TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Internasional
Home›Internasional›Partai Oposisi Demo Keputusan Pemerintah Thailand

Partai Oposisi Demo Keputusan Pemerintah Thailand

By Bagas F Sinaga
15 Desember 2019
582
0
TIKTAK.ID - Partai Oposisi Demo Keputusan Pemerintah Thailand

TIKTAK.ID – Ribuan orang turun ke jalan di Bangkok Thailand, pada Sabtu (14/12/19), menyusul keputusan Pemerintah mantan penguasa militer Prayuth Chan-ocha untuk melarang partai oposisi. Demonstrasi ini bisa dibilang demonstrasi terbesar di Thailand sejak kudeta pada 2014, seperti yang dilaporkan Reuters.

Demonstrasi di Bangkok ini diserukan sehari sebelumnya oleh pemimpin partai Future Forward Thanathorn Juangroongruangkit, miliader berusia 41 tahun. Demonstrasi ini menghidupkan lagi kenangan akan hiruk pikuk protes yang mengguncang Ibu Kota Thailand secara berkala dalam dua dekade terakhir akibat turbulensi politik.

Namun tak ada tanda-tanda upaya memblokir demonstrasi terbesar sejak Prayuth merebut kekuasaan pada 2014 dan berjanji untuk mengakhiri kerusuhan.

“Ini baru permulaan,” kata Thanathorn kepada demonstran yang bersorak-sorai di trotoar dan tangga dekat mal MBK Center, di jantung kawasan perbelanjaan dan bisnis Bangkok.

Baca juga: Raja Thailand Lucuti Gelar Kehormatan Selir Sineenat yang Dicap Tak Setia

Thanathorn muncul sebagai lawan paling vokal bagi pemerintahan Prayuth, 65, sejak pemilihan pada bulan Maret yang menurut oposisi telah dimanipulasi untuk menguntungkan tentara.

Panel pemilihan Thailand telah meminta Mahkamah Konstitusi untuk membubarkan partai Future Forward. Mereka menuduhnya melanggar undang-undang yang mengatur partai politik dengan menerima pinjaman jutaan dolar dari Thanathorn.

Pada bulan lalu, Mahkamah Konstitusi mendiskualifikasi Thanathorn sebagai anggota parlemen. Alasannya, karena Thanathorn diduga memegang saham di perusahaan media pada tanggal pencalonan pemilihannya didaftarkan. Namun, Thanathorn membantah keputusan itu.

Di antara demonstran pada Sabtu ini ada beberapa yang mengenakan “baju merah” veteran, yaitu pendukung pemimpin populis yang sebelumnya digulingkan, Thaksin Shinawatra. Kelompok “baju merah” ini pernah bentrok dengan kaum konservatif “baju kuning” -loyalis garis keras istana dan tentara- di Bangkok.

Baca juga: China Berang Dituduh Amerika Tindas Hongkong

Di antara para demonstran kali ini terdapat kaum muda yang baru pertama kali melakukan aksi unjuk rasa.

“Sekarang sudah waktunya,” kata pekerja kantor Pantipa Tiakhome, 30. “Mereka telah melakukan segalanya untuk menghalangi demokrasi agar tidak berkembang.”

Dengan menggunakan media sosial, Thanathorn menyatukan kaum muda Thailand. Sementara itu, tentara membuat pernyataan jelas atas ketidaksukaannya pada gerakan yang mereka tuduh berusaha untuk menggalang kaum muda melawan monarki dan angkatan bersenjata.

TIKTAK.ID - Partai Oposisi Demo Keputusan Pemerintah Thailand

TIKTAK.ID – Thanathorn Juangroongruangkit melakukan orasi ditengah-tengah demonstran yang memprotes Keputusan Pemerintah Thailand

“Hari ini adalah pamer kekuatan sehingga di masa depan orang lain dapat bergabung dengan kami. Kami baru saja hari ini di sini sebagai percobaan. Berdoa saja, jangan takut dulu. Pertunjukan sebenarnya adalah bulan depan,” kata Thanathorn.

Baca juga: Hongkong Lautan Api

Oposisi pemerintah juga merencanakan aksi lanjutan, “Maju Melawan Kediktatoran”, pada 12 Januari tahun depan.

Sabtu ini, Thanathorn juga menandatangani perjanjian dengan enam partai aliansi oposisi untuk mendorong perubahan konstitusi yang disusun oleh junta sebelum pemilihan. Thanathorn juga mendapat dukungan dari partai aliansi oposisi untuk melakukan protes hari ini.

Salah satunya adalah Partai Pheu Thai, yang memiliki hubungan dengan Thaksin, yang hidup dalam pengasingan sejak dia digulingkan pada 2006. Sementara, kakaknya digulingkan sebagai Perdana Menteri Thailand kala itu oleh Prayuth.

Sementara Prayuth menanggapi demonstrasi itu mengatakan kepada wartawan pada Jumat (13/12/19), bahwa tidak pantas mengadakan demonstrasi menjelang akhir tahun.

Baca juga: Babak Baru Akhir Perseteruan Erdogan-Trump

TagsBangkokDemoFuture ForwardMBK CenterOposisiPheu ThaiPrayuth Chan-ochaThailandThaksinThanathorn

Related articles More from author

  • Soal Penolakan RUU HIP, Mahfud MD: Jika Mau Demo Tidak Apa-apa
    Nasional

    Soal Penolakan RUU HIP, Mahfud MD: Jika Mau Demo Tidak Apa-apa

    7 Juli 2020
    By Joni Sitohang
  • Aturan Terbaru Pengadilan Thailand: Aktivis Demonstrasi Terancam Didakwa Makar
    Internasional

    Aturan Terbaru Pengadilan Thailand: Aktivis Demonstrasi Terancam Didakwa Makar

    15 November 2021
    By Bagas F Sinaga
  • Polisi Ancam Bubarkan Demo BEM SI 11 April
    Nasional

    Polisi Ancam Bubarkan Demo BEM SI 11 April

    9 April 2022
    By Joni Sitohang
  • Polemik Banjir Jakarta: Dewi Tanjung Gelar Demo Gugat Anies, Fahira Idris Gelar Demo Bela Anies
    Nasional

    Polemik Banjir Jakarta: Dewi Tanjung Gelar Demo Gugat Anies, Fahira Idris Gelar Demo Bela Anies

    15 Januari 2020
    By Rusli Qomar
  • Resep Thai Kanom Luk Chup, Kue Kacang Hijau Bentuk Buah Mini
    Kuliner

    Resep Thai Kanom Luk Chup, Kue Kacang Hijau Bentuk Buah Mini

    16 Agustus 2023
    By
  • Tiba-tiba Unggah Pembatalan Demo 11 April, Koordinator BEM SI Sebut Akun Medsos Dibajak
    Nasional

    Tiba-tiba Unggah Pembatalan Demo 11 April, Koordinator BEM SI Sebut Akun Medsos Dibajak

    10 April 2022
    By Joni Sitohang

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Ahmad Dhani Kunjungi Kantor Anies Baswedan, Urusan Apa?
    NasionalSelebriti

    Ahmad Dhani Kunjungi Kantor Anies Baswedan, Urusan Apa?

  • Pembunuh George Floyd Diganjar 22,5 Tahun Penjara
    Internasional

    Pembunuh George Floyd Diganjar 22,5 Tahun Penjara

  • Tak Mau Jadi Beban, Mbappe Tolak Nomor 10 Messi di Barcelona
    Olahraga

    Tak Mau Jadi Beban, Mbappe Tolak Nomor 10 Messi di Barcelona

  • Erick Thohir Copot Dirut Asabri, Benarkah Ada Campur Tangan dan Deal Khusus dengan Prabowo?
    Nasional

    Erick Thohir Copot Dirut Asabri, Benarkah Ada Campur Tangan dan Deal Khusus dengan Prabowo?

  • Antisipasi Maraknya PHK Imbas Corona, Jokowi Percepat Program Kartu Pra Kerja
    Nasional

    Antisipasi Maraknya PHK Imbas Corona, Jokowi Percepat Program Kartu Pra Kerja

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.