TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Internasional
Home›Internasional›Demonstrasi di Bangkok Tuntut Reformasi Monarki Thailand

Demonstrasi di Bangkok Tuntut Reformasi Monarki Thailand

By Bagas F Sinaga
20 September 2020
565
0
Demonstrasi di Bangkok Tuntut Reformasi Monarki Thailand

TIKTAK.ID – Puluhan ribu orang berdemonstrasi di Ibu Kota Thailand pada Sabtu (19/9/20) melawan Pemerintah Thailand dan Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha. Demonstran juga menyerukan reformasi monarki.

Para demonstran yang disebut sebagai demonstrasi terbesar di Bangkok sejak Prayuth melakukan kudeta pada 2014 lalu, menyanyikan slogan “Ganyang Feodalisme. Panjang umur rakyat”, tulis Reuters.

Protes telah berkembang sejak Juli lalu di negara Asia Tenggara itu menuntut pembubaran Pemerintah, membentuk konstitusi baru, dan pemilihan umum. Mereka juga telah melawan tabu dengan mengkritik monarki Raja Maha Vajiralongkorn.

Protes pada Sabtu itu berpindah dari kampus Universitas Thammasat, yang merupakan sarang oposisi tradisional terhadap militer dan pembentukan kerajaan, ke Sanam Luang (Royal Field) di luar Grand Palace.

“Saya berharap orang-orang yang berkuasa akan melihat pentingnya rakyat,” kata pemimpin mahasiswa Panupong “Mike” Jadnok, mengatakan kepada kerumunan. “Kami berjuang untuk menempatkan monarki di tempat yang tepat, bukan untuk menghapusnya.”

Penyelenggara mengatakan sekitar 50.000 orang hadir dalam demonstrasi terbaru. Sementara polisi mengatakan setidaknya ada 18.000 demonstran, namun angka itu masih cukup untuk membuatnya lebih besar dari jumlah protes bulan lalu.

Para pengunjuk rasa mengatakan mereka berencana untuk menginap dan berbaris ke Gedung Pemerintah pada Minggu pagi.

Sementara, Raja tidak berada di Thailand dan telah menghabiskan sebagian besar waktunya di Eropa sejak naik takhta warisan dari mendiang ayahnya pada 2016. Istana Kerajaan tidak bisa dihubungi untuk dimintai tanggapan atas demonstrasi yang terjadi.

“Orang dapat memprotes tetapi mereka harus melakukannya dengan damai dan sesuai hukum,” kata Juru Bicara Pemerintah, Anucha Burapachaisri.

Tanggal 19 September merupakan peringatan kudeta terhadap Perdana Menteri populis saat itu, Thaksin Shinawatra pada 2006. Di antara para pengunjuk rasa ada banyak pengikut baju merah, veteran yang bentrokan satu dekade lalu dengan kemeja kuning pro kemapanan.

“Saya di sini untuk memperjuangkan masa depan anak dan cucu saya. Saya berharap pada saat saya mati, mereka akan bebas,” kata Tasawan Suebthai, 68 tahun, mengenakan baju merah dengan jimat di lehernya yang dia harap bisa menangkal peluru.

TagsBangkokBerita Dunia Hari IniDemonstrasiPerdana Menteri ThailandPrayuth Chan-ochaReformasi MonarkiThailand

Related articles More from author

  • Seorang Youtuber Nawa Squid Game ke Dunia Nyata
    Internasional

    Seorang Youtuber Bawa Squid Game ke Dunia Nyata

    2 Desember 2021
    By Bagas F Sinaga
  • Waspadai Kasus Spyware, Mantan Direktur NSA: Setiap Impor Perangkat Lunak Harus Diperiksa
    Internasional

    Waspadai Kasus Spyware, Mantan Direktur NSA: Setiap Impor Perangkat Lunak Harus Diperiksa

    24 Juli 2021
    By Bagas F Sinaga
  • Turki Dilanda Krisis Ekonomi, Rakyat Demo Tuntut Erdogan Mundur
    Internasional

    Turki Dilanda Krisis Ekonomi, Rakyat Demo Tuntut Erdogan Mundur

    26 November 2021
    By William Putra Wijaya
  • AS Tarik Pasukannya dari Kamp Taji Irak
    Internasional

    AS Tarik Pasukannya dari Kamp Taji Irak

    24 Agustus 2020
    By Bagas F Sinaga
  • Jubir Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova
    Internasional

    Rusia: Jerman Masih ‘Dijajah’ AS

    16 Februari 2022
    By William Putra Wijaya
  • Pendukung Radikal Trump Turun ke Jalan, Seorang Ditikam, 20 Orang Ditahan
    Internasional

    Pendukung Radikal Trump Turun ke Jalan, Seorang Ditikam, 20 Orang Ditahan

    22 November 2020
    By William Putra Wijaya

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • IDI Tanggapi Kritikan Siti Fadilah Soal ‘Pembinasaan’ Terawan
    Nasional

    IDI Tanggapi Kritikan Siti Fadilah Soal ‘Pembinasaan’ Terawan

  • Kaesang Tanggapi Usulan Gibran Segera Temui Puan
    Nasional

    Kaesang Tanggapi Usulan Gibran Segera Temui Puan

  • PDIP Desak Denny Indrayana Beberkan Sumber Pembocor Putusan MK Soal Sistem Pemilu
    Nasional

    PDIP Desak Denny Indrayana Beberkan Sumber Pembocor Putusan MK Soal Sistem Pemilu

  • Enam Bulan Dipimpin Erick Thohir, PSSI Hanya Raup Dana Sponsor 250 Miliar
    Nasional

    Enam Bulan Dipimpin Erick Thohir, PSSI Hanya Raup Dana Sponsor 250 Miliar

  • Baterai Samsung Galaxy A32 5G Dimodifikasi, Tahan Seminggu
    Teknologi

    Baterai Samsung Galaxy A32 5G Dimodifikasi, Tahan Seminggu

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.