Tag: oligarki

  • Kenapa Makin Banyak Orang, Termasuk yang Selama ini Selalu Berseberangan, Tampak Mulai Menerima Anies?

    Kenapa Makin Banyak Orang, Termasuk yang Selama ini Selalu Berseberangan, Tampak Mulai Menerima Anies?

    TIKTAK.ID – Bagi sebagian orang, Anies dianggap musuh. Pertama, mereka yang merasa kalah di Pilgub DKI. Sebagian sportif dan mengaku kalah. Lalu melupakannya. Sebagian kecil lainnya belum bisa “move on”.

    Kedua, mereka yang terganggu kepentingan politik dan projectnya. Siapapun yang merasa terganggu, akan melawan. Anda kalau kepentingannya terganggu, pasti juga akan melawan. Baru berhenti melawan kalau sudah terakomodir kepentingannya. Atau sudah merasa kalah. Atau mulai sadar dan waras.

    Ketiga, buzzer yang melihat peluang. Ada kesempatan kerja. Cukup poduksi bullyan dan ajak 30 sampai 50 orang untuk demo di balaikota. Ini cara efektif mendatangkan uang recehan. Memang gak akan kaya, tapi cukup untuk ganjal perut dalam posisi nganggur.

    Baca juga : Luhut Siapkan 4 Pengacara untuk Seret Said Didu ke Polisi

    Tiga kelompok ini akan selalu hadir di sepanjang sejarah jika ketemu seorang pemimpin macam Anies. Pemimpin non kompromis terhadap oligarki. Penghentian reklamasi, penutupan Alexis, pencabutan kelola apartemen oleh pengembang, adalah beberapa contoh kebijakan non kompromi itu. Orang bilang: Anies terlalu nekat. Ambil risiko.

    Anies hanya salah satu contoh nyata yang bisa kita saksikan hari ini tentang tipologi pemimpin yang non kompromis. Sejarah model ini telah ada dan berulang di masa lalu. Dan akan terus berulang di masa yang akan datang. Secara ilmiah, inilah hukum sejarah. Orang yang paham sejarah mengerti betul soal ini. Nggak perlu kaget jika orang seperti Anies banyak musuh.

    Tapi, angin politik nampaknya sudah mulai berubah. Satu persatu mulai memberi apresiasi terhadap Anies. “Lakon iku menange mburi”, kata orang Jawa. Artinya? Cari saja di kamus. Sekalian nyari arti “mudik” dan “pulang kampung”. Kalau sudah ketemu, gak usah diperpanjang diskusinya. Ora mutu!

    Baca juga : Ditanya Kapan Kehidupan Ibu Kota Kembali Normal, Begini Jawaban Anies Baswedan

    Saat ini, PSI mulai dukung Anies. Nggak usah kaget ketika dengar Raja Juli Antoni mengajak semua anggota DPRD untuk kerjasama dengan Anies soal memberi tempat tinggal bagi tunawisma. Covid-19 membuat sejumlah orang gak bisa bayar kontrakan. Karena itu, mesti difasilitasi. Dalam hal ini, PSI apresiasi Anies.

    Tidak saja PSI, Tito Karnavian, Mendagri juga berulangkali memuji kinerja Anies. Tito menganggap langkah Anies terbaik dan sangat cepat dalam menangani covid-19. Tito obyektif!

    Halaman selanjutnya…

  • Soal Penanganan Corona, Apa Maksud Rocky Gerung Sebut Jokowi dan Trump Beda Soal Populisme, Tapi Sama Terkait Oligarki?

    Soal Penanganan Corona, Apa Maksud Rocky Gerung Sebut Jokowi dan Trump Beda Soal Populisme, Tapi Sama Terkait Oligarki?

    TIKTAK.ID – Pengamat politik Rocky Gerung membandingkan kepemimpinan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Rocky menilai kedua presiden itu sama-sama terkait dengan oligarki.

    “Orang ingin melihat efek populisme pada kebijakan. Orang semacam Trump populis, dalam pengertian dia punya kapasitas sebagai leaderance untuk mengeksploitasi pendukung-pendukungnya supaya kebijakan-kebijakannya bisa terselenggara,” ujar Rocky melalui channel YouTubenya Rocky Gerung Official yang tayang pada Sabtu (18/4/20), seperti dilansir Tribunnews.com.

    Baca juga: DPR Kritik Tajam Rencana Menkeu Sri Mulyani Ekspor APD Saat Kebutuhan Dalam Negeri Sendiri Belum Terpenuhi

    Ia menyebut Trump memiliki kapasitas yang benar-benar bisa mengeluarkan kebijakan sesuai dengan yang ia inginkan. Namun, lanjut Rocky, hal tersebut berbeda dengan Jokowi yang dikuasai oleh oligarki hingga tak bebas mengambil sebuah kebijakan. Oleh karena itu, Rocky menyatakan Jokowi dan Trump jauh berbeda.

    “Kita tahu Pak Jokowi ragu-ragu terus dalam mengambil kebijakan,” kritik mantan dosen Universitas Indonesia itu. Ia menyatakan Jokowi tak masuk dalam ciri populisme karena kerap mendapat “gangguan” saat mengeluarkan kebijakan.

    Tak hanya itu, Rocky mengatakan Jokowi tidak menyuguhkan komunikasi yang baik, dalam menyampaikan informasi terkait Covid-19 ke masyarakat. Padahal, angka terkini jumlah penularan Covid-19 di Indonesia mencapai angka lebih dari lima ribu. Menurutnya, angka tersebut merupakan jumlah yang tidak main-main lagi.

    Halaman selanjutnya…

  • Rocky Gerung: Ahok Lebih Mungkin Dampingi Anies Baswedan di Pilpres 2024, Mengapa?

    Rocky Gerung: Ahok Lebih Mungkin Dampingi Anies Baswedan di Pilpres 2024, Mengapa?

    TIKTAK.ID – Akademisi cum aktivis Rocky Gerung menyatakan ketidakmungkinan eks Gubernur DKI Jakarta Ahok menjadi lawan Anies Baswedan di 2024. Ia mengungkapkan pernyataan tersebut melalui akun YouTube resminya, Kamis (12/3/20).

    “Secara sosiologis tidak mungkin, secara antropologis juga ajaib. Secara psikologis, semua orang tahu kekuatan Ahok sebagai pendorong perubahan, tapi bukan sebagai orang yang memimpin. Analisis akademik itu agak susah,” ujar Rocky, seperti dilansir Suara.com.

    Rocky menyebut jika Ahok dipaksakan menjadi kandidat calon di pemilu 2024, maka ada target tertentu oleh para oligarki.

    Baca juga: Agar Anies Tetap Eksis hingga 2024 Meski Lengser dari DKI 2022, Begini Trik Rocky Gerung

    “Kalau dia dipaksakan, maka artinya ada target jangka pendek yang hendak dipakai oleh oligarki. Ada suara gendang yang lebih kuat, sehingga Ahok tampil ulang sebagai lagu lama dengan aransemen baru,” lanjut Rocky.

    Untuk itu, Rocky menilai yang lebih memungkinkan adalah menjadikan Ahok sebagai pendamping Anies Baswedan.

    “Kalau kami berpikir, sejak sekarang berarti Ahok ditaruh di situ untuk mendamipingi Anies Baswedan,” kata Rocky.

    Sebenarnya, Rocky beranggapan menampilkan Ahok sebagai kandidat 2024 bukan hal yang tidak diperbolehkan, dan tidak ada masalah. Menurutnya, Ahok tetap warga negara yang boleh memakai hak warganegaranya.

    Baca juga: Kerap Dibully, Rocky Gerung Sarankan Anies Main TikTok Saja

    Halaman selanjutnya…