TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Nasional
Home›Nasional›Mengenal Wahabi, Aliran Radikal yang Diminta PBNU Dilarang di RI

Mengenal Wahabi, Aliran Radikal yang Diminta PBNU Dilarang di RI

By Joni Sitohang
30 Oktober 2022
890
0
Mengenal Wahabi, Aliran Radikal yang Diminta PBNU Dilarang di RI

TIKTAK.ID – Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) diketahui menyarankan Pemerintah untuk membuat regulasi yang melarang penyebaran paham Wahabi lewat majelis taklim, media online, maupun media sosial di Indonesia.

LD PBNU menilai kelompok yang mengikuti paham Wahabi kerap menuding bid’ah dan gemar mengafirkan tradisi keagamaan yang dilakukan oleh mayoritas umat Islam di Indonesia. Selain itu, LD PBNU mengatakan paham Wahabi tersebut ditengarai menjadi embrio munculnya paham radikalisme, ekstremisme, dan terorisme.

Seperti dilansir CNNIndonesia.com, Wahabi merupakan ideologi keagamaan dari Arab Saudi. Paham tersebut adalah pemikiran Islam dari Muhammad bin Abdul Wahab.

Baca juga : Setelah Ditahan Polri, Bambang Tri Akhirnya Cabut Gugatan Ijazah Palsu Jokowi

Pemikiran yang dibawanya ditujukan bagi pengikut yang berpegang teguh pada purifikasi atau kemurnian Islam ke bentuk asli sesuai teks Alquran dan Hadis. Tentu murni dalam artian mereka sendiri, yakni merasa hanya kelompoknya saja yang Islamnya paling benar.

Jika ditarik sejarahnya, paham Wahabi sendiri berawal dari awal abad ke-18, saat Abdul Wahab mulai menyarankan Saudi ke bentuk Islam yang murni. Menurut Britannica, Abdul Wahab kerap menyampaikan khotbah mengenai ide-ide “radikal” reformasi agama yang konservatif berdasarkan aturan moral yang ketat.

Gerakan Wahabi telah berkembang di dunia Arab seperti Mesir, Iran, hingga Indonesia. Paham Wahabi mencirikan diri sebagai muwahhidin atau unitarian, yaitu istilah yang berasal dari penekanan mereka pada keesaan mutlak Tuhan atau tauhid.

Baca juga : 7 Mantan Kapolri Turun Gunung Temui Listyo Sigit, Ada Apa?

Mereka pun menolak seluruh tindakan yang dianggap menyiratkan kemusyrikan. Di antaranya mengunjungi makam, memuliakan orang suci, dan menganjurkan untuk kembali ke ajaran asli Islam, sebagaimana tercantum dalam Alquran dan Sunnah dengan mengecam semua sumber doktrin lain sebagai bid’ah.

Cendekiawan Muslim, almarhum Azyumardi Azra, melacak awal keterhubungan ajaran Wahabi dengan orang-orang di Sumatera Barat pada 1803 silam. Melalui bukunya “Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara abad XVII dan XVIII” (2013), Azra mengaku paham itu mulai masuk lewat kepulangan tiga orang yang baru pulang ibadah haji pada 1803. Tahun tersebut bersamaan dengan dikuasainya Mekkah oleh kelompok berpaham Wahabi.

Pengaruh tersebut pun tampak dari penentangan terhadap bid’ah, penggunaan tembakau, dan pemakaian baju sutra. Azra menyatakan mereka mulai menyebarkan paham ini di wilayah Minangkabau.

TagsPBNURadikalWahabi

Related articles More from author

  • TIKTAK.ID - Tolak Wacana Pemerintah Pulangkan WNI Eks ISIS, PBNU: Pembunuh, Pembantai, dan Pemerkosa, Buat Apa Diramahin!
    Nasional

    Tolak Wacana Pemerintah Pulangkan WNI Eks ISIS, PBNU: Pembunuh, Pembantai, dan Pemerkosa, Buat Apa Diramahin!

    9 Februari 2020
    By Rusli Qomar
  • Ketum PBNU Bilang Warga NU Tak Haram Coblos PAN, Cak Imin Beri Tanggapan
    Nasional

    Ketum PBNU Bilang Warga NU Tak Haram Coblos PAN, Cak Imin Beri Tanggapan

    25 Februari 2023
    By Joni Sitohang
  • TIKTAK.ID - Ketua PBNU Minta Presiden RI Bantu Redam Konflik AS-Iran
    Nasional

    Ketua PBNU Minta Presiden RI Bantu Redam Konflik AS-Iran

    12 Januari 2020
    By Rusli Qomar
  • Ketum PBNU Tegaskan Aksi 212 Bertujuan Politik, Bukan Kebangkitan Islam
    Nasional

    Said Aqil Jawab Pernyataan ‘NU Harus Jauh dari PKB’

    1 Februari 2023
    By Joni Sitohang
  • TIKTAK.ID - NU, Muhammadiyah dan PGI Kompak Desak DPR dan Pemerintah Setop Pembahasan RUU Omnibus Law Cipta Kerja
    Nasional

    NU, Muhammadiyah dan PGI Kompak Desak DPR dan Pemerintah Setop Pembahasan RUU Omnibus Law Cipta Kerja

    30 April 2020
    By Rusli Qomar
  • PBNU Desak BNPT Beberkan Data 198 Pesantren Terafiliasi Teroris
    Nasional

    PBNU Desak BNPT Beberkan Data 198 Pesantren Terafiliasi Teroris

    30 Januari 2022
    By Joni Sitohang

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Polda Metro Jaya: Reuni Akbar 212 Belum Punya Izin
    Nasional

    Polda Metro Jaya: Reuni Akbar 212 Belum Punya Izin

  • PDIP Beberkan Sempat Ada ‘Utusan’ yang Minta Hasto Mundur dan Jokowi Tak Dipecat
    Nasional

    PDIP Beberkan Sempat Ada ‘Utusan’ yang Minta Hasto Mundur dan Jokowi Tak Dipecat

  • Kecanggihan Workstation AHY, Youtuber Gamer Lewat
    Teknologi

    Kecanggihan Workstation AHY, Youtuber Gamer Lewat

  • PKB Siap Minta Masukan Ulama Jika Gus Muhaimin Batal Dampingi Prabowo di Pilpres 2024
    Nasional

    PKB Siap Minta Masukan Ulama Jika Gus Muhaimin Batal Dampingi Prabowo di Pilpres 2024

  • Dituding Beli Ijazah dari Luar Negri, Gibran: Beli di Shopee Free Ongkir
    Nasional

    Dituding Beli Ijazah dari Luar Negri, Gibran: Beli di Shopee Free Ongkir

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.