TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Internasional
Home›Internasional›Aturan Terbaru Pengadilan Thailand: Aktivis Demonstrasi Terancam Didakwa Makar

Aturan Terbaru Pengadilan Thailand: Aktivis Demonstrasi Terancam Didakwa Makar

By Bagas F Sinaga
15 November 2021
486
0
Aturan Terbaru Pengadilan Thailand: Aktivis Demonstrasi Terancam Didakwa Makar

TIKTAK.ID – Putusan pengadilan penting di Thailand memicu kekhawatiran bagi para aktivis. Pasalnya keputusan pengadilan itu dapat membuat para aktivis yang sudah hampir 18 bulan protes anti-Pemerintah dan juga menyerukan perubahan konstitusi dan reformasi Kerajaan.

Mahkamah Konstitusi Thailand membuat keputusan dalam kasus yang diajukan terhadap tiga pemimpin protes yang menghadapi dakwaan di bawah Undang-Undang Pencemaran Nama Baik terhadap Kerajaan.

Panel hakim pada Rabu (10/11/21) memutuskan bahwa seruan para aktivis untuk reformasi lebih dari sekadar retoris penistaan.

Pengadilan mengatakan pidato mereka bertujuan “untuk menggulingkan monarki konstitusional” dengan Hakim Wiroon Sangtian mengatakan bahwa setiap reformasi hukum Kerajaan akan “membawa monarki ke status yang tidak dihormati dan dapat membawa ketidaktaatan di antara orang-orang”.

Pengacara para terdakwa, Krisadang Nutcharut mengatakan kepada Al Jazeera bahwa putusan itu adalah hari yang gelap bagi demokrasi di Thailand.

“Tidak terlalu berlebihan untuk mengatakan bahwa itu [hukuman mati] dapat diberikan,” kata Krisadang. “Putusan ini tidak hanya terkait dengan pasal 112, [lese majeste] tetapi mereka sekarang menyebut ini sebagai upaya untuk menggulingkan rezim, pelanggaran makar yang dapat dihukum seumur hidup atau mati.”

Keputusan itu menyusul demonstrasi berbulan-bulan yang dimulai pada Juli 2020, dengan pengunjuk rasa menyerukan tidak hanya menuntut Pemerintah untuk mundur tetapi juga untuk reformasi monarki yang kuat dan kaya di negara itu.

Tuntutan yang belum pernah terjadi sebelumnya telah meningkatkan debat publik di sekitar Istana, menghancurkan tabu lama bahwa haram hukumnya mengkritik institusi Kerajaan secara terbuka.

Tiga terdakwa dalam kasus tersebut termasuk Arnon Nampa dan Panupong “Mike” Jadnok yang sudah menghadapi lebih dari satu abad penjara jika terbukti bersalah atas sejumlah dakwaan.

Terdakwa ketiga, Panusaya Sithijirawattanakul yang dikenal sebagai “Rung”, adalah aktivis yang membacakan 10 tuntutan para pengunjuk rasa pada Agustus tahun lalu, termasuk seruan untuk transparansi yang lebih besar atas kekayaan raja dan bahwa monarki harus membayar pajak. Dengan jaminan, dia juga telah didakwa di bawah Undang-Undang Pencemaran Nama Baik Kerajaan dan menghadapi hukuman 15 tahun penjara untuk setiap dakwaan jika terbukti bersalah.

Pengumuman hakim menunjukkan bahwa aktivisme publik dari tiga pemimpin protes disamakan dengan upaya untuk menggulingkan sistem politik negara dengan raja sebagai Kepala Negara.

TagsaktivisBerita Dunia Hari IniDemonstrasiPengadilan ThailandThailand

Related articles More from author

  • Tunangan Jamal Khasshoggi, Hatice Cengiz
    Internasional

    Tunangan Khasshoggi Tuntut Putra Mahkota Saudi Segera Dihukum

    3 Maret 2021
    By William Putra Wijaya
  • Biden: Saya Tidak Ingin Perang Dingin dengan China
    Internasional

    Biden: Saya Tidak Ingin Perang Dingin dengan China

    25 Oktober 2021
    By Bagas F Sinaga
  • Pekan Ketiga Demonstrasi di Prancis, Polisi Tangkap Hampir 150 Orang
    Internasional

    Pekan Ketiga Demonstrasi di Prancis, Polisi Tangkap Hampir 150 Orang

    15 Desember 2020
    By Bagas F Sinaga
  • Putin: AS Sengaja Seret Rusia dalam Perang di Ukraina
    Internasional

    Putin: AS Sengaja Seret Rusia dalam Perang di Ukraina

    6 Februari 2022
    By William Putra Wijaya
  • Demo Ribuan Petani India Protes UU Pertanian yang Lebih Memihak Perusahaan Besar
    Internasional

    Demo Ribuan Petani India Protes UU Pertanian yang Lebih Memihak Perusahaan Besar

    28 November 2020
    By William Putra Wijaya
  • Sentimen Anti-China yang Dibangun Trump Dapat Memicu Konflik Militer Langsung, Beijing Siapkan Skenario Terburuk
    Internasional

    Sentimen Anti-China yang Dibangun Trump Dapat Memicu Konflik Militer Langsung, Beijing Siapkan Skenario Terburuk

    7 Mei 2020
    By Bagas F Sinaga

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Shin Min Ah dan Kim Seon Ho Akan Main Drama 'Hometown Cha-Cha-Cha'
    Selebriti

    Shin Min Ah dan Kim Seon Ho Akan Main Drama ‘Hometown Cha-Cha-Cha’

  • Ridwan Kamil Minta Maaf ke Warga Jabar, Kenapa?
    Nasional

    Ridwan Kamil Minta Maaf ke Warga Jabar, Kenapa?

  • WHO Ingatkan Jam Kerja Panjang Picu Kematian Dini
    Tips & Tutorial

    WHO Ingatkan Jam Kerja Panjang Picu Kematian Dini

  • Mundurnya Kader dan Pengurus Partai Ummat secara Massal, Ujian Serius bagi Amien Rais
    Nasional

    Mundurnya Kader dan Pengurus Partai Ummat secara Massal, Ujian Serius bagi Amien Rais

  • Ronald Araujo: Koeman Pintar Tangani Masalah Barcelona Musim Ini
    Olahraga

    Ronald Araujo: Koeman Pintar Tangani Masalah Barcelona Musim Ini

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.