TIKTAK.ID – Sikap frontal ditunjukkan blak-blakan oleh putra Amien Rais yang juga Ketua DPP PAN, Mumtaz Rais saat angkat bicara soal rencana ayahnya yang bakal membentuk partai baru, dan kemungkinan dinamakan “PAN Reformasi”.
Mumtaz menilai dan punya keyakinan, parpol baru yang diangankan Amien Rais ini tidak akan pernah terwujud. Itu sebabnya ia menyebut wacana itu bukan kado pahit bagi PAN saat ini.
“Kado pahit? Justru kado yang nasgitel, panas, legi lan kenthel (kado panas, manis, dan kental). Mengapa? Karena PAN Reformasi ini, alih-alih akan terbentuk dan dideklarasikan, malah ada yang nyungsep sebelum tumbuh,” ujar Mumtaz kepada wartawan, Senin (31/8/20).
Pesimisme PAN Reformasi bakal terwujud bukan tanpa alasan. Menurut Mumtaz, PAN Reformasi tidak akan terbentuk karena tidak ada satu pun anggota DPR/DPRD Fraksi PAN atau Kepala Daerah PAN yang ikut bergabung membentuk partai tersebut.
TIKTAK.ID – Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) dideklarasikan di sebuah rumah makan di Jalan Fatmawati, Jakarta Selatan, Minggu (2/8/20). Orang-orang yang hadir pun tak asing lagi, terutama bagi mereka yang terbiasa mengamati berita-berita politik.
Di antaranya terdapat Rocky Gerung, Din Syamsuddin, Refly Harun, Abdullah Hehamahua, dan Said Didu. Kemudian ada M.S. Ka’ban, Syahganda Nainggolan, Anthony Kurniawan, Rohmat Wahab, Ahmad Yani, Adhie M. Massardi, Moh. Jumhur Hidayat, Ichsanudin Noorsy, Hatta Taliwang, Marwan Batubara, Edwin Sukowati, Joko Abdurrahman, Habib Muhsin Al Atas, Tamsil Linrung, Eko Suryo Santjojo, Chusnul Mariyah, dan Sri Bintang Pamungkas.
Panitia mengatakan mereka juga mengundang mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo, Rachmawati Soekarnoputri, hingga ekonom Rizal Ramli. Namun ketiganya tidak hadir.
“Yang sudah kami konfirmasi dan menyatakan bersedia, ada hampir 150 [tokoh] lebih dan mereka terus menyatakan dukungan. Bahkan tidak hanya di Jakarta, melainkan hampir di seluruh Indonesia,” ujar Ketua Panitia Kerja KAMI, Ahmad Yani, seperti dilansir Tirto.id.
Nama-nama yang ada di balik deklarasi KAMI, bukanlah “orang baru”. Beberapa di antaranya pernah menjabat di pemerintahan. Ada juga yang merupakan pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno saat Pilpres 2019.
Selain itu, terdapat pula tokoh yang memang sejak lama dikenal sebagai oposisi Pemerintah, siapa pun yang berkuasa, seperti Rocky Gerung. Rocky sendiri merupakan mantan dosen filsafat di Universitas Indonesia yang kerap disapa “Profesor” meski gelar terakhir yang ia peroleh hanya sarjana.
TIKTAK.ID – Pengamat Politik Rocky Gerung menyarankan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan untuk berada di kubu oposisi. Hal itu berkaitan dengan Anies yang digadang-gadang bakal jadi calon terkuat di Pilpres 2024 mendatang.
Rocky mengatakan jalan Anies menuju Pilpres 2024 akan semakin mulus jika beroposisi terhadap pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Pasalnya, hal itu dinilai efektif untuk mengisi dua tahun waktu luang Anies setelah lengser sebagai gubernur. Masa jabatan Anies sendiri masih berlangsung hingga 2022.
“Sekarang coba kita uji perlahan-lahan ya. Satu soal kemungkinan Anies tidak hidup di dalam pasar politik karena aturan tadi,” ujar Rocky, dilansir Tribunnews.com.
Mantan dosen UI itu menyatakan, mengkritik Pemerintah bisa menjadi jalan Anies agar tetap eksis meski tak lagi menjabat sebagai gubernur.
“Kalau saya kasih semacam ilmu pada Anies, ‘Begini saja Nies, kalau lu 2022 sudah enggak punya panggung, 2024 masih dua tahun. Lu cari panggung di luar sebagai oposisi, jadi komentator resmi alternatif public opinion terhadap Pemerintah’,” saran Rocky.
TIKTAK.ID – Ketua Umum PAN periode 2020-2025, Zulkifli Hasan mengatakan bahwa partainya berada di luar pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Meski begitu, dia tak mau PAN disebut sebagai oposisi.
“Kalau masuk (pemerintahan) tidak, tapi oposisi juga tidak,” ujar Zulkifli usai acara penutupan Kongres PAN V di Hotel Claro, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, dilansir Tempo.co, Rabu (12/2/20).
Zulkifli menyatakan dalam Pemilu 2019, partainya tidak mendukung Jokowi. Untuk itu, lanjutnya, PAN tidak mungkin masuk ke dalam pemerintahan. Meski demikian, Zulkifli menyebut PAN akan mendukung kebijakan dan program Pemerintah yang sejalan dengan partainya dan menguntungkan rakyat.
Sebaliknya, lanjut Zulkifli, kebijakan dan program Pemerintah yang tidak menguntungkan rakyat akan dikritik. Menurutnya, sebagai mitra harus kritis dan obyektif. Ia mengungkapkan, hal itu untuk memberikan solusi atas permasalahan bangsa.
Zulkifli pun menyayangkan banyak kader PAN masih meributkan posisi PAN apakah menjadi pihak oposisi atau tidak. Padahal, kata Zulkifli, Pemilu 2019 sudah lama berlalu.
“Positioning itu penting untuk menghadapi tantangan yang berat, dan 2024 itu tidak mudah. Kita kemarin masih ribut soal oposisi atau tidak oposisi, itu yang saya tidak setuju,” ucapnya.
Zulkifli mengklaim PAN tak ingin partainya mengikuti tagline Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang dengan lantang menyatakan sikap sebagai oposisi. Ia menilai jika mengikuti langkah PKS tersebut, maka akan merugikan PAN.
Menurutnya, untuk memperbaiki posisi di Pemilu 2024, maka PAN harus menjalin hubungan baik dengan partai mana pun. Tidak hanya itu, Zulkifli bermaksud mempertahankan PAN sebagai partai religius dan nasionalis.
“Kita harus meluruskan kembali PAN sesuai cita-cita awal yaitu partai miniatur Indonesia,” ungkapnya.
Seperti diketahui, dalam Kongres PAN V, Zulkifli terpilih kembali menjadi Ketum PAN untuk periode 2020-2025. Ia mengalahkan kedua pesaingnya, Mulfachri Harahap dan Dradjad Wibowo. Sebelumnya, Zulkifli menjabat Ketum PAN periode 2015-2020 hasil Kongres PAN IV di Nusa Dua, Bali, pada 2015.
TIKTAK.ID – Musisi Ahmad Dhani berkomentar soal Prabowo Subianto masuk ke dalam rezim Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan menjabat sebagai Menteri Pertahanan. Hal itu diungkapkannya melalui video di channel YouTube-nya, Video Legend.
“Ada dua hal yang saya tangkap. Bisa dianggap ini the art of war atau the art of survival,” ujar Dhani, dilansir Detik.com.
Menurut Dhani, nanti waktu yang akan menentukan bergabungnya Prabowo ke rezim Jokowi merupakan the art of war ataukah the art of survival. Sebab, kata Dhani, masih banyak yang tidak bisa menerima bergabungnya Prabowo dengan rezim sekarang.
Dhani sendiri merasa dengan Prabowo masuk ke rezim Jokowi, bisa jadi keuntungan untuk masing-masing pihak, atau simbiosis mutualisme. Salah satu keuntungannya adalah menghindari gesekan.
Dhani pun mengklaim rezim Jokowi membutuhkan Prabowo dan Gerindra untuk masuk jajaran pemerintahan yang sekarang. Ia menilai jika Prabowo tidak masuk ke dalam rezim Jokowi, maka gesekannya akan lebih keras antara rezim dan oposisi.
Tidak hanya itu, Dhani meyakini dengan bergabungnya Prabowo ke pemerintah Jokowi bisa menghilangkan prasangka buruk publik soal kecurangan Pilpres 2019.
TIKTAK.ID – Ribuan orang turun ke jalan di Bangkok Thailand, pada Sabtu (14/12/19), menyusul keputusan Pemerintah mantan penguasa militer Prayuth Chan-ocha untuk melarang partai oposisi. Demonstrasi ini bisa dibilang demonstrasi terbesar di Thailand sejak kudeta pada 2014, seperti yang dilaporkan Reuters.
Demonstrasi di Bangkok ini diserukan sehari sebelumnya oleh pemimpin partai Future Forward Thanathorn Juangroongruangkit, miliader berusia 41 tahun. Demonstrasi ini menghidupkan lagi kenangan akan hiruk pikuk protes yang mengguncang Ibu Kota Thailand secara berkala dalam dua dekade terakhir akibat turbulensi politik.
Namun tak ada tanda-tanda upaya memblokir demonstrasi terbesar sejak Prayuth merebut kekuasaan pada 2014 dan berjanji untuk mengakhiri kerusuhan.
“Ini baru permulaan,” kata Thanathorn kepada demonstran yang bersorak-sorai di trotoar dan tangga dekat mal MBK Center, di jantung kawasan perbelanjaan dan bisnis Bangkok.
Thanathorn muncul sebagai lawan paling vokal bagi pemerintahan Prayuth, 65, sejak pemilihan pada bulan Maret yang menurut oposisi telah dimanipulasi untuk menguntungkan tentara.
Panel pemilihan Thailand telah meminta Mahkamah Konstitusi untuk membubarkan partai Future Forward. Mereka menuduhnya melanggar undang-undang yang mengatur partai politik dengan menerima pinjaman jutaan dolar dari Thanathorn.
Pada bulan lalu, Mahkamah Konstitusi mendiskualifikasi Thanathorn sebagai anggota parlemen. Alasannya, karena Thanathorn diduga memegang saham di perusahaan media pada tanggal pencalonan pemilihannya didaftarkan. Namun, Thanathorn membantah keputusan itu.
Di antara demonstran pada Sabtu ini ada beberapa yang mengenakan “baju merah” veteran, yaitu pendukung pemimpin populis yang sebelumnya digulingkan, Thaksin Shinawatra. Kelompok “baju merah” ini pernah bentrok dengan kaum konservatif “baju kuning” -loyalis garis keras istana dan tentara- di Bangkok.
Di antara para demonstran kali ini terdapat kaum muda yang baru pertama kali melakukan aksi unjuk rasa.
“Sekarang sudah waktunya,” kata pekerja kantor Pantipa Tiakhome, 30. “Mereka telah melakukan segalanya untuk menghalangi demokrasi agar tidak berkembang.”
Dengan menggunakan media sosial, Thanathorn menyatukan kaum muda Thailand. Sementara itu, tentara membuat pernyataan jelas atas ketidaksukaannya pada gerakan yang mereka tuduh berusaha untuk menggalang kaum muda melawan monarki dan angkatan bersenjata.
TIKTAK.ID – Thanathorn Juangroongruangkit melakukan orasi ditengah-tengah demonstran yang memprotes Keputusan Pemerintah Thailand
“Hari ini adalah pamer kekuatan sehingga di masa depan orang lain dapat bergabung dengan kami. Kami baru saja hari ini di sini sebagai percobaan. Berdoa saja, jangan takut dulu. Pertunjukan sebenarnya adalah bulan depan,” kata Thanathorn.
Oposisi pemerintah juga merencanakan aksi lanjutan, “Maju Melawan Kediktatoran”, pada 12 Januari tahun depan.
Sabtu ini, Thanathorn juga menandatangani perjanjian dengan enam partai aliansi oposisi untuk mendorong perubahan konstitusi yang disusun oleh junta sebelum pemilihan. Thanathorn juga mendapat dukungan dari partai aliansi oposisi untuk melakukan protes hari ini.
Salah satunya adalah Partai Pheu Thai, yang memiliki hubungan dengan Thaksin, yang hidup dalam pengasingan sejak dia digulingkan pada 2006. Sementara, kakaknya digulingkan sebagai Perdana Menteri Thailand kala itu oleh Prayuth.
Sementara Prayuth menanggapi demonstrasi itu mengatakan kepada wartawan pada Jumat (13/12/19), bahwa tidak pantas mengadakan demonstrasi menjelang akhir tahun.
TIKTAK.ID – Terkesan mantap dan siap berseberangan dengan Pemerintah, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dikabarkan sedang mematangkan rencana lanjutan safari politiknya ke PAN dan Demokrat, pasca prosesi “ta’arufan” mereka ke markas PKS, Rabu (30/10/19).
“Mungkin habis ini ke PAN. Hanya masalah waktunya yang belum ditentukan,” kata Ketua DPP Partai NasDem, Willy Aditya, kepada wartawan, Kamis (31/10/19).
Sebelum ke Demokrat, partai berlambang matahari putih itulah yang bakal menjadi sasaran kunjungan terdekat. Terkait rencana ini, NasDem pun disebut sudah berkomunikasi dengan Ketum PAN Zulkifli Hasan dan Sekjen Eddy Soeparno.
“Sudah membangun komunikasi dengan Pak Zulkifli Hasan Ketua Umum PAN maupun Pak Eddy Soeparno Sekjen PAN,” kata dia.
Tapi saat dikonfirmasi, Sekjen PAN Eddy Soeparno mengaku belum mengetahui informasi terkait rencana pertemuan dengan petinggi NasDem tersebut.
“Saya belum ada info tentang rencana silaturahmi beliau-beliau ke kami,” kata Eddy, Kamis (31/10/2019).
Meski begitu, Eddy memastikan hubungan sang Ketum dengan Surya Paloh terjalin baik. Begitu juga komunikasi antara keduanya.
“Sejauh ini komunikasi Pak Zul dengan Pak Surya selalu baik dan lancar,” kata Eddy.