TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Internasional
Home›Internasional›Biden: China akan Bayar Mahal Pelanggaran HAM-nya

Biden: China akan Bayar Mahal Pelanggaran HAM-nya

By William Putra Wijaya
18 Februari 2021
441
0
Biden: China akan Bayar Mahal Pelanggaran HAM-nya

TIKTAK.ID – Presiden Amerika Serikat, Joe Biden mengatakan bahwa China akan membayar mahal pelanggaran hak asasi manusianya. Hal itu disampaikannya ketika menanggapi pertanyaan di acara televisi tentang penanganan minoritas Muslim oleh negara Asia di wilayah paling barat Xinjiang.

Presiden China, Xi Jinping telah menuai kritik global karena menahan minoritas Uighur di kamp-kamp interniran dan pelanggaran hak asasi manusia lainnya, seperti yang dikutip dari Aljazeera.

“Yah, akan ada dampaknya bagi China dan dia tahu itu,” kata Biden tentang Xi ketika didesak penyiar tentang masalah itu di balai kota yang disiarkan televisi nasional CNN pada Selasa (16/2/21).

Biden menambahkan bahwa AS akan menegaskan kembali peran globalnya dalam menyuarakan hak asasi manusia. Seraya menegaskan bahwa dia akan bekerja dengan komunitas internasional untuk membuat China melindungi minoritas Muslim.

“China berusaha sangat keras untuk menjadi pemimpin dunia dan untuk mendapatkan julukan itu dan mampu melakukan itu mereka harus mendapatkan kepercayaan dari negara lain,” kata Biden dalam perjalanan resmi pertamanya sejak menjabat sebagai presiden pada Januari.

“Selama mereka terlibat dalam kegiatan yang bertentangan dengan hak asasi manusia, akan sulit bagi mereka untuk melakukan itu,” tambahnya.

Dalam pembicaraan melalui saluran telepon selama dua jam dengan Xi bulan ini, Biden menekankan prioritas AS untuk melestarikan kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka, di mana AS dan China adalah saingan strategis utamanya.

Dia juga menyuarakan keprihatinan tentang praktik perdagangan dan masalah hak asasi yang “melakukan pemaksaan dan tidak adil” di Beijing, seperti tindakan keras di Hong Kong, penahanan di Xinjiang, dan tindakan yang semakin tegas di Asia, termasuk terhadap Taiwan, yang diklaim China sebagai bagian dari wilayahnya.

Sementara itu, China menyangkal tuduhan pelanggaran di Xinjiang, dan mengatakan kompleks yang didirikannya di wilayah tersebut menyediakan pelatihan kejuruan untuk membantu membasmi “ekstremisme dan separatisme Islam”.

Sebelumnya, Presiden Donald Trump menjatuhkan sanksi kepada pejabat dan perusahaan China yang pemerintahannya terkait dengan pelanggaran di Xinjiang, dan Presiden Biden, yang menjabat pada 20 Januari, telah menjelaskan bahwa dia berencana untuk melanjutkan pendekatan keras ke Beijing dalam masalah ini dan lainnya.

Awal bulan ini, Departemen Luar Negeri AS mengatakan pihaknya “sangat terganggu” oleh laporan BBC tentang pemerkosaan sistematis dan pelecehan seksual terhadap wanita di kamp-kamp interniran etnis Uighur dan Muslim lainnya di wilayah Xinjiang.

China membantah tuduhan pelanggaran di Xinjiang dan mengatakan laporan itu “sepenuhnya tanpa dasar faktual”.

Sementara menuduh China melakukan pelanggaran hak asasi manusia, tangan AS sendiri juga tak bersih dari pelanggaran hak asasi manusia, salah satunya adalah penjara Guantanamo. Penjara yang dibangun oleh Presiden Goerge Bush pada 2002 ini diduga juga berlumuran dosa hak asasi manusia.

Laporan Komite Palang Merah Internasional (ICRC) menginspeksi kamp pada Juni 2004 menuduh militer AS menggunakan kurungan isolasi, suhu ekstrem, dan penyiksaan terhadap tahanan. Para pemantau menyimpulkan bahwa “penjara itu dibangun untuk mengorek informasi intelijen, telah melakukan kekejaman dan merendahkan martabat manusia dalam bentuk penyiksaan yang disengaja”.

Seperti halnya China yang menolak tuduhan pelanggaran hak asasi manusia di Xinjiang, Pemerintah AS juga dilaporkan menolak temuan Palang Merah saat itu.

TagsAmerika SerikatBerita Dunia Hari IniChinaJoe BidenKonflik AS-ChinaPelanggaran HAMPresiden AS

Related articles More from author

  • Parlemen Aljazair Usulkan RUU Larang Promosikan Normalisasi dengan Israel
    Internasional

    Parlemen Aljazair Usulkan RUU Larang Promosikan Normalisasi dengan Israel

    2 Januari 2021
    By William Putra Wijaya
  • Prancis Sebut AS dan Australia 'Pembohong'
    Internasional

    Prancis Sebut AS dan Australia ‘Pembohong’

    20 September 2021
    By William Putra Wijaya
  • NATO Usir 8 Delegasi Rusia yang Dianggap Mata-mata
    Internasional

    NATO Usir 8 Delegasi Rusia yang Dianggap Mata-mata

    9 Oktober 2021
    By Bagas F Sinaga
  • Jerman dan Prancis Ngotot Bayar Gas Rusia dengan Euro
    Internasional

    Jerman dan Prancis Ngotot Bayar Gas Rusia dengan Euro

    3 April 2022
    By William Putra Wijaya
  • Internasional

    Iran Semprot Uni Eropa yang Tunduk kepada Trump tapi Berlagak Kuat Hadapi Teheran

    25 Januari 2020
    By William Putra Wijaya
  • Jubir Dewan Keamanan Nasional Biden Sebut Sanksi China 'Sinis'
    Internasional

    Jubir Dewan Keamanan Nasional Biden Sebut Sanksi China ‘Sinis’

    23 Januari 2021
    By Bagas F Sinaga

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • LIB Beberkan Biaya Akomodasi Klub Liga 1 2021/2022
    Olahraga

    LIB Beberkan Biaya Akomodasi Klub Liga 1 2021/2022

  • TIKTAK.ID - Jokowi Pilih Nagara Rimba Nusantara, Kang Emil: Bakal Jadi Kota Terkeren se-Indonesia Bahkan Dunia
    Nasional

    Jokowi Pilih Nagara Rimba Nusantara, Kang Emil: Bakal Jadi Kota Terkeren se-Indonesia Bahkan Dunia

  • Uji Coba Jelang SEA Games 2021, Timnas U-23 Bakal Lawan Brasil dan Argentina
    Olahraga

    Uji Coba Jelang SEA Games 2021, Timnas U-23 Bakal Lawan Brasil dan Argentina

  • Ed Sheeran Tulis Lagu Baru untuk BTS
    Selebriti

    Ed Sheeran Tulis Lagu Baru untuk BTS

  • Duet Ganjar-Puan Disebut Penerus Konsep Bung Karno dan Bisa Lanjutkan Kepemimpinan Jokowi
    Nasional

    Soal Peluang Ganjar Maju Pilpres, Pengamat: Puan Jadi Ganjalan

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
© Copyright 2026 TIKTAK.ID. All rights reserved.