TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Nasional
Home›Nasional›Kritik Lomba Agustusan Kontroversial, Muhammadiyah Siap Galang Dukungan Bubarkan BPIP

Kritik Lomba Agustusan Kontroversial, Muhammadiyah Siap Galang Dukungan Bubarkan BPIP

By Joni Sitohang
14 Agustus 2021
423
0
Kritik Lomba Agustusan Kontroversial, Muhammadiyah Siap Galang Dukungan Bubarkan BPIP

TIKTAK.ID – Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Busyro Muqoddas menyoroti lomba penulisan artikel yang diadakan oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Busyro lantas mendesak pembubaran BPIP, bila lembaga tersebut tidak ada manfaatnya.

Untuk diketahui, BPIP sempat menggelar lomba dalam rangka Hari Santri. Mereka mengangkat tema, “Hormat Bendera Menurut Hukum Islam” dan “Menyanyikan Lagu Kebangsaan Menurut Hukum Islam”.

“Ini [lomba] tidak hanya tendensius, tapi jelas-jelas tidak berguna, tidak ada manfaatnya sama sekali, serta tidak ada konsep akademis ideologisnya,” ujar Busyro, seperti dilansir CNN Indonesia, Jumat (13/8/21).

Baca juga : Survei Nasional: Sandiaga Uno Masuk 5 Besar Buntuti Prabowo

Menurut Busyro, tema yang diusung BPIP dapat mengadu-domba sekaligus penghinaan terhadap komunitas santri. Ia menegaskan, Hari Santri bukan hanya milik warga Nahdlatul Ulama saja, melainkan juga milik semua umat Islam.

“Apakah selama ini negara ada masalah dengan penghormatan bendera Merah Putih? Ada masalah dengan Lagu Kebangsaan? Faktanya tidak ada, jadi kalau tidak ada, mengapa BPIP mencari-cari penyakit?” ucap Busyro.

Busyro menilai BPIP perlu meninjau kembali rencana lomba itu dan segera mencabutnya. Pasalnya, kata Busyro, tema tersebut hanya akan mengusik umat Islam.

Baca juga : Pengamat Sebut Aksi Jokowi Bagi-bagi Bansos ‘Memalukan’

Kemudian Busyro mengimbau untuk melakukan polling yang mempertanyakan apakah keberadaan BPIP masih diperlukan. Ia menyebut polling itu perlu melibatkan masyarakat sipil.

“Saya siap mewakili Muhammadiyah dengan 170 perguruan tinggi Muhammadiyah se-Indonesia, untuk mengadakan polling bersama-sama. Jika memang [BPIP] tidak ada manfaatnya, bubarin saja,” ungkap Busyro.

Senada dengan Busyro, ulama asal Sumatera Barat Anwar Abbas juga meminta BPIP dibubarkan. Dia menyatakan bahwa lembaga pimpinan Megawati Soekarnoputri tersebut tak memiliki kepekaan sosial di tengah pandemi Covid-19.

Baca juga : Jokowi Berikan Bintang Jasa ke 325 Nakes Gugur Akibat Covid

“Kesimpulan saya BPIP seharusnya dibubarkan saja, karena lombanya enggak kontekstual. Orang secara lagi terdampak Covid, malah mempermasalahkan hukum hormat bendera,” tutur Anwar, Jumat (13/8/21).

Sebelumnya, BPIP mengunggah informasi mengenai lomba penulisan artikel tingkat nasional melalui akun Twitter @BPIPRI pada Rabu (11/8/21) silam.

Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah BPIP, Antonius Benny Susetyo menjelaskan, pilihan tema itu menyesuaikan dengan konteks Hari Santri. Ia pun berdalih BPIP melihat pentingnya nilai-nilai keagamaan dalam menyikapi kecintaan terhadap Tanah Air.

TagsBPIPBusyro MuqoddasMuhammadiyahNahdlatul Ulama

Related articles More from author

  • Pimpinan Pusat Pagar Nusa Klaim NU Jadi Faktor Kunci Pemilu 2024
    Nasional

    Pimpinan Pusat Pagar Nusa Klaim NU Jadi Faktor Kunci Pemilu 2024

    10 September 2023
    By Joni Sitohang
  • Nasional

    Cerita Megawati Selamatkan Prabowo yang Dulu Sempat ‘Keleleran’

    4 Desember 2019
    By Adam Humain
  • Jokowi: Banyak Pihak yang Belum Membaca dan Memahami UU Cipta Kerja
    Nasional

    Jokowi: Banyak Pihak yang Belum Membaca dan Memahami UU Cipta Kerja

    18 November 2020
    By Joni Sitohang
  • Cak Imin: Sebelum Lahir Saya Sudah NU, Keterlaluan Kalau Diragukan
    Nasional

    Cak Imin: Sebelum Lahir Saya Sudah NU, Keterlaluan Kalau Diragukan

    20 November 2023
    By Joni Sitohang
  • Meski Dikritik, Jokowi Serahkan Naskah UU Cipta Kerja ke NU, MUI dan Muhammadiyah
    Nasional

    Meski Dikritik, Jokowi Serahkan Naskah UU Cipta Kerja ke NU, MUI dan Muhammadiyah

    20 Oktober 2020
    By Joni Sitohang
  • Praktik Intoleran di Kabupaten Probolinggo
    Nasional

    Praktik Intoleran di Kabupaten Probolinggo

    20 November 2021
    By Joni Sitohang

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Tok! Senat AS Resmi Lanjutkan Pemakzulan Trump
    Internasional

    Tok! Senat AS Resmi Lanjutkan Pemakzulan Trump

  • Norwegia Tuding China Lancarkan Serangan Siber
    Internasional

    Norwegia Tuding China Lancarkan Serangan Siber

  • Sejumlah Organisasi Minta Jokowi Evaluasi Total Jajaran Kabinet Indonesia Maju
    Nasional

    Sejumlah Organisasi Minta Jokowi Evaluasi Total Jajaran Kabinet Indonesia Maju

  • Usai Stop Kasus Izin Tambang yang Rugikan Negara Rp2,7 Triliun, KPK Disebut ‘Telmi’
    Nasional

    Usai Stop Kasus Izin Tambang yang Rugikan Negara Rp2,7 Triliun, KPK Disebut ‘Telmi’

  • Survei LSI Ungkap Prabowo Moncer Jika Gandeng Erick Thohir Ketimbang Gibran di Pilpres 2024
    Nasional

    Survei LSI Ungkap Prabowo Moncer Jika Gandeng Erick Thohir Ketimbang Gibran di Pilpres 2024

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.