
TIKTAK.ID – Masih ingat video viral seorang anak bermata sipit dan berkacamata yang menyebut Presiden Jokowi sebagai kacung sekaligus mengancam bakal menembak dan memancung kepalanya?
Setelah beberapa minggu berita terkait kenekatan si anak yang diketahui bernama Royson Jordany Tjahja itu mereda karena kasusnya dianggap sekadar lucu-lucuan saja, kehebohan itu pun perlahan mereda. Seperti biasa, tertimpa berita lain yang lebih mengundang pro-kontra.
Saat ingatan publik memudar, kini sosok Royson kembali muncul dan memantik polemik baru.
Berawal dari sebuah foto menampilkan Royson yang dulu dihujat sana-sini karena menghina dan mengancam Jokowi, kini dengan santainya dia malah ketahuan berpose akrab bersama Menko Polhukam Mahfud MD. Menjadikan aksinya itu kembali viral di media sosial.
Baca juga: Diduga Terciduk Bikin Akun untuk Langganan Situs Porno, Kemenkominfo Membantah
Foto ini pertama kali diunggah di akun Instagram milik Royson sendiri @roysonjordany pada Rabu (25/12/19) lalu.
Foto tersebut menjadi viral mengingat Royson merupakan sosok kontroversial yang sempat menjadi musuh bersama masyarakat Indonesia pada waktu itu.
Penghinaan dan ancaman yang sempat diabadikan dan viral di media sosial kala itu, benar-benar membuat publik marah. Terlebih ketika diketahui Royson yang bertelanjang dada mengangkat foto Jokowi dan sesekali mengeluarkan ancaman sambil menunjuk-nunjuk foto tersebut adalah warga keturunan alias non-pribumi, yang selama ini terstigma kebal hukum di negeri ini. Artinya, meski dari mulutnya sempat terucap ancaman serius untuk menembak kepala Jokowi, tetap saja pada akhirnya dia akan lolos dari jeratan hukum karena status istimewanya itu.
Halaman selanjutnya…
Johan Arif adalah seorang penulis dan pemerhati dinamika sosial-politik yang berfokus mengamati perkembangan isu-isu nasional terkini. Lewat karya-karyanya, Johan menyajikan ulasan kritis dan tajam mengenai panggung politik, kebijakan publik, pergerakan tokoh figur publik, hingga fenomena-fenomena viral yang menyita perhatian publik.
Dengan pendekatan jurnalistik yang lugas dan objektif, Johan berusaha membedah latar belakang di balik setiap peristiwa hangat agar pembaca mendapatkan sudut pandang yang utuh dan berimbang. Fokus penulisan Johan adalah menghadirkan literasi politik dan sosial yang mudah dicerna, sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih responsif dan kritis terhadap situasi yang terjadi di sekitarnya.










