Didit Lakukan Safari Lebaran, Ini Kata Pengamat

TIKTAK.ID – Safari lebaran Ragowo Hediprasetyo Djojohadikusumo, atau yang lebih dikenal Didit Hediprasetyo, menjadi sorotan. Didit dianggap tengah menjalankan tugas politik ayahnya.
Didit memang jauh dari aktivitas politik selama Prabowo tiga kali mengikuti kontestasi Pilpres sejak 2009 lalu. Oleh sebab itu, langkah anak semata wayang Presiden Prabowo Subianto tersebut datang ke keluarga presiden terdahulu dinilai memiliki pesan politis.
Sejak Hari Raya Idulfitri pada Sabtu (21/3/26), Didit rajin melakukan safari. Mulai dari bertemu Anies Baswedan, Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Presiden ke-7 Joko Widodo, hingga istri Presiden ke-4 Gus Dur, Sinta Wahid. Didit bahkan sempat mengumpulkan seluruh anak presiden ketika perayaan ulang tahunnya yang ke-41 pada 22 Maret 2025.
Baca juga : Mendagri Prediksi Pembangunan Kembali Sumatera Imbas Banjir Perlu Rp130 T
Menurut Direktur Arus Survei Indonesia (ASI), Ali Rif’an, safari lebaran Didit tidak dapat dipisahkan dari posisi ayahnya sebagai Presiden. Dia mengatakan safari Didit ini bisa dianggap sebagai jembatan komunikasi politik Prabowo dengan para presiden terdahulu, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Ali menyatakan sosok Didit memunculkan pesan positif kepada publik. Dia menyebut Didit membawa nuansa kehangatan antara Presiden Prabowo dan para pendahulunya.
“Terlebih, sebelumnya Presiden Prabowo juga mendahuluinya dengan mengundang para mantan Presiden ke Istana,” ungkap Ali, pada Rabu (25/3/26), seperti dilansir CNN Indonesia.
Baca juga : Putuskan 8 Poin Reformasi Polri, DPR: Polri Tetap di Bawah Presiden
Ali berpendapat Didit jelas mewakili figur tunggal Prabowo secara pribadi. Dia pun menilai pesannya akan berbeda bila safari itu dilakukan orang dekat lain Prabowo.
“Mengapa Didit? Sebab, beliau pasti mewakili figur tunggal, yakni Prabowo secara pribadi. Sedangkan kalau yang dikasih tugas selain Didit, spekulasi politik bisa melebar,” tutur Ali.
Ali menerangkan, keharmonisan komunikasi politik Prabowo penting di tengah kondisi ekonomi dan situasi geopolitik. Dia memaparkan, tersendatnya jalur distribusi Selat Hormuz (pemasok minyak 20-25 persen dunia) tentu berefek pada berbagai negara, termasuk Indonesia. Apalagi, Prabowo juga punya sejumlah program strategis yang rentan menuai kritik, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG).
Baca juga : Pemerintah Bentuk Tim Penanganan Banjir Jawa
“Untuk itu, safari Didit menjadi penting sebagai upaya merajut komunikasi yang cair dan membangun bonding dengan para mantan presiden,” ucap Ali.










