TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Nasional
Home›Nasional›Sesalkan Pagelaran Wayang Gus Miftah, MUI: Ini Dakwah yang Kontraproduktif

Sesalkan Pagelaran Wayang Gus Miftah, MUI: Ini Dakwah yang Kontraproduktif

By Joni Sitohang
22 Februari 2022
486
0
Sesalkan Pagelaran Wayang Gus Miftah, MUI: Ini Dakwah yang Kontraproduktif

TIKTAK.ID – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) bidang Dakwah, Cholil Nafis mengimbau semua pihak agar menurunkan tensi dan tidak saling serang di ruang publik mengenai polemik hukum wayang dalam Islam.

“Jika saling serang di ruang publik, tidak akan menyelesaikan masalah. Jadi mari saling turunkan tensinya”, cuit Cholil melalui akun Twitter resminya @cholilnafis, seperti dilansir CNN Indonesia, Senin (21/2/22).

Cholil menyampaikan hal itu untuk menanggapi pemberitaan soal Miftah Maulana Habiburrahman alias Gus Miftah yang panen hujatan, lantaran menyelenggarakan pagelaran wayang yang mengkritik penceramah Khalid Basalamah. Cholil mengklaim hukum wayang dalam Islam dapat dijelaskan. Meski begitu, dia mengimbau sebaiknya minta maaf dan tidak mengulanginya jika telah melukai perasaan seseorang.

Baca juga : Soal Aturan Jual Beli Tanah Harus Punya BPJS, Pengamat: Diskriminatif dan Bebani Masyarakat

“Efek merasa dilukai bakal berbalas melukai. Ini adalah dakwah yang kontraproduktif,” tutur Cholil.

Untuk diketahui, polemik ini bermula saat Khalid Basalamah mengomentari pertanyaan jemaah terkait hukum wayang dalam Islam. Khalid Basalamah menjawab, sebaiknya hal itu ditinggalkan. Dia bahkan meminta dalang untuk bertaubat karena tak sesuai dengan standar Islam. Pernyataan tersebut pun menuai reaksi keras dari pelbagai kalangan, terutama dalang.

Sementara itu, Gus Miftah ikut mengomentari polemik wayang haram. Lewat akun Instagramnya, Gus Miftah mengajak masyarakat untuk menonton wayang dan tidak perlu tersinggung.

Baca juga : Jokowi Luncurkan JKP Pengganti JHT, Apa Manfaatnya?

“Wayangan yuk. Terima kasih untuk yang sudah nyenggol-nyenggol wayang, itu menjadi pemicu kami untuk lebih mencintai budaya. Tidak usah tersinggung apalagi marah, buktikan saja rasa cintamu terhadap wayang”, tulis Gus Miftah.

Kemudian Gus Miftah menggelar pertunjukan wayang kulit di Pondok Pesantren asuhannya, Ora Aji, Sleman Yogyakarta. Pertunjukan itu dianggap penuh sindiran, yang diduga ditujukan kepada penceramah yang mempermasalahkan keharaman wayang. Warganet lantas mengecamnya.

Dalam pagelaran itu, Dalang Warseno Hardjodarsono alias Ki Warseno Slank menampilkan tokoh wayang yang menyerupai sang penceramah. Wayang itu berkali-kali digebuk oleh lakon wayang yang lain.

Baca juga : Survei Indikator Ungkap 70 Persen Masyarakat Puas dengan Kinerja Jokowi

“Mbok ki cangkemmu cangkem opo cok. Yen koe ra seneng wayang ra sah kakehan cangkem koe (kalau kamu tidak senang wayang, tidak perlu banyak bicara),” ujar Ki Warseno sambil memerankan adegan Basalamah yang digebuk.

Gus Miftah mengunggah video adegan pertunjukan wayang itu melalui akun Twitternya pada Minggu (20/2/22). Unggahan itu pun sempat viral di media sosial.

TagsGus MiftahMUI

Related articles More from author

  • BNPT Jawab Kritik Sekjen MUI Soal Kriteria Penceramah Radikal
    Nasional

    BNPT Jawab Kritik Sekjen MUI Soal Kriteria Penceramah Radikal

    10 Maret 2022
    By Joni Sitohang
  • Nasional

    Fatwa ‘Inkonsisten’ MUI Jatim tentang Larangan Ucapan Natal Menuai Polemik, LAWAN Institute: Jangan Jadi Calo Tuhan

    24 Desember 2019
    By Rusli Qomar
  • Isu Pembubaran MUI Menguat, Begini Saran DPP Nasdem ke MUI
    Nasional

    Isu Pembubaran MUI Menguat, Begini Saran DPP Nasdem ke MUI

    26 November 2021
    By Joni Sitohang
  • Respons Gus Miftah Soal Sumbangan Mumtaz Rais: Ora Aji Ora Didol!
    Nasional

    Respons Gus Miftah Soal Sumbangan Mumtaz Rais: Ora Aji Ora Didol!

    7 Oktober 2021
    By Joni Sitohang
  • MUI Bakal Usulkan Fatwa Nyeleneh Baru, Masa Jabatan Presiden 7-8 Tahun per Periode
    Nasional

    MUI Bakal Usulkan Fatwa Nyeleneh Baru, Masa Jabatan Presiden 7-8 Tahun per Periode

    20 Oktober 2020
    By Joni Sitohang
  • Gus Miftah Ungkap Cara Turunkan Berat Badan
    Selebriti

    Gus Miftah Ungkap Cara Turunkan Berat Badan

    29 Juli 2021
    By

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Gerindra Duga Ada Operasi Rahasia Gagalkan Gibran Cawapres
    Nasional

    Gerindra Duga Ada Operasi Rahasia Gagalkan Gibran Cawapres

  • Sekjen Gerindra Bahas Sosok Pendamping Prabowo di Pilpres 2024
    Nasional

    Sekjen Gerindra Bahas Sosok Pendamping Prabowo di Pilpres 2024

  • Bersama Brand Lokal Livigi, Oki Setiana Dewi Luncurkan Produk Sportwear untuk Wanita Berhijab
    Selebriti

    Bersama Brand Lokal Livigi, Oki Setiana Dewi Luncurkan Produk Sportwear untuk Wanita Berhijab

  • LG Sematkan AI di Mesin Cuci, Bisa Kenali Berat Hingga Jenis Pakaian
    Teknologi

    LG Sematkan AI di Mesin Cuci, Bisa Kenali Berat Hingga Jenis Pakaian

  • PDIP Terus Desak Negara Minta Maaf ke Bung Karno
    Nasional

    PDIP Terus Desak Negara Minta Maaf ke Bung Karno

Artikel Terbaru

  • Pemerintah Kaji Upaya Atasi Over Capacity Lapas Napi Narkoba 30 September 2026
  • Cara Menggunakan Password Manager di HP agar Akun Tetap Aman 30 September 2026
  • Cara Menjaga Postur Tubuh agar Tidak Mudah Bungkuk 30 September 2026
  • Cara Menggunakan WhatsApp Web di Laptop dengan Mudah 2026 30 September 2026
  • HP vivo Y29 Spesifikasi Lengkap, Harga, dan Kelebihannya 29 September 2026

Kategori

  • Berita Unik (100)
  • Internasional (1,531)
  • Kesehatan (60)
  • Keuangan (10)
  • Kuliner (1,058)
  • Nasional (7,946)
  • Olahraga (1,135)
  • Opini (2)
  • Selebriti (1,175)
  • Teknologi (1,226)
  • tips (15)
  • Tips & Tutorial (1,294)
  • Viral (82)

Cari Artikel

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
© Copyright 2026 TIKTAK.ID. All rights reserved.