TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Internasional
Home›Internasional›Secara Global Sepanjang 2019, 49 Wartawan Tewas

Secara Global Sepanjang 2019, 49 Wartawan Tewas

By William Putra Wijaya
18 Desember 2019
482
0
TIKTAK.ID - Secara Global Sepanjang 2019, 49 Wartawan Tewas

TIKTAK.ID – Setidaknya 49 wartawan tewas selama 2019. Sedangkan 57 lainnya disandera dan 389 dipenjara, kata kelompok nirlaba Reporters Without Borders, Selasa (17/12/19), seperti yang dilaporkan CNN.

Dalam laporan tahunannya, kelompok yang bermarkas di Paris ini menyebutkan bahwa jumlah wartawan yang tewas pada tahun ini paling rendah sejak 16 tahun lalu. Bila dilihat angkanya “secara historis rendah” dibandingkan dengan rata-rata 80 wartawan tewas per tahun selama dua dekade terakhir.

Menurunnya jumlah wartawan yang tewas tahun ini kata mereka, karena berkurangnya jumlah wartawan yang tewas di zona perang. Mereka bilang ada 941 wartawan terbunuh dalam 10 tahun terakhir.

Baca juga: Partai Oposisi Demo Keputusan Pemerintah Thailand

Pada tahun ini jumlah wartawan yang tewas di konflik Suriah, Irak, Yaman dan Afghanistan menurun bila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Namun, di negara-negara yang tak berperang, jumlah wartawan yang tewas masih tetap “sama” dengan tahun-tahun sebelumnya.

“Sekitar 63% wartawan yang tewas di seluruh dunia dibunuh atau secara sengaja dijadikan sasaran,” tulis laporan Reporters Without Borders.

Jumlah wartawan tewas di Meksiko pada tahun ini sama dengan tahun sebelumnya, yaitu 10 wartawan. Di seluruh Amerika Latin sendiri pada tahun ini ada 14 wartawan tewas. Dengan jumlah itu, Amerika Latin sama mematikannya bagi wartawan seperti di Timur Tengah.

Lembaga ini juga mencatat 8 wartawan dbunuh di Brasil, Chili, Meksiko, Honduras, Kolombia dan Haiti. Namun, jumlah ini belum ditambahkan ke dalam laporan tahunan, karena verifikasi yang tertunda.

Baca juga: Tanggapi 3 Syarat Habib Rizieq Bisa Pulang Cepat, Munarman: Ini Bukti Negara Memang Otoriter dan Zalim

Sementara itu, koordinator program Amerika Tengah dan Selatan dari Commite to Protect Journalists Natalie Southwick mengatakan, meski Amerika Tengah dan Selatan bukan zona aktif perang tapi tingkat kekerasannya setara.

“Amerika Tengah dan Selatan adalah sebuah wilayah dengan tingkat kekerasan endemik yang sangat tinggi di seluruh dunia, meskipun mereka bukan di zona konflik,” kata Southwick.

Ancaman lain selain perang bagi Southwick adalah ancaman dari kejahatan terorganisir. Bahkan, Southwick bilang saat ini telah bergeser, sebab secara historis negara telah menjadi salah satu agresor utama kepada wartawan.

“Kami melihat, terutama di tempat-tempat di mana negara tidak benar-benar hadir, Di sana ada kehadiran yang jauh lebih kuat, yaitu kejahatan terorganisir yang menjadi ancaman utama,” katanya.

Baca juga: Jubirsus Gerindra Yakin Jokowi Pilih Orang Terbaik untuk Dewan Pengawas KPK

Saouthwick mengatakan, wartawan yang berfokus pada masalah lingkungan di Amerika Tengah dan Selatan, semakin terjebak dalam situasi yang berbahaya.

“Wartawan yang melaporkan masalah-masalah itu dan para aktivis terjebak dalam ancaman yang sama seperti yang dihadapi para aktivis itu sendiri,” katanya.

Southwick mengatakan sangat penting bahwa pemerintah melawan kejahatan terorganisir dan impunitas. “Mereka [gerombolan penjahat terorganisasi] berpikir bahwa tidak ada konsekuensi bila membunuh wartawan.”

Sementara itu Sekjen Reporters Without Borders Christophe Deloire menyatakan menyambut baik turunnya jumlah wartawan yang tewas di zona perang dan belum pernah terjadi sebelumnya. Namun pada saat yang sama, semakin banyak wartawan yang sengaja dibunuh karena pekerjaan mereka. Bahkan, ini terjadi di negara-negara demokratis.

Baca juga: Polisi Tetapkan Penghina Ma’ruf Amin sebagai Tersangka

“Ini tantangan yang nyata bagi demokrasi di lokasi para wartawan hidup dan bekerja,” kata Deloire.

Reporters Without Borders juga mencatat bahwa jumlah wartawan yang ditahan dengan sewenang-wenang 12% lebih tinggi dari 2018. Sebanyak 389 wartawan dipenjara sehubungan dengan pekerjaan mereka.

Dalam laporan mereka, sepertiga dari wartawan yang ditahan dengan sewenang-wenang dilakukan oleh China.

TagsAfghanistanAmerika LatinChristophe DeloireIrakMeksikoSuriahTimur TengahWartawanWithout BordersYamanzona perang

Related articles More from author

  • Israel Tembakkan Rudal ke Pelabuhan Suriah
    Internasional

    Israel Tembakkan Rudal ke Pelabuhan Suriah

    31 Desember 2021
    By Bagas F Sinaga
  • Parlemen Irak Putuskan Akan Usir Tentara AS
    Internasional

    Buntut Pembunuhan Soleimani dan Al Muhandis, Parlemen Irak Sepakat Usir Pasukan AS dari Irak

    6 Januari 2020
    By William Putra Wijaya
  • Dua Konvoi Pasukan Koalisi AS Dihantam Ledakan di Irak
    Internasional

    Dua Konvoi Pasukan Koalisi AS Dihantam Ledakan di Irak

    14 Agustus 2020
    By Bagas F Sinaga
  • Setelah Iran, Presiden Meksiko Nyatakan Siap Pasok Bensin Venezuela Meski Harus Hadapi Sanksi Amerika
    Internasional

    Setelah Iran, Presiden Meksiko Nyatakan Siap Pasok Bensin Venezuela Meski Harus Hadapi Sanksi Amerika

    17 Juni 2020
    By Bagas F Sinaga
  • Suriah-Israel Berbalas Roket
    Internasional

    Suriah-Israel Berbalas Roket

    20 November 2019
    By William Putra Wijaya
  • Yaman Balas Serang Abu Dhabi, Fasilitas Minyak Utama Terbakar
    Internasional

    Yaman Balas Serang Abu Dhabi, Fasilitas Minyak Utama Terbakar

    21 Januari 2022
    By William Putra Wijaya

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Parlemen Eropa Coret Aung San Suu Kyi dari Komunitas Penerima Penghargaan Sakharov
    Internasional

    Parlemen Eropa Coret Aung San Suu Kyi dari Komunitas Penerima Penghargaan Sakharov

  • TIKTAK.ID - Prabowo Tak Mungkin Mau Jadikan Anies Cawapresnya di Pilpres 2024
    Nasional

    Prabowo Tetap Capres 2024 Terkuat Versi Banyak Survei, Disusul Anies Baswedan di Posisi Kedua

  • Prabowo Jalin Kesepakatan dengan Komjen Pol Boy Raffi, Soal Apa?
    Nasional

    Prabowo Jalin Kesepakatan dengan Komjen Pol Boy Raffi, Soal Apa?

  • Wow, Putin Tawari Jokowi Energi Nuklir dan Kereta untuk ‘Proyek Ambisius' IKN Nusantara
    Nasional

    Wow, Putin Tawari Jokowi Energi Nuklir dan Kereta untuk ‘Proyek Ambisius’ IKN Nusantara

  • PDIP Tolak Wacana Deklarasi 'Prabowo-Jokowi 2024', Bagaimana Respons Gerindra?
    Nasional

    Dinilai Paling Pantas Lanjutkan Pemerintahan Jokowi, Elektabilitas Prabowo Konsisten Teratas

Artikel Terbaru

  • Test Article for Verification 6 November 2026
  • Kemenbud Gelar Anugerah Kebudayaan Indonesia 2026, Apresiasi Pelestari Budaya 6 November 2026
  • Kemenbud Gelar Anugerah Kebudayaan Indonesia 2026, Apresiasi Pelestari Budaya 6 November 2026
  • Ketum Muhammadiyah Desak Penyadapan oleh Listyo dkk Diusut Transparan 6 November 2026
  • Simple Test Article 6 November 2026

Kategori

  • Berita Unik (100)
  • Internasional (1,531)
  • Kesehatan (103)
  • Keuangan (25)
  • Kuliner (1,071)
  • Nasional (8,054)
  • Olahraga (1,148)
  • Opini (2)
  • Selebriti (1,175)
  • Teknologi (1,322)
  • tips (15)
  • Tips & Tutorial (1,294)
  • Viral (82)

Cari Artikel

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
© Copyright 2026 TIKTAK.ID. All rights reserved.