Tag: Anies Baswedan

  • Diisukan Duet di Pilgub Jakarta, Ahok Beberkan Obrolan Via WA dengan Anies

    Diisukan Duet di Pilgub Jakarta, Ahok Beberkan Obrolan Via WA dengan Anies

    TIKTAK.ID – Eks Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengaku melakukan komunikasi dengan eks Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan via aplikasi WhatsApp (WA). Ahok pun mengeklaim komunikasi dengan Anies layaknya sebagai teman.

    “Saya terakhir bertemu di acara pernikahan anak dari teman beberapa waktu lalu. Komunikasi kami sewajarnya teman,” ujar Ahok, pada Selasa (30/7/24), seperti dilansir detikcom.

    Ahok mengatakan bahwa komunikasi via WA dengan Anies sekadar obrolan ringan. Akan tetapi, dia tidak membeberkan persisnya isi obrolan tersebut.

    Baca juga : Anggota Komisi VII DPR Kaitkan Ormas Ambil Izin Tambang dengan Kisah Perang Uhud

    “Ringan saja,” tutur Ahok.

    Terkait komunikasi intens ini, awalnya disampaikan oleh Anies. Anies sebelumnya sempat menjawab wartawan soal peluang duet Anies-Ahok dalam ajang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jakarta mendatang. Seperti diketahui, nama keduanya memang digadang-gadang menjadi kandidat kuat untuk kontestasi Pilgub Jakarta.

    “Kita semua bergerak berdasarkan konstitusi saja, apakah aturannya dimungkinkan. Saya dan Pak Ahok itu ya berkomunikasi terus, kita suka WA WA-an,” terang Anies di Istiqlal, Jakarta Pusat, pada Senin (29/7/24) malam.

    Baca juga : KIM Tak Kunjung Putuskan Cagub Jakarta, Gerindra Beri Alasan

    Tidak hanya Ahok, Anies menyebut komunikasi politik juga dilakukan dengan elite PDIP lainnya, termasuk Ketua DPP PDIP, Puan Maharani. Mantan Mendikbud tersebut pun mengaku terus mengikuti proses politik yang berkembang.

    “Nanti pada waktunya itu bakal ada pertemuan-pertemuan yang istilahnya formal ya. Ya sekarang masih mengalir proses,” jelas Anies.

    Sementara itu, PKS menilai terdapat lima arti dari komunikasi intens antara Anies dan Ahok.

    “Pertama, elite komunikasi bagus. Kedua, menyejukkan,” ungkap Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera, Selasa (30/7/24).

    Baca juga : Jokowi Gelar Rapat Perdana di Istana Presiden IKN Sambil ‘Soft Ngantor’

    Menurut Mardani, komunikasi keduanya juga menunjukkan kedewasaan berpolitik Ahok dan Anies. Dia menganggap komunikasi yang erat itu juga bisa terbentuk akibat kesamaan posisi politik saat ini.

    “Ketiga, keduanya siap untuk bekerja sama atau berkompetisi. Keempat, mendewasakan. Kelima, bisa jadi keduanya disatukan lantaran posisi tidak bersama kekuasaan,” kata Mardani.

    Lebih lanjut, saat ditanya tentang peluang PKS dan PDIP berkoalisi mendukung Anies di Pilgub Jakarta, Mardani menjawab kemungkinan itu bisa terwujud bila kedua partai berada di luar Pemerintahan.

    “PKS dan PDIP kalau posisinya di luar Pemerintahan, maka semakin mudah bersama,” ucapnya.

  • PKS-PSI Bertemu, Ahmad Syaikhu Sebut Kaesang Menarik untuk Pilkada Jakarta

    PKS-PSI Bertemu, Ahmad Syaikhu Sebut Kaesang Menarik untuk Pilkada Jakarta

    TIKTAK.ID – Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Ahmad Syaikhu menilai nama Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep, menarik untuk Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jakarta 2024. Meski begitu, Syaikhu menegaskan bahwa Dewan Pimpinan Tingkat Pusat (DPTP) PKS sudah menentukan Anies Baswedan-Sohibul Iman.

    “Ya sangat menarik. Namun semua kan dalam rangka kalau di PKS itu harus diputuskan dalam musyawarah dalam DPTP. Hanya saja di musyawarah DPTP yang lalu, keputusan yang sudah dikeluarkan yaitu Anies-Sohibul,” ujar Syaikhu di kantor DPP PKS, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Senin (8/7/24), seperti dilansir detikcom.

    Meski begitu, Syaikhu mengakui kalau PKS bakal melakukan pembahasan bila ada usulan nama baru yang muncul. Dia juga mengatakan kolaborasi PKS dengan PSI dapat terjadi di banyak daerah lainnya.

    Baca juga : Jokowi Respons Tudingan Mahfud MD Soal KPU Tak Layak Jadi Penyelenggara Pilkada

    “Ya tentu kita kalau memang ada usulan baru, maka harus membahas kembali di DPTD, apakah setuju atau tidak. Jadi ini mekanisme yang ada di PKS, saya kira sudah jelas seperti itu, tapi kan masih sangat terbuka di daerah-daerah lain kan juga kita bisa bersama-sama antara PKS dan PSI,” tutur Syaikhu.

    Dalam pertemuan tersebut, Kaesang Pangarep bicara mengenai Pilkada Jakarta 2024. Kaesang pun menilai mestinya PKS sebagai pemenang Pemilu 2024 di Jakarta, mengusung calon gubernur.

    “Di forum tadi, sudah pasti saya tidak menyodorkan nama saya ke DPP PKS, untuk mengenai koalisi yang akan segera dibangun oleh DPP PKS yang mengusung Pak Anies dan Pak Sohibul itu nanti kami bakal bahas kembali di PSI,” jelas Kaesang.

    Baca juga : Restui Kaesang Maju Pilkada 2024, Jokowi: Tugas Orang Tua Hanya Mendoakan

    Kemudian Kaesang buka suara terkait Pilkada Jakarta 2024. Dia menyebut PKS lebih layak mengusung kadernya sendiri untuk maju Pilgub Jakarta.

    “Ya ini menurut saya pribadi ya Pak, Presiden PKS ini sebagai pemenang Pemilu di Jakarta, memiliki 18 kursi, saya rasa sebenarnya Pak Presiden PKS harusnya menjadi gubernur. Sebagai pemenang di Jakarta, saya rasa jauh lebih elok jika mengusung gubernur. Ya kurang lebih seperti itu (kader PKS menjadi gubernur),” terang Kaesang.

  • Minta Cawagub Anies Digodok Lagi, PKB: Kalau Seperti Pak Sohibul kan di PKB Juga Banyak

    Minta Cawagub Anies Digodok Lagi, PKB: Kalau Seperti Pak Sohibul kan di PKB Juga Banyak

    TIKTAK.ID – Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Jazilul Fawaid meminta supaya calon wakil gubernur (Cawagub) dibicarakan lagi oleh partai-partai koalisi yang ingin mengusung Anies Baswedan dalam ajang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jakarta. Dia menilai sosok yang harus dicari adalah yang ideal bagi masyarakat Jakarta.

    “Bagaimana duduk bersama, merembukkan bersama, siapa calon gubernur dan wakil gubernur yang memang dinilai ideal untuk masyarakat DKI,” ujar Jazilul di DPP PKB, Jakarta, pada Kamis (4/7/24), seperti dilansir CNN Indonesia.

    Menurut Jazilul, Cawagub yang diusung bukan hanya ideal bagi PKS ataupun PKB. Dia lantas menyinggung nama Cawagub yang diusulkan PKS, yakni Sohibul Iman. Dia menganggap PKB memiliki banyak kader seperti Sohibul.

    Baca juga : Mantan Kepala BIN Hendropriyono Blak-blakan Soal Tak Dukung Prabowo di Pilpres 2014 dan 2019

    “Bukan ideal bagi PKB atau ideal bagi PKS. Kalau ideal bagi PKS tentu Pak Sohibul, tapi kalau tokoh seperti Pak Sohibul kan di PKB juga banyak. Maksud saya adalah kita duduk bersama,” tutur Jazilul.

    Sebelumnya, DPP PKS menyatakan bakal tetap mempertahankan Sohibul Iman untuk maju sebagai Cawagub pendamping Anies Baswedan. Wakil Ketua Majelis Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid, mengeklaim masih belum melihat penolakan PKB terhadap usulan duet Anies-Sohibul. Dia menjelaskan, bila PKB menolak dengan alasan keduanya representasi PKS, maka HNW mempersilakan PKB untuk mengambil Anies sebagai kadernya.

    “Jika kemudian salah satu argumen dari kawan-kawan PKB adalah setuju Pak Sohibul Iman asalkan Pak Anies bukan kader PKS, nah itu kan bisa diambil PKB,” tegas HNW di kompleks parlemen, pada Selasa (2/7/24).

    Baca juga : Analis Politik Nilai Pernyataan Puan Pertimbangkan Kaesang di Pilgub Jateng Cuma Gimik

    Sementara itu, Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera mengaku akan berjuang meyakinkan PKB dan PDIP untuk mendukung pasangan Anies-Sohibul Iman di Pilkada Jakarta 2024. Sohibul menyebut kedua partai tersebut juga akan mendekati Anies untuk diusung sebagai bakal calon gubernur.

    “Ya bakal merapat ke Mas Anies dan PKS akan bekerja keras untuk meyakinkan menerima Ustad Sohibul Iman,” jelas Mardani di kompleks parlemen Senayan, Jakarta, pada Kamis (4/7/24), mengutip Tempo.co. Dia menambahkan bahwa PKS berencana untuk bertemu dengan partai-partai lain untuk membahas koalisi di Pilkada Jakarta.

  • Pengamat Nilai Duet Anies-Andika Saling Melengkapi Secara Ideologi dan Demografi

    Pengamat Nilai Duet Anies-Andika Saling Melengkapi Secara Ideologi dan Demografi

    TIKTAK.ID – Wacana duet eks Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan mantan Panglima TNI, Andika Perkasa muncul dalam ajang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Daerah Khusus Jakarta 2024 mendatang. Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis, Agung Baskoro menilai Anies-Andika adalah pasangan saling melengkapi, baik secara ideologi maupun demografi.

    “Secara elektoral, duet Anies-Andika bisa saling melengkapi secara ideologi dan demografi berdasarkan partai pengusungnya,” ungkap Agung, seperti dilansir Kompas.com, pada Rabu (3/7/24).

    Untuk diketahui, munculnya wacana duet Anies-Andika berawal dari pernyataan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar alias Cak Imin. PKB dan PDIP disebut-sebut telah membahas potensi terciptanya pasangan Anies-Andika.

    Baca juga : PKS Usulkan Anies Jadi Kader PKB Demi Duet Anies-Sohibul Iman di Pilgub Jakarta 

    Anies sendiri bukanlah sosok dari partai politik. Meski begitu, PKB sudah sejak lama melirik Anies untuk diusung pada Pilkada Jakarta 2024. Sedangkan Andika merupakan mantan Panglima TNI yang saat ini sudah berstatus sebagai kader partai politik besutan Megawati Soekarnoputri.

    Dalam peta politik wilayah Jakarta, PKB mengoleksi 10 kursi di DPRD Jakarta. Sementara PDI Perjuangan menyumbangkan 15 wakilnya di legislatif.

    Lebih lanjut, Agung mengatakan bila koalisi PDIP dan PKB terwujud, kedunya sudah memenuhi persyaratan parliamentery threshold atau ambang batas.

    Baca juga : Soal Wacana Duet Anies-Andika di Pilgub Jakarta, PKS: Itu kan Misalnya

    “Secara institusional, PKB (10 kursi) dan PDI-P (15 kursi) sudah cukup untuk mengusung nama karena memenuhi Pilkada threshold dengan 25 kursi dari total minimal yang harus dipenuhi 22 kursi,” ucap Agung.

    Namun Agung menegaskan bahwa Andika masih memiliki pekerjaan rumah besar, salah satunya yaitu ikut mengatrol elektabilitas Anies. Menimbang, Pilkada menjadi momen uji kualitas dan magnet figur untuk menarik suara.

    “Sebab, harus diakui kalau setelah tidak jadi Panglima, panggung depan politik bagi Andika semakin terbatas,” jelas Agung.

    Baca juga : Pilkada Jawa Barat, PKB Siap Gandeng Sandiaga Uno

    Di sisi lain, Wakil Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Utut Adianto menganggap Andika tidak pas menjadi bakal calon wakil gubernur Anies.

    “‘Kan Pak Andika (mantan) Panglima TNI, jadi kalau untuk jadi Wagub, menurut saya, enggak pas lah,” terang Utut di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, mengutip Tempo.co dari Kantor Berita Antara, Rabu (3/7/24). Utut menyebut Andika justru lebih cocok mengisi posisi sebagai bakal calon gubernur.

  • PKS Usulkan Anies Jadi Kader PKB Demi Duet Anies-Sohibul Iman di Pilgub Jakarta

    PKS Usulkan Anies Jadi Kader PKB Demi Duet Anies-Sohibul Iman di Pilgub Jakarta

    TIKTAK.ID – Wakil Ketua Majelis Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid (HNW) mengeklaim partainya konsisten mengusung Anies Baswedan dan Sohibul Iman. Ia mengatakan bila PKB tidak menerima usulan tersebut dan menganggap keduanya representasi PKS, maka pihaknya mempersilakan PKB untuk menjadikan Anies sebagai kader.

    “Jika kemudian salah satu argumen dari kawan-kawan PKB adalah setuju Pak Sohibul Iman asalkan Pak Anies bukan kader PKS, nah itu kan bisa diambil PKB,” ungkap HNW di Gedung MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, pada Selasa (2/7/24), seperti dilansir detikcom.

    Menurut HNW, Anies dan PKB dapat saling melengkapi antara Islam tradisional dengan Islam modern. Dia menilai hal tersebut bisa dijadikan win-win solution.

    Baca juga : Soal Wacana Duet Anies-Andika di Pilgub Jakarta, PKS: Itu kan Misalnya

    “Kan PKB disebutnya Islam tradisionalis, dan Pak Anies Islam modern. Ya, PKB ambil Pak Anies, supaya menjadi bentuk pluralitas dari PKB, dan kalau hal itu yang dilakukan ya win-win solution,” terang HNW.

    HNW mengakui keputusan Anies-Sohibul telah dikomunikasikan dengan partai lain di Jakarta. Dia pun berharap Anies-Sohibul bisa terus berlanjut sampai pencalonan.

    “Jadi bagi kami ini dinamika yang masih berjalan, namun PKS sudah memutuskan dan keputusannya itu satu hal yang sudah dikomunikasikan dengan sangat baik juga dengan pimpinan partai yang lain. Tentu memungkinkan kami berlayar melanjutkan pencalonan Anies-Sohibul Iman,” sambung HNW.

    Baca juga : Pilkada Jawa Barat, PKB Siap Gandeng Sandiaga Uno

    Sebelumnya, Wasekjen PKB, Syaiful Huda sempat bicara soal kesamaan ceruk pemilih antara Anies dan PKS, sehingga diperlukan pasangan yang lebih merepresentasikan keragaman.

    “Membangun cara pandang kesetaraan yang sama dengan partai-partai menjadi sangat penting. Termasuk saat ada partai yang tidak memenuhi ambang batas 20%, bagusnya sih tidak memborong dua posisi sekaligus,” tutur Huda di gedung MPR/DPR/DPD RI, Senayan, Jakarta, pada Selasa (2/7/24).

    Huda menganggap Anies identik dengan pemilih PKS. Dengan begitu, kata Huda, duet Anies dan Sohibul punya ceruk pemilih yang sama.

    Baca juga : Puan Beberkan PDIP Sedang Pertimbangkan Usung Kaesang di Pilkada Jateng 2024

    “Pada saat yang sama ada perspektif lain yang kira-kira Anies identik dengan pemilih PKS itu juga fakta objektif yang terjadi di lapangan. Artinya, bila Anies dan Mas Sohibul Iman, objektifnya memang satu ceruk dengan dua figur, kan artinya begitu,” tegas Huda.

  • Soal Wacana Duet Anies-Andika di Pilgub Jakarta, PKS: Itu kan Misalnya

    Soal Wacana Duet Anies-Andika di Pilgub Jakarta, PKS: Itu kan Misalnya

    TIKTAK.ID – Wakil Ketua Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hidayat Nur Wahid (HNW) ikut mengomentari wacana duet Anies Baswedan dengan mantan Panglima TNI, Jenderal (Purn) Andika Perkasa dalam ajang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jakarta 2024 mendatang. HNW menilai Anies adalah orang yang realistis, sehingga akan mengukur rekam jejak sampai chemistry.

    “Itu kan baru misalnya, tapi Pak Anies kan bukan orang yang misalnya-misalnya. Pak Anies itu orang yang rasional, dan beliau pasti mengukur tekam jejak, mengukur juga dengan chemistry,” ujar HNW di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Selasa (2/7/24), seperti dilansir Sindonews.com.

    Di sisi lain, HNW menyebut sosok Sohibul Iman punya rekam jejak dan chemistry yang sudah menyatu dengan Anies. Oleh sebab itu, HNW meyakini keduanya merupakan pasangan yang cocok.

    Baca juga : Pilkada Jawa Barat, PKB Siap Gandeng Sandiaga Uno

    “Dan jelas kok dengan Pak Sohibul Iman chemistry dan rekam jejak panjang, serta amat sangat menyatu,” imbuh HNW.

    Kemudian Wakil Ketua MPR tersebut mengeklaim partainya tetap menghormati bila ada partai lain yang mengusulkan nama lain untuk disandingkan dengan Anies. Meski begitu, dia optimis Anies sudah mampu mengukur.

    “Namun tentu saja Pak Anies sudah menghitung. Hitung-hitungan saya kira sudah rasional dan perjalanan perpolitikan di Jakarta kan bukan baru hari ini, melainkan sudah mulai sejak Pilgub 2017. Saat itu kan perilaku parpol telah terukur gitu kan,” terang HNW.

    Baca juga : Puan Beberkan PDIP Sedang Pertimbangkan Usung Kaesang di Pilkada Jateng 2024

    Sementara itu, pengamat politik Burhanuddin Muhtadi menjelaskan bahwa keputusan untuk memilih antara Sohibul Iman atau Andika Perkasa adalah sesuatu yang sulit bagi Anies. Sebab, kata Burhanuddin, biar bagaimanapun Andika Perkasa didukung oleh PDI Perjuangan yang memiliki basis cukup kuat di Jakarta Barat dan Jakarta Utara.

    “Yaitu wilayah di mana Anies pada 2017 lalu kalah di sana, dan 2024 dalam Pilpres kemarin juga kalah telak dibanding pasangan 02 di dua wilayah ini,” ucap Burhanuddin, mengutip Kompas.tv.

    “Tapi bila Anies memilih untuk meninggalkan PKS dengan tidak memilih Sohibul Iman sebagai Cawagubnya, itu juga seperti pisau bermata dua,” imbuh Burhanuddin.

    Baca juga : DPR Desak Bentuk Pansus Keamanan Siber Usai Peretasan PDNSv

    Menurut Burhanuddin, dengan meninggalkan PKS, di satu sisi membuka opsi untuk menambah elektoral baru, tetapi di sisi lain kader PKS sudah memenangkan Pileg di Jakarta dan kota sekitar Jakarta.

  • Anies Buka Suara Usai PKS Klaim Ditawari Kursi Cawagub Jakarta

    Anies Buka Suara Usai PKS Klaim Ditawari Kursi Cawagub Jakarta

    TIKTAK.ID – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengakui adanya tawaran posisi calon wakil gubernur (Cawagub) di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jakarta 2024 mendatang dari Koalisi Indonesia Maju (KIM). Anies Baswedan yang diusung oleh PKS di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 pun buka suara.

    Untuk diketahui, partai yang tergabung dalam KIM adalah lawan Anies dalam Pilpres 2024. KIM sendiri diisi Partai Gerindra, Partai Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Demokrat, hingga Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

    Menanggapi pengakuan PKS, Anies mengatakan fokusnya saat ini bukan soal siapa dan dari mana asal calon wakil tersebut, melainkan membicarakan masalah Jakarta.

    Baca juga : Warga Teriaki Anies Dukung Maju Pilkada ’Tanpa Tukang Pisang’

    “Saya rasa kita lebih penting membicarakan terkait kondisi warga Jakarta sekarang ya, dan masalah-masalah yang harus diselesaikan, karena itu sejatinya ada Pilkada,” ujar Anies di Pekayon, Jakarta Selatan, pada Rabu (19/6/24), seperti dilansir detikcom.

    Gubernur DKI Jakarta 2017-2022 tersebut lebih memilih fokus membicarakan masalah Jakarta, daripada akan dengan siapa dia bersanding jika maju Pilkada Jakarta. Dia menyebut masyarakat harus melihat apa yang akan dibawa dan dilakukan oleh calon pemimpin mereka.

    “Bukan semata-mata mengenai siapa menjadi calon, siapa menjadi wakil partai apa mencalonkan apa, namun tentang kebijakan apa yang akan dibawa dan dilaksanakan. Sebab, itu yang akan dirasakan masyarakat Jakarta,” tutur Anies.

    Baca juga : Ganjar Tanggapi Wacana PDIP Usung Anies di Pilkada Jakarta: Jangan Dipaksakan

    Sebelumnya, PKS sempat menyatakan ada tawaran posisi Cawagub di Pilkada Jakarta 2024 dari KIM. PKS mengeklaim tawaran tersebut tengah dikaji.

    “Ada (tawaran Cawagub dari KIM), itu makanya sedang kita coba, analisis, kita kaji mana kira-kira yang nanti paling maslahat, kira-kira begitu,” jelas Presiden PKS, Ahmad Syaikhu di DPP PKS, Jakarta Selatan, pada Selasa (18/6/24).

    Syaikhu melanjutkan, tentang siapa nanti sosok yang akan didukung, masih belum final. Dia mengatakan masih harus berkomunikasi dengan partai lain dalam Pilkada Jakarta.

    Baca juga : Ahok Pilih Maju Pilgub Jakarta atau Sumut?

    “Kita hari-hari ini masih terus berkomunikasi siapa yang akan mengusung bersama-sama Pak Anies Rasyid Baswedan dengan partai yang lain. Oleh sebab itu, komunikasi dengan partai lain ini belum pada sasaran yang final,” sambung Syaikhu.

  • Warga Teriaki Anies Dukung Maju Pilkada ’Tanpa Tukang Pisang’

    Warga Teriaki Anies Dukung Maju Pilkada ’Tanpa Tukang Pisang’

    TIKTAK.ID – Beberapa warga terdengar meneriakkan dukungan agar Anies Baswedan maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 mendatang. Teriakan itu terjadi ketika Anies menghadiri acara silaturahmi Masyarakat Peduli Jakarta di kawasan Jakarta Selatan, pada Rabu (19/6/24).

    Seperti dilansir CNNIndonesia.com, warga yang hadir menyanyikan yel-yel dukungan terhadap Anies. Akan tetapi, mereka menyerukan supaya Anies tidak berpasangan dengan “Tukang Pisang”.

    Tak disebutkan secara gamblang siapa yang dimaksud oleh warga dengan “Tukang Pisang” tersebut. Namun, belakangan ini Anies memang didorong-dorong agar berpasangan dengan putra bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi) sekaligus Ketua Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep yang juga pernah berbisnis pisang “Sang Pisang”.

    Baca juga : Ganjar Tanggapi Wacana PDIP Usung Anies di Pilkada Jakarta: Jangan Dipaksakan

    Momen itu terjadi ketika warga perwakilan dari Jakarta Barat dan Jakarta Selatan menyampaikan aspirasi dan dukungan kepada Anies.

    “Tanpa tukang pisang, tanpa tukang pisang!” teriak warga yang saat itu hadir.

    Sebelumnya, mencuat wacana duet Anies dan Ketua PSI, Kaesang Pangarep. Wacana tersebut pertama digaungkan oleh PKB Jakarta, bersamaan dengan usulan mereka mendorong Anies sebagai Cagub.

    Ketua DPW PKB DKI Jakarta, Hasbiallah Ilyas mengatakan bahwa duet Anies-Kaesang merupakan cerminan sila ketiga Pancasila, Persatuan Indonesia. Hasbiallah mengeklaim melirik Kaesang bukan karena putra dari Jokowi, melainkan peluang untuk menggaet suara 56 persen anak muda di Jakarta.

    Baca juga : Ahok Pilih Maju Pilgub Jakarta atau Sumut?

    “Ini sebetulnya Mas Kaesang masuk dengan Mas Anies ini kita mengamalkan Pancasila nomor tiga, Persatuan Indonesia, ini mempersatukan,” ungkap Hasbiallah, mengutip detik.com, Senin (17/6/24).

    Sekadar informasi, sebelum menjadi Ketua PSI, Kaesang bergelut di bisnis kuliner olahan pisang bernama “Sang Pisang” sejak 2017 lalu.

    Di sisi lain, Ketua DPP PKB, Luluk Nur Hamidah menyindir wacana duet Anies dengan Kaesang. Dia mengaku partainya masih membuka figur-figur lain, baik dari internal maupun eksternal partai untuk mendampingi Anies. Dia pun merasa keberatan bila pemimpin di Indonesia harus terus dari satu keluarga yang sama.

    Baca juga : Terkait Wacana Anies-Kaesang di Pilgub Jakarta, Sandiaga: Pemikiran Muda Punya Keunggulan Tersendiri

    “Kita coba untuk menimbang dan melihat figur-figur yang lain. Apa iya sih semua harus ada dan bersumber dari satu keluarga. Semangatnya kan masa iya sih, ini lagi, ini lagi, ini lagi,” tegas Luluk di program The Political Show CNN Indonesia, Senin (17/6/24).

  • Ganjar Tanggapi Wacana PDIP Usung Anies di Pilkada Jakarta: Jangan Dipaksakan

    Ganjar Tanggapi Wacana PDIP Usung Anies di Pilkada Jakarta: Jangan Dipaksakan

    TIKTAK.ID – Mantan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, buka suara mengenai rencana PDIP untuk mengusung Anies Baswedan di Pilgub Daerah Khusus Jakarta (DKJ). Ganjar menilai penentuan pilihan itu harus melalui proses negosiasi antara PDIP dan Anies.

    “Itu yang harus diobrolkan, dan mudah-mudahan ya bisa bernegosiasi. Namun seandainya tidak cocok, menurut saya juga tidak harus dipaksakan,” ungkap Ganjar setelah melaksanakan salat Idul Adha di dekat kediamannya, Wedomartani, Depok, Sleman, pada Senin (17/06/24), seperti dilansir Sindonews.com.

    Menurut Ganjar, wacana PDIP mengusung Anies di Pilgub Jakarta mendatang adalah bentuk keterbukaan demokrasi partainya dalam berpolitik. Dia menilai partainya umumnya menyiapkan kader internal terlebih dahulu untuk ditimang sebelum diusung maju Pilkada. Namun jika memang tidak memenuhi kriteria, kata Ganjar, maka memungkinkan bagi PDIP untuk mengusung calon dari luar partai dengan kesepakatan.

    Baca juga : Ahok Pilih Maju Pilgub Jakarta atau Sumut?

    “Seandainya kita mendukung atau mengusung calon dari luar, apa kemudian kesepakatan yang dapat kita ambil. Nilai-nilai demokrasi lah, secara ideologis lah, bagaimana kita bersikap atas situasi yang sekarang makin tidak mudah,” ujar mantan Calon Presiden 2024 tersebut.

    “Supaya kemudian politisi yang kita dukung nanti bisa konsisten, dapat melihat bagaimana sejarah di awal dan menyamakan persepesi serta sikap, sehingga ketika merespons situasi itu tidak ke kiri dan ke kanan, lurus,” imbuh Ganjar.

    Ganjar mengeklaim PDIP bakal mengedepankan proses seleksi dan rekrutmen tanpa melihat sosok kandidat. Termasuk Anies yang sempat bersaing dengan dirinya dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 kemarin.

    Baca juga : Terkait Wacana Anies-Kaesang di Pilgub Jakarta, Sandiaga: Pemikiran Muda Punya Keunggulan Tersendiri

    “Provinsi-provinsi besar gitu ada banyak yang berminat, pasti akan melalui proses. Satu, rekrutmen mereka mendaftar, nanti proses seleksi. Itulah proses-proses pertimbangan yang bakal diambil dan sekarang masih berjalan, jadi tinggal tunggu saja nanti,” tutur Ganjar.

    Seperti diketahui, Anies telah menyatakan kembali mencalonkan diri sebagai Gubernur DKJ. Anies sendiri sudah mengantongi dukungan dari PKB.

    Kemudian PDIP, partai yang selama ini berseberangan dengan Anies, turut memberi sinyal untuk mendukung. Akan tetapi, masih belum ada langkah konkret yang dibuat oleh kedua pihak.

  • Terkait Wacana Anies-Kaesang di Pilgub Jakarta, Sandiaga: Pemikiran Muda Punya Keunggulan Tersendiri

    Terkait Wacana Anies-Kaesang di Pilgub Jakarta, Sandiaga: Pemikiran Muda Punya Keunggulan Tersendiri

    TIKTAK.ID – Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Sandiaga Uno buka suara mengenai peluang Anies Baswedan yang baru-baru ini disandingkan dengan putra bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi) sekaligus Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep. Sandiaga mengatakan bahwa figur yang menggagas pemikiran-pemikiran anak muda bakal punya keunggulan tersendiri.

    “Terkait siapa pasangannya, tentu nanti para partai yang akan menentukan. Ya 50% pemilih kita merupakan pemilih muda. Jadi memang nanti pasangan yang mampu merepresentasikan pada pemilih muda, pemikiran-pemikiran muda pasti akan mendapatkan suatu keunggulan tersendiri,” ujar Sandiaga usai menonton film biografi pendiri HMI bersama Anies dan sejumlah tokoh lain di Epicentrum XXI, Jakarta Selatan, pada Minggu (16/6/24), seperti dilansir detikcom.

    Sandiaga mengaku menyerahkan keputusan pencalonan Anies, Kaesang, dan figur lainnya kepada masing-masing partai. Meski begitu, dia meyakini bahwa figur yang memiliki representasi anak muda bakal dipertimbangkan untuk maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

    Baca juga : Jusuf Kalla Komentari Wacana Anies Maju Pilgub Jakarta

    “Jadi nanti para pimpinan parpol yang akan meramu pasangannya. Saya yakin representasi kaum muda ini juga menjadi salah satu pertimbangan,” tutur Sandiaga.

    Untuk diketahui, wacana tersebut mencuat usai DPW PKB DKI mengusulkan pencalonan Anies pada beberapa waktu lalu. Setelah pengumuman itu, duet Anies dengan Kaesang di Pilgub Jakarta pun mencuat. Kaesang sendiri juga sempat menyatakan kalau maju bersama Anies lebih realistis untuk menang.

    “Ini kan saya belum bisa, saya juga kan masih belum dicalonkan juga, dan kalau misalnya melihat survei ya paling realistis dengan Pak Anies,” ungkap Kaesang di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, pada Jumat (14/6/24).

    Baca juga : Soal Isu Reshuffle Kabinet, Sandiaga: Kita Pembantu Presiden Siap Di-reshuffle Kapan pun

    Di sisi lain, Direktur Eksekutif Survei dan Polling Indonesia, Igor Dirgantara menyinggung PSI punya rekam jejak yang sering mengkritisi kebijakan Anies ketika menduduki posisi Gubernur DKI Jakarta. Dia pun menilai arah visi Anies dan Kaesang sulit untuk disamakan, bak minyak dan air.

    “Akan sangat sulit untuk menyamakan platform, bila nama Anies dan Kaesang diusung maju bersama di Pilgub Jakarta November nanti, yakni apakah ingin keberlanjutan atau perubahan,” jelas Igor saat dihubungi di Jakarta, Selasa, mengutip CNNIndonesia.com.