TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Internasional
Home›Internasional›Dukung Seruan Rusia, China Sebut NATO ‘Sisa Perang Dingin’ yang Tak Seharusnya Ada

Dukung Seruan Rusia, China Sebut NATO ‘Sisa Perang Dingin’ yang Tak Seharusnya Ada

By Bagas F Sinaga
10 Februari 2022
581
0
Dukung Seruan Rusia, China Sebut NATO 'Sisa Perang Dingin' yang Tak Seharusnya Ada

TIKTAK.ID – Delegasi China telah menjelaskan ke Uni Eropa mengapa Beijing mendukung seruan Moskow agar ekspansi NATO dihentikan. Pernyataan itu muncul sebagai bagian dari tanggapan terhadap Sekretaris Jenderal blok militer pimpinan AS, Jens Stoltenberg, yang menuduh Beijing “menyangkal hak negara-negara berdaulat untuk membuat pilihan mereka sendiri”.

“NATO adalah sisa Perang Dingin, yang untuk beberapa alasan terus tumbuh meskipun Perang Dingin berakhir tiga dekade lalu,” kata Jubir delegasi China pada Selasa (8/2/22), seperti yang dikutip RT.

Pendekatan yang diambil oleh blok militer pimpinan AS ini “tidak kondusif bagi keamanan dan stabilitas global”, katanya.

“China percaya bahwa keamanan regional tidak boleh dijamin dengan memperkuat atau memperluas blok militer.”

Menurut Beijing, NATO harus “meninggalkan mentalitas Perang Dingin dan bias ideologis”, sambil berfokus untuk melakukan “lebih banyak untuk meningkatkan rasa saling percaya”.

Upaya lanjutannya untuk memperluas bertentangan dengan kedaulatan negara, rencana pembangunan damai mereka, serta sejarah dan budaya mereka, Jubir itu menambahkan.

Pernyataan itu pada dasarnya menegaskan kembali poin-poin utama yang dibuat dalam pernyataan bersama Presiden Rusia, Vladimir Putin dan timpalannya dari China, Xi Jinping pekan lalu.

Stoltenberg membahas langkah Putin dan Xi pada Senin, mengatakan bahwa “untuk pertama kalinya China bergabung dengan Rusia dalam menyerukan NATO untuk berhenti menerima anggota baru”.

Menurut Sekretaris Jenderal blok tersebut, ini adalah “upaya untuk menolak hak negara berdaulat untuk membuat pilihan mereka sendiri” oleh Moskow dan Beijing.

Rusia telah menuntut agar AS memberikan jaminan keamanan tertulis bahwa NATO tidak akan memperluas ke Ukraina dan Georgia, yang oleh Moskow dilihat sebagai sebagai ancaman besar bagi keamanan nasionalnya.

Seruan itu dilakukan pada pertengahan Desember tahun lalu di tengah meningkatnya ketegangan atas Ukraina dan klaim oleh Washington bahwa Rusia akan “menyerang” negara tetangganya itu.

Moskow berulang kali telah menyangkal spekulasi seperti “berita palsu” dan upaya tak berdasar untuk membangkitkan “histeria” itu. Terbukti, hingga dua bulan kemudian, memang tidak ada invasi Rusia yang terjadi.

TagsBerita Dunia Hari IniChinaNATORusia

Related articles More from author

  • Gambarkan Parlemen Kulit Hitam sebagai Budak, Majalah di Prancis Banjir Kecaman
    Internasional

    Gambarkan Parlemen Kulit Hitam sebagai Budak, Majalah di Prancis Banjir Kecaman

    31 Agustus 2020
    By William Putra Wijaya
  • Belum Ada 'Lampu Hijau' dari AS, Israel Tunda Aneksasi Tepi Barat
    Internasional

    Belum Ada ‘Lampu Hijau’ dari AS, Israel Tunda Aneksasi Tepi Barat

    6 Juli 2020
    By William Putra Wijaya
  • Tunangan Khashoggi Gugat Saudi di Pengadilan AS
    Internasional

    Tunangan Khashoggi Gugat Saudi di Pengadilan AS

    23 Oktober 2020
    By William Putra Wijaya
  • Menhan Prabowo Kunjungi Istana
    Nasional

    Ketika Prabowo Tiba-tiba Jadi ‘Rebutan’ AS dan China, Ada Apa Sebenarnya?

    11 Oktober 2020
    By Joni Sitohang
  • Bebas Kunjungi UEA Pascanormalisasi, Turis Israel Ketahuan Curi Barang-barang Hotel di Dubai
    Internasional

    Bebas Kunjungi UEA Pascanormalisasi, Turis Israel Ketahuan Curi Barang-barang Hotel di Dubai

    3 Januari 2021
    By Bagas F Sinaga
  • Militer Myanmar Ancam Pengunjuk Rasa Anti-Kudeta dengan Hukuman 20 Tahun Penjara
    Internasional

    Militer Myanmar Ancam Pengunjuk Rasa Anti-Kudeta dengan Hukuman 20 Tahun Penjara

    17 Februari 2021
    By Bagas F Sinaga

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Main Drama 'Start-Up', Bae Suzy Ingin Dorong Semangat Anak Muda Meraih Mimpi
    Selebriti

    Main Drama ‘Start-Up’, Bae Suzy Ingin Dorong Semangat Anak Muda Meraih Mimpi

  • Ciri Berita HOAX yang harus anda ketahui
    Viral

    Cara Mudah Kenali Konten Hoaks, Sudah Tahu?

  • Ade Armando Klaim PSI Berubah Sikap Bukan Karena Ganjar Tapi Kecewa dengan PDIP
    Nasional

    Ade Armando Klaim PSI Berubah Sikap Bukan Karena Ganjar Tapi Kecewa dengan PDIP

  • Mito Rilis Proyektor Portabel, Harga 2 Jutaan
    Teknologi

    Mito Rilis Proyektor Portabel, Harga 2 Jutaan

  • Belum Lama Jabat Wali Kota, Gibran Sudah Ngamuk Saat Sidak para Guru di Wilayahnya
    Nasional

    Belum Lama Jabat Wali Kota, Gibran Sudah Ngamuk Saat Sidak para Guru di Wilayahnya

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.