Tag: Anies Baswedan

  • Anies Baswedan Sebut Insiden Aktivis Kontras Disiram Air Keras sebagai ‘Aksi Terorganisir’

    Anies Baswedan Sebut Insiden Aktivis Kontras Disiram Air Keras sebagai ‘Aksi Terorganisir’

    TIKTAK.ID – Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengatakan bahwa penyiraman air keras terhadap aktivis Kontras, Andrie Yunus tak mungkin dilakukan oleh satu atau dua orang secara sporadis. Anies menyebut peristiwa itu menunjukkan adanya indikasi kuat keterlibatan pihak yang lebih luas dan terorganisir.

    “Dari awal ini bukan kriminal biasa, dan tak mungkin hanya dikerjakan oleh satu dua orang secara sporadik. Dan itu juga disampaikan oleh Pak Novel, ini terlihat sekali bahwa itu terencana, terorganisir,” ujar Anies setelah open house Lebaran 2026 di kediamannya di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, pada Sabtu (21/3/26) malam, seperti dilansir Kompas.com.

    Anies menyatakan Andrie merupakan sosok yang sejak awal aktif bersama sejumlah aktivis lain dalam menyuarakan tanda-tanda kemunduran demokrasi. Dia pun menilai serangan ini sebagai bentuk ancaman terhadap kebebasan berpendapat.

    Baca juga : Bukan karena Sakit, Ini Alasan KPK Ubah Status Yaqut Jadi Tahanan Rumah

    “Lagi-lagi kita harus melihat ini sebagai sebuah ancaman untuk demokrasi,” tutur Anies.

    Menurut Anies, negara harus hadir untuk memastikan perlindungan terhadap kebebasan berbicara dan menegakkan keadilan. Ia lantas meminta agar proses hukum tidak berhenti pada pelaku lapangan, melainkan menelusuri sampai pihak yang memberi perintah.

    “Peristiwa ini harus diselidiki hingga pemberi perintahnya. Dan harus dielaborasi mengapa ada perintah itu, mengapa sampai ada perintah itu, dan mengapa sampai ada tugas itu,” jelas Anies.

    Baca juga : KPK Kembali Tetapkan Yaqut sebagai Tahanan Rutan

    Anies mengaku sependapat dengan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut serangan tersebut sebagai bentuk terorisme. Dia menganggap komitmen Prabowo untuk mengusut kasus ini harus dijalankan oleh seluruh aparat penegak hukum.

    “Bahwa Pak Presiden bersikap ingin melindungi demokrasi, dan aparat di bawahnya harus menjalankan arahan Presiden,” tutur Anies.

    Seperti diketahui, berdasarkan hasil pengusutan, sebanyak empat prajurit TNI terlibat dalam aksi penyiraman air keras terhadap aktivis Kontras tersebut.

    “Keempat yang diduga pelaku ini yaitu Denma Bais TNI,” terang Danpuspom TNI, Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Yusri Nuryanto dalam jumpa pers di Mabes TNI, Jakarta, pada Rabu.

    Baca juga : Komisi I Sebut DPR Berhak Dalami Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS

    Yusri menyatakan empat inisial oknum TNI tersebut adalah Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW, dan Serda ES.

    “Matranya dari Angkatan Laut dan Angkatan Udara,” kata Yusri.

  • Petinggi PPP Tawari Sandiaga hingga Anies Jadi Caketum Partai, Tapi Jokowi ‘Restui’ Amran

    Petinggi PPP Tawari Sandiaga hingga Anies Jadi Caketum Partai, Tapi Jokowi ‘Restui’ Amran

    TIKTAK.ID – Ketua Majelis Pertimbangan DPP PPP, M. Romahurmuziy, mengaku telah membujuk banyak orang untuk menjadi calon ketua umum PPP. Dia mengatakan sudah membujuk Sandiaga Uno, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Penasihat Khusus Presiden urusan Pertahanan Nasional Dudung Abdurachman, dan Marzuki Alie.

    Selain itu, Romahurmuziy juga membujuk Anies Baswedan, Agus Suparmanto, dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk menjadi calon ketua.

    “Bahkan Anies Baswedan pun saya pernah bujuk agar bersedia masuk dan memimpin PPP pada akhir Desember 2024 lalu,” ujar pria yang akrab disapa Rommy itu dalam keterangan resmi, pada Senin (26/5/25), seperti dilansir Tempo.co.

    Baca juga : TNI Bantah Adanya Upaya Kembalikan Tentara Seperti di Rezim Orde Baru

    Rommy mengeklaim sejumlah nama itu murni usulannya, kecuali nama Agus Suparmanto yang didorong oleh Taj Yasin Maimoen. Rommy mengungkapkan, dirinya beberapa kali berdiskusi dengan Joko Widodo (Jokowi) soal siapa yang pantas menjadi calon ketua PPP, dan dari diskusi itu, Rommy memutuskan untuk fokus mengusung nama Amran.

    “Sebab, Pak Jokowi tahu persis kualitas dan totalitas Pak Amran bila diberikan sebuah amanah,” tutur Rommy.

    Namun Rommy menegaskan, Jokowi tidak cawe-cawe soal nama Amran. Rommy menyatakan hanya meminta pandangan cara efektif mengembalikan PPP ke Senayan.

    Baca juga : Airlangga Beberkan Sejumlah Proyek yang Ditawarkan Prabowo ke China untuk Investasi di RI

    “Saya memang menyampaikan beberapa nama, dan sepengetahuan Pak Jokowi, dari nama-nama tersebut, Pak Amran yang paling sesuai dengan kebutuhan PPP di 2029 mendatang,” jelas Rommy.

    Rommy menyatakan sudah berteman lama dengan Amran, hampir dua dekade. Namun dia membutuhkan waktu untuk meyakinkan Amran agar bersedia maju.

    “Sampai saya harus ke Makassar demi meyakinkan Amran,” ucap Rommy.

    Baca juga : Istana: Jam Rolex untuk Timnas Pakai Uang Pribadi Prabowo

    Menurut Rommy, Amran masih dalam posisi menunggu, lantaran Amran masih memiliki tanggung jawab sebagai Menteri Pertanian.

    Rommy sendiri mencari sosok pemimpin baru untuk bisa membawa PPP kembali ke Senayan. Sebelumnya, PPP tak lolos ke parlemen pada Pemilu 2024. Rommy menilai upaya tersebut membutuhkan logistik yang tidak sedikit.

    Rommy menyebut Amran sebagai seorang pengusaha yang sukses. Akan tetapi, kata Rommy, kesuksesan Amran tak banyak dipublikasi.

    Baca juga : Prabowo dan Pemimpin ASEAN Gelar Diskusi Tertutup Soal Isu Myanmar

    “Bahwa Amran merupakan kerabat Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam, tentunya ini kebetulan yang baik bila memang akhirnya Pak Amran ditakdirkan untuk memimpin PPP,” imbuh Rommy.

  • Ormas Gerakan Rakyat Muncul Dukung Pencapresan Anies yang Diusung Partai Perubahan

    Ormas Gerakan Rakyat Muncul Dukung Pencapresan Anies yang Diusung Partai Perubahan

    TIKTAK.ID – Di tengah ramainya sorotan terhadap ormas Gerakan Rakyat yang deklarasinya dihadiri oleh Anies Rasyid Baswedan, Partai Perubahan yang juga menjadikan mantan Gubernur DKI Jakarta itu sebagai tokoh, terus bergerak. Partai Perubahan tampak konsisten mendukung Anies sebagai calon presiden pada ajang Pemilihan Presiden (Pilpres) mendatang.

    “Gerakan Rakyat adalah ormas, sementara Partai Perubahan itu parpol yang dapat mengusung Caleg dan Capres,” ujar Presiden Partai Perubahan Robi Nurhadi, seperti dilansir SindoNews, Selasa (4/3/25).

    Robi menyebut sikap Partai Perubahan tidak berubah, yakni mencalonkan Anies sebagai presiden.

    Baca juga : Kejagung Respons Isu Keterlibatan Erick Thohir dan Boy Thohir di Korupsi Pertamina

    “Pak Anies tetap dicalonkan sebagai Capres dari Partai Perubahan, hal itu yang mengaitkan kesamaan agenda perjuangan Partai Perubahan dengan Pak Anies sebagai tokoh perubahannya,” tutur Robi.

    Menurut Robi, animo masyarakat untuk membersamai Partai Perubahan sangat luar biasa.

    “Dalam satu minggu itu ada satu sampai dua provinsi yang dikukuhkan. Ini akan terus berlangsung, dan insyaallah dilanjutkan setelah Idulfitri nanti,” terang Robi.

    Robi menilai dukungan masyarakat terhadap Partai Perubahan tidak akan terpengaruh dengan posisi Anies.

    Baca juga : Pengacara Hasto Minta KPK Tunda Limpahkan Kasus ke Pengadilan Tipikor

    “Apakah posisi Pak Anies membersamai secara formal atau tidak. Jadi, komitmen kita mengusung perubahan dan mencalonkan Pak Anies sebagai calon presiden Partai Perubahan itu sudah memberi ruang kuat kalau masyarakat memang menghendaki adanya perubahan ke depan,” jelas Robi.

    Sekadar informasi, Partai Perubahan resmi dideklarasikan pada Minggu (10/11/24). Partai yang didirikan oleh para relawan Anies di Pilpres 2024 tersebut dipimpin oleh Robi Nurhadi. Robi sendiri menjabat sebagai Presiden Partai Perubahan.

    Dalam Deklarasi itu turut disampaikan Hasil Pleno V Panitia Persiapan Pendirian Partai Perubahan seluruh Indonesia dan wakil-wakilnya di luar negeri yang menetapkan Anies Rasyid Baswedan sebagai Calon Presiden Republik Indonesia dari Partai Perubahan untuk Pilpres yang akan datang.

    Baca juga : Petinggi Golkar Pertanyakan Alasan UI Batalkan Disertasi Bahlil

    “Pak Anies mampu menginspirasi lahirnya Gerakan Perubahan atau Partai Perubahan ini. Sejak awal diinisiasi oleh para relawan pada 27 April lalu memang diperuntukkan bagi Pak Anies. Dari awal kami telah berharap Pak Anies bisa menjadi Presiden Partai Perubahan. Tapi beliau berpandangan lain, dan kami menghormatinya. Oleh sebab itu, seluruh panitia persiapan seluruh Indonesia bersepakat mengusungnya sebagai Calon Presiden Indonesia dari Partai Perubahan!” ucap Robi.

  • Pj Gubernur Teguh Setyabudi Hadirkan 6 Eks Gubernur Jakarta, Ini Kata Pengamat

    Pj Gubernur Teguh Setyabudi Hadirkan 6 Eks Gubernur Jakarta, Ini Kata Pengamat

    TIKTAK.ID – Jelang pergantian tahun 2025, momen langka terjadi di Balai Kota DKI Jakarta. Para mantan Gubernur DKI Jakarta tampak berdatangan ke Balai Kota untuk menghadiri acara Bentang Harapan JakASA.

    Terlihat enam mantan Gubernur yang hadir, mulai dari Sutiyoso (periode 1997-2007), Fauzi Bowo (2007-2012), Basuki Tjahaja Purnama (2014-2016), Sonny Sumarsono (Plt Gubernur 2016-2017), Djarot Saiful Hidayat (2017), hingga Anies Rasyid Baswedan (2017-2022). Dalam acara itu, hanya Joko Widodo dan Heru Budi Hartono yang berhalangan hadir.

    Para kontestan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jakarta 2024 juga ikut merapat. Pasangan terpilih, Pramono Anung dan Rano Karno hadir bersama. Kandidat lain diwakili oleh Suswono dan Kun Wardhana. Terdapat pula Menteri Agama, Nasaruddin Umar dan Wakil Menteri Desa yang juga mantan Wakil Gubernur Jakarta, Ahmad Riza Patria.

    Baca juga : Anggota DPR Desak Penggunaan Senjata Api di TNI Diperketat

    Kumpulnya para tokoh itu pun membuat Pj. Gubernur Teguh Setyabudi menuai pujian. Pakar politik lokal Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Yogi Setya Permana, menyebut Teguh sukses menunjukkan kepiawaiannya dalam memimpin Jakarta di masa transisi.

    “Satu hingga dua tahun terakhir Pj. Kepala Daerah selalu menjadi sorotan lantaran banyak cerita kontroversi soal netralitas dalam kontestasi Pemilu. Bertemunya para elite politik Jakarta sekalipun pernah berseberangan dan berkontestasi dalam pentas elektoral tidak mungkin terjadi bila Pak Pj. Teguh gagal menjaga integritasnya dalam Pemilukada kemarin. Jadi sudah selayaknya kita apresiasi,” ungkap Yogi dalam keterangan tertulis, pada Senin (6/1/25), seperti dilansir detikcom.

    Sementara itu, Direktur Eksekutif Trias Politica Strategis, Agung Baskoro mengakui tidak mudah bisa mengumpulkan para tokoh politik tersebut, namun Teguh berhasil melakukannya.

    Baca juga : Kelebihan PPN 12%, Pembeli Berhak Minta Pengembalian Pada Penjual

    “Kegiatannya patut diapresiasi karena membawa misi mempersatukan elite dan publik usai berkontestasi dalam Pilkada,” ujar Agung.

    Agung lantas mengapresiasi pelaksanaan Bentang Harapan JakASA yang menurutnya penting bagi Jakarta menjelang perayaan lima abad.

    “Kegiatan ini meningkatkan public awareness warga Jakarta mengenai Jakarta di masa lalu, kini, dan nanti,” sambungnya.

    Seniman muda Betawi, Muhammad Amrullah atau yang dikenal Kojek Rap turut memuji Teguh. Dia menyatakan berbagai capaian yang ada di Jakarta tentunya tidak lepas dari para pemimpin Jakarta dari waktu ke waktu.v

  • Dampingi Pramono Kampanye, Anies Serukan 3 Tugas Bagi Pendukungnya

    Dampingi Pramono Kampanye, Anies Serukan 3 Tugas Bagi Pendukungnya

    TIKTAK.ID – Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan diketahui memberikan tiga tugas bagi para pendukungnya, saat perdana menghadiri kampanye Cagub-Cawagub Pramono Anung-Rano Karno. Ketika memberikan tugas melalui sambutannya, Anies juga beberapa kali terlihat mengacungkan 3 jari sebagai tanda dukungan kepada Pram-Rano.

    Pertama, Anies menugaskan seluruh pendukungnya agar mengajak kerabat sampai tetangga untuk ikut mencoblos pada 27 November nanti.

    “Sepuluh rumah ke depan, tiga puluh rumah ke depan, empat puluh rumah ke depan, ke belakang, kanan, dan kiri. Sapa semua, dan ajak untuk ke TPS pada tanggal 27 besok,” ujar Anies dalam acara bertajuk “Apel Siaga Kawal TPS & Rapat Akbar Warga Kota” di Lapangan Blok S, Jakarta, pada Kamis (21/11/24), seperti dilansir CNN Indonesia.

    Baca juga : Gerindra Sebut Prabowo Bikin Indonesia Disegani Dunia

    Kedua, Anies meminta seluruh pendukungnya untuk menjaga daerah rumah mereka dari serangan fajar jelang pencoblosan. Dia berharap seluruh pendukungnya bisa tetap teguh dengan pilihan politik mereka dengan tidak termakan iming-iming diberikan bantuan bila memilih paslon tertentu.

    “Jadi bila ada yang melakukan, maka ingatkan pada warga jangan berubah hanya karena ada pembagian,” tutur Anies.

    Ketiga, Anies menugaskan seluruh pendukungnya supaya menjaga Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jakarta 2024 sehingga dapat berjalan adil, dengan turut serta mengawal proses penghitungan suara.

    Baca juga : Elektabilitas Meroket, SMRC Ungkap Peluang Pramono-Rano Menang Pilgub Jakarta 1 Putaran

    “Pada tanggal 27 besok, kawal dan pastikan proses pencoblosan berjalan dengan jujur, berjalan dengan adil,” ucap Anies.

    “Tak ada intervensi dan penghitungan dilakukan dengan benar,” imbuh Anies.

    Sekadar informasi, Pramono-Rano diusung oleh PDIP dan Hanura di Pilkada Jakarta 2024. Mereka bakal melawan Ridwan Kamil-Suswono yang diusung oleh Koalisi Indonesia Maju Plus (KIM Plus) yang berisi belasan partai politik. Selain itu, Pramono-Rano juga akan melawan Dharma Pongrekun-Kun Wardhana yang maju lewat jalur independen.

    Dalam kesempatan lain, Anies memaparkan alasannya memilih mendukung Pramono-Rano. Dia menganggap Pramono adalah figur yang berpihak kepada masyarakat lemah dan kecil. Dia mengaku mengambil kesimpulan tersebut karena mengacu pada program kerja dan visi-misi Pramono-Rano Karno di pilkada Jakarta.

    Baca juga : Kalah dari Pramono-Rano di Survei SMRC, Ridwan Kamil Buka Suara

    “Jakarta membutuhkan pemimpin yang tegas tapi tenang, dan matang dalam bersikap. Mas Pram saya sudah kenal sejak 30 tahun lalu dan berpihak kepada yang lemah, kepada yang kecil,” terang Anies saat menemani Pramono blusukan ke Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, pada Jumat (22/11/24), mengutip Tempo.co.

  • Anies Tegaskan Siap Hadir Pelantikan Prabowo-Gibran Jika Dapat Undangan

    Anies Tegaskan Siap Hadir Pelantikan Prabowo-Gibran Jika Dapat Undangan

    TIKTAK.ID – Juru Bicara Anies Baswedan, Angga Putra Fidrian memastikan bahwa Anies akan hadir dalam pelantikan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka sebagai Presiden dan Wakil Presiden di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta pada 20 Oktober 2024 mendatang, bila diundang.

    “Tentu, jika ada undangannya akan hadir,” ujar Angga, seperti dilansir CNN Indonesia, pada Rabu (9/10/24).

    Kemudian Angga menyinggung Anies sempat hadir dalam penetapan Prabowo-Gibran sebagai Presiden dan Wakil Presiden terpilih di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada April 2024 lalu.

    Baca juga : Detik-detik Jelang Lengser, Jokowi Bakal Segera Resmikan Istana Negara di IKN

    Akan tetapi, Angga mengeklaim hingga saat ini Anies masih belum menerima undangan dari pihak Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) terkait pelantikan Prabowo-Gibran.

    “Sampai sejauh ini masih belum ada undangan yang masuk,” ucap Angga.

    Sementara itu, Ketua MPR RI, Ahmad Muzani mengeklaim para kontestan di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 akan diundang untuk menghadiri pelantikan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka sebagai Presiden dan Wapres RI 2024-2029.

    Menurut Muzani, keputusan itu berdasarkan hasil rapat pimpinan MPR RI terkait pelantikan presiden dan wakil presiden.

    Baca juga : Ditanya Peluang Masuk Kabinet Prabowo-Gibran, Begini Jawaban Kaesang

    “Pimpinan MPR baru menyetujui bahwa mereka semuanya bakal kita undang dalam acara pelantikan dan kami akan segera menyampaikan undangan kepada beliau-beliau,” terang Muzani di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada Rabu (9/10/24).

    Di sisi lain, Waketum Golkar, Melchias Marcus Mekeng menyambut positif kabar dari Ketua MPR tersebut.

    “Bagus dong, artinya Ketua MPR menyatakan pertandingan sudah selesai dan telah ada pemenangnya. Di dalam alam demokrasi tentunya yang menang jangan merasa besar, dan yang kalah jangan merasa kecil. Jadi kita anggap semua sudah selesai, dan kita anggap satu bangsa. Masalah pelantikan ya sudah diundang semua yang ikut berkontestasi,” tutur Mekeng kepada wartawan, pada Rabu (9/10/24), mengutip detikcom.

    Baca juga : Gerindra Ogah Bocorkan Nama Menteri Jokowi yang Masuk Kabinet Prabowo

    Mekeng melanjutkan, Golkar sendiri berharap Anies dan Ganjar bisa hadir ke pelantikan Prabowo-Gibran pada 20 Oktober 2024. Dia menilai kehadiran Anies dan Ganjar bakal menunjukkan jiwa kenegarawanan keduanya.

    “Semoga mereka juga sadar mereka memiliki jiwa kenegarawanan. Mereka hadir dan menunjukkan kepada publik bahwa ya sudah ini sudah selesai, bahwa kita punya Presiden baru, kita dukung supaya Presiden baru ini dapat bekerja sesuai harapan masyarakat,” imbuh Mekeng.

  • Janji-janji Ridwan Kamil: Permukiman di Atas Sungai Hingga Mobil Curhat

    Janji-janji Ridwan Kamil: Permukiman di Atas Sungai Hingga Mobil Curhat

    TIKTAK.ID – Bakal calon gubernur Jakarta, Ridwan Kamil memaparkan sejumlah janjinya bila kelak terpilih menjadi orang nomor 1 di tanah Betawi. Seperti dilansir Tempo.co, berikut ini beberapa di antaranya.

    1. Mengurangi Polusi Udara

    Ridwan Kamil mengaku bersama calon Wakil Gubernur, Suswono bakal menyelesaikan isu kesehatan, terutama polusi udara.

    “Nanti kami akan fokus untuk penyelesaian kesehatan udara, seperti bagian dari prioritas jika nanti terpilih,” ujar Ridwan Kamil.

    Baca juga : Paus ke Indonesia Pakai Pesawat Komersial Biasa, Muhammadiyah: Patut Diteladani Pemimpin Nasional dan Global

    1. Permukiman di Atas Sungai

    Ridwan Kamil mengeklaim memperoleh banyak inspirasi usai menjalani tes kesehatan di RSUD Tarakan, Jakarta Pusat. Dia mengatakan salah satu yang menginspirasinya adalah Gedung RSUD Tarakan yang bagaikan berdiri di atas sungai.

    “Jadi ide bangunan tinggi di atas sungai untuk kepentingan publik telah ada. Contohnya ini, tapi bedanya nanti kami akan coba memperbanyak hunian tengah kota dengan konsep membangun seperti di rumah sakit ini,” ucap Ridwan Kamil di di RSUD Tarakan, Jakarta Pusat, pada Sabtu (31/8/24).

    Baca juga : Pansus Haji DPR Gandeng LPSK, Ini Respons Menag Yaqut

    1. Pembangunan Merata

    Ketika bertemu dengan pendukungnya di Bambu Apus, Jakarta Timur, Ridwan Kamil berjanji akan membangun Jakarta lebih baik.

    “Kami ingin Jakarta adil merata. Terbebas polusi. Kami ingin Jakarta ini antara tempat bekerja dan domisili tak terlalu jauh. Kami ingin membawa kemerataan,” terang Ridwan Kamil pada Minggu (1/9/24).

    Baca juga : KPU: Belum Ada Calon Kepala Daerah Daftar di Hari Pertama Perpanjangan Pendaftaran Pilkada

    1. Mobil Curhat

    Ridwan Kamil mengeklaim tengah mempersiapkan Mobil Curhat sebagai media penanganan kesehatan mental. Dia mengatakan Mobil Curhat itu nantinya akan diisi oleh konselor hingga psikiater. Dia pun berharap program itu bisa mendorong kesadaran kesehatan mental warga Jakarta, sehingga penyalurannya tak lagi dilakukan melalui sosial media.

    1. CFD per Kecamatan

    Ridwan Kamil menginginkan Car Free Day (CFD) dapat dilangsungkan di setiap kecamatan.

    Baca juga : KPK Janji Klarifikasi Kaesang Soal Dugaan Gratifikasi Jet Pribadi

    “Kami ingin car free day tak hanya di Sudirman, melainkan di seluruh kecamatan, sehingga kebahagiaan bisa merata, tidak usah jauh-jauh ke tengah kota,” tutur Ridwan Kamil.

    1. Kredit Tanpa Bunga

    Ridwan Kamil berencana menerapkan program Kredit tanpa Bunga untuk kelompok duafa. Dia mengaku program ini pernah diterapkan di Bandung dan sudah berjalan meluas di Jawa Barat.

    1. JakLingko Tetap Gratis

    Ridwan Kamil juga berjanji angkutan mikrotrans JakLingko akan tetap gratis seperti saat ini. Dia menyatakan bakal melanjutkan program bertarif Rp0 sejak era mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan tersebut.

    Baca juga : Bobby Nasution Pakai Jet Pribadi, Tim Gratifikasi KPK Kumpulkan Bahan

    “Semua yang baik dari Pak Anies akan saya pertahankan,” jelas Ridwan Kamil di kawasan Bambu Apus, Jakarta Timur pada Minggu (1/9/24).

  • Anies Komunikasi dengan Partai-partai Usai Putusan MK

    Anies Komunikasi dengan Partai-partai Usai Putusan MK

    TIKTAK.ID – Juru Bicara Anies Baswedan, Sahrin Hamid mengungkapkan bahwa saat ini Anies tengah membangun komunikasi dengan partai-partai untuk bisa mengusungnya di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jakarta 2024. Hal itu usai adanya putusan Mahkamah Konstitusi (MK) mengenai syarat baru ambang batas perolehan suara parpol.

    “Kini kita sedang membangun komunikasi dengan partai-partai,” ujar Sahrin, pada Selasa (20/8/24), seperti dilansir CNNIndonesia.com.

    Namun Sahrin tidak membeberkan Anies akan membangun komunikasi politik dengan partai mana saja. Seperti diketahui, hingga sejauh ini partai-partai yang mengusung Anies di Pilpres 2024, yaitu PKB, PKS, dan NasDem, malah merapat ke koalisi besar KIM Plus yang mengusung Ridwan Kamil-Suswono di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jakarta.

    Baca juga : Di Tengah Isu Pencatutan NIK Warga, KPU Tetap Loloskan Dharma-Kun Maju Pilkada Jakarta

    Menurut Sahrin, pihaknya bersyukur dengan putusan MK yang baru ini. Dia menilai putusan ini berarti masih ada ruang bagi aspirasi rakyat untuk diperjuangkan di Pilkada Jakarta.

    “Kita bersyukur atas putusan MK ini, artinya masih ada ruang bagi aspirasi rakyat untuk diperjuangkan oleh partai-partai dengan akumulasi 7,5 persen perolehan suara,” terang Sahrin.

    Sahrin menyebut kondisi ini membuka peluang kerja sama politik antara Anies dan partai-partai lain lebih terbuka. Oleh sebab itu, dia meminta warga untuk terus mengawal keputusan MK ini.

    Baca juga : MK Ubah Syarat Pilkada, PDIP: Ada Jalan Kami Usung Paslon Sendiri

    “Keputusan ini menjadi jawaban terhadap suara elite yang belum merefleksikan suara rakyat,” tutur Sahrin.

    Untuk diketahui, MK menetapkan syarat baru pengusulan paslon dengan menentukan ambang batas perolehan suara sah parpol/gabungan parpol yang dikaitkan dengan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2024 di masing-masing daerah.

    Terdapat empat klasifikasi besaran suara sah partai yang ditetapkan MK untuk mengusung calon di Pilkada tingkat provinsi dan kabupaten/kota, yakni 10 persen, 8,5 persen, 7,5 persen, dan 6,5 persen.

    Baca juga : MK Tolak Ubah Syarat Usia Minimum Cagub, Tetap Harus Umur 30 Saat Penetapan Calon

    Anies sendiri belakangan ini memang digadang-gadang akan maju di Pilgub Jakarta. Akan tetapi, belum ada satu partai pun yang mengusungnya hingga kini.

    PKS, NasDem, dan PKB yang semula berencana mengusung, kini sudah mengalihkan dukungan kepada Ridwan Kamil-Suswono bersama sembilan parpol lainnya dengan Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus. Hanya tersisa PDIP yang kemungkinan mampu mengusung calonnya sendiri di Pilgub Jakarta usai adanya putusan MK tersebut.

  • Anies Tanggapi Gelagat PKB dan PKS Beralih Dukungan

    Anies Tanggapi Gelagat PKB dan PKS Beralih Dukungan

    TIKTAK.ID – Bakal calon gubernur Jakarta, Anies Baswedan, ikut mengomentari pertemuan antara Muhaimin Iskandar atau Cak Imin dan Prabowo Subianto. Anies menilai pertemuan itu hanya merupakan ajang silaturahmi biasa antara dua tokoh bangsa.

    Anies menyebut sikap Cak Imin yang bertemu dengan Prabowo menunjukkan sikap bernegara yang matang dan modern dari seorang pemimpin partai. Dia pun mengapresiasi pertemuan mantan pasangannya di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 itu dengan Prabowo, yang notabene adalah lawan mereka beberapa waktu lalu.

    “Saya memandang itu sebagai silaturahmi yang baik-baik saja,” ujar Anies di Jakarta Barat, pada Jumat (9/8/24), seperti dilansir Republika.co.id.

    Baca juga : Istana Garuda IKN Disebut Mirip Istana Kelelawar, Kok Bisa?

    Namun Anies enggan berkomentar lebih lanjut soal sikap dari PKB usai pertemuan tersebut. Ia menjelaskan bahwa sikap PKB, khususnya di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jakarta nantinya akan dikeluarkan lewat keputusan resmi.

    “Adapun terkait sikap, langkah, kita liat saja putusan resminya nanti,” tutur Anies.

    Untuk diketahui, kini Koalisi Indonesia Maju (KIM) yang mendukung Prabowo-Gibran Rakabuming Raka di Pilpres 2024 sedang berupaya mengajak partai lain untuk bergabung dalam koalisi mereka. Koalisi yang belakangan ramai disebut KIM Plus tersebut dikabarkan bakal terbentuk di Pilgub Jakarta. Adapun Cagub yang akan diusung KIM Plus di Jakarta kemungkinan besar Ridwan Kamil.

    Baca juga : Sebut Ada Upaya Gagalkan Anies Maju Pilgub Jakarta, Hasto: Demokrasi Kita Tidak Sehatv

    Pertemuan antara Cak Imin dan Prabowo sendiri diduga menjadi langkah awal merapatnya PKB ke KIM Plus dan meninggalkan Anies Pilgub Jakarta. Padahal, selama ini PKB kerap menunjukkan kecenderungan mengusung Anies di Jakarta.

    Menurut Wakil Ketua Umum (Waketum) PKB, Jazilul Fawaid, pertemuan antara Cak Imin dan Prabowo itu dilakukan untuk membahas kerja sama antara PKB dan Partai Gerindra dalam lima tahun ke depan. Ia memaparkan bahwa kebersamaan antara PKB dan Partai Gerindra juga bakal dilakukan dalam momen Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.

    Jazilul menerangkan bahwa selama ini PKB dan Partai Gerindra sudah menjalin kerja sama di sejumlah daerah, termasuk untuk Pilgub Banten dan Pilgub Sulawesi Utara. Sedangkan untuk wilayah lain yang belum terjalin kerja sama dengan Partai Gerindra, Desk Pilkada PKB akan segera menindaklanjutinya.

  • Sebut Ada Upaya Gagalkan Anies Maju Pilgub Jakarta, Hasto: Demokrasi Kita Tidak Sehat

    Sebut Ada Upaya Gagalkan Anies Maju Pilgub Jakarta, Hasto: Demokrasi Kita Tidak Sehat

    TIKTAK.ID – Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto mengeklaim memperoleh laporan bahwa ada pihak yang berupaya untuk menggagalkan pencalonan Anies Baswedan di Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada Jakarta.

    “Ya, kalau kami menerima laporan memang terdapat upaya-upaya untuk mengganjal pencalonan Anies Baswedan,” ujar Hasto kepada wartawan di Gedung A Galeri Nasional Indonesia, Jalan Medan Merdeka Timur Nomor 14, Jakarta Pusat pada Kamis (8/8/24), seperti dilansir Tempo.co.

    Hasto pun menyayangkan adanya upaya untuk menggagalkan pencalonan Anies sebagai calon gubernur Jakarta. Sebab, dia menilai usaha untuk menghalang-halangi pencalonan seseorang merupakan pelanggaran terhadap demokrasi. Meski begitu, dia tidak mengungkapkan secara tegas siapa orang yang ingin menghentikan langkah Anies di Jakarta.

    Baca juga : Istana Undang SBY dan Megawati Hadiri HUT RI di IKN

    “Saat ada upaya-upaya untuk mengganjal calon-calon tertentu, berarti kehidupan demokrasi kita tidak sehat,” terang Hasto.

    Kemudian Hasto mengaku PDIP bakal menjaga supaya tidak ada satu pun upaya menggagalkan pencalonan kandidat mana pun, termasuk Anies Baswedan. Dia menegaskan bahwa setiap warga negara dilindungi konstitusi untuk memiliki hak untuk dipilih dalam Pilkada.

    “PDI Perjuangan terus mengawal supaya kontestasi Pilkada bisa berlangsung dengan sehat dan tidak ada bentuk pengadangan kepada siapa pun, partai mana pun, kader mana pun,” ucap Hasto.

    Baca juga : Anies Ungkap PKS Bisa Jadi Pindah Dukung Ridwan Kamil di Pilgub Jakarta

    Hasto juga berharap agar demokrasi di Jakarta selalu beradab dengan ide-ide besar tentang pembangunan.

    Lebih lanjut, Hasto menyatakan partainya masih tertarik untuk mengusung Anies di Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada Jakarta. Dia turut menyinggung pernyataan Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP, Puan Maharani yang memberi sinyal positif kepada Anies.

    “Gaya bicaranya menarik, Mbak Puan juga telah berkali-kali menyampaikan sikapnya,” jelas Hasto.

    Baca juga : PAN Minta KIM Pertimbangkan Usung Kaesang di Pilgub Jakarta

    Menurut Hasto, komunikasi untuk mengusung calon gubernur masih dilakukan oleh partainya dengan para kandidat unggulan.

    “Kami juga sedang melakukan komunikasi dengan banyak calon-calon potensial yang ada di Jakarta,” sambung Hasto.

    Sekadar informasi, dukungan terhadap Anies baru disampaikan secara resmi oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Partai yang dipimpin oleh Ahmad Syaikhu tersebut ingin memasangkan Anies dengan mantan Presiden PKS, Sohibul Iman.