TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Nasional
Home›Nasional›Anggap Politik Indonesia ‘Aneh’, Refly Harun Tegaskan Demo Minta Jokowi Mundur itu Bukan Makar

Anggap Politik Indonesia ‘Aneh’, Refly Harun Tegaskan Demo Minta Jokowi Mundur itu Bukan Makar

By Joni Sitohang
31 Agustus 2020
637
0
Anggap Politik Indonesia 'Aneh', Refly Harun Tegaskan Demo Minta Jokowi Mundur itu Bukan Makar

TIKTAK.ID – Ahli Hukum Tata Negara sekaligus pengamat politik, Refly Harun menganggap politik di Indonesia aneh. Ia mengatakan seorang presiden yang sudah terpilih terus saja dianggap kader partai, bahkan dianggap petugas partai. Padahal, kata Refli, ketika sudah menjadi presiden, maka dia adalah milik seluruh rakyat.

”Memang tugas partai adalah untuk kaderisasi serta rekrutmen politik. Tapi begitu seseorang menjadi Presiden Republik Indonesia, maka sesungguhnya dia presiden bagi kita semua, bukan hanya sebagai presiden PDIP. Jadi, saya rasa buat apa ada perintah mengawal Presiden Jokowi hingga 2024,” ujar Refly dalam video berjudul “Perintah Mega: Amankan Jokowi hingga 2024! Ada Apa?” yang diunggah di saluran YouTube, seperti dilansir Sindonews.com, Minggu (30/8/20).

Selain itu, Refli menyebut yang juga menjadi masalah adalah dalam bentuk apa pengawalan tersebut.

Baca juga : KAMI Dituduh Bakal Jadi Ancaman untuk Gibran di Pilkada Solo, Ruhut: Sebagai Anak Jokowi, Gibran Pasti Menang Telak

”Apakah dalam bentuk pengerahan massa? Intimidasi kepada mereka yang tidak setuju? Atau bagaimana? Kan ini juga menjadi persoalan,” ucap Refli.

Refly menjelaskan bahwa demonstrasi atau unjuk rasa merupakan tindakan yang sah dan boleh dalam demokrasi.

”Kalau misalnya ada demonstrasi yang sekadar meminta presiden bertanggung jawab dan mundur, maka itu tidak bisa dikatakan makar. Sebab, hal itu merupakan aspirasi dalam alam demokratis,” terang salah satu deklarator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) tersebut.

Baca juga : Jika Masih Ingin Dipercaya Rakyat, Sujiwo Tejo Minta Jokowi Batalkan Pencalonan Anak dan Menantunya di Pilkada 2020

Ia melanjutkan, kalau demonstrasi itu direspons dengan demonstrasi tandingan, menurut Refly juga boleh dan tidak ada masalah dengan hal itu.

”Yang tidak boleh yaitu ketika menciptakan tandingan lalu dibenturkan sehingga terjadi konflik horizontal,” tegas Refly.

Sementara itu, Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri mengaku heran terhadap pihak-pihak yang ingin menjatuhkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dari pemerintahan hasil pemilihan langsung oleh rakyat.

Baca juga : Kenapa Mahfud MD Batal Jadi Menteri Ad Interim Gantikan Tito Karnavian?

“Banyak orang yang tidak suka dengan pemerintahan sekarang. Padahal pemerintahan ini (dipilih) langsung, bukan seperti dulu oleh MPR,” tutur Megawati saat pengumuman pasangan calon Kepala Daerah gelombang IV secara virtual, Jumat (28/8/20).

Megawati menyebut Jokowi saat Pilpres 2014 dan 2019 diusung PDI Perjuangan dan juga merupakan kader partai berlambang Kepala Banteng Moncong Putih itu.

“Jadi dari awal kami mengusung dia. Ada pengusung, ada pendukung, tapi kadang sering dibaurkan, padahal salah, kami pengusung,” kata Megawati.

TagsJokowiKAMIMegawatiPDIPRefly Harun

Related articles More from author

  • Jokowi Tegaskan Akan Ajak Musyawarah Seluruh Relawan Putuskan Capres 2024
    Nasional

    Utang RI ke China Menyusut Usai Dibayar Jokowi

    18 Juli 2022
    By Joni Sitohang
  • Aktivis KWJ: Kenapa Politisi PDIP yang Ngaku Bisa Rasakan Kekuatan Ilahi dan Doakan Anies Segera Binasa ini Dibiarkan Polisi?
    Nasional

    Aktivis KWJ: Kenapa Politisi PDIP yang Ngaku Bisa Rasakan Kekuatan Ilahi dan Doakan Anies Segera Binasa ini Dibiarkan Polisi?

    15 Februari 2021
    By Joni Sitohang
  • Jokowi Ungkap 'Harta Karun' Freeport Masih Ada 20 kali lipat
    Nasional

    Jokowi Ungkap ‘Harta Karun’ Freeport Masih Ada 20 kali lipat

    9 Agustus 2022
    By Joni Sitohang
  • Bicara Peluang RI Jadi Negara Maju, Jokowi: Kepemimpinan 2024, 2029 dan 2034 Sangat Menentukan
    Nasional

    Bicara Peluang RI Jadi Negara Maju, Jokowi: Kepemimpinan 2024, 2029 dan 2034 Sangat Menentukan

    21 Agustus 2023
    By Joni Sitohang
  • Tagar #PecatTengkuzulDariMUI Viral di Medsos, Tengku Zul: Jangan Dipelintir, Saya Tak Ada Masalah dengan Pak Jokowi
    Nasional

    Tagar #PecatTengkuzulDariMUI Viral di Medsos, Tengku Zul: Jangan Dipelintir, Saya Tak Ada Masalah dengan Pak Jokowi

    24 Juni 2020
    By Joni Sitohang
  • Jamin Proyek IKN Terus Berlanjut Usai 2024, Jokowi: UU-nya Sudah Ada
    Nasional

    Jamin Proyek IKN Terus Berlanjut Usai 2024, Jokowi: UU-nya Sudah Ada

    5 November 2023
    By Joni Sitohang

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Begini Alasan PKB Minta Deklarasi Capres 2024 Sejak Dini
    Nasional

    Megawati Tegas Tolak Penundaan Pemilu, PKB Jalan Terus

  • Bahas Kampanye 2024, Cak Imin Sebut AMIN Pakai Baju Koko, Sandal Jepit dan Naik Vespa
    Nasional

    Bahas Kampanye 2024, Cak Imin Sebut AMIN Pakai Baju Koko, Sandal Jepit dan Naik Vespa

  • TIKTAK.ID - Pihak Istana Nyatakan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi Positif Corona
    Nasional

    Pihak Istana Nyatakan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi Positif Corona

  • Kalah di PTUN Lawan Pengembang Reklamasi, Anies Ajukan Banding
    Nasional

    Kalah di PTUN Lawan Pengembang Reklamasi, Anies Ajukan Banding

  • Militer Myanmar Ancam Pengunjuk Rasa Anti-Kudeta dengan Hukuman 20 Tahun Penjara
    Internasional

    Militer Myanmar Ancam Pengunjuk Rasa Anti-Kudeta dengan Hukuman 20 Tahun Penjara

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.