TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Nasional
Home›Nasional›Zulhas Buka 3 Strategi Pemerintah Genjot Swasembada-Tekan Impor Pangan

Zulhas Buka 3 Strategi Pemerintah Genjot Swasembada-Tekan Impor Pangan

By Johan Arif
5 November 2026
0
0
Zulhas Buka 3 Strategi Pemerintah Genjot Swasembada-Tekan Impor Pangan

Zulhas Buka 3 Strategi Pemerintah Genjot Swasembada-Tekan Impor Pangan

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengungkap fakta bahwa Indonesia hingga kini masih sangat bergantung pada pangan impor. Ketergantungan ini menjadi dasar mengapa pemerintah menjadikan swasembada pangan sebagai kebijakan utama.

Data Impor Pangan Indonesia 2024

Menurut Zulhas, sepanjang tahun 2024 Indonesia masih mengandalkan impor untuk sejumlah komoditas pokok. Angkanya tidak kecil: beras sebanyak 4,5 juta ton, gandum hingga 13 juta ton, kedelai 4 juta ton, serta garam 4 juta ton.

“Kebutuhan pangan kita hampir semuanya masih bersandar pada impor, termasuk daging dan telur ayam yang bergantung pada dua negara, yaitu Thailand dan Malaysia,” ujar Zulhas dalam acara Senator Menyapa 2026 di Hotel JW Marriott, Jakarta, Kamis (5/11).

Dari gambaran tersebut, Zulhas menegaskan pemerintah menempatkan swasembada pangan sebagai prioritas nasional untuk menekan ketergantungan impor.

“Kebijakan utama presiden kita adalah swasembada, karena swasembada itu adalah kehormatan,” kata dia.

Baca juga: upaya pemerintah mencapai swasembada beras

Tiga Strategi Menuju Swasembada Pangan

Zulhas memaparkan setidaknya tiga strategi yang sedang dijalankan untuk mewujudkan swasembada pangan.

1. Memangkas Regulasi yang Menghambat

Langkah pertama adalah menyederhanakan aturan yang selama ini menyulitkan penyaluran pupuk ke petani. Sebagai menko, ia menyebut telah mengubah kebijakan yang dianggap menjadi penghambat.

Contohnya, terdapat 145 aturan terkait pupuk.ironisnya, meski produksi pupuk nasional mencapai 30 juta ton, penyerapannya baru 6 juta ton. Melalui tiga kali rapat, pemerintah memangkas regulasi tersebut menjadi hanya tiga aturan.

Hasilnya terlihat pada tahun 2025: penyerapan produksi pupuk naik menjadi 9,5 juta ton, bertambah sekitar dua juta ton dari kondisi sebelumnya.

2. Memperbaiki Produktivitas Sawah

Strategi kedua berfokus pada peningkatan produktivitas lahan pertanian. Zulhas menyoroti pola pembangunan yang selama ini kurang tepat sasaran.

“Kita periksa irigasinya, ternyata irigasi yang diperbaiki, tapi yang dibangun justru jalan menuju irigasi,” ujarnya mengkritik.

Karena itu, pemerintah memastikan perbaikan irigasi dilakukan langsung di titik yang benar agar sawah benar-benar mendapat manfaat.

3. Keberpihakan pada Harga Pangan

Strategi ketiga adalah menjamin harga pangan yang menguntungkan petani. Zulhas menilai keberpihakan ini sebenarnya sudah menjadi wacana selama 30 tahun, tetapi belum benar-benar dirasakan petani di lapangan.

Oleh sebab itu, pemerintah berupaya memperbaiki harga komoditas pangan, khususnya agar petani memperoleh harga layak bagi hasil panennya.

Harapan ke Depan

Kombinasi penyederhanaan regulasi, perbaikan infrastruktur pertanian, dan keberpihakan harga diharapkan mampu mendorong produksi pangan domestik meningkat secara berkelanjutan. Jika strategi ini berjalan konsisten, ketergantungan Indonesia pada impor komoditas strategis diperkirakan bisa terus ditekan.

Baca juga: kondisi harga pangan nasional hari ini dan program ketahanan pangan pemerintah.

Johan Arif
Johan Arif

Johan Arif adalah seorang penulis dan pemerhati dinamika sosial-politik yang berfokus mengamati perkembangan isu-isu nasional terkini. Lewat karya-karyanya, Johan menyajikan ulasan kritis dan tajam mengenai panggung politik, kebijakan publik, pergerakan tokoh figur publik, hingga fenomena-fenomena viral yang menyita perhatian publik.

Dengan pendekatan jurnalistik yang lugas dan objektif, Johan berusaha membedah latar belakang di balik setiap peristiwa hangat agar pembaca mendapatkan sudut pandang yang utuh dan berimbang. Fokus penulisan Johan adalah menghadirkan literasi politik dan sosial yang mudah dicerna, sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih responsif dan kritis terhadap situasi yang terjadi di sekitarnya.

Related articles More from author

  • KPU Bantah Pasal 18 Ayat 3 PKPU Diselundupkan untuk Loloskan Gibran
    Nasional

    KPU Bantah Pasal 18 Ayat 3 PKPU Diselundupkan untuk Loloskan Gibran

    9 Oktober 2026
    By Johan Arif
  • Mencuat Pejuang PPP Dukung Prabowo-Gibran, Mardiono Siap Pecat Kader yang Tak Patuh
    Nasional

    Mencuat Pejuang PPP Dukung Prabowo-Gibran, Mardiono Siap Pecat Kader yang Tak Patuh

    5 Januari 2024
    By Joni Sitohang
  • Polri Ungkap Alasan Limpahkan Kasus Febrie Adriansyah ke Kejagung
    Nasional

    Polri Ungkap Alasan Limpahkan Kasus Febrie Adriansyah ke Kejagung

    15 Juli 2026
    By Johan Arif
  • Aturan Baru Kemenag: Guru-Santri Dilarang Main Handphone di Pesantren
    Nasional

    Aturan Baru Kemenag: Guru-Santri Dilarang Main Handphone di Pesantren

    20 September 2026
    By Johan Arif
  • Yusril: PP Soal Penugasan Polri di Jabatan Sipil Bakal Rampung Januari 2026
    Nasional

    Yusril: PP Soal Penugasan Polri di Jabatan Sipil Bakal Rampung Januari 2026

    24 Desember 2025
    By Johan Arif
  • Anak Ferdy Sambo Lolos Masuk Akpol 2023, Berikut Fakta-faktanya
    Nasional

    Anak Ferdy Sambo Lolos Masuk Akpol 2023, Berikut Fakta-faktanya

    4 Agustus 2023
    By Joni Sitohang

Berita Menarik Lainnya

  • Sinyal Kuat KIB Bakal Usung Erick Thohir Jadi Cawapres 2024
    Nasional

    Sinyal Kuat KIB Bakal Usung Erick Thohir Jadi Cawapres 2024

  • TIKTAK.ID - Sejak Jadi Menteri Jokowi Prabowo Tak Pernah Lagi Bicara Politik, Ini Alasannya
    Nasional

    Sejak Jadi Menteri Jokowi Prabowo Tak Pernah Lagi Bicara Politik, Ini Alasannya

  • Bintangi Film ‘Satu Hari Dengan Ibu’, Vebby Palwinta Ungkap Sulitnya Jadi Ibu
    Selebriti

    Bintangi Film ‘Satu Hari Dengan Ibu’, Vebby Palwinta Ungkap Sulitnya Jadi Ibu

  • Baru Diguyur Hujan 2 Jam, Kantor Gubernur Ganjar Sudah Kebanjiran
    Nasional

    Baru Diguyur Hujan 2 Jam, Kantor Gubernur Ganjar Sudah Kebanjiran

  • Anies Terpilih Jadi 'Gubernur Terpopuler Media Digital 2020'
    Nasional

    Anies Terpilih Jadi ‘Gubernur Terpopuler Media Digital 2020’

Artikel Terbaru

  • Hepatitis A: Gejala, Penyebab, dan Cara Mencegahnya Sejak Dini 5 November 2026
  • Zulhas Buka 3 Strategi Pemerintah Genjot Swasembada-Tekan Impor Pangan 5 November 2026
  • Cara Membuat Stiker WhatsApp dari Foto di HP dengan Mudah 5 November 2026
  • Demokrat Dukung Pertemuan Pimpinan Parpol, Ini Alasannya Soal Penyadapan Prabowo 5 November 2026
  • Cara Mengurangi Konsumsi Gula Harian Tanpa Kehilangan Rasa Manis 5 November 2026

Kategori

  • Berita Unik (100)
  • Internasional (1,531)
  • Kesehatan (103)
  • Keuangan (25)
  • Kuliner (1,071)
  • Nasional (8,044)
  • Olahraga (1,148)
  • Opini (2)
  • Selebriti (1,175)
  • Teknologi (1,312)
  • tips (15)
  • Tips & Tutorial (1,294)
  • Viral (82)

Cari Artikel

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
© Copyright 2026 TIKTAK.ID. All rights reserved.