Tag: Anies Baswedan

  • Jusuf Kalla Komentari Wacana Anies Maju Pilgub Jakarta

    Jusuf Kalla Komentari Wacana Anies Maju Pilgub Jakarta

    TIKTAK.ID – Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla buka suara soal pencalonan Anies Baswedan untuk pemilihan gubernur atau Pilgub Jakarta pada 2024 mendatang. Seperti diketahui, Anies, mantan Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022, kembali menyatakan kesiapannya maju sebagai calon petahana dalam kontestasi pemilihan kepada daerah (Pilkada) serentak 2024.

    Jusuf Kalla atau yang sering disebut JK mengaku tidak punya masalah jika Anies maju kembali di Pilgub Jakarta.

    “Ya silakan saja,” ucap JK di Kuningan, Jakarta Selatan pada Minggu (16/6/24), seperti dilansir Tempo.co.

    Baca juga : Soal Isu Reshuffle Kabinet, Sandiaga: Kita Pembantu Presiden Siap Di-reshuffle Kapan pun

    JK tak banyak berkomentar mengenai pencalonan Anies. Saat ditanya tanggapannya terkait kans dukungan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) untuk Anies di Jakarta, JK hanya berjalan sambil melambaikan tangannya ke wartawan di lokasi.

    Sekadar informasi, JK termasuk pendukung Anies dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Saat itu, Anies maju sebagai calon presiden bersama Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar alias Cak Imin sebagai calon wakil presidennya. Mantan duet calon nomor urut 1 tersebut kalah dari pasangan calon nomor urut 2, yaitu Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka yang kemudian menjadi Presiden dan Wakil Presiden terpilih hasil Pemilu 2024.

    Walaupun tidak masuk struktur tim kampanye Anies, JK menyatakan dirinya mendukung pasangan Anies-Muhaimin. JK sendiri sempat mendampingi Anies ketika berkampanye di Monumen Bandung Lautan Api di Bandung, Jawa Barat pada 28 Januari 2024.
    Baca juga : Tukang Bubur Jaringan ISIS Ditangkap, Densus 88 Sita Komponen Bahan Peledak

    Selain itu, JK pernah menyebut kedekatan dirinya dan Anies seperti guru dan murid. Dia menyebut Anies adalah murid politiknya.

    Kedekatan keduanya pun terjalin ketika terlibat aktif dalam pengelolaan Universitas Paramadina, Jakarta. Saat itu Anies menjabat sebagai Rektor dari 2007-2015, sedangkan JK selaku Ketua Dewan Pembina Yayasan Wakaf Paramadina.

    “Boleh dibilang saya mengajarkan politik kepada Anies saat di Universitas Paramadina. Setiap Jumat kami makan siang bersama, dan saya memberikan isu-isu dan pengalaman politik tiap Jumat,” terang JK di Gedung Islamic Centre IMIM, Makassar, pada Selasa (19/12/23).

    Baca juga : Politikus PDIP Soal Kader yang Bertahan di Kabinet Jokowi: Profesional dan Bisa Pisahkan Sikap Politik

    Lantas saat JK didapuk sebagai calon wakil presiden yang mendampingi Presiden Joko Widodo alias Jokowi dalam Pilpres 2014, JK disebut-sebut yang mengusulkan Anies diangkat sebagai Juru Bicara Jokowi-JK.

    Adapun alasan di balik penunjukan tersebut yakni karena Anies dianggap mampu menawarkan pendekatan pemerintahan yang segar dan inovatif. Saat Jokowi-JK menang, Anies menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dalam Kabinet Kerja Pemerintahan Jokowi-JK.

  • Ahok Tanggapi Wacana PDIP Usung Anies Maju Pilgub Jakarta

    Ahok Tanggapi Wacana PDIP Usung Anies Maju Pilgub Jakarta

    TIKTAK.ID – Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, ikut mengomentari wacana PDIP mengusung Anies Baswedan dalam ajang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jakarta. Ahok mengeklaim PDIP adalah partai demokratis. Dia menyebut nama yang akan diusung sesuai dengan usulan dari kader-kader di daerah.

    “PDIP partai yang demokratis, sehingga pasti menampung dan meneruskan ke DPP apa yang ada di akar rumput,” ujar Ahok, seperti dilansir CNNIndonesia.com, pada Sabtu (15/6/24).

    Ahok pun menilai demokratis itu tecermin dari pengusulan nama kandidat. Dia mengaku tidak hanya satu nama yang diusulkan. Meski begitu, Ahok tidak mau merespons spesifik terkait nama Anies, melainkan menyerahkan hal itu kepada pimpinan partai.

    Baca juga : Genosida di Gaza Masuki Hari ke-251, KOSPY Terbitkan 9 Pernyataan Sikap

    “Bisa bertanya ke DPP,” ucap Ahok.

    Seperti telah diberitakan, Anies menyatakan bakal kembali mencalonkan diri sebagai gubernur Jakarta. Anies sendiri sudah mengantongi dukungan dari PKB.

    Sementara itu, PDIP, partai yang selama ini berseberangan dengan Anies, turut memberi sinyal untuk mendukung. Akan tetapi, memang belum ada langkah konkret yang dibuat oleh kedua pihak.

    “Menarik juga Pak Anies,” ungkap Ketua Bidang Politik DPP PDIP, Puan Maharani, setelah memimpin Rapat Paripurna di kompleks Parlemen, Jakarta, pada Selasa (4/6/24).

    Baca juga : TNI Tegaskan Siap Evakuasi 1.000 Korban Gaza untuk Dirawat di RI

    Adapun Wakil Sekretaris Jenderal PDIP, Utut Adianto sempat menyatakan Anies bakal menjadi calon ideal jika dipasangkan dengan kader PDIP di Pilkada 2024. Dia menilai kader PDIP dapat menjadi pendamping Anies di posisi calon wakil gubernur. Namun dia mengaku pandangan itu merupakan sikap pribadi, tidak mewakili partai.

    “Bila misalnya Pak Anies berpasangan dengan kader kami jadi wagubnya, tentu sekali lagi ini belum diputus, ini pandangan personal, itu akan sangat baik,” kata Utut di kompleks parlemen, Kamis (13/6/24).

    Sekadar informasi, hubungan panas Anies, Ahok, dan PDIP adalah hasil Pilgub DKI Jakarta 2017 silam. Ketika itu, Ahok bersama Djarot Syaiful Hidayat maju sebagai petahana.

    Baca juga : TNI Bersiap untuk Misi Perdamaian Gaza, Singapura dan Australia Minta Gabung

    Sedangkan Anies menggandeng Sandiaga Uno dan maju sebagai penantang. Anies-Sandi pun berhasil mengalahkan Ahok-Djarot dalam dua putaran.

    Namun persaingan itu bukan persaingan yang mulus. Pemilihan kala itu diwarnai dengan kasus penistaan agama yang menyeret Ahok. Kasus tersebut membuat Ahok harus mendekam di penjara beberapa waktu setelah Pilgub selesai.

  • Respons Isu Duet Anies-Kaesang di Pilgub Jakarta, Politikus PDIP: Jangan Ulangi Tragedi Pilpres

    Respons Isu Duet Anies-Kaesang di Pilgub Jakarta, Politikus PDIP: Jangan Ulangi Tragedi Pilpres

    TIKTAK.ID – Sekretaris DPD PDIP Jakarta, Pantas Nainggolan, buka suara mengenai isu duet mantan Gubernur Jakarta, Anies Baswedan dengan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep dalam ajang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jakarta 2024 mendatang.

    Pantas mengaku masih belum ada sikap resmi dari DPD PDIP atas gagasan tersebut. Akan tetapi, dia memberi sinyal negatif atas wacana Anies-Kaesang maju di Pilgub Jakarta.

    “Tidak usahlah mengulangi-mengulangi tragedi Pemilihan Presiden (Pilpres) di Jakarta,” ujar Pantas kepada wartawan, setelah menghadiri Sekolah Hukum PDIP di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, pada Jumat (14/6/24), seperti dilansir Tempo.co.

    Kemudian politikus senior PDIP tersebut menyatakan bahwa keputusan terkait siapa yang maju di Pilgub Jakarta merupakan kewenangan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP.

    Baca juga : Ramai Gerindra Dinilai Bagi-bagi Jabatan BUMN untuk Kadernya, Dasco: Pembagian Tugas

    “Nanti kami tunggu proses dari DPP,” ucap Pantas.

    Menurut Pantas, saat ini partainya masih berkomunikasi dengan semua partai lain. Lantas ketika ditanya mengenai komunikasi PDIP dengan Anies Baswedan, Pantas enggan menjawab.

    “Tanya saja kepada Pak Anies,” terang Pantas.

    Sementara itu, Kaesang mengatakan kalau dirinya dicalonkan di Pilgub Jakarta 2024, maka dia lebih condong memilih berpasangan dengan Anies.

    Baca juga : Mahfud MD: Jika Demokrasi dan Hukum Tak Ditegakkan Seimbang, Jangan Mimpi Indonesia Emas

    “Jika misalnya melihat pengawasan ya, paling realistis dengan Pak Anies,” jelas Kaesang di Masjid Al Huda, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, pada Jumat (14/6/24).

    Selain Anies, Kaesang mengeklaim tidak menutup peluang bila dirinya dipasangkan dengan Ridwal Kamil alias RK. Dia menilai mantan Gubernur Jawa Barat tersebut punya kiprah yang cukup bagus di wilayahnya.

    Kaesang pun menganggap keduanya merupakan sosok yang baik dan hebat. Koalisi Indonesia Maju sendiri menyebut RK menjadi salah satu opsi yang masuk dalam radar, bukan Anies. Namun, Kaesang menegaskan tak masalah jika dipasangkan dengan siapa pun, lantaran tetap menjamin komunikasi dengan semuanya.

    Baca juga : Kader PDIP Daerah Tegaskan Tak Akan Tinggal Diam Usai Dokumen Partai Ikut Disita KPK

    Di sisi lain, pengamat politik dari Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga memprediksi Anies bakal menolak jika diduetkan dengan Kaesang. Sebab, Jamiluddin meyakini Anies akan tetap komitmen terhadap perubahan.

    “Bila melihat rekam jejaknya selama ini, Anies tampaknya bakal menolak berduet dengan Kaesang. Anies akan tetap komitmen pada misi perubahannya,” tutur Jamiluddin, mengutip Kompas.com, Jumat (14/6/24).

  • Dinilai Turun Level dari Capres Jadi Cagub, Anies Baswedan Buka Suara

    Dinilai Turun Level dari Capres Jadi Cagub, Anies Baswedan Buka Suara

    TIKTAK.ID – Anies Baswedan diketahui sudah menerima dukungan dari PKB DKI Jakarta untuk maju dalam ajang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jakarta. Setelah diusung oleh PKB, Anies buka suara mengenai anggapan turun level dari calon presiden (Capres) 2024 menjadi calon gubernur (Cagub) Pilkada 2024.

    “Saya dengan rasa hormat, rasa terima kasih menerima amanah yang telah diembankan kepada kami. Amanah ini merupakan amanah besar, namun Insyaallah bukan amanah yang berat dan perjalanan harus dilalui bersama. PKB DKI yang mendobrak, PKB Jakarta yang menerobos, PKB Jakarta yang memulai. Mudah-mudahan bakal ada yang gabung bersama di dalam perubahan ini,” ujar Anies di kantor DPW PKB DKI Jakarta, Jakarta Timur, pada Kamis (13/6/24), seperti dilansir detikcom.

    Kemudian Anies menanggapi anggapan turun level dari seorang Capres menjadi Cagub yang kembali berkontestasi dalam Pilkada mendatang. Anies menyinggung soal tanggung jawab.

    Baca juga : Sebut Izin Tambang Justru Rusak Citra Ormas, Walhi Minta Ormas Lakukan Ini

    “Jadi setiap tanggung jawab yang diberikan, terdapat tanggung jawab kepercayaan. Jadi saya sampaikan kalau proses pemilihan presiden adalah sebuah kompetisi, ada awal dan ada akhir. Saya hadir di awal saat penetapan calon dan saya hadir di akhir pada saat penetapan hasil,” tutur Anies.

    Menurut Anies, saat gelaran Pilpres usai, maka semuanya kembali ke tugasnya masing-masing. Anies pun mencontohkan Presiden terpilih, Prabowo Subianto yang kembali bertugas sebagai Menteri Pertahanan setelah Pilpres.

    “Gus Imin Ketua PKB menjadi Cawapres, lalu setelah selesai proses Pilpres, kembali menjadi Ketua PKB. Jadi proses Pilpres itu ada awal dan akhir. Setelah selesai, maka masing-masing kembali pada tugas masing-masing,” jelas Anies.

    Baca juga : Anies Baswedan Beberkan Alasan Kenapa Ingin Kembali Pimpin Jakartav

    Anies melanjutkan, begitu pula dengan dirinya yang kembali menuntaskan jabatan sebagai Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022. Dia mengatakan bila Pilkada 2022 tidak diundur, maka Anies akan maju lagi sebagai Cagub, melanjutkan periode kedua di Jakarta.

    “Nah saya bertugas di Jakarta, dan satu periode sudah saya kerjakan. Sesudah selesai proses Pilpres, saya kembali ke posisi semula, sebagai gubernur yang sudah menyelesaikan satu periode dan ada Pilkada periode berikutnya. Jika saja, Pilkada itu, di jadwal yang sama 2022, maka mungkin saya telah berada di proses Pilkada 2022. Namun karena Pilkada kita tahu jadwalnya diundur menjadi 2024, otomatis prosesnya menjadi tahun ini,” terang Anies.

  • Anies Baswedan Beberkan Alasan Kenapa Ingin Kembali Pimpin Jakarta

    Anies Baswedan Beberkan Alasan Kenapa Ingin Kembali Pimpin Jakarta

    TIKTAK.ID – Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan membeberkan salah satu alasannya ingin kembali memimpin Jakarta. Dia mengeklaim ingin menjadikan Jakarta sebagai kota global yang ramah pada semua kalangan.

    “Kami ingin kota ini bisa maju berkembang sebagai kota global. Namun di sisi lain mereka yang lemah terangkat, tersejahterakan,” ungkap Anies di markas DPW PKB Jakarta, pada Kamis (13/6/24), seperti dilansir Tempo.co.

    Kemudian Anies menyinggung nasib warga Kampung Bayam, Jakarta Utara, yang dinilai terombang-ambing untuk memperoleh akses ruang hidup. Anies mengaku ingin kembali memperjuangkan hak masyarakat dan menyelesaikan persoalan di Jakarta.

    Baca juga : Prabowo Ngopi Bareng Gibran di Hambalang, Bahas Apa Saja?

    “Warga Kampung Bayam hanya butuh diberikan kunci untuk masuk, jadi mari kita perjuangkan,” tutur Anies.

    Untuk diketahui, Kampung Bayam dibangun ketika masa kepemimpinan Anies di Jakarta. Pembangunan rumah susun dilakukan untuk warga yang terdampak pembangunan proyek Jakarta International Stadium alias JIS.

    Akan tetapi, Penjabat Gubernur Jakarta, Heru Budi Hartono, dianggap telah menahan warga Kampung Bayam untuk memperoleh kunci rumah susun tersebut. Heru berdalih solusi bagi warga Kampung Bayam akan diberikan dengan membangun rumah susun kembali.

    Baca juga : Tanggapi Isu Duet Ridwan Kamil-Kaesang di Pilgub Jakarta, PKB Minta Kecurangan Pilpres Tak Terulang

    “Pemerintah Daerah bakal membangun rumah susun di sekitar Kecamatan Priok. Kurang lebih bisa 150 hingga 200 unit, untuk siapa? Untuk warga terprogram dan warga Kampung Bayam,” terang Heru setelah bertemu warga Mampang Prapatan, Jakarta Selatan dalam kegiatan Sembako Murah pada Rabu (24/1/24) lalu.

    Heru berdalih dirinya tidak mengabaikan warga Kampung Bayam, melainkan memberikan yang terbaik. Namun rencana pembangunan rumah susun di Priok baru akan dilakukan pada 2025.

    Adapun Dewan Pimpinan Wilayah PKB Jakarta sudah mendeklarasikan dukungan kepada Anies untuk maju sebagai calon Gubernur Jakarta di pemilihan kepala daerah pada November mendatang. Ketua DPW PKB Jakarta, Hasbiallah Ilyas menyebut dukungan kepada Anies diberikan usai melakukan jajak pendapat di tingkat Ranting, Cabang hingga Wilayah.

    Baca juga : YLBHI Minta Ormas Agama Tak Kelola Tambang Agar Tak Ikut Langgar HAM

    Bahkan, kata Hasbiallah, PKB juga telah meminta restu kepada jajaran ulama dan toko masyarakat, sebelum mantap memutuskan mendukung mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini.

  • Jelang Pilgub Jakarta 2024, Puan dan Anies Saling Lempar Pujian

    Jelang Pilgub Jakarta 2024, Puan dan Anies Saling Lempar Pujian

    TIKTAK.ID – Ketua DPP PDIP, Puan Maharani, dan mantan calon presiden nomor urut 1, Anies Baswedan, belakangan ini tampak saling melontarkan pujian satu sama lain terkait Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jakarta 2024.

    Mulanya, Puan mengatakan bahwa sosok Anies patut dipertimbangkan untuk diusung dalam ajang Pilkada 2024.

    “Menarik juga Pak Anies,” ujar Puan setelah memimpin Rapat Paripurna di Kompleks Parlemen, pada Selasa (4/6/24).

    Baca juga : Brigade Komposit Gaza, Pasukan Perdamaian RI untuk Bantu Gaza Hadapi Genosida Israel

    Puan menyebut PDIP realistis terkait peluang mengusung kadernya pada Pilkada Jakarta. Dia menilai setiap daerah punya dinamika politik yang berbeda.

    “Ya harus realistis bagaimana melihat situasi di lapangan. Sebab, setiap daerah itu wilayahnya beda-beda,” ucap Puan.

    Akan tetapi, Puan memastikan kalau PDIP siap membuka peluang kerja sama dengan semua pihak. Menyusul beberapa kader internal Partai Banteng yang potensial untuk diusung maju, seperti Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menpan RB Abdullah Azwar Anas, hingga Tri Rismaharini.

    Baca juga : Sebelumnya Muncul Isu Duet Anies-Ahok, Kini Muncul Anies-Andika

    “Kita partai politik, khususnya PDIP siap untuk bekerja sama dengan siapa pun, terutama setelah melihat peta lapangannya seperti apa,” jelas Puan.

    Lebih lanjut, Anies membalas pernyataan Puan tersebut dengan menganggap PDIP menarik.

    “PDIP juga menarik,” ungkap Anies ketika berkunjung ke Taman Literasi, Blok M, Jakarta Selatan, pada Jumat (7/6/24).

    Anies mengeklaim sampai saat ini dirinya belum memiliki keputusan final untuk maju di Pilkada Jakarta. Dia mengaku masih menjalin komunikasi dengan semua pihak, khususnya masyarakat dan relawannya.

    Baca juga : Sebelumnya Muncul Isu Duet Anies-Ahok, Kini Muncul Anies-Andika

    Akan tetapi, Anies mengatakan tengah mempertimbangkan aspirasi tersebut. Dia pun berharap keputusan untuk dirinya maju bakal segera disampaikan dalam waktu dekat.

    “Dan kami mempertimbangkan amat serius mudah-mudahan tidak lama lagi sampai kepada kesimpulan dan keputusan,” terang Anies.

    Sebelumnya, Sekretaris Jendral PDIP, Hasto Kristiyanto sempat menyatakan bahwa partainya akan mengkaji nama Anies, Seskab Pramono Anung, hingga Menpan RB Azwar Anas untuk diusung maju Pilgub DKI Jakarta 2024. Dia mengatakan ada usulan nama-nama tersebut untuk diusung maju di Pilgub DKI Jakarta.

    Baca juga : Ketum PBNU Ungkap Komposisi Menteri Prabowo-Gibran: Paling Tidak Separuhnya NU atau Malah Semua NU

    “Kami bakal betul-betul melakukan kajian secara lengkap termasuk usulan misalnya Pak Anies. Bahkan ada usulan kemarin Mas Pramono Anung, dengan pengalamannya yang sangat luas, lalu ada usulan Pak Abdullah Azwar Anas dengan kemampuan reformasi birokrasi, ada nama Pak Basuki Menteri PU, dan Pak Ahok,” tutur Hasto di Kampus UI, Depok, Jawa Barat, Senin (3/6/24).

  • Sebelumnya Muncul Isu Duet Anies-Ahok, Kini Muncul Anies-Andika

    Sebelumnya Muncul Isu Duet Anies-Ahok, Kini Muncul Anies-Andika

    TIKTAK.ID – Relawan Kami Anies mengusulkan agar mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan berpasangan dengan mantan Panglima TNI, Jenderal Purnawirawan Andika Perkasa untuk maju dalam ajang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta pada November 2024 mendatang.

    Menurut Ketua Presidium Relawan Kami Anies, Sultoni, Anies dan Andika Perkasa merupakan pasangan yang ideal untuk Pilkada DKI Jakarta.

    “Sangat indah dan sangat elok bila Pak Anies dipasangkan dengan mantan Panglima TNI, yakni Bapak Jenderal Andika. Kami rasa keduanya sangat cocok,” ujar Sultoni ketika menyatakan dukungan untuk Anies Baswedan di Pasar Rebo, Jakarta Timur, pada Kamis, seperti dilansir Tempo.co.

    Baca juga : Ketum PBNU Ungkap Komposisi Menteri Prabowo-Gibran: Paling Tidak Separuhnya NU atau Malah Semua NU

    Kemudian Sultoni mengatakan kepemimpinan Anies di Jakarta sudah terbukti, dengan kemajuan integrasi transportasi, infrastruktur seperti trotoar dan jalur sepeda, serta bantuan sosial bagi warga. Dia pun meyakini sosok Andika mampu melengkapi kepemimpinan Anies dengan kecerdasannya dan berbagai gelar pendidikan dari perguruan tinggi terkemuka di Amerika Serikat.

    “Saat menjabat sebagai Panglima TNI, sosok beliau sangat karismatik dan tidak banyak kejadian-kejadian yang melukai perasaan prajurit,” terang Sultoni.

    Oleh sebab itu, Sultoni optimistis PDIP akan setuju dengan pasangan ini, mengingat Ketua DPP PDI Perjuangan, Puan Maharani sempat menyampaikan ketertarikan terhadap Anies untuk Pilkada Jakarta 2024.

    Baca juga : Wakil Ketua DPR Soal Wacana Presiden Kembali Dipilih MPR: Belum Saatnya

    “Jika dilihat-lihat PDIP juga akan merapat dengan Pak Anies. Sebab, kita lihat di berita Ibu Puan sudah menyebut nama Pak Anies, mudah-mudahan itu bisa terealisasi,” ucap Sultoni.

    Sultoni mengeklaim para pemilih Anies di Pilkada 2017 bakal tetap setia mendukungnya di Pilkada 2024. Dia menyebut Relawan Kami Anies juga berupaya meningkatkan elektabilitas Anies dengan merangkul kaum milenial dan generasi Z.

    “InsyaAllah Pak Anies menang. Terlebih jika dipasangkan dengan Pak Andika. Kami akan totalitas,” tutur Sultoni.

    Di sisi lain, Humas Kami Anies, Joko Handoko menilai Pilkada Jakarta akan menarik perhatian besar, baik di kalangan elite maupun masyarakat bawah.

    Baca juga : Tolak Tawaran Dukungan Bersyarat PDIP, Khofifah: Saya dan Emil Dardak Satu Paket

    “Pilkada Jakarta ini serasa Pemilihan Presiden (Pilpres), lantaran menjadi bahan perbincangan hangat masyarakat dari berbagai penjuru Tanah Air. Ini menjadi kesempatan baik untuk Anies sebagai modal pada pesta demokrasi lima tahun mendatang,” jelasnya.

  • Prediksi Karier Politik Anies Tamat Jika Ikut Pilkada Jakarta, Loyalis Anies Dokter Tifa Sarankan Anies Keluar Negeri

    Prediksi Karier Politik Anies Tamat Jika Ikut Pilkada Jakarta, Loyalis Anies Dokter Tifa Sarankan Anies Keluar Negeri

    TIKTAK.ID – Karier politik Anies Baswedan diprediksi akan tamat bila berani maju dalam ajang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jakarta 2024. Hal itu disampaikan oleh pegiat media sosial sekaligus loyalis Anies, Dokter Tifa.

    Lewat akun X resminya, Dokter Tifa tampak membagikan link berita mengenai peluang Anies maju di Pilkada Jakarta. Ia lantas menambahkan opininya melalui cuitan.

    Dokter Tifa mengatakan bahwa karier politik Anies bisa berakhir bila tetap memaksakan diri maju sebagai calon gubernur Jakarta. Dokter Tifa justru menyarankan Anies untuk aktif menggalang dukungan global dari luar negeri. Dia menilai mantan calon presiden (Capres) 2024 tersebut seharusnya pergi ke Amerika Serikat dan aktif memberikan advokasi mengenai Indonesia di sana.

    Baca juga : Ahok Ngaku Dapat Tugas dari Megawati, Apa Itu?

    “Dear @aniesbaswedan, jangan ikut Pilkada Jakarta atau karier politikmu akan habis!” tulis Dokter Tifa dalam cuitannya, seperti dilansir Suara.com pada Minggu (26/5/24).

    “Saat ini Anies harus ke luar negeri dulu. Mulailah berjuang di Oxford atau Amerika Serikat. Perjuangkan Indonesia, dan advokasikan Indonesia dari sana. Galang kekuatan global demi menolong negaramu,” imbuh Dokter Tifa.

    Cuitan Dokter Tifa tersebut sontak diserbu beragam pendapat di kolom komentar. Ada yang setuju dan ada pula yang tidak setuju dengan pendapat Dokter Tifa. Selain itu, banyak warganet memberikan dukungan kepada sosok pria yang akrab disapa Abah tersebut.

    Baca juga : Minta Maaf Soal Kader Partai yang Langgar Konstitusi dan Demokrasi, PDIP Siap Benahi Sistem Kaderisasi

    “Sependapat Bu, tak usah ikut Pilkada Jakarta,” ucap warganet.

    “Setuju Dok. Pak Anies levelnya sudah tinggi, kalau dibikin curang lagi habis harga diri,” timpal akun lainnya.

    “Jika Anies ikut Pilkada, berarti sama saja dengan bunuh karier sendiri. Ingat tragedi anomali di Pemilu kemarin, jadikan sebagai pelajaran. Jika ikut, maka dipastikan kejadian yang sama akan terulang dan karier politikmu tamat,” terang warganet.

    Baca juga : Putra Megawati Tak Hadir Rakernas PDIP, Ada Persaingan Suksesor Ketum Partai?

    “Menurut saya, Pak Anies harus tetap ada Panggung supaya tetap eksis. Kalau memungkinkan jadi Gubernur tidak apa-apa, asal dipastikan jadi,” komentar warganet.

    “Jika partai pendukungnya kuat, sebaiknya (Anies) ikut konstelasi Pilgub DKJ agar perjalanan politiknya terlihat. Kalau berkiprah di luar Indonesia dengan kondisi mayoritas penduduk Indonesia yang masih rendah budaya membacanya, maka tidak akan banyak yang tahu infonya,” tambah akun yang lain.

    Anies sendiri masih belum menentukan sikap politik selanjutnya. Ia bersama Muhaimin Iskandar alias Cak Imin baru saja kalah sebagai kandidat Pilpres 2024 melawan pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

    Baca juga : PDIP Terbitkan SK Tim Pemenangan Pilkada, Tak Ada Nama Ganjar

    Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut sempat mengajukan permohonan sengketa Pilpres 2024 ke Mahkamah Konstitusi (MK). Tidak hanya Anies-Cak Imin, gugatan juga diajukan pasangan Ganjar Pranowo dan Mahfud MD.

    Akan tetapi dua gugatan paslon tersebut akhirnya ditolak oleh MK. Hal itu berarti Prabowo dan Gibran resmi dinyatakan sebagai pemenang Pilpres 2024 satu putaran.

  • PKB Klaim Masyarakat Masih Ingin Anies Pimpin Jakarta

    PKB Klaim Masyarakat Masih Ingin Anies Pimpin Jakarta

    TIKTAK.ID – Dewan Pimpinan Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa atau DPW PKB Jakarta mengatakan bahwa kemungkinan mereka mempertimbangkan Anies Baswedan untuk berlaga dalam ajang pemilihan Kepala Daerah alias Pilkada Jakarta 2024.

    “Kalau DPW PKB hingga hari ini memang di akar rumput dan masyarakat pengurus PKB masih menginginkan Pak Anies,” ujar Ketua DPW PKB Jakarta, Hasbiallah Ilyas pada Jumat (24/5/24), seperti dilansir Tempo.co.

    Sebab, Hasbiallah menyebut Anies adalah petahana, sementara Gubernur DKI Jakarta saat ini, Heru Budi Hartono, merupakan Penjabat Kepala Daerah.

    Baca juga : PDIP Ungkap Peluang Usung Anies Baswedan-Prasetyo Edi di Pilkada DKI Mendatang

    “Nah kami memang masih ingin pekerjaan Pak Anies di DKI Jakarta ini. Menurut beberapa pengurus DPW dan DPP (Dewan Pengurus Pusat), masih belum selesai, belum dituntaskan,” tutur Hasbiallah.

    Di sisi lain, Wakil Sekretaris Jenderal PKB, Syaiful Huda mengaku posisi DPP PKB masih belum memutuskan bakal mendukung Anies Baswedan atau tidak.

    “DPP (PKB) pada posisi menunggu usulan dari DPW PKB DKI Jakarta,” jelas pria yang akrab disapa Huda itu, pada Jumat.

    Menurut Huda, dalam menghadapi Pemilihan Kepala Daerah alias Pilkada, PKB memiliki proses penjenjangan atau pentahapan. Setelah itu, lanjut Huda, DPP PKB baru memutuskan siapa yang akan diusung di Pilkada DKI Jakarta.

    Baca juga : Petinggi PDIP: Jokowi Tak Diundang Rakernas karena Langgar Konstitusi, Etika dan Moral

    Huda memaparkan nama-nama yang sudah diusulkan oleh DPW PKB Jakarta, seperti Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah ataupun Anies Baswedan, bakal dilakukan uji kelayakan dan kepatutan oleh DPP PKB.

    “Baru dari situ nanti kita putuskan secara resmi, PKB bakal mengusung siapa di DKI Jakarta,” terang Huda.

    Sebelumnya, Ketua DPW PKS DKI Jakarta, Khoirudin, sempat mengeklaim pihaknya memutuskan untuk mengusung Anies Baswedan dalam Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2024.

    Baca juga : Pidato di Rakernas PDIP, Megawati Sebut Dirinya Provokator Demi Kebenaran dan Keadilan

    Sekadar informasi, PKB dan PKS berkoalisi dalam Pilpres 2024 untuk mengusung Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar. Khoirudin pun menyatakan keputusan ini muncul usai rapat Dewan Pimpinan Tingkat Wilayah.

    Tidak hanya itu, Khoirudin menyebut DPW PKS Jakarta juga sudah melaporkan usulan ini ke DPP PKS. Teranyar, Dewan Pengurus Pusat PKS mengaku sudah menerima usulan tersebut. Meski begitu, PKS belum memutuskan apakah akan menerima usulan pencalonan Anies Baswedan di Pilkada DKI tersebut.

  • PDIP Ungkap Peluang Usung Anies Baswedan-Prasetyo Edi di Pilkada DKI Mendatang

    PDIP Ungkap Peluang Usung Anies Baswedan-Prasetyo Edi di Pilkada DKI Mendatang

    TIKTAK.ID – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) DKI Jakarta diketahui telah melakukan penjaringan nama-nama yang bakal diusung menjadi calon gubernur (Cagub) dalam pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Pimpinan partai berlogo Kepala Banteng di Jakarta tersebut pun masih membuka peluang untuk mengusung nama di luar kader internal, termasuk Anies Baswedan.

    Menurut Sekretaris DPD PDIP DKI Jakarta, Pantas Nainggolan, terdapat wacana untuk memasangkan Anies dengan Prasetyo Edi Marsudi dalam Pilkada 2024. Akan tetapi, dia menilai keputusan akhir tetap akan berada di tangan DPP PDIP untuk menentukan nama yang akan diusung dalam Pilkada Jakarta.

    “Ya sebagai wacana sih bisa-bisa saja. Namun yang pasti DPP PDIP bakal mempertimbangkan semua,” ujar Pantas, pada Jumat (24/5/24), seperti dilansir Republika.co.id.

    Baca juga : Petinggi PDIP: Jokowi Tak Diundang Rakernas karena Langgar Konstitusi, Etika dan Moral

    Pantas menyebut PDIP pastinya juga akan berkomunikasi dengan partai lainnya untuk mengusung calon gubernur (Cagub) dan calon wakil gubernur (Cawagub) DKI Jakarta. Sebab, dia mengatakan saat ini tak ada satu partai pun yang memenuhi syarat formal untuk mengusung Cagub-Cawagub.

    Pantas menjelaskan bahwa pihaknya juga terus melakukan komunikasi dengan partai lainnya. Ia memaparkan, komunikasi yang telah dilakukan antara lain dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai NasDem, Partai Gerindra, dan Partai Golkar.

    “Kami komunikasi terus, kami komunikasi dengan khususnya yang ada di DPRD DKI, dengan PKS, NasDem, Gerindra, dan Golkar. Komunikasi informal,” jelas Pantas.

    Baca juga : Pidato di Rakernas PDIP, Megawati Sebut Dirinya Provokator Demi Kebenaran dan Keadilan

    Sebelumnya, Ketua DPD PDIP DKI Jakarta, Adi Wijaya mengungkapkan bahwa Prasetyo menjadi salah satu nama yang diusulkan ke DPP PDIP untuk menjadi calon gubernur (Cagub) Jakarta. Dia menganggap Prasetyo sudah cukup memiliki pengalaman dalam memimpin DPRD Provinsi DKI Jakarta.

    “Cagub-nya Prasetyo, karena kan dia sudah dua kali menjadi Ketua DPRD (Provinsi DKI Jakarta),” tutur Adi.

    Adi pun hanya tertawa saat ditanya kemungkinan memasangkan Anies dengan Prasetyo.

    “Alhamdulillah, alhamdulillah saja,” ucap Adi.

    Baca juga : Pengamat Yakin PDIP Bakal Jadi Oposisi Usai Pidato Megawati di Rakernas

    Di sisi lain, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi menanggapi secara diplomatis terkait wacana disandingkan dengan Anies dalam ajang Pilkada DKI Jakarta pada November 2024 mendatang. Mengutip Tribunnews.com, politisi PDI Perjuangan tersebut menganggap keputusan soal figur Bacagub dan Bacawagub Jakarta adalah kewenangan dari DPP.