TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Internasional
Home›Internasional›Parlemen Eropa Coret Aung San Suu Kyi dari Komunitas Penerima Penghargaan Sakharov

Parlemen Eropa Coret Aung San Suu Kyi dari Komunitas Penerima Penghargaan Sakharov

By William Putra Wijaya
11 September 2020
568
0
Parlemen Eropa Coret Aung San Suu Kyi dari Komunitas Penerima Penghargaan Sakharov

TIKTAK.ID – Parlemen Eropa mencoret nama pemimpin sipil Myanmar Aung San Suu Kyi dari “komunitas Penghargaan Sakharov” karena dia “membiarkan” negaranya melakukan kejahatan terhadap komunitas Rohingya, tulis Al Jazeera, Kamis (10/9/20).

“Keputusan ini memberikan sanksi atas kurangnya tindakan dan penerimaannya atas kejahatan yang sedang berlangsung terhadap komunitas Rohingya di Myanmar”, tulis Juru Bicara Parlemen Eropa, Jaume Duch Guillot melalui akun Twitterrnya. Keputusan itu diambil oleh Konferensi Presiden Parlemen, yang terdiri dari presiden Badan tersebut dan para pemimpin kelompok politik.

Sebelumnya Majelis Uni Eropa menganugerahi mantan juru kampanye demokrasi itu dengan penghargaan hak asasi manusia tertinggi pada 1990, setahun sebelum dia menerima Hadiah Nobel Perdamaian, tetapi dia kini tidak lagi dapat menjadi bagian dalam acara itu.

Sebuah sumber yang dekat dengan Parlemen mengatakan bahwa hadiah tersebut telah diberikan untuk karya Aung San Suu Kyi sebelum 1990 dan tidak dapat ditarik kembali tetapi pengecualian ini, yang dibuat pada Kamis 10 September, adalah sanksi terkuat yang diberikan oleh anggota parlemen.

Penghargaan Sakharov untuk Kebebasan Berpikir dibuat pada 1988 oleh Parlemen Eropa dan diberikan kepada individu dan kelompok atas kerja luar biasa mereka dalam membela hak asasi manusia dan kebebasan fundamental.

Lebih dari 700.000 penduduk Rohingya, sebagian besar merupakan minoritas Muslim, terpaksa melarikan diri ke negara tetangga Bangladesh setelah militer Myanmar melakukan penumpasan berdarah pada 2017, yang menurut kesimpulan penyelidik PBB dilakukan dengan “niat genosida”.

Namun, Myanmar menolak tuduhan genosida itu dan sebagian besar tuduhan kekerasan yang dipimpin militer tersebut, dengan mengatakan bahwa tindakannya dimaksudkan untuk melindungi negara dari “militan” Rohingya.

Dalam pidatonya pada Desember di Mahkamah Internasional (ICJ) yang berlangsung sekitar 30 menit, Aung San Suu Kyi membela militer negaranya dari tuduhan genosida, tetapi dia tidak menggunakan kata Rohingya sama sekali, dalam pidato sebanyak 3.379 kata itu.

Kritikus mengatakan penolakannya atas tuduhan tersebut adalah bagian dari upaya Myanmar untuk melucuti identitas dan hak minoritas penduduk Muslim Rohingya.

TagsAung San Suu KyiBerita Dunia Hari IniParlemen EropaPenghargaanSakharov

Related articles More from author

  • AS Ungkap Kemungkinan Saudi Berkawan dengan Israel
    Internasional

    AS Ungkap Kemungkinan Saudi Berkawan dengan Israel

    24 Oktober 2021
    By Bagas F Sinaga
  • China: AS Picu Perang Dingin Baru
    Internasional

    China: AS Picu Perang Dingin Baru

    3 Agustus 2020
    By William Putra Wijaya
  • Bentrok dengan Polisi, Tujuh Demonstran Tewas di Kolombia
    Internasional

    Bentrok dengan Polisi, Tujuh Demonstran Tewas di Kolombia

    11 September 2020
    By Bagas F Sinaga
  • Dituduh Lecehkan Belasan Wanita, Gubernur New York Mengundurkan Diri
    Internasional

    Dituduh Lecehkan Belasan Wanita, Gubernur New York Mengundurkan Diri

    13 Agustus 2021
    By William Putra Wijaya
  • Dokumen Pengadilan Ungkap Aksi Putra Mahkota Saudi Kirim Pasukan Pembunuh ke Kanada
    Internasional

    Dokumen Pengadilan Ungkap Aksi Putra Mahkota Saudi Kirim Pasukan Pembunuh ke Kanada

    7 Agustus 2020
    By William Putra Wijaya
  • Tiga Negara Eropa Tolak Usulan AS Soal Sanksi PBB kepada Iran
    Internasional

    Tiga Negara Eropa Tolak Usulan AS Soal Sanksi PBB kepada Iran

    21 Juni 2020
    By William Putra Wijaya

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Demokrat Ngotot Minta Jokowi Klarifikasi Kudeta Moeldoko
    Nasional

    Demokrat Ngotot Minta Jokowi Klarifikasi Kudeta Moeldoko

  • Perusahaan Bandel Bakal Dipidanakan Anies Selama PPKM Darurat
    Nasional

    Perusahaan Bandel Bakal Dipidanakan Anies Selama PPKM Darurat

  • Resmikan PP Manajemen PNS, Jokowi Kini Bisa Angkat, Mutasi dan Copot ASN
    Nasional

    Resmikan PP Manajemen PNS, Jokowi Kini Bisa Angkat, Mutasi dan Copot ASN

  • Sederet Musisi Beda Generasi Warnai Album 'Puspa Ragam Karya' Guruh Sukarno Putra
    Selebriti

    Sederet Musisi Beda Generasi Warnai Album ‘Puspa Ragam Karya’ Guruh Sukarno Putra

  • Fahri Hamzah Buka Suara Soal Wacana Pemakzulan Jokowi
    Nasional

    Fahri Hamzah Buka Suara Soal Wacana Pemakzulan Jokowi

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.