TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Tips & Tutorial
Home›Tips & Tutorial›Dokter Sebut Tingkat Bahaya Malas Sikat Gigi Jadi Lebih Tinggi Saat Pandemi

Dokter Sebut Tingkat Bahaya Malas Sikat Gigi Jadi Lebih Tinggi Saat Pandemi

By Joni Sitohang
21 Maret 2021
601
0
Dokter Sebut Tingkat Bahaya Malas Sikat Gigi Jadi Lebih Tinggi Saat Pandemi

TIKTAK.ID – Selama pandemi virus Corona (Covid-19), orang Indonesia disebut malah semakin malas untuk menyikat gigi. Sistem Work from Home atau bekerja dari rumah membuat banyak orang menyepelekan pentingnya sikat gigi. Hal itu karena selama bekerja dari rumah, mereka tidak banyak berinteraksi tatap muka dengan orang lain.

Head of Sustainable Living Beauty & Personal Care and Home Care Unilever Indonesia Foundation, drg Ratu Mirah Afifah, GCClindent, MDSc, mengatakan bahwa usai setahun pandemi membuat masyarakat semakin melek soal pentingnya kesehatan fisik dan mental.

Meski begitu, ia mengaku menyayangkan, sebanyak 50 persen responden survei mengaku malas menyikat gigi. Padahal, drg Mirah menyebut mulut merupakan “pintu gerbang” masuknya kuman dan virus penyebab penyakit.

“Sebelum pandemi, orang memang kurang memerhatikan. Tapi saat pandemi, lebih berat lagi. Sudah 1 tahun pandemi ini mengakibatkan permasalahan di kesehatan gigi dan mulut. Hasil di Indonesia menyatakan sebanyak 73 persen mengalami masalah kesehatan gigi dan mulut,” ujar drg Mirah, Jumat (19/3/21), seperti dilansir detik.com.

Kemudian drg Mirah menjelaskan, masalah yang paling sering muncul dalam setahun terakhir ini adalah mulut kering, bau mulut (halitosis), gusi berdarah saat sikat gigi, serta nyeri pada gigi dan gusi.

Ia pun memaparkan, ada 30 persen responden yang mengaku pernah melewati 1 hari penuh tanpa menyikat gigi.

Ia menilai hal itu adalah imbas dari perubahan tren gaya hidup sejak pandemi melanda, ketika segala aktivitas lebih banyak dilakukan di dalam rumah saja. Hal itu pula yang membuat orang-orang menganggap sikat gigi jadi kurang penting.

Sementara itu, Ketua Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Dr drg R.M Sri Hananto Seno, SpBM(K). MM menambahkan, jika gigi sampai tidak disikat selama 24 jam, maka akan terjadi fermentasi mikroorganisme di plak gigi. Menurutnya, hal inilah yang akan menyebabkan peradangan pada gusi.

“Peradangan akan semakin tinggi jika Covid-19 sampai masuk ke dalam peradangan ini. Bahkan lebih ganas 3 kali lipat penyebaran, lebih cepat ke pembuluh darah. Gigi dan mulut kalau tidak bersih, maka akan mempercepat perkembangbiakan mikroorganisme,” terang dr Seno.

TagsCoronaCOVID-19DokterpandemiSikat GigiVirus Corona

Related articles More from author

  • Klaim Demokrasi di Era Jokowi Berjalan Baik, Pengamat: Saya Sudah Buktikan Sendiri
    Nasional

    Klaim Demokrasi di Era Jokowi Berjalan Baik, Pengamat: Saya Sudah Buktikan Sendiri

    20 September 2021
    By Joni Sitohang
  • Soal Bansos Anies Baswedan Bertuliskan "Dibiayai APDB DKI", Nasdem: Contoh Sikap Kekanak-kanakan
    Nasional

    Soal Bansos Anies Baswedan Bertuliskan “Dibiayai APBD DKI”, Nasdem: Contoh Sikap Kekanak-kanakan

    23 Mei 2020
    By Joni Sitohang
  • Pengamat Ragu Elektabilitas Keponakan Prabowo Bisa Meningkat Drastis
    Nasional

    Pengamat Ragu Elektabilitas Keponakan Prabowo Bisa Meningkat Drastis

    21 November 2020
    By Joni Sitohang
  • Anak Buah Ungkap 'Pembisik' Anies dari Pihak Pemerintah Pusat Saat Putuskan PSBB DKI
    Nasional

    Anak Buah Ungkap ‘Pembisik’ Anies dari Pihak Pemerintah Pusat Saat Putuskan PSBB DKI

    25 Oktober 2020
    By Joni Sitohang
  • Nasional

    Infeksi Virus Corona Bisa Disembuhkan, Begini Kondisi Pasien yang Disebut Sembuh

    12 Februari 2020
    By Johan Arif
  • Anggap Istilah 'Hidup Berdamai dengan Corona' Versi Jokowi Tidak Tepat, JK: Damai itu Harus dari Dua Belah Pihak
    Nasional

    Anggap Istilah ‘Hidup Berdamai dengan Corona’ Versi Jokowi Tidak Tepat, JK: Damai itu Harus dari Dua Belah Pihak

    20 Mei 2020
    By Joni Sitohang

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Tak Ikut Aksi 1812, Amien Rais: Sudah Cukup Ya, Saya Sudah Sepuh
    Nasional

    Tak Ikut Aksi 1812, Amien Rais: Sudah Cukup Ya, Saya Sudah Sepuh

  • Anies Ungkap Cara Manjur Agar Selamat dari Virus Corona
    Nasional

    Anies Ungkap Cara Manjur Agar Selamat dari Virus Corona

  • Kemlu Kembali Fasilitasi Pemulangan 503 WNI dari Malaysia
    Nasional

    Kemlu Kembali Fasilitasi Pemulangan 503 WNI dari Malaysia

  • Siapa Sangka, Terlalu Sering Buka Medsos Ternyata Bisa Sebabkan Masalah Gigi
    Tips & Tutorial

    Siapa Sangka, Terlalu Sering Buka Medsos Ternyata Bisa Sebabkan Masalah Gigi

  • Mohamed Salah Masuk Daftar Tokoh Muslim Paling Berpengaruh di Dunia
    Olahraga

    Mohamed Salah Masuk Daftar Tokoh Muslim Paling Berpengaruh di Dunia

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.