TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Opini
Home›Opini›Kenapa Makin Banyak Orang, Termasuk yang Selama ini Selalu Berseberangan, Tampak Mulai Menerima Anies?

Kenapa Makin Banyak Orang, Termasuk yang Selama ini Selalu Berseberangan, Tampak Mulai Menerima Anies?

By Joni Sitohang
1 Mei 2020
1566
0
Kenapa Makin Banyak Orang, Termasuk yang Selama ini Selalu Berseberangan, Tampak Mulai Menerima Anies?

TIKTAK.ID – Bagi sebagian orang, Anies dianggap musuh. Pertama, mereka yang merasa kalah di Pilgub DKI. Sebagian sportif dan mengaku kalah. Lalu melupakannya. Sebagian kecil lainnya belum bisa “move on”.

Kedua, mereka yang terganggu kepentingan politik dan projectnya. Siapapun yang merasa terganggu, akan melawan. Anda kalau kepentingannya terganggu, pasti juga akan melawan. Baru berhenti melawan kalau sudah terakomodir kepentingannya. Atau sudah merasa kalah. Atau mulai sadar dan waras.

Ketiga, buzzer yang melihat peluang. Ada kesempatan kerja. Cukup poduksi bullyan dan ajak 30 sampai 50 orang untuk demo di balaikota. Ini cara efektif mendatangkan uang recehan. Memang gak akan kaya, tapi cukup untuk ganjal perut dalam posisi nganggur.

Baca juga : Luhut Siapkan 4 Pengacara untuk Seret Said Didu ke Polisi

Tiga kelompok ini akan selalu hadir di sepanjang sejarah jika ketemu seorang pemimpin macam Anies. Pemimpin non kompromis terhadap oligarki. Penghentian reklamasi, penutupan Alexis, pencabutan kelola apartemen oleh pengembang, adalah beberapa contoh kebijakan non kompromi itu. Orang bilang: Anies terlalu nekat. Ambil risiko.

Anies hanya salah satu contoh nyata yang bisa kita saksikan hari ini tentang tipologi pemimpin yang non kompromis. Sejarah model ini telah ada dan berulang di masa lalu. Dan akan terus berulang di masa yang akan datang. Secara ilmiah, inilah hukum sejarah. Orang yang paham sejarah mengerti betul soal ini. Nggak perlu kaget jika orang seperti Anies banyak musuh.

Tapi, angin politik nampaknya sudah mulai berubah. Satu persatu mulai memberi apresiasi terhadap Anies. “Lakon iku menange mburi”, kata orang Jawa. Artinya? Cari saja di kamus. Sekalian nyari arti “mudik” dan “pulang kampung”. Kalau sudah ketemu, gak usah diperpanjang diskusinya. Ora mutu!

Baca juga : Ditanya Kapan Kehidupan Ibu Kota Kembali Normal, Begini Jawaban Anies Baswedan

Saat ini, PSI mulai dukung Anies. Nggak usah kaget ketika dengar Raja Juli Antoni mengajak semua anggota DPRD untuk kerjasama dengan Anies soal memberi tempat tinggal bagi tunawisma. Covid-19 membuat sejumlah orang gak bisa bayar kontrakan. Karena itu, mesti difasilitasi. Dalam hal ini, PSI apresiasi Anies.

Tidak saja PSI, Tito Karnavian, Mendagri juga berulangkali memuji kinerja Anies. Tito menganggap langkah Anies terbaik dan sangat cepat dalam menangani covid-19. Tito obyektif!

Halaman selanjutnya…

1 2 3
TagsAlexisAnies BaswedanBPKBuzzerCOVID-19DPRDICWKepolisianKPKMendagriMudikoligarkiPemimpin Non KompromisPolitikPSIPulang KampungRaja Juli AntoniRico MarbunTito Karnavian

Related articles More from author

  • TIKTAK.ID - Ikuti Jejak Indonesia, Malaysia Tangguhkan Pemberangkatan Jemaah Hajinya Tahun ini
    Internasional

    Ikuti Jejak Indonesia, Malaysia Tangguhkan Pemberangkatan Jemaah Hajinya Tahun ini

    12 Juni 2020
    By William Putra Wijaya
  • Dokter Sebut Tingkat Bahaya Malas Sikat Gigi Jadi Lebih Tinggi Saat Pandemi
    Tips & Tutorial

    Dokter Sebut Tingkat Bahaya Malas Sikat Gigi Jadi Lebih Tinggi Saat Pandemi

    21 Maret 2021
    By Joni Sitohang
  • BIN Lacak Provokator 'Jokowi End Game' yang Tuntut Presiden Mundur
    Nasional

    BIN Lacak Provokator ‘Jokowi End Game’ yang Tuntut Presiden Mundur

    29 Juli 2021
    By Joni Sitohang
  • Benarkah Harun Masiku Ditembak Mati Agar Tak Buka Suara? Polri: Kami Masih Lakukan Pencarian
    Nasional

    Benarkah Harun Masiku Ditembak Mati Agar Tak Buka Suara? Polri: Kami Masih Lakukan Pencarian

    14 Mei 2020
    By Joni Sitohang
  • Soal Batalnya Cak Imin Buka MTQ Internasional, Karena Dipanggil KPK?
    Nasional

    Soal Batalnya Cak Imin Buka MTQ Internasional, Karena Dipanggil KPK?

    9 September 2023
    By Joni Sitohang
  • Waketum PSI Ngaku Kaget Guntur Romli Mendadak Hengkang dari Partai
    Nasional

    Waketum PSI Ngaku Kaget Guntur Romli Mendadak Hengkang dari Partai

    7 Agustus 2023
    By Joni Sitohang

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Kangen Band Pernah Jadi Bahan Penelitian Profesor Monash University Malaysia
    Selebriti

    Kangen Band Pernah Jadi Bahan Penelitian Profesor Monash University Malaysia

  • Safari Ramadan Bareng PKS, Sandiaga Uno Bakal Jadi Pendamping Anies Lagi?
    Nasional

    Safari Ramadan Bareng PKS, Sandiaga Uno Bakal Jadi Pendamping Anies Lagi?

  • Sikapi Kebijakan Penghematan Anggaran, KPK: Tak Ganggu Perburuan Buronan Koruptor
    Nasional

    Sikapi Kebijakan Penghematan Anggaran, KPK: Tak Ganggu Perburuan Buronan Koruptor

  • Intip Daftar Pemenang Baeksang Arts Awards ke-59
    Selebriti

    Intip Daftar Pemenang Baeksang Arts Awards ke-59

  • Hujan Deras Berubah Gerimis Saat MotoGP karena Pawang? BMKG: Kebetulan, Memang Waktunya Selesai
    Nasional

    Hujan Deras Berubah Gerimis Saat MotoGP karena Pawang? BMKG: Kebetulan, Memang Waktunya Selesai

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.