut. Adonan masih tampak agak basah pada tahap ini.
    • Keluarkan adonan dari food processor, lalu tuang ke dalam wajan yang cukup lebar. Letakkan wajan di atas api kecil, lalu panaskan adonan perlahan. Gunakan sendok kayu tebal untuk mengaduk adonan di dalam wajan sampai adonan jadi lebih kental, sehingga bisa dibentuk menjadi miniatur buah dan sayur. Matikan api dan angkat wajan dari kompor, lalu dinginkan.

    Cara membentuk kue Luk Chup:

    • Ambil adonan dalam porsi kecil, sekitar 1,5 cm hingga 2,5 cm. Gulung dan cetak adonan sesuai selera. Tusukkan tusuk gigi ke dalam Luk Chup, lalu gunakan pewarna makanan untuk mengecat Luk Chup.
    • Setelah itu biarkan Luk Chup mengering tanpa membuatnya hancur atau berubah bentuk.
    • Selanjutnya siapkan styrofoam tebal dan panjang. Tusukkan Luk Chup di sini selama pengeringan.

    Cara mencelup Luk Chup dalam agar-agar:

    • Masak agar-agar, air, dan gula selama lima hingga enam menit atau mengikuti petunjuk di kemasan. Angkat dari kompor. Pastikan Luk Chup sudah mengering sepenuhnya sebelum dicelup ke dalam agar-agar. Jika tidak kering, bisa timbul noda warna saat mencelupkan Luk Chup ke dalam agar-agar.
    • Ambil Luk Chup kering satu per satu dari styrofoam, lalu celupkan perlahan ke dalam agar-agar. Tusukkan kembali ke styrofoam. Lakukan langkah tersebut sampai Luk Chup habis.
    • Diamkan Luk Chup mengilap dan kering.
  • Ribuan Pengungsi Myanmar Telantar di Perbatasan Thailand

    Ribuan Pengungsi Myanmar Telantar di Perbatasan Thailand

    TIKTAK.ID – Ribuan penduduk desa Myanmar terpaksa harus tinggal di bawah tenda darurat di sepanjang sungai yang berbatasan dengan Thailand. Mereka takut untuk kembali ke rumah mereka setelah dibombardir dengan serangan udara oleh junta militer Myanmar.

    Pertempuran sengit antara militer Myanmar, yang merebut kekuasaan melalui kudeta tahun lalu, dan pejuang perlawanan telah membunuh atau membuat ribuan warga sipil telantar di wilayah ini dan di tempat lain, seperti yang dilansir Al Jazeera, Sabtu (8/1/PL22).

    Banyak warga Myanmar yang telah melarikan diri ke Thailand, tetapi kondisi yang buruk di kamp-kamp pengungsi di sana telah mendorong beberapa untuk kembali ke sisi perbatasan Myanmar, dan kelompok-kelompok hak asasi manusia telah meminta lebih banyak bantuan untuk para pengungsi.

    Pada Jumat kemarin, tak kurang dua ribu pria, wanita dan anak-anak tinggal di bawah tenda terpal di tepi sungai Moei di Thailand, di empat lokasi terpisah, tulis Reuters.

    Seorang wanita dari kamp tersebut, Sabal Phyu (42), telah menyeberangi perbatasan yang dijaga dengan longgar untuk mengumpulkan makanan yang disumbangkan dan air kemasan, sebelum kembali ke sisi sungai Myanmar.

    “Di sana, kami menerima sumbangan bantuan yang baik tetapi sangat ramai dan sulit untuk ditinggali. Di sini, kami memiliki lebih banyak kebebasan,” kata Sabal Phyu kepada Reuters.

    Ia mengatakan awalnya menyeberang ke Thailand dengan suami dan empat anaknya tetapi kembali ke daerah perbatasan setelah dimasukkan ke dalam kandang ternak kosong dengan pengungsi lain di dekat kota Mae Sot, Thailand.

    Sekitar 8.000 pengungsi Myanmar kini tinggal di tempat penampungan sementara di Thailand, menurut Komite Palang Merah Internasional.

    Sementara itu Jubir Pemerintah Thailand, Ratchada Dhanadirek mengatakan negara itu “mengurus para pengungsi” dan menjalankan tugasnya “sesuai dengan standar hak asasi manusia internasional”.

    Badan Pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa, UNHCR, mengatakan pada Jumat kemarin bahwa mereka belum diberikan akses oleh Pemerintah Thailand ke situs-situs di Mae Sot di mana para pengungsi ditampung dan juga tidak dapat mengakses sisi perbatasan Myanmar.

    UNHCR telah memasok kelambu, alas tidur, selimut, dan masker wajah untuk mendukung respons kemanusiaan yang dipimpin oleh otoritas Thailand, kata Jubir Kasita Rochanakorn.

    Wakil Direktur Asia di Human Rights Watch mengatakan Thailand perlu berbuat lebih banyak untuk mendukung mereka yang telantar akibat pertempuran di Myanmar.

    “Thailand harus mengakui bahwa kewajiban kemanusiaan mereka kepada pengungsi melibatkan lebih dari sekadar mengizinkan beberapa paket makanan dan obat-obatan melintasi perbatasan,” kata Phil Robertson.

    Di tempat lain di Myanmar, ada laporan tentang sebuah desa di divisi Sagaing utara yang diduga diserang militer pada Jumat kemarin.

    Penduduk desa Kan Gyi East di kotapraja Kanbalu terpaksa melarikan diri pada Jumat pagi, ketika pasukan junta militer dilaporkan memukuli penduduk dan menangkap sedikitnya 20 dari mereka, sambil membakar rumah dan membunuh ternak, menurut unggahan media sosial, yang juga menampilkan foto-foto yang menunjukkan dugaan penyerangan.

    Tak ada yang bisa dikonfirmasi atas laporan tersebut, dan militer belum mengomentari insiden tersebut.

    Myanmar berada dalam kekacauan sejak junta militer melancarkan kudeta dan menggulingkan Pemerintah sipil yang dipimpin oleh peraih Nobel, Aung San Suu Kyi pada 1 Februari tahun lalu, memicu protes dan bentrokan sporadis di pedesaan antara milisi anti-junta dan tentara.

    Lebih dari 1.400 warga sipil dan pengunjuk rasa telah dibunuh oleh junta militer Myanmar sejak kudeta, menurut kelompok aktivis Asosiasi Bantuan Tahanan Politik.

    Militer mengatakan angka-angka itu, yang secara luas dikutip oleh organisasi internasional, dilebih-lebihkan.

  • Aturan Terbaru Pengadilan Thailand: Aktivis Demonstrasi Terancam Didakwa Makar

    Aturan Terbaru Pengadilan Thailand: Aktivis Demonstrasi Terancam Didakwa Makar

    TIKTAK.ID – Putusan pengadilan penting di Thailand memicu kekhawatiran bagi para aktivis. Pasalnya keputusan pengadilan itu dapat membuat para aktivis yang sudah hampir 18 bulan protes anti-Pemerintah dan juga menyerukan perubahan konstitusi dan reformasi Kerajaan.

    Mahkamah Konstitusi Thailand membuat keputusan dalam kasus yang diajukan terhadap tiga pemimpin protes yang menghadapi dakwaan di bawah Undang-Undang Pencemaran Nama Baik terhadap Kerajaan.

    Panel hakim pada Rabu (10/11/21) memutuskan bahwa seruan para aktivis untuk reformasi lebih dari sekadar retoris penistaan.

    Pengadilan mengatakan pidato mereka bertujuan “untuk menggulingkan monarki konstitusional” dengan Hakim Wiroon Sangtian mengatakan bahwa setiap reformasi hukum Kerajaan akan “membawa monarki ke status yang tidak dihormati dan dapat membawa ketidaktaatan di antara orang-orang”.

    Pengacara para terdakwa, Krisadang Nutcharut mengatakan kepada Al Jazeera bahwa putusan itu adalah hari yang gelap bagi demokrasi di Thailand.

    “Tidak terlalu berlebihan untuk mengatakan bahwa itu [hukuman mati] dapat diberikan,” kata Krisadang. “Putusan ini tidak hanya terkait dengan pasal 112, [lese majeste] tetapi mereka sekarang menyebut ini sebagai upaya untuk menggulingkan rezim, pelanggaran makar yang dapat dihukum seumur hidup atau mati.”

    Keputusan itu menyusul demonstrasi berbulan-bulan yang dimulai pada Juli 2020, dengan pengunjuk rasa menyerukan tidak hanya menuntut Pemerintah untuk mundur tetapi juga untuk reformasi monarki yang kuat dan kaya di negara itu.

    Tuntutan yang belum pernah terjadi sebelumnya telah meningkatkan debat publik di sekitar Istana, menghancurkan tabu lama bahwa haram hukumnya mengkritik institusi Kerajaan secara terbuka.

    Tiga terdakwa dalam kasus tersebut termasuk Arnon Nampa dan Panupong “Mike” Jadnok yang sudah menghadapi lebih dari satu abad penjara jika terbukti bersalah atas sejumlah dakwaan.

    Terdakwa ketiga, Panusaya Sithijirawattanakul yang dikenal sebagai “Rung”, adalah aktivis yang membacakan 10 tuntutan para pengunjuk rasa pada Agustus tahun lalu, termasuk seruan untuk transparansi yang lebih besar atas kekayaan raja dan bahwa monarki harus membayar pajak. Dengan jaminan, dia juga telah didakwa di bawah Undang-Undang Pencemaran Nama Baik Kerajaan dan menghadapi hukuman 15 tahun penjara untuk setiap dakwaan jika terbukti bersalah.

    Pengumuman hakim menunjukkan bahwa aktivisme publik dari tiga pemimpin protes disamakan dengan upaya untuk menggulingkan sistem politik negara dengan raja sebagai Kepala Negara.

  • MotoGP Thailand 2021 Terancam Batal, Peluang MotoGP Indonesia Terbuka

    MotoGP Thailand 2021 Terancam Batal, Peluang MotoGP Indonesia Terbuka

    TIKTAK.ID – MotoGP Thailand 2021 diketahui terancam batal digelar. Hal itu lantas membuka jalan bagi Sirkuit Mandalika untuk masuk sebagai pengganti.

    Seperti dikutip Detik.com dari Sky Sport Italia, MotoGP Indonesia menjadi opsi yang paling memungkinkan. Sebab, tidak hanya menjadi satu-satunya sirkuit cadangan saat ini, lokasi Sirkuit Mandalika pun tidak jauh dari Thailand.

    Kemudian jadwal sementara MotoGP Thailand juga berdekatan dengan seri lain yang digelar di kawasan Asia Pasifik, yakni MotoGP Jepang, Malaysia, dan Australia. Untuk itu, jika MotoGP Thailand memang dihapus, maka MotoGP Indonesia dinilai tepat untuk masuk menjadi pengganti.

    Akan tetapi, organisasi penyelenggara balapan MotoGP, Dorna Sports sempat mengumumkan bahwa MotoGP Indonesia baru bisa digelar tahun ini apabila telah memenuhi dua syarat. Syarat pertama, ada balapan lain yang batal digelar. Sementara syarat kedua dan yang terpenting adalah Sirkuit Mandalika sudah selesai dibangun dan lolos homologasi.

    Untuk diketahui, syarat terakhir sejauh ini masih belum aman karena masih harus dikebut pengerjaannya.

    Sebelumnya, MotoGP Thailand yang seharusnya digelar pada 10 Oktober 2021 di Sirkuit Buriram akan ditiadakan. Keputusan itu menyusul situasi dunia yang belum kunjung aman dari pandemi virus Corona (Covid-19).

    Pemerintah Thailand secara resmi menyampaikan menunda kontrak penyelenggaraan MotoGP pada Selasa (2/2/21) lalu. Negeri Gajah Putih tersebut lebih memilih untuk mundur dari MotoGP 2021 dan menggeser kontraknya bersama Dorna selama lima tahun pada 2022 hingga 2026.

    Sedangkan dari pihak Dorna sendiri masih belum secara resmi mengonfirmasi pembatalan MotoGP Thailand 2021. Mereka pun diklaim ingin “menegaskan kembali komitmen perusahaan untuk penyelenggaraan balapan tersebut”.

    Sekadar informasi, MotoGP Argentina dan Amerika Serikat yang dijadwalkan menjadi tuan rumah seri kedua dan ketiga sudah memutuskan mundur. Keduanya merasa belum siap menggelar balapan di tengah pandemi.

    Oleh sebab itu, sirkuit Losail Qatar ditunjuk untuk menjadi seri pembuka dan kedua dengan nama GP Qatar yang diselenggarakan 20 Maret dan GP Doha 4 April. Sedangkan untuk seri ketiga sendiri akan diisi oleh GP Portugal.

  • Ini Penyebab Proposal Produsen Motor Tertua Dunia Royal Enfield ke Jokowi Gagal Ditindaklanjuti

    Ini Penyebab Proposal Produsen Motor Tertua Dunia Royal Enfield ke Jokowi Gagal Ditindaklanjuti

    TIKTAK.ID – Salah satu produsen sepeda motor tertua di dunia, Royal Enfield, sempat mengungkapkan minatnya dalam membangun pabrik perakitan di Indonesia. Kemudian mereka pun mengajukan proposal kepada Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 2019.

    Head of APAC Business untuk Royal Enfield, Vimal Sumbly menyebut Indonesia merupakan salah satu pasar penting di Asia dan Asia Pasifik dengan volume penjualan motor mencapai 6,49 juta unit pada 2019.

    Ia mengatakan kondisi tersebut lantas menjadi daya pikat bagi Royal Enfield untuk membangun pabrik perakitan di Indonesia.

    Baca juga : Bagaimana Hasil Survei Tingkat Kepuasan Publik terhadap Kinerja Jokowi Terkini?

    “Saya juga sudah bertemu dengan menteri tahun lalu, tepatnya pada November dan mengajukan proposal kami untuk pendirian pabrik perakitan,” terang Vimal, seperti dilansir Tempo.co dari Bisnis baru-baru ini.

    Namun bagaimana respons anak buah Presiden Jokowi terhadap tawaran Royal Enfield itu?

    Rupanya, diketahui upaya Royal Enfield bertepuk sebelah tangan. Belakangan, perusahaan asal India ini bahkan menyatakan rencana pembangunan pabrik perakitan di Thailand pada tahun ini.

    Royal Enfield menyampaikan bahwa pabrik di Thailand akan menjadi pabrik kedua Royal Enfield selain di Argentina. Pabrik baru tersebut rencananya akan didirikan di Provinsi Chachoengsao, yakni bagian dari zona industri yang dipromosikan Pemerintah Thailand.

    Baca juga : Jubir Gerindra Ungkap Alasan Prabowo Risih Disebut ‘Menteri Terbaik’

    Kemudian Vimal menuturkan bahwa Thailand merupakan negara dengan penjualan terbaik Royal Enfield di Asia Pasifik.

    Mengutip Asian Nikkei, penjualan motor Royal Enfield di Thailand sendiri diketahui tumbuh dua kali lipat menjadi 3.146 unit pada 2019.

    Tidak hanya itu, kemudahan dalam berinvestasi di Thailand juga menjadi pertimbangan. Pendirian pabrik di Thailand dinilai jauh lebih mudah ketimbang di Indonesia.

    Baca juga : Jelang Debat, Gibran Jokowi Makan Soto Bareng Ganjar Pranowo

    “Thailand lebih simpel dan mudah. Sementara di Indonesia agak lebih rumit,” ucap Vimal.

    Lebih lanjut, Vimal memaparkan dalam kurun waktu setahun ke depan, akan ada 3 hingga 4 Royal Enfield model baru yang dipasarkan di Indonesia.

    Kabinet Presiden Jokowi pun harus merasa puas Indonesia hanya menjadi pasar motor Royal Enfield.

  • Ribuan Massa Turun ke Jalan Protes Tindak Kekerasan Pemerintah di Thailand

    Ribuan Massa Turun ke Jalan Protes Tindak Kekerasan Pemerintah di Thailand

    TIKTAK.ID – Ribuan orang Thailand turun ke jalan-jalan untuk melakukan protes pada Sabtu (17/10/20). Mereka menentang tindakan kekerasan yang dilakukan Pemerintah dan monraki terhadap para demonstran selama tiga bulan terakhir.

    Mengutip Reuters, pada Jumat kemarin, untuk pertama kalinya Polisi menggunakan meriam air dan menutup sebagian besar sistem transportasi kota pada Sabtunya untuk mencoba menggagalkan pengunjuk rasa, tetapi pengunjuk rasa berkumpul di mana pun mereka bisa.

    Tang, seorang pekerja kantoran berusia 27 tahun mengatakan dia bergabung dengan ribuan orang yang melakukan protes di stasiun Lat Phrao pada Sabtu ini setelah melihat gambar polisi menembakkan meriam air ke pengunjuk rasa yang dipimpin pemuda, termasuk banyak anak sekolah.

    “Itu sudah melewati batas. Kami ingin menunjukkan kepada mereka kekuatan kami dan kami tidak dapat menerima ini,” katanya.

    Banyak pengunjuk rasa lainnya menyuarakan kemarahan yang sama dan mengatakan mereka keluar melakukan protes untuk pertama kalinya.

    Protes telah memicu puluhan ribu orang turun ke jalan untuk menuntut pencopotan Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha, mantan penguasa militer. Mereka juga secara terbuka mengkritik Raja Maha Vajiralongkorn meskipun ada Undang-Undang Lese Majeste yang bisa berarti 15 tahun penjara karena menghina monarki.

    Pada Kamis sebelumnya, Pemerintah melarang semua pertemuan politik yang terdiri dari lima orang atau lebih. Polisi menangkap lebih dari 50 orang -termasuk beberapa pemimpin demonstran- dalam seminggu terakhir.

    “Kekerasan atau tidak, semua pertemuan ilegal,” kata Juru Bicara Polisi, Yingyos Thepjamnong pada konferensi pers.

    Tetapi polisi tidak segera berusaha menghentikan protes yang dilakukan di Lat Phrao.

    Juru Bicara Pemerintah, Anucha Burapachaisri mengatakan kepada Reuters, “Tidak ada menang atau kalah bagi pihak mana pun. Itu semua merusak negara.”

    Istana Kerajaan tidak mengomentari protes tersebut, tetapi Raja mengatakan Thailand membutuhkan orang-orang yang mencintai negara dan monarki.

    Para pengunjuk rasa mengatakan Prayuth merekayasa pemilu tahun lalu untuk mempertahankan kekuasaan yang direbutnya dalam kudeta 2014 -sebuah tuduhan yang dia bantah. Mereka mengatakan monarki telah membantu melestarikan pengaruh politik selama bertahun-tahun oleh tentara dan berusaha mengekang kekuasaannya.

    Para pengunjuk rasa di Lat Phrao meneriakkan, “Prayuth keluar” dan makian dengan memanggilnya “Tu”, nama panggilan Perdana Menteri.

    “Saya mengutuk mereka yang menindak para pengunjuk rasa dan mereka yang memerintahkannya. Anda semua memiliki darah di tangan Anda,” pemimpin protes Tattep Ruangprapaikitseree, mengatakan setelah dibebaskan dengan jaminan setelah penangkapannya pada Jumat kemarin.

    Uang jaminan juga diberikan kepada salah satu dari dua aktivis yang dituduh mencoba menyakiti Ratu setelah pengunjuk rasa meneriaki iring-iringan mobilnya pada Rabu lalu.

    Kelompok hak asasi manusia mengutuk puluhan penangkapan dan penggunaan kekerasan yang dilakukan Pemerintah terhadap protes damai di negara itu.

    “Pemerintah yang peduli dan Perserikatan Bangsa-Bangsa harus berbicara secara terbuka untuk menuntut segera diakhirinya represi politik oleh pemerintahan Prayuth,” kata Direktur Asia di Human Rights Watch, Brad Adams, dalam sebuah pernyataan.

  • Bangkrut Parah Terimbas Corona, Maskapai Penerbangan Thailand Banting Setir Jual Gorengan

    Bangkrut Parah Terimbas Corona, Maskapai Penerbangan Thailand Banting Setir Jual Gorengan

    TIKTAK.ID – Hampir setahun, wabah Corona masih saja menghantui dunia. Segala permasalahan yang ada di tiap negara tidak bisa menghilangkan citra mengerikan Corona.

    Kebangkrutan perusahaan akibat pandemi virus Corona pun terus bertambah di seluruh dunia.

    Terbaru, kejadian unik dikabarkan menimpa salah satu maskapai penerbangan di Thailand yang bangkrut hingga menyebabkan perusahaan banting setir menjadi penjual gorengan.

    Maskapai penerbangan tersebut adalah Thai Airways. Kini perusahaan penerbangan itu menjadi penjual gorengan olahan sendiri.

    Gorengan itu bernama Patong-go, sejenis roti goreng atau cakwe.

    Untungnya, peralihan bisnis ini cukup menjanjikan. Karena per bulannya bisa menghasilkan omzet sekitar 10 juta baht (Rp4,7 miliar).

    Presiden maskapai, Chansing Treenuchagron mengatakan gorengan itu sangat populer sampai orang-orang rela antre panjang membelinya tiap pagi.

    Seperti diberitakan Bangkok Post, Jumat (2/10/20), setiap kotak Patong-go dijual seharga 50 baht (Rp23.600).

    Setiap kotak berisi tiga gorengan dan sebungkus saus celup yang terbuat dari ubi ungu dan telur custard.

    Hingga kini sudah ada lima gerai makanan produksi Thai Airways itu di Bangkok.

    Kelima gerai itu berlokasi di toko roti Puff & Pie di pasar Or Tor Kor, di kantor pusatnya di distrik Chatuchak, gedung Rak Khun Tao Fa, gedung Thai Catering di distrik Don Muang, serta kantor cabang Thai Airways di Silom.

    Jajanan itu juga dijual di dua gerai provinsi Chiang Mai.

    Thai Airways rutin menjualnya pada pagi hari, tetapi beberapa outlet tidak setiap hari buka.

    Ke depannya mereka berencana membuat franchise.

    Thai Airways bangkrut setelah bertahun-tahun mismanajemen keuangan dan diperparah oleh pandemi virus Corona.

    Maskapai ini dinyatakan bangkrut dengan total utang 332,2 miliar baht (Rp157 triliun).

    Pengadilan Kebangkrutan Sentral kemudian memberikan persetujuan untuk restrukturisasi utang.

    Kemungkinan persetujuan itu diputuskan Pengadilan, menilik kesungguhan maskapai tersebut keluar dari krisis yang tengah menjeratnya dengan cara banting setir menjual gorengan.

  • Demonstrasi di Bangkok Tuntut Reformasi Monarki Thailand

    Demonstrasi di Bangkok Tuntut Reformasi Monarki Thailand

    TIKTAK.ID – Puluhan ribu orang berdemonstrasi di Ibu Kota Thailand pada Sabtu (19/9/20) melawan Pemerintah Thailand dan Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha. Demonstran juga menyerukan reformasi monarki.

    Para demonstran yang disebut sebagai demonstrasi terbesar di Bangkok sejak Prayuth melakukan kudeta pada 2014 lalu, menyanyikan slogan “Ganyang Feodalisme. Panjang umur rakyat”, tulis Reuters.

    Protes telah berkembang sejak Juli lalu di negara Asia Tenggara itu menuntut pembubaran Pemerintah, membentuk konstitusi baru, dan pemilihan umum. Mereka juga telah melawan tabu dengan mengkritik monarki Raja Maha Vajiralongkorn.

    Protes pada Sabtu itu berpindah dari kampus Universitas Thammasat, yang merupakan sarang oposisi tradisional terhadap militer dan pembentukan kerajaan, ke Sanam Luang (Royal Field) di luar Grand Palace.

    “Saya berharap orang-orang yang berkuasa akan melihat pentingnya rakyat,” kata pemimpin mahasiswa Panupong “Mike” Jadnok, mengatakan kepada kerumunan. “Kami berjuang untuk menempatkan monarki di tempat yang tepat, bukan untuk menghapusnya.”

    Penyelenggara mengatakan sekitar 50.000 orang hadir dalam demonstrasi terbaru. Sementara polisi mengatakan setidaknya ada 18.000 demonstran, namun angka itu masih cukup untuk membuatnya lebih besar dari jumlah protes bulan lalu.

    Para pengunjuk rasa mengatakan mereka berencana untuk menginap dan berbaris ke Gedung Pemerintah pada Minggu pagi.

    Sementara, Raja tidak berada di Thailand dan telah menghabiskan sebagian besar waktunya di Eropa sejak naik takhta warisan dari mendiang ayahnya pada 2016. Istana Kerajaan tidak bisa dihubungi untuk dimintai tanggapan atas demonstrasi yang terjadi.

    “Orang dapat memprotes tetapi mereka harus melakukannya dengan damai dan sesuai hukum,” kata Juru Bicara Pemerintah, Anucha Burapachaisri.

    Tanggal 19 September merupakan peringatan kudeta terhadap Perdana Menteri populis saat itu, Thaksin Shinawatra pada 2006. Di antara para pengunjuk rasa ada banyak pengikut baju merah, veteran yang bentrokan satu dekade lalu dengan kemeja kuning pro kemapanan.

    “Saya di sini untuk memperjuangkan masa depan anak dan cucu saya. Saya berharap pada saat saya mati, mereka akan bebas,” kata Tasawan Suebthai, 68 tahun, mengenakan baju merah dengan jimat di lehernya yang dia harap bisa menangkal peluru.

  • Serial Fenomenal ‘Meteor Garden’ Akan Dibuat Versi Thailand

    Serial Fenomenal ‘Meteor Garden’ Akan Dibuat Versi Thailand

    TIKTAK.ID – Serial fenomenal “Meteor Garden” yang menceritakan empat lelaki tampan dan kaya yang bergabung dalam geng F4 asal Taiwan, kini akan dibuat dalam versi Thailand. Serial ini bahkan mengusung para aktor kenamaan Negeri Gajah Putih tersebut.

    Serial ini berjudul F4 Thailand, di mana para pemainnya telah diumumkan oleh official GMMTV, perusahaan yang bakal memproduksi series tersebut. Diketahui terdapat lima bintang, di antaranya empat aktor yang melakoni geng F4 dan satu aktris yang akan menjadi sosok San Chai.

    “Penantian serial ini hampir selesai,” tulis GMMTV sambil menyertakan teaser dari pemain F4 Thailand, seperti dilansir Suara.com, Rabu (16/9/20).

    Dua aktor kenamaan Thailand, Bright Vachirawit dan Win Metawin, akan dipersatukan dalam serial ini. Namun berbeda dari proyek sebelumnya yang menjadi pasangan kekasih di “2gether The Series’ dan “Still 2gether’, kali ini keduanya bakal memerankan jalinan persahabatan di antara anggota F4.

    Bright disebut memerankan tokoh Thyme, yakni karakter utama yang pernah dimainkan Jerry Yan sebagai Dao Ming Se. Kemudian menyusul rekannya, Win yang menjadi Kavin, sosok lelaki “cool” seperti Hua Ze Lei yang pernah dimainkan Vic Zhou.

    Xie Men versi Thailand akan dimainkan oleh Dew sebagai Ren, dan terakhir, ada Nani yang melakoni tokoh MJ. Aktris Tu Tontawan Tantivejakul didapuk sebagai Gorya, yaitu si San Chai yang tomboy dan bakal jatuh cinta dengan salah satu personel F4.

    Sebetulnya, proyek series F4 Thailand telah menggema sejak Oktober 2019. Namun baru di semester dua 2020, GMMTV mengumumkan para pemain serial tersebut.

    Mengutip Pep.Ph, rencananya serial ini akan tayang pada 2021 mendatang. Kisahnya pun akan mengalami beberapa perubahan dan mengikuti zaman yang kini makin modern. Kabar siap hadirnya F4 Thailand ini juga cukup membuat heboh warganet di media sosial.

    Sebelumnya, serial “Meteor Garden” yang tayang pada 2001 sangat populer. Serial tersebut pun diadaptasi oleh berbagai Negara dengan versi geng F4-nya masing-masing. Di Korea, remake serial itu tak kalah populer dengan judul “Boys Over Flowers”.

  • Pakai Gojek di Singapura, Thailand, dan Vietnam Tak Perlu Ganti Aplikasi

    Pakai Gojek di Singapura, Thailand, dan Vietnam Tak Perlu Ganti Aplikasi

    TIKTAK.ID – Gojek telah melebarkan sayap ke beberapa negara di Asia Tenggara, dengan nama yang berbeda, yakni GoViet di Vietnam dan GET di Thailand. Namun mulai 17 Agustus 2020, nama-nama itu akan berubah menjadi satu, yakni Gojek sebagaimana di Indonesia.

    Artinya, semua negara operasional Gojek di Asia Tenggara selain Indonesia, yakni Singapura, Vietnam, dan Thailand, resmi menggunakan nama Gojek. Setelah terintegrasi, hanya dibutuhkan satu aplikasi Gojek yang dapat diakses di negara-negara tersebut.

    Sebelumnya, pengguna Gojek harus mengunduh aplikasi yang berbeda sesuai domisili negara. Namun ke depan masyarakat Indonesia yang melancong ke Vietnam, Thailand, atau Singapura pun bisa langsung menggunakan aplikasi Gojek yang biasa digunakan di Indonesia.

    “Berkibarnya nama Gojek di empat negara bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan ke-75 Republik Indonesia. Hal itu semakin menjadi validasi daya saing karya anak bangsa di kancah internasional,” ujar Co-CEO Gojek Andre Soelistyo dalam keterangan resmi, seperti dilansir Kompas.com.

    Menurutnya, seperti di Indonesia, Gojek juga berupaya menciptakan dampak sosial positif melalui pembangunan sumber daya masyarakat, penciptaan kesempatan untuk memperoleh pendapatan tambahan, serta pemberdayaan UMKM di negara-negara lain.

    “Ketiga elemen ini adalah fondasi kami dalam berinovasi menciptakan solusi terhadap permasalahan yang ada di kehidupan sehari-hari,” terangnya.

    Di Vietnam sendiri, Gojek mengklaim layanan GoFood tumbuh pesat. Bahkan pada 2019, GoViet masuk dalam daftar 100 produk layanan yang paling diandalkan di Vietnam versi Vietnam Economic Times.

    Begitu juga di Thailand, GET disebut menjadi platform pesan antar makanan yang tumbuh paling pesat. Sedangkan di Singapura, Gojek baru menghadirkan GoCar dan sesumbar bahwa pertumbuhannya juga semakin meningkat.

    “Adanya integrasi platform Gojek di empat negara ini sekaligus mewakili semangat dan dedikasi jutaan mitra yang membawa harum nama bangsa hingga kancah internasional,” kata Co-CEO Gojek Kevin Aluwi.

    Ia menerangkan, tidak hanya dari sisi pengguna, aplikasi bagi para mitra driver juga terintegrasi menjadi GoPartner. Aplikasi tersebut memudahkan aktivitas mitra driver dalam bekerja dengan beberapa pembaruan fitur yang akan tersedia.