Tag: viral

  • Penampakan Cahaya Aneh di Langit Blitar Usai Gempa Malang, Viral di Media Sosial

    Penampakan Cahaya Aneh di Langit Blitar Usai Gempa Malang, Viral di Media Sosial

    TIKTAK.ID – Ada penampakan cahaya aneh setelah gempa 6,1 M yang berpusat di Malang. Penampakan cahaya di langit itu, dilaporkan warga Kabupaten Blitar.

    Mereka mengabadikan dan mengunggahnya ke media sosial. Juga bertanya-tanya, apakah kemunculan cahaya aneh itu adalah pertanda lain atau ada kaitannya dengan gempa besar yang baru saja mereka rasakan.

    Seperti diketahui, gempa berkekuatan 6,1 M yang berpusat di selatan Kabupaten Malang dirasakan hampir merata. Goncangannya juga sangat kuat, hingga terasa ke Bali, juga sebagian Yogyakarta.

    Kepala Stasiun Geofisika Malang, Ma’muri mengatakan pihaknya hanya menerima laporan munculnya cahaya aneh itu dari wilayah Blitar.

    Namun, secara keilmuan, peristiwa gempa bumi tidak bisa dikaitkan dengan fenomena yang muncul di langit.

    “Nggak nyambung ya. Gempa disebabkan oleh aktivitas di dalam bumi. Sementara sinar itu terbentuk karena faktor cahaya matahari dengan awan yang berada di atas bumi atau di langit,” papar Ma’muri.

    Ma’muri mengakui ada laporan terjadi hujan sangat lebat di wilayah Kabupaten Blitar. Di antaranya di Kecamatan Selorejo yang berbatasan dengan wilayah Karangkates, Kabupaten Malang. Awan-awan tebal masih terbentuk di wilayah itu sehingga menutup sebagian sinar matahari yang sudah mulai bergeser ke arah barat. Karena gempa 6,1 M terjadi pada pukul 14.00.15 WIB.

    “Sinar yang tampak itu cahaya matahari yang tertutup oleh awan tebal. Sehingga ada celah di awan yang meneruskan cahaya matahari. Bisa jadi seperti pelangi, karena faktor pembiasan matahari oleh titik-titik hujan,” jelasnya.

    Posisi awan dan matahari, lanjutnya, sangat jauh di atas sana. Sehingga akan terlihat berbeda antara satu wilayah dengan wilayah yang lain. Ma’muri menegaskan sinar itu bisa dikatakan pelangi. Karena tidak hanya sinar merah yang tampak, tapi juga jingga, kuning, hijau, biru, dan ungu.

    “Karena awan yang terbentuk awan gelap. Mungkin ada hujan kecil di sekitar situ atau embun sehingga terbentuklah pelangi. Karena pelangi terbentuk oleh pembiasan cahaya matahari oleh titik-titik hujan,” pungkas Ma’muri.

  • Viral di Medsos Prabowo Peringatkan Gatot Nurmantyo ‘Jangan Bikin Kisruh Indonesia’, Benarkah?

    Viral di Medsos Prabowo Peringatkan Gatot Nurmantyo ‘Jangan Bikin Kisruh Indonesia’, Benarkah?

    TIKTAK.ID – Beredar di media sosial klaim mengenai Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto yang memperingatkan mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo agar tidak membuat kisruh di Indonesia.

    Klaim tersebut disebarkan oleh akun Facebook Sandro Novan pada 20 Agustus 2020. Sandro mengunggah gambar Prabowo dan Gatot yang dilengkapi dengan narasi, “MENHAN Prabowo Subianto peringatkan Gatot Nurmantyo, jangan bikin kisruh di Indonesia”.
    “Oh begitu ya pak”, tulis Sandro Novan.

    Konten tersebut pun telah 6 kali dibagikan dan dan mendapat 185 komentar warganet.

    Mengutip Liputan6.com, berdasarkan penelusuran menggunakan situs pencari Google dengan memasukkan kata kunci “Prabowo peringatkan Gatot Nurmantyo”, tidak ditemukan artikel yang memuat kabar tentang Prabowo yang memperingatkan Gatot.

    Baca juga: Fadli Zon Nasihati Gatot Nurmantyo Soal Ajakan Makmurkan Masjid di Tengah Corona

    Sementara ketika mengunggah gambar tersebut ke situs Google Reverse Image, hasilnya foto serupa mengarah pada artikel berjudul, “Heboh Kehadiran Gatot Nurmantyo di Pidato Kebangsaan Prabowo” yang dimuat di situs kumparan.com pada 12 April 2019.

    Dalam berita tersebut, Prabowo yang masih mencalonkan diri sebagai presiden membacakan pidato kebangsaan di Surabaya, Jawa Timur, pada Jumat (12/4/19). Mengawali pidatonya, ia memperkenalkan tokoh-tokoh VIP yang hadir dalam acara tersebut.

    Salah satu nama yang disebut Prabowo yaitu Gatot. Selama ini, Gatot enggan menyebut pilihannya di Pilpres 2019. Namun Gatot hadir dalam pidato kebangsaan Prabowo dengan mengenakan baju koko putih lengkap dengan peci hitamnya.

    Baca juga: Gatot Nurmantyo Beda Pandangan Soal Fatwa Batasi Salat Jemaah di Tengah Wabah Corona, Ini Tanggapan MUI

    Halaman selanjutnya…

  • Resep Cloud Bread Viral di TikTok

    Resep Cloud Bread Viral di TikTok

    TIKTAK.ID – Setelah berhasil memopulerkan menu Kopi Dalgona hingga Garlic Cheese Bread, kini aplikasi TikTok kembali “melahirkan” sebuah resep makanan terbaru yang sedang viral, yakni “Cloud Bread” atau ‘Roti Awan’.

    Seperti namanya, roti ini memiliki tekstur yang sangat lembut dan ringan layaknya awan. Cara membuatnya pun terbilang mudah, bahkan kamu hanya memerlukan 3 bahan untuk membuat Cloud Bread.

    Berikut ini resep Cloud Bread yang lembut, mengutip Popmama.com.

    Bahan untuk membuat Cloud Bread:
    3 sendok makan gula putih
    3 putih telur
    1 sendok makan tepung maizena
    Vanila cair secukupnya
    Pewarna makanan secukupnya

    Jika sudah menyiapkan bahan-bahan yang diperlukan, kini saatnya mengolah Cloud Bread.

    Berikut ini langkah yang dapat kamu ikuti.

    Cara membuat Cloud Bread:
    Pertama, masukkan 3 putih telur ke dalam wadah. Kocok putih telur itu dengan menggunakan mixer atau whisk sebentar.
    Kemudian tambahkan gula, tepung maizena, dan vanila cair secara perlahan ke dalam adonan putih telur, lalu kocok lagi hingga mengembang dan kaku.
    Jika adonan Cloud Bread sudah terlihat kaku, tuangkan sedikit pewarna makanan dan aduk sebentar agar warnanya merata.
    Selanjutnya siapkan kertas panggang (baking paper) dan bentuk adonan membulat di atasnya. Lalu panggang adonan selama 25 – 30 menit dengan api kecil bersuhu 150 derajat, dan Cloud Bread pun siap disajikan.

    Meski resep tersebut terlihat mudah, namun tetap saja masih banyak yang gagal saat membuatnya. Oleh karena itu, ikuti beberapa tips berikut untuk membuat Cloud Bread yang sempurna dan anti gagal:

    Gunakan vanila cair untuk menyamarkan rasa amis yang sering kali muncul dari putih telur. Kamu juga bisa menggantinya dengan sirup maple, madu, atau kayu manis dan bubuk coklat.

    Pastikan adonan yang kamu buat tidak terlalu tipis atau terlalu tebal. Hal itu untuk memperoleh tekstur dan tingkat kematangan yang pas. Selain itu, panggang selalu di api kecil agar cloud bread tidak mudah gosong.

    Itulah resep lengkap Cloud Bread viral yang wajib untuk kamu coba. Dijamin, si Kecil dan keluarga pasti akan suka dengan menu itu.

  • Viral Wanita Pakai iPad untuk Piring Makan, Dokter: Lebih Jorok dari Dudukan WC

    Viral Wanita Pakai iPad untuk Piring Makan, Dokter: Lebih Jorok dari Dudukan WC

    TIKTAK.ID – Video tentang dua orang wanita yang menggunakan iPad untuk alas makan viral di media sosial Twitter. Video itu diunggah oleh akun @switchbladezs.

    “Yang makan pake piring plastik can’t relate,” tulis akun tersebut.

    Dalam video tersebut, tampak dua orang tengah meletakkan beberapa makanan di atas sebuah iPad sebagai piring makan. Dari beberapa video yang beredar, mereka menggunakan iPad sebagai wadah untuk makan kacang edamame, takoyaki, hingga es krim.

    “Makan pake iPad check, ini makanannya sama iPad, mari makan,” ujar dua wanita dalam video itu.

    Hingga kini, video yang diunggah di Twitter pada 31 Juli itu telah ditonton hampir satu juta kali. Lantas beberapa warganet memberikan komentarnya terkait video itu.

    Sebagian warganet memberikan reaksi kagum. Namun tak jarang yang mencibir, hingga merasa jijik. Mereka pun menyoroti higienitas atau kebersihan iPad tersebut ketika digunakan untuk alas makan.

    “Makan pake iPad menambah gizi makanan atau menambah kesombongan? Kok malah jadi jorok yah, iPad kan bekas dipegang-pegang,” tulis salah satu pengguna Twitter.

    Menanggapi hal itu, influencer kesehatan sekaligus Ketua Junior Doctor Network Indonesia dr Andi Khomeini Takdir Haruni, SpPD, mengatakan memang permukaan gawai yang jarang dibersihkan bisa menjadi sarang kuman. Kemudian ia menjelaskan, ada sebuah studi yang menyebut jumlah bakteri di gawai bisa lebih banyak daripada jumlah bakteri di dudukan kloset.

    “Gawai yang tak dibersihkan, bisa lebih jorok dari dudukan WC (semoga gawai tersebut sudah dibersihkan),” terang dokter spesialis penyakit dalam di RSUD Sawah Besar, Jakarta Pusat tersebut, seperti dilansir Detik.com.

    “Kuman pada gawai itu mulai dari Staphyloccusaureus, Escherichia coli, sampai SARS-COV-2,” imbuhnya.

    Ia juga mengingatkan apa yang dilakukan dua wanita dalam video viral tersebut bukanlah hal yang baik untuk ditiru.

    “Sebab kita nggak tahu apakah mereka sudah dibersihkan terlebih dahulu. Kalau belum dibersihkan, jelas itu bukan kebiasaan yang bagus untuk ditiru, tidak baik,” kata Andi, mengutip Kompas.com, Senin (3/8/20).

  • Kata Psikolog Soal Viral Kombes Diduga Aniaya Anak

    Kata Psikolog Soal Viral Kombes Diduga Aniaya Anak

    TIKTAK.ID – Belakangan di media sosial viral unggahan seorang anak yang meminta bantuan karena dianiaya sang ayah. Diketahui bahwa ayahnya merupakan oknum polisi.

    Polri pun telah mengantongi informasi sementara kasus tersebut. Oknum tersebut diduga adalah Kombes Rachmat Widodo, yang awalnya menyeret keponakan atau sepupu dari pelapor. Namun tidak dijelaskan lebih rinci apa penyebab hal itu.

    Kemudian sang anak yang bernama Aurellia Renatha spontan berusaha membela sepupunya dengan cara menggigit Kombes Rachmat Widodo. Namun Kombes Rachmat Widodo membalas dengan menampar Aurellia.

    “Jadi kejadian itu berawal pada Jumat malam (24/7/20), bahwa terlapor, yakni Pak Rachmat Widodo ini melakukan suatu kegiatan kepada sepupunya (Aurellia Renatha), keponakan lah, yaitu menyeret sepupunya,” ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan, seperti dilansir detik.com beberapa waktu lalu.

    Merespons kasus dugaan penganiayaan ini, psikolog dari Pro Help Center sekaligus penulis buku, Nuzulia Rahma Tristinarum mengungkapkan bahwa terdapat tiga faktor yang biasanya menyebabkan orang tua hilang kendali emosi dan berujung pada penganiayaan. Berikut ini tiga faktor tersebut:
    1. Hubungan orang tua tidak dekat dengan anak
    Rahma mengatakan hubungan orang tua yang tidak dekat dengan anak, mengakibatkan tidak terbentuk hubungan ayah-anak di dalam keluarga.

    “Seorang bapak bisa saja hanya sebagai bapak biologis. Hanya hubungan darah yang mencukupi kebutuhan materi saja, tapi tidak timbul rasa ke ‘ayah-an’ dan tidak tumbuh tanggung jawab sebagai seorang ayah,” terang Rahma, Minggu (26/7/20).

    2. Inner child (pengalaman masa kecil)
    Rahma menjelaskan, sisi kepribadian orang tua yang terbentuk dari pengalaman masa kecil akan terbawa saat ia menjadi orang tua. Menurutnya, hal itu seperti bagaimana seorang bapak dulu diasuh oleh orang tuanya.

    “Jika dulu si bapak terbiasa dididik keras, maka besar kemungkinan ketika ia menjadi orang tua, caranya mendidik anak pun akan mudah melakukan kekerasan,” kata Rahma.

    3. Tidak mampu mengelola emosi
    Lebih lanjut, Rahma menyatakan hilangnya kendali emosi orang tua bisa jadi karena ketidakmampuan mengendalikan emosi (anger management). Ia menilai bisa jadi orang tua tidak tahu caranya atau memang tidak mau belajar bagaimana cara mengelola emosi sehingga menganggap marah dan kekerasan merupakan hal biasa.

    “Kebiasaan buruk yang berlangsung terus-menerus, lebih sulit untuk dikendalikan,” ucapnya.

    Ia menilai dengan adanya penganiayaan yang terjadi, akan berdampak kepada sang anak. Anak berpotensi merasa tidak aman dalam kehidupannya karena merasa tidak dicintai oleh ayahnya.

    “Sebagai bentuk protes kepada ayahnya, anak dapat saja berperilaku buruk. Baik di rumah atau di lingkungannya,” tutur Rahma.

  • ‘Kisah Sertu Jumadi’, Tulisan Dono Warkop yang Viral

    ‘Kisah Sertu Jumadi’, Tulisan Dono Warkop yang Viral

    TIKTAK.ID – Beberapa waktu lalu, tulisan almarhum Dono Warkop yang dimuat di majalah Forum 1993 beredar di Twitter. Tulisan Dono tersebut berjudul “Kisah Sertu Jumadi”.

    Haji Umar Syadat dengan akun Twitter @UmarAlChelsea75 yang pertama mengunggah tulisan lengkap sang komedian legendaris tersebut.

    Dalam tulisan itu, terlihat bagaimana Dono yang memiliki nama lengkap Wahyu Sadono itu mengajarkan banyak hal.

    Dalam tulisannya, sarjana Sosiologi tersebut tidak hanya menyinggung soal kerasnya kehidupan kala itu. Dono juga mengkritisi banyak hal, bahkan hampir dalam setiap ketikannya itu memiliki makna.

    Tulisan berjudul “Kisah Sertu Jumadi” itu, Dono mengisahkan tentang seorang polisi bernama Sertu Jumadi yang dulu tinggal di asrama polisi yang reyot, kumuh, berdesak-desak, bising dan berbau pesing. Kemudian Sertu Jumadi harus keluar dari asrama tersebut, karena tempatnya digusur oleh pusat pertokoan yang canggih.

    Pada awal tulisan, Dono mendeskripsikan kesederhanaan Sertu Jumadi. Sertu Jumadi hidup bersama seorang istri dan dua anak. Dalam tulisan tersebut, Dono juga menyebut ikut arus “berperut gendut”.

    “Untaian kata kalimat paragraf pada tulisan Dono benar-benar kelas tinggi,” tulis seorang warganet yang berkomentar dalam unggahan tersebut.

    Selain itu, banyak warganet yang menilai tulisan tersebut sebagai salah satu referensi kehidupan sosial di masa Orde Baru.

    Tak sedikit juga warganet yang mengaku membaca tulisan itu dengan logat komedi Dono di film-film Warkop DKI. Warganet pun lantas memanjatkan doa untuk almarhum Dono.

    Dono sendiri memang dikenal sebagai pelawak yang juga aktif di berbagai bidang. Selain menulis, Dono juga berkarier sebagai penyiar radio dan menjadi dosen.

    Ketika kuliah di Universitas Indonesia, pria asal Klaten, Jawa Tengah itu bekerja di bagian redaksi surat kabar, antara lain di Tribun dan Salemba, terutama sebagai karikaturis. Namun kedua media cetak itu berhenti terbit pada tahun 1974.

    Setelah itu, Dono bergabung dengan kelompok lawak Warung Kopi Prambors yang didirikan setahun sebelumnya. Ia bersama Kasino, Indro, dan Nanu mengisi acara Warung Kopi Prambors yang bergaya obrolan warung kopi di radio swasta Prambors.

    Perjalanan karier Dono begitu panjang hingga meninggalkan banyak hal untuk dipelajari generasi sekarang.

    Dono meninggal dunia pada 30 Desember 2001 di Rumah Sakit Santo Carolus, Jakarta Pusat. Ia sempat dirawat karena mengidap penyakit kanker paru-paru.

  • Viral Sayembara ‘Misuh’ Internasional, Begini Kata Psikolog

    Viral Sayembara ‘Misuh’ Internasional, Begini Kata Psikolog

    TIKTAK.ID – Belakangan viral di media sosial komunitas bahasa bernama Jawa Sastra mengadakan Sayembara Misuh Internasional 2020. Menanggapi hal itu, dosen Fakultas Psikologi UGM, Prof Koentjoro mengatakan misuh merupakan media mengeluarkan uneg-uneg. Menurutnya, misuh bukanlah budaya Jawa.

    “Itu (misuh) bagian dari katarsis, yakni mengeluarkan uneg-uneg yang ada di dalam diri kita,” ujar Koentjoro, seperti dilansir detikcom, Jumat (10/7/20).

    Koentjoro pun menyebut sayembara itu bisa untuk media katarsis daripada sekadar ajang misuh, mengingat misuh atau mengumpat sendiri adalah hal yang bertentangan dengan norma.

    “Misuh itu kan sebenarnya sesuatu yang tidak disukai dan bertentangan dengan norma. Makanya sekarang apa masyarakat kita sudah keluar dari aturan kebajikan?” ucap Koentjoro.

    “Jadi kalau itu hanya sekadar lomba, lantas untuk apa? Tapi kalau bentuk katarsis, masih okelah,” imbuhnya.

    Koentjoro menilai, saat ini tradisi umpatan sudah bergeser. Ia menyatakan hal yang sebelumnya tabu, saat ini menjadi hal yang familiar di masyarakat. Meski begitu, ia menegaskan familiarnya hal tersebut membuat umpatan bukan lagi manjadi sebuah katarsis.

    “Misuh ini juga menurut tradisi itu bergeser. Dari yang dulunya tabu, lama-lama bisa diterima, misalnya ‘jancok’. ‘Jancok’ itu bagi orang zaman dulu udah misuh, tapi sekarang untuk orang Surabaya malah sudah jadi panggilan, ‘cok’, terus seperti gentho, ‘piye kabare tho?’ gitu,” terang Koentjoro.

    Kemudian menyoal misuh sebagai identitas budaya Jawa, Koentjoro mengaku tidak begitu setuju dengan hal itu. Sebab, kata Koentjoro, orang Jawa sejatinya dicegah untuk misuh atau mengumpat. Ia menyebut misuh akan menunjukkan kelas sosial seseorang.

    “Orang Jawa itu kalau misuh, itu misuh dalam bahasa halus (krama inggil) dan dalam Jawa dicegah untuk misuh, karena luhuring budi bukan dari misuhnya. Tapi luhuring budi itu gumantung seko lathi atau mulut,” jelasnya.

    Koentjoro mengungkapkan, ketika seseorang mengumpat, maka akan menunjukkan kelas sosialnya.

    “Ketika orang mengumpat, kelas sosialnya ketahuan. Jadi siapa yang ngumpat itu orang Jawa bisa tahu dia dari kelas sosial mana,” katanya.

  • Viral, Saat Anies Baswedan Paparkan PSBB Transisi, Netizen Temukan Pesan Tersembunyi

    Viral, Saat Anies Baswedan Paparkan PSBB Transisi, Netizen Temukan Pesan Tersembunyi

    TIKTAK.ID – Pemaparan Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan mengenai perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta menimbulkan kehebohan di media sosial. Warganet secara jeli menemukan hal yang luput dari pantauan awak media. Apa itu?

    Anies bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria menggelar konferensi pers virtual di Balai Kota, Kamis (4/6/20) siang. Saat itu, Anies tampak berdiri di depan layar untuk memberi pemaparan mengenai poin-poin masa transisi di Ibu Kota, sementara Riza duduk di kursi.

    Ketika sejumlah awak media fokus memperhatikan penjelasan Anies mengenai penanganan Covid-19 di DKI Jakarta serta PSBB transisi di bulan Juni ini, ada warganet yang jeli melihat hal aneh pada layar.

    Baca juga : Sebut Rivalitas Anies dan Jokowi, Majalah Inggris: Presiden Indonesia Punya Saingan Baru

    Pemilik akun twitter @VVYND yang pertama kali membagikan tangkapan layar diperbesar bertuliskan “Reminders (pengingat)” dan di bawahnya tertulis “Tetes Mata”. Foto itu pun mengundang respons luar biasa di lini masa Twitter, bahkan tercatat lebih dari 25 ribu yang menyukai dan 7.451 yang me-retweet.

    Mengetahui Anies tengah menjadi pembicaraan ramai di lini masa media sosial, admin akun @aniesbaswedan mengunggah foto Anies tengah melakukan aksi tetes mata dengan latar belakang layar memperlihatkan kurva laporan Covid-19 per hari di DKI Jakarta.

    Foto unggahan itu mendapat sambutan positif dari warganet, sebanyak 21,5 ribu akun yang me-retweeet dan 40,7 ribu akun yang memberi likes. Tak hanya itu, warganet juga menjadikan foto tersebut bahan candaan dengan menanyakan merek obat tetes mata yang digunakan.

    Baca juga : Nilai Prabowo Tak Lagi ‘Menjual’ di Pilpres 2024, Pengamat: Tokoh Usang Tiga Kali Kalah Sudah Tak Relevan

    “Itu Rohto atau Insto, Pak?” tanya salah satu follower Anies, seperti dilansir Inews.id.

    Sementara itu, dalam konferensi pers, Anies menyatakan PSBB kembali diperpanjang hingga akhir bulan Juni. Menurutnya, PSBB keempat ini merupakan masa transisi dengan beberapa kelonggaran.

    Pemprov DKI Jakarta kemudian memutuskan membuka kembali sejumlah tempat yang ditutup pada masa PSBB sebelumnya. Di antaranya perkantoran, pusat perbelanjaan, taman rekreasi, pusat olahraga, dan rumah ibadah. Meski begitu, pembukaan kembali tempat-tempat tersebut harus diikuti dengan protokol ketat.

  • Cuitan Trump Soal Jokowi Minta Ventilator Viral, Apa Saja Isi Perbincangan Mereka?

    Cuitan Trump Soal Jokowi Minta Ventilator Viral, Apa Saja Isi Perbincangan Mereka?

    TIKTAK.ID – Presiden Joko Widodo (Jokowi) berbicara dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melalui sambungan telepon pada Jumat (24/4/20) pukul 20.00 WIB dari Istana Kepresidenan Bogor. Dalam perbincangan tersebut, kedua Kepala Negara bertukar pikiran mengenai penanganan Covid-19.

    Seperti dikutip dari siaran pers resmi Istana, Jokowi menyampaikan apresiasinya atas kerja sama Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Amerika Serikat dalam upaya penanganan Covid-19. Kemudian Jokowi dan Trump bertukar pikiran mengenai upaya untuk mengatasi kekurangan alat kesehatan dan alat perlindungan bagi tenaga medis, seperti ventilator, APD, dan masker.

    Mengenai ventilator, Trump menjelaskan mengenai upaya pembuatan ventilator di negaranya dan mengaku akan mengirim ventilator itu ke Indonesia apabila sudah siap. Kerja sama tersebut akan ditindaklanjuti oleh tim masing-masing negara.

    Baca juga : Mahfud MD: Gelar Tarawih Bersama Tak Langgar Hukum tapi Bisa Dijatuhi Pidana, Kok Bisa?

    Selain itu, Jokowi dan Trump juga sepakat untuk memperkuat kemitraan di bidang perdagangan dan ekonomi setelah masa pemulihan ekonomi setelah Covid-19. Selanjutnya kedua pemimpin negara juga saling menyampaikan rasa dukacita kepada masing-masing warga negaranya yang menjadi korban meninggal akibat Covid-19.

    Sementara itu, melalui akun Twitter-nya @realDonaldTrump, Trump menyatakan siap membantu Indonesia mengatasi kekurangan ventilator.

    “Baru saja berbicara dengan seorang teman, yakni Presiden RI Joko Widodo. Ia meminta ventilator yang tentu saja akan kami berikan. Ini kerja sama yang hebat antara kami,” kicau Trump, seperti dilansir Kompas.com.

    Baca juga : Anies Larang Para Dermawan Bagi Sedekah di Pinggir Jalan, Kenapa?

    Pemerintahan AS diketahui berencana menjual ventilator setidaknya ke empat negara berkembang untuk membantu mengatasi Covid-19. Mengutip AFP, Sabtu (25/4/20), stoknya kini sedang dipenuhi AS untuk dikirim ke empat negara berkembang tersebut yang sedang berjuang menangani virus Corona.

    Trump menyebut telah berbicara via telepon kepada Presiden Indonesia, Ekuador, El Salvador, dan Honduras. Ia pun berjanji AS mengirim ventilator yang merupakan peralatan medis vital.

    “Kami akan mengirimkan mereka ventilator yang sangat dibutuhkan, yang baru-baru ini kami produksi banyak, juga membantu mereka dengan cara lain,” cuit Trump di Twitter tentang teleponnya ke Presiden Ekuador Lenin Moreno.

    Baca juga : PKS: Jokowi Telat, Anies Lebih Dulu Larang Mudik Meski Akhirnya Dibatalkan Luhut

    Seperti diketahui, ventilator sangat dibutuhkan bagi pasien Covid-19. Namun, ketersediaan alat bantu pernapasan ini mulai tak memadai saat jumlah pasien Covid-19 semakin banyak.

  • Pernyataan Kontroversial 5 Menteri Jokowi yang Viral dan Disorot Publik

    Pernyataan Kontroversial 5 Menteri Jokowi yang Viral dan Disorot Publik

    TIKTAK.ID – Beberapa menteri di Kabinet Indonesia Maju acap kali mengeluarkan berbagai pernyataan yang kontroversial dan memantik perhatian publik. Sebagian pernyataan tersebut bahkan menuai kritik dan viral di media sosial. 

    Berikut pernyataan lima menteri yang menjadi viral:

    Muhadjir Effendy: Fatwa Orang Kaya Menikahi Orang Miskin

    Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy mengusulkan kepada Kementerian Agama agar menerbitkan fatwa agar orang kaya menikahi orang miskin. Ia mengaku ide ini berangkat dari data yang menyebut ada 5 juta kepala keluarga yang masuk kategori rumah tangga miskin. 

    “Di Indonesia ini kan ada ajaran agama yang kadang-kadang disalahtafsirkan. Kalau mencari jodoh yang setara, orang miskin cari juga sesama miskin, akibatnya ya jadilah rumah tangga miskin baru,” ujar Muhadjir dalam sambutannya di acara Rapat Kerja Kesehatan Nasional di Jiexpo, Kemayoran, Jakarta, dilansir Tempo.co, Rabu (19/2/20).

    Baca juga: Beda Pernyataan Jubir Jokowi dan Relawan Soal Reshuffle Menteri, Sengaja atau Kurang Koordinasi?

    Mahfud MD: Data Sampah Veronica Koman

    Awalnya, aktivis HAM Veronica Koman menyatakan telah menyerahkan surat berisi data tahanan politik dan korban tewas di Papua kepada Jokowi.

    “Belum dibuka kali suratnya, karena ada banyak.  Rakyat biasa juga kirim surat ke Presiden. Jadi itu kalau memang ada, ya, sampah sajalah,” ujar Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD di Kompleks Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (11/2/20).

    Mahfud kemudian mengatakan ada salah tafsir dalam mengartikan ucapannya. Ia berdalih konteks sampah yang ia maksud adalah terkait ucapan Veronica yang menyebut telah menyerahkan data itu kepada Jokowi di Australia.
    “Yang sampah itu adalah informasi bahwa Veronica Koman serahkan surat kepada Presiden. Itu sampah, ndak ada,” ucap Mahfud.

    Halaman selanjutnya…