TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Nasional
Home›Nasional›MUI Mendadak Minta Penjelasan Usai Jokowi Singgung ‘Penceramah Radikal’

MUI Mendadak Minta Penjelasan Usai Jokowi Singgung ‘Penceramah Radikal’

By Joni Sitohang
4 Maret 2022
468
0
MUI Ingatkan Pemerintah yang Bubarkan FPI: Bina dengan Merangkul, Bukan Memukul

TIKTAK.ID – Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Amirsyah Tambunan menyoroti pernyataan Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengenai penceramah radikal. Amirsyah pun meminta penjelasan lebih lengkap dari Jokowi, sehingga isu ini tidak simpang siur.

“Seperti apa radikal yang dimaksud oleh presiden, sehingga jelas subjeknya pada penceramah yang radikal terhadap keluarga TNI Polri,” ujar Amirsyah, seperti dilansir Tempo.co, Kamis (3/3/22).

Untuk diketahui, Jokowi sempat menyinggung soal penceramah radikal saat berpidato dalam Rapat Pimpinan TNI-Polri di Mabes TNI, Jakarta, pada Selasa (1/3/22). Ketika itu, Jokowi mengingatkan istri dan keluarga anggota TNI-Polri supaya tidak sembarangan memanggil penceramah. Sebab, Jokowi mengaku khawatir bila hal itu akan menjadi bibit radikalisme di kalangan aparat negara.

Baca juga : Hadiri Sidang Munarman, Rocky Gerung Ngaku Tak Anti Orang yang Pro-ISIS

“Ini mikronya harus kita urus juga, tau-tau mengundang penceramah radikal. Nah, hati- hati, karena hal-hal kecil ini harus diatur. Saya melihat di WA grup, karena di kalangan sendiri, oh boleh, hati-hati, kalau seperti itu dibolehkan dan diterus-teruskan, jadi hati-hati,” ucap Jokowi.

Lebih lanjut, Amirsyah mengatakan bahwa radikalisme merupakan istilah yang digunakan pada akhir abad ke-18 untuk pendukung gerakan radikal. Dia menjelaskan, dalam sejarah, gerakan yang dimulai di Britania Raya itu meminta reformasi sistem pemilihan secara radikal. Dia pun menyebut gerakan ini mulanya menyatakan diri sebagai partai kiri yang menentang partai kanan.

“Jadi dalam konteks Indonesia, harus dijelaskan apakah radikal kanan atau kiri?” terang Amirsyah.

Baca juga : Jubir Luhut Bantah Bosnya Jadi Otak Usulan Penundaan Pemilu 2024

Kemudian Amirsyah pun berharap ada klarifikasi dari pimpinan TNI Polri yang lebih paham soal masalah penceramah radikal tersebut.

“Sehingga tidak simpang siur, karena jangan sampai jadi beban presiden. Tugas beliau sudah sangat berat dalam pemulihan ekonom nasional di masa pandemi,” tutur Amirsyah.

Amirsyah lantas berharap pimpinan TNI Polri bisa melakukan pencegahan terhadap paham radikal yang mengarah pada tindakan ekstrem dan terorisme. Dia menilai jika tidak dicegah sejak dini, maka bakal mengganggu stabilitas nasional menuju Pemilu 2024.

Baca juga : Jokowi Ungkap Alasan Bangun IKN, Agar Ekonomi Tak Jawa Sentris tapi Indonesia Sentris

Sementara itu, Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Dedi Prasetyo mengungkapkan bahwa arahan dari Jokowi itu menjadi pedoman dalam mitigasi penyebaran paham radikal.

“Karena hal ini demi kebaikan bersama,” jelas Dedi pada Rabu (2/3/22), mengutip Antara.

TagsAmirsyah TambunanJokowiMUIRadikal

Related articles More from author

  • Jokowi Prioritaskan Pemilu dan Bangun Ibu Kota Baru di Sisa Masa Jabatan
    Nasional

    Jokowi Prioritaskan Pemilu dan Bangun Ibu Kota Baru di Sisa Masa Jabatan

    11 Agustus 2022
    By Joni Sitohang
  • Menhan Prabowo Kunjungi Istana
    Nasional

    Ketika Prabowo Tiba-tiba Jadi ‘Rebutan’ AS dan China, Ada Apa Sebenarnya?

    11 Oktober 2020
    By Joni Sitohang
  • Jokowi: Sekali Lagi, Jangan Buru-buru Menutup Wilayah
    Nasional

    Jokowi: Sekali Lagi, Jangan Buru-buru Menutup Wilayah

    14 September 2020
    By Joni Sitohang
  • Pramono Anung Larang Jokowi
    Nasional

    Gara-Gara Percaya Klenik, Pramono Anung Larang Jokowi ke Ponpes Lirboyo Kediri, Netizen Kompak Bereaksi

    16 Februari 2020
    By Adam Humain
  • Ditanya Soal Kinerja Gibran, Jokowi: Saya Enggak Ngikuti
    Nasional

    Ditanya Soal Kinerja Gibran, Jokowi: Saya Enggak Ngikuti

    30 Mei 2022
    By Joni Sitohang
  • MUI Bantah Keluarkan Maklumat Agar Jokowi Bubarkan BPIP
    Nasional

    Singgung Bahaya Dai Berpaham Takfiri, Wamenag Jelaskan Tujuan Sertifikasi Penceramah

    9 September 2020
    By Joni Sitohang

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Istana Garuda IKN Disebut Mirip Istana Kelelawar, Kok Bisa?
    Nasional

    Istana Garuda IKN Disebut Mirip Istana Kelelawar, Kok Bisa?

  • TPUA Gugat Jokowi Mundur, KSP: Tak Paham Hukum, Belajar Lagi
    Nasional

    TPUA Gugat Jokowi Mundur, KSP: Tak Paham Hukum, Belajar Lagi

  • Mendikdasmen: Pembelajaran di Daerah Bencana Sudah 100 Persen, Tapi Bergantian di Tenda
    Nasional

    Mendikdasmen: Pembelajaran di Daerah Bencana Sudah 100 Persen, Tapi Bergantian di Tenda

  • Benarkah Jokowi Siap 'Tendang Keluar' Mendikbud Nadiem Makarim Kali ini?
    Nasional

    Benarkah Jokowi Siap ‘Tendang Keluar’ Mendikbud Nadiem Makarim Kali ini?

  • TIKTAK.ID - Saat Muncul Keinginan Bunuh Diri, Segera Lakukan Tindakan ini
    Tips & Tutorial

    Saat Muncul Keinginan Bunuh Diri, Segera Lakukan Tindakan ini

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.