TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Nasional
Home›Nasional›Soal Omnibus Law, Fadli Zon Minta Kritik Diarahkan ke Jokowi Bukan DPR

Soal Omnibus Law, Fadli Zon Minta Kritik Diarahkan ke Jokowi Bukan DPR

By Joni Sitohang
24 Oktober 2020
2442
0
Soal Omnibus Law, Fadli Zon Minta Kritik Diarahkan ke Jokowi Bukan DPR

TIKTAK.ID – Anggota DPR dari Fraksi Gerindra, Fadli Zon mengatakan kritik masyarakat terhadap Omnibus Law Undang-Undang atau UU Cipta Kerja harus diarahkan kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

“Sistem kita ini kan presidensil, kekuasaan di tangan presiden. Jadi yang paling bertanggung jawab terhadap Undang-Undang ini tentu saja presiden,” ujar Fadli melalui diskusi Forum Jurnalis Politik, seperti dilansir Tempo.co, Kamis (22/10/20).

Menurut Fadli, bola Omnibus Law ada di tangan presiden. Ia pun menilai Presiden Jokowi bisa saja membatalkan atau menunda aturan ini lewat peraturan pemerintah pengganti undang-undang atau Perppu.

Baca juga : Pengakuan Luhut: Sayalah yang Mulai Mencetuskan Omnibus Law Cipta Kerja

Ia melanjutkan, jika kritik diarahkan ke partai politik, maka hal itu akan merepotkan. Pasalnya, kata Fadli, partai politik merupakan pilar demokrasi.

“Jadi bukan mengarahkan demo ke parpol dong, karena yang menentukan itu di Istana, bukan parpol,” ucap Fadli.

Seperti diketahui, Pemerintah telah memastikan akan melanjutkan UU Cipta Kerja di tengah ramainya penolakan atas aturan ini. Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Moeldoko menyatakan Jokowi akan segera meneken UU Cipta Kerja. Ia menjelaskan, Presiden Jokowi juga terus berkomunikasi dengan kelompok-kelompok yang menolak.

Baca juga : Bareskrim Polri Tetapkan 8 Tersangka Kebakaran Kejagung

Di sisi lain, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) masih berupaya menuntut DPR untuk melakukan legislative review. Sebab, berdasarkan ketentuan Pasal 20 ayat 1 UUD 1945, DPR memegang kekuasaan membentuk Undang-Undang. Oleh sebab itu, DPR memiliki kewenangan dalam membuat sebuah UU baru untuk membatalkan UU Cipta Kerja melalui proses legislative review.

“UUD 1945 pasal 22A yang kemudian melegitimasi mendelegasikan ke dalam UU PPP Nomor 15 Tahun 2015 memungkinkan legislative review, jadi gunakanlah hal itu. Kami mohon untuk mewakili kami, buruh dan rakyat di Indonesia,” ucap Presiden KSPI, Said Iqbal dalam konferensi pers virtual, Rabu (21/10/20).

Perlu diketahui, KSPI dan Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) mencatat setidaknya ada sebanyak 12 pasal dalam klaster ketenagakerjaan yang dianggap merugikan buruh. Pasal-pasal tersebut mencakup soal pesangon, sistem kontrak dan alih daya, serta pengupahan.

TagsDPRFadli ZonJokowiOmnibus LawUU Cipta KerjaUU Ciptaker

Related articles More from author

  • Infrastruktur Belum Siap, Jokowi Gagal Pindah Kantor ke IKN Bulan Ini
    Nasional

    Infrastruktur Belum Siap, Jokowi Gagal Pindah Kantor ke IKN Bulan Ini

    13 Juli 2024
    By Joni Sitohang
  • Didiagnosis Derita Kanker Prostat, SBY Hubungi Jokowi
    Nasional

    Didiagnosis Derita Kanker Prostat, SBY Hubungi Jokowi

    2 November 2021
    By Joni Sitohang
  • Pengecatan Pesawat Presiden Tuai Kritikan, Anggota DPR ini Malah Salahkan SBY
    Nasional

    Pengecatan Pesawat Presiden Tuai Kritikan, Anggota DPR ini Malah Salahkan SBY

    5 Agustus 2021
    By Joni Sitohang
  • Yusril Sebut Peluang Jokowi 3 Periode Lewat Amendemen UU, Kecil
    Nasional

    Yusril Sebut Peluang Jokowi 3 Periode Lewat Amendemen UU, Kecil

    17 Maret 2021
    By Joni Sitohang
  • KPK Ungkap Alasan Cecar Dito Ariotedjo Soal Kunker Jokowi di Kasus Kuota Haji
    Nasional

    KPK Ungkap Alasan Cecar Dito Ariotedjo Soal Kunker Jokowi di Kasus Kuota Haji

    28 Januari 2026
    By Johan Arif
  • Anies Hapus Program Normalisasi Sungai DKI Cetusan Jokowi
    Nasional

    Anies Hapus Program Normalisasi Sungai DKI Cetusan Jokowi

    10 Februari 2021
    By Joni Sitohang

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • PDIP Buka Pintu Lebar untuk PKB Usai Cak Imin Gertak Gerindra
    Nasional

    PDIP Buka Pintu Lebar untuk PKB Usai Cak Imin Gertak Gerindra

  • Google Minta Maaf Setelah Sebut Bahasa di Negara Bagian India Paling Jelek
    Teknologi

    Google Minta Maaf Setelah Sebut Bahasa di Negara Bagian India Paling Jelek

  • Peneliti Indef Nilai Koar-koar Buka Borok Pertamina Hanya Intrik Politik Ahok
    Nasional

    Peneliti Indef Nilai Koar-koar Buka Borok Pertamina Hanya Intrik Politik Ahok

  • Ganjar Bocorkan Soal Partai Lain yang Bakal Ikut Usung Dirinya
    Nasional

    Ganjar Bocorkan Soal Partai Lain yang Bakal Ikut Usung Dirinya

  • Soal Pemutusan Listrik dan Air Penghuni Apartemen di DKI, Anies Bisa Apa?
    Nasional

    Soal Pemutusan Listrik dan Air Penghuni Apartemen di DKI, Anies Bisa Apa?

Artikel Terbaru

  • Panduan Lengkap 10 Manfaat Kayu Manis untuk Tubuh yang Sehat 27 Oktober 2026
  • Cara Merebus Sayur Agar Warna Tetap Hijau dan Nutrisi Terjaga 26 Oktober 2026
  • Profil Liliyana Natsir: Biodata, Karier, dan Prestasi 26 Oktober 2026
  • Prabowo Panggil Mendagri dan Kepala BMKG ke Istana, Ini Bahan yang Dibawa 26 Oktober 2026
  • Apa Itu IP Address dan Cara Melihatnya di HP serta Laptop 26 Oktober 2026

Kategori

  • Berita Unik (100)
  • Internasional (1,531)
  • Kesehatan (89)
  • Keuangan (22)
  • Kuliner (1,068)
  • Nasional (8,017)
  • Olahraga (1,146)
  • Opini (2)
  • Selebriti (1,175)
  • Teknologi (1,285)
  • tips (15)
  • Tips & Tutorial (1,294)
  • Viral (82)

Cari Artikel

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
© Copyright 2026 TIKTAK.ID. All rights reserved.