
TIKTAK.ID – Sebagai bagian dari upaya preventif dalam mencegah penularan Virus Corona (COVID-19), tiga hari lalu Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengingatkan warga agar membawa sajadah sendiri saat salat Jumat di masjid.
“Khusus untuk teman-teman yang akan menunaikan Salat Jumat besok, jangan lupa bawa sajadah atau alas sujud sendiri,” ucapnya melalui akun Twitter @aniesbaswedan, Kamis (5/3/20).
Tak ketinggalan, dia juga menyarankan masyarakat menghubungi hotline Pemprov DKI Jakarta jika ada yang ingin ditanyakan seputar virus Corona. Masyarakat bisa menghubungi nomor 112, 119 atau 081388376955.
Tak perlu menunggu lama, cuitan Anies langsung disambar netizen yang selama ini dikenal kerap nyinyir terhadap hal apapun yang menyangkut Gubernur DKI Jakarta tersebut.
Baca juga: Cawagub DKI dari PKS, Calon Wakil Anies tapi Rasa Ahok
Salah satunya, akun @eko_kuntadhi yang menyindir pedas dengan kalimat: “Idenya menembus langit. Emang selama ini kalau Jumatan, ada yang bawa karung?”
Merasa geregetan dengan komentar nyinyir @eko_kuntadhi, netizen lain pun ikut merespons.
“Saya heran dengan ketololan seperti eko ini. Hal sederhana saja tak dipahami,” komentar akun @mkusumawijaya.
Terlepas dari polemik dan saling hujat antarnetizen di dunia maya, belakangan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Doni Monardo justru menyampaikan imbauan yang sama kepada umat Muslim untuk membawa sajadah atau alas sujud lainnya secara mandiri, yakni ketika hendak salat di masjid dan musala.
Halaman selanjutnya…
Johan Arif adalah seorang penulis dan pemerhati dinamika sosial-politik yang berfokus mengamati perkembangan isu-isu nasional terkini. Lewat karya-karyanya, Johan menyajikan ulasan kritis dan tajam mengenai panggung politik, kebijakan publik, pergerakan tokoh figur publik, hingga fenomena-fenomena viral yang menyita perhatian publik.
Dengan pendekatan jurnalistik yang lugas dan objektif, Johan berusaha membedah latar belakang di balik setiap peristiwa hangat agar pembaca mendapatkan sudut pandang yang utuh dan berimbang. Fokus penulisan Johan adalah menghadirkan literasi politik dan sosial yang mudah dicerna, sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih responsif dan kritis terhadap situasi yang terjadi di sekitarnya.










