Tag: Wartawan

  • Hanya Gara-gara Ditanya Soal ini, Presiden Brasil Ancam Jotos Mulut Wartawan

    Hanya Gara-gara Ditanya Soal ini, Presiden Brasil Ancam Jotos Mulut Wartawan

    TIKTAK.ID – Presiden Brasil, Jair Bolsonaro tertangkap kamera mengancam akan menjotos wajah seorang reporter, setelah ia ditanyai terkait dugaan korupsi yang dilakukan oleh keluarganya.

    Bolsonaro, yang mengunjungi Katedral Metropolitan di Brasilia pada Minggu (23/8/20) kemarin, bertemu dengan sekelompok jurnalis di luar Katedral. Di dalam rekaman video itu terlihat Bolsonaro mengancam reporter surat kabar O Globo setelah meminta komentar atas dugaan korupsi yang dilakukan keluarganya.

    Wartawan itu meminta komentar dari Presiden atas dugaan simpanan uang mantan asisten putra tertua Bolsonaro, Senator Flavio Bolsonaro, ke dalam rekening bank yang diduga milik Ibu Negara Michelle Bolsonaro, tulis CNN.

    Presiden Bolsonaro berdiri hanya beberapa langkah dari Katedral dan mengatakan kepada reporter itu, “Saya merasa ingin meninju mulutmu, oke?”

    Ketika CNN bertanya kepada kantor Presiden Bolsonaro tentang insiden Minggu itu, juru bicaranya menolak berkomentar.

    Pada awal Agustus, majalah Brasil Crusóe menerbitkan laporan yang mengklaim bahwa Fabrício Queiroz, mantan asisten putra tertua Bolsonaro, mentransfer uang sekitar 72.000 real Brasil ($ 12.800) dalam bentuk cek ke Michelle Bolsonaro antara 2011 dan 2016.

    Queiroz saat ini menjalani tahanan rumah akibat penyelidikan korupsi yang sedang berlangsung dan melibatkan putra Bolsonaro. Presiden Bolsonaro belum mengomentari tuduhan terbaru ini.

    Keluarga Bolsonaro menghadapi berbagai penyelidikan, termasuk dugaan skema yang melibatkan Flavio Bolsonaro di Majelis Legislatif Negara Bagian Rio de Janeiro.

    Mahkamah Agung Brasil juga telah membuka penyelidikan terhadap dua putra Bolsonaro, Carlos dan Eduardo, karena diduga menyebarkan berita palsu di internet.

    Investigasi lainnya termasuk dugaan keterlibatan keluarga dalam demonstrasi dan dugaan campur tangannya dalam penunjukan Direktur Polisi Federal Rio de Janeiro untuk menghentikan investigasi terhadap Queiroz.

    O Globo, salah satu perusahaan berita besar Brasil, mengutuk tindakan Bolsonaro terhadap jurnalisnya melalui sebuah pernyataan yang diterbitkan pada Minggu kemarin, beberapa jam setelah insiden tersebut.

    “GLOBO mengecam agresi Presiden Jair Bolsonaro terhadap seorang reporter surat kabar yang hanya melakukan tugasnya menjalankan perannya, dengan cara yang benar-benar profesional,” kata pernyataan itu.

    Asosiasi Jurnalis Nasional Brasil juga mengeluarkan pernyataan.

    “Sangat disayangkan, sekali lagi Presiden bereaksi agresif dan tanpa rasa takut atas pertanyaan wartawan. Sikap ini sama sekali tidak berkontribusi pada demokrasi dan kebebasan pers yang diatur dalam Konstitusi”, bunyi pernyataan itu.

    Insiden Minggu itu juga menuai kecaman dari para kritikus Bolsonaro. Alessandro Molon, seorang anggota parlemen untuk negara bagian Rio de Janeiro men-tweet, “Apa yang diharapkan dari seorang presiden adalah bahwa dia berperilaku di puncak posisinya. Ancaman terhadap pers adalah ancaman bagi demokrasi itu sendiri”.

    Molon juga menuduh Bolsonaro dalam tweet yang sama berusaha menyembunyikan “keterlibatannya dalam skema kriminal”.

  • Wartawan Meksiko Tewas Ditembak Kelompok Bersenjata

    Wartawan Meksiko Tewas Ditembak Kelompok Bersenjata

    TIKTAK.ID – Seorang wartawan di Meksiko terbunuh oleh kelompok bersenjata yang menyerbu sebuah restoran tempat dia makan malam di kota Iguala. Dia adalah Paulo Morrugares, seorang editor di PM Noticias, sebuah media online yang berfokus pada berita kriminal dan kepolisian di negara bagian Guerrero, salah satu daerah paling kejam di Meksiko.

    Mengutip laporan BBC, Senin (3/8/20), Morrugares memilik pengawal, yang ditugaskan menjaga dirinya setelah dirinya dan istrinya selamat dari serangan serupa pada 2016. Pada insiden kali ini pengawalnya ikut tertembak mati.

    Kelompok Reporters Without Borders (Reporters Sans Frontières [RSF] dalam bahasa Prancis) mengatakan dia adalah jurnalis keempat yang dibunuh di Meksiko tahun ini sementara Federasi Jurnalis Amerika Latin mencatat dia adalah jurnalis ketujuh yang tewas.

    Kota itu sempat menjadi sorotan berita ketika pada 2014, terdapat 43 siswa hilang setelah melakukan perjalanan ke Iguala, ketika mereka bentrok dengan polisi.

    Hanya dua siswa sejauh ini yang telah ditemukan dan investigasi baru terkait hilangnya mereka kini kembali diluncurkan.

    Motif serangan kepada Morrugares belum jelas, namun wartawan, terutama yang meliput kejahatan, telah menjadi sasaran pada masa lalu di Meksiko.

    Asosiasi Wartawan Pengungsi dan Wartawan Korban Penyerangan di Meksiko mengatakan bahwa Morrugares mendapat ancaman pada dua bulan lalu.

    Wartawan Meksiko telah menyatakan keterkejutan mereka atas pembunuhannya.

    Sebelumnya, pada Mei lalu seorang wartawan tewas dalam sebuah serangan bersenjata di Meksiko utara, dia adalah wartawan ketiga yang terbunuh saat itu.

    Wartawan bernama Jorge Armenta, merupakan direktur outlet media Medios Obson di Ciudad Obregon. Dia berada di bawah perlindungan Pemerintah setelah menerima ancaman kematian.

    Sejak 2000 lalu, lebih dari 140 wartawan terbunuh di Meksiko. Kelompok Advokasi RSF menggambarkan Meksiko sebagai negara paling mematikan bagi wartawan di luar zona perang.

    Presiden Meksiko, Andrés Manuel López Obrador, yang menjabat sejak Desember 2018, bersumpah untuk mengakhiri pembunuhan terhadap wartawan. Namun para aktivis mengatakan tindakan yang diambil oleh pemerintahnya sejauh ini hanya simbolis.

    Meksiko berada di peringkat ke-143 dari 180 negara menurut indeks kebebasan pers dunia pada 2020.

  • Enggan Tanggapi Wartawan, Prabowo Hanya Tertawakan Ancaman Reshuffle Jokowi

    Enggan Tanggapi Wartawan, Prabowo Hanya Tertawakan Ancaman Reshuffle Jokowi

    TIKTAK.ID – Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto dan Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto irit bicara ketika ditanya mengenai pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mengancam akan melakukan perombakan (reshuffle) Kabinet.

    Menteri Pertahanan dan Menteri Koordinator bidang Perekonomian itu hanya tertawa sembari membalikkan badan, kemudian berjalan menuju mobil Airlangga.

    “Hahaha,” respons Prabowo seusai pertemuan di rumah Prabowo, Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan, seperti dilansir Tempo.co, Senin (6/7/20).

    Baca juga : Agar Tak Terus Rugikan Rakyat, Kominfo Dorong Percepatan Penerapan Siaran Televisi Berbasis Digital

    Prabowo dan Airlangga enggan menanggapi saat ditanya apakah Jokowi sudah mengajak partai koalisi bicara perihal itu. Setelah mengantar Airlangga ke mobilnya, Prabowo juga kembali tak merespons pertanyaan wartawan.

    “Sudah ya. Bye,” ucap Prabowo seraya melambaikan tangan dan masuk ke dalam rumahnya.

    Seperti diberitakan sebelumnya, isu reshuffle Kabinet kembali mencuat setelah beredar video Presiden Joko Widodo memberi peringatan keras kepada para menterinya dalam rapat kabinet 18 Juni lalu. Dalam video yang beredar 28 Juni tersebut, Jokowi menyinggung kerja Kabinetnya dalam penanganan pandemi Covid-19 yang dinilai kurang maksimal.

    Baca juga : Pengamat: Sebaiknya Jokowi Tunda Reshuffle Setahun, Setelahnya ‘Tak Ada Ampun’

    Jokowi menegur para menteri yang menurutnya masih bersikap biasa saja di masa krisis seperti sekarang. Baik itu dalam menangani pandemi Covid-19, dan dampaknya terhadap perekonomian.

    “Masih banyak yang terlihat seperti biasa-biasa saja, saya jengkelnya di situ. Apa tidak punya perasaan? Suasana ini tengah krisis!” kata Jokowi dengan nada tinggi.

    Jokowi menyatakan tak akan segan melakukan langkah luar biasa, termasuk membubarkan lembaga hingga merombak Kabinet. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu kemudian menyentil serapan anggaran yang masih rendah di bidang kesehatan, penyaluran bantuan sosial yang belum maksimal, hingga masalah stimulus untuk UMKM.

    Baca juga : Indonesia Mesti Waspada, Kini Penyakit Tidak Menular Mulai Ancam Kelompok Usia Produktif

    Jokowi menegaskan, masih banyak anggaran yang belum dicairkan. Ia menyebut dana kesehatan yang sudah dianggarkan sekitar Rp75 triliun, namun baru cair sebesar 1,53 persen.

    “Saya akan melakukan langkah apapun yang extraordinary. Untuk 267 juta rakyat Indonesia, juga untuk negara. Bisa saja dengan membubarkan lembaga, bisa saja dengan melakukan reshuffle, sudah kepikiran ke mana-mana,” tegas Jokowi dalam Sidang Paripurna Kabinet 18 Juni 2020 di Istana Negara.

  • Anak-anak Khashoggi Ampuni Pembunuh Ayahnya, Tunangannya Tolak Memaafkan

    Anak-anak Khashoggi Ampuni Pembunuh Ayahnya, Tunangannya Tolak Memaafkan

    TIKTAK.ID – Anak-anak mendiang wartawan Jamal Khashoggi yang tewas dibunuh menyatakan kepada publik bahwa mereka memaafkan pembunuh ayahnya. Sebelumnya pengadilan Arab Saudi menjatuhkan hukuman mati kepada lima agen Pemerintah Saudi yang dianggap bertanggung jawab atas tewasnya Khashoggi.

    Salah Khashoggi, putra sulung mendiang Jamal, mengirim surat pengampunan di akun Twitter-nya pada Jumat 22 Mei lalu. “Pada malam suci (Ramadan) ini, kita mengingat firman Tuhan Yang Mahaesa … siapa pun yang mengampuni dan membuat rekonsiliasi, hadiahnya adalah dari Allah,” pernyataan itu, merujuk pada Lailatul Qadr, atau Malam Mulia, yang oleh umat Islam disebut sebagai malam paling suci pada tahun ini.

    Baca juga: Hong Kong Ancam Cabut Status Pusat Keuangan Khusus untuk Amerika

    “Jadi kami, putra-putra syuhada Jamal Khashoggi, mengumumkan bahwa kami telah mengampuni (mereka) yang membunuh ayah kami,” lanjut pernyataan itu.

    Sudah menjadi tradisi di negara Muslim biasanya mengeluarkan pengampunan pada bulan Ramadan.

    Menurut hukum Saudi, pengampunan dari putra korban pembunuhan berfungsi sebagai penangguhan hukuman. Desember lalu, lima agen Pemerintah dijatuhi hukuman mati karena melakukan pembunuhan Khashoggi di konsulat Istanbul pada Oktober 2018. Tiga orang lainnya yang diduga terlibat dalam kasus ini dijatuhi hukuman penjara.

    Halaman selanjutnya…

  • Secara Global Sepanjang 2019, 49 Wartawan Tewas

    Secara Global Sepanjang 2019, 49 Wartawan Tewas

    TIKTAK.ID – Setidaknya 49 wartawan tewas selama 2019. Sedangkan 57 lainnya disandera dan 389 dipenjara, kata kelompok nirlaba Reporters Without Borders, Selasa (17/12/19), seperti yang dilaporkan CNN.

    Dalam laporan tahunannya, kelompok yang bermarkas di Paris ini menyebutkan bahwa jumlah wartawan yang tewas pada tahun ini paling rendah sejak 16 tahun lalu. Bila dilihat angkanya “secara historis rendah” dibandingkan dengan rata-rata 80 wartawan tewas per tahun selama dua dekade terakhir.

    Menurunnya jumlah wartawan yang tewas tahun ini kata mereka, karena berkurangnya jumlah wartawan yang tewas di zona perang. Mereka bilang ada 941 wartawan terbunuh dalam 10 tahun terakhir.

    Baca juga: Partai Oposisi Demo Keputusan Pemerintah Thailand

    Pada tahun ini jumlah wartawan yang tewas di konflik Suriah, Irak, Yaman dan Afghanistan menurun bila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Namun, di negara-negara yang tak berperang, jumlah wartawan yang tewas masih tetap “sama” dengan tahun-tahun sebelumnya.

    “Sekitar 63% wartawan yang tewas di seluruh dunia dibunuh atau secara sengaja dijadikan sasaran,” tulis laporan Reporters Without Borders.

    Jumlah wartawan tewas di Meksiko pada tahun ini sama dengan tahun sebelumnya, yaitu 10 wartawan. Di seluruh Amerika Latin sendiri pada tahun ini ada 14 wartawan tewas. Dengan jumlah itu, Amerika Latin sama mematikannya bagi wartawan seperti di Timur Tengah.

    Lembaga ini juga mencatat 8 wartawan dbunuh di Brasil, Chili, Meksiko, Honduras, Kolombia dan Haiti. Namun, jumlah ini belum ditambahkan ke dalam laporan tahunan, karena verifikasi yang tertunda.

    Baca juga: Tanggapi 3 Syarat Habib Rizieq Bisa Pulang Cepat, Munarman: Ini Bukti Negara Memang Otoriter dan Zalim

    Sementara itu, koordinator program Amerika Tengah dan Selatan dari Commite to Protect Journalists Natalie Southwick mengatakan, meski Amerika Tengah dan Selatan bukan zona aktif perang tapi tingkat kekerasannya setara.

    “Amerika Tengah dan Selatan adalah sebuah wilayah dengan tingkat kekerasan endemik yang sangat tinggi di seluruh dunia, meskipun mereka bukan di zona konflik,” kata Southwick.

    Ancaman lain selain perang bagi Southwick adalah ancaman dari kejahatan terorganisir. Bahkan, Southwick bilang saat ini telah bergeser, sebab secara historis negara telah menjadi salah satu agresor utama kepada wartawan.

    “Kami melihat, terutama di tempat-tempat di mana negara tidak benar-benar hadir, Di sana ada kehadiran yang jauh lebih kuat, yaitu kejahatan terorganisir yang menjadi ancaman utama,” katanya.

    Baca juga: Jubirsus Gerindra Yakin Jokowi Pilih Orang Terbaik untuk Dewan Pengawas KPK

    Saouthwick mengatakan, wartawan yang berfokus pada masalah lingkungan di Amerika Tengah dan Selatan, semakin terjebak dalam situasi yang berbahaya.

    “Wartawan yang melaporkan masalah-masalah itu dan para aktivis terjebak dalam ancaman yang sama seperti yang dihadapi para aktivis itu sendiri,” katanya.

    Southwick mengatakan sangat penting bahwa pemerintah melawan kejahatan terorganisir dan impunitas. “Mereka [gerombolan penjahat terorganisasi] berpikir bahwa tidak ada konsekuensi bila membunuh wartawan.”

    Sementara itu Sekjen Reporters Without Borders Christophe Deloire menyatakan menyambut baik turunnya jumlah wartawan yang tewas di zona perang dan belum pernah terjadi sebelumnya. Namun pada saat yang sama, semakin banyak wartawan yang sengaja dibunuh karena pekerjaan mereka. Bahkan, ini terjadi di negara-negara demokratis.

    Baca juga: Polisi Tetapkan Penghina Ma’ruf Amin sebagai Tersangka

    “Ini tantangan yang nyata bagi demokrasi di lokasi para wartawan hidup dan bekerja,” kata Deloire.

    Reporters Without Borders juga mencatat bahwa jumlah wartawan yang ditahan dengan sewenang-wenang 12% lebih tinggi dari 2018. Sebanyak 389 wartawan dipenjara sehubungan dengan pekerjaan mereka.

    Dalam laporan mereka, sepertiga dari wartawan yang ditahan dengan sewenang-wenang dilakukan oleh China.

  • Ani Idrus, Sosok Google Doodle Hari Ini. Siapa Dia?

    Ani Idrus, Sosok Google Doodle Hari Ini. Siapa Dia?

    TIKTAK.ID – Ilustrasi laman mesin pencari Google hari ini Senin (25/11/19) adalah gambar seorang wanita berkacamata dan berkerudung model ciput dengan hiasan bunga. Siapa dia?

    Wanita tersebut adalah tokoh pers asal Sumatera Barat bernama Ani Idrus.

    Ani kelahiran Sawahlunto, Sumatera Barat, 25 November 1918 dan meninggal dunia di kota Medan, Sumatera Utara, pada 9 Januari 1999.

    Baca juga: Mulai Senin Besok, Pemotor Lewat Jalur Sepeda Bakal Ditilang Polisi

    Untuk memperingati hari ulang tahunnya ke-101, yang jatuh pada hari ini, 25 November 2019, Google menampilkan sosok Ani Idrus di halaman depan Google, yang biasa disebut doodle.

    Gambar yang ditampilkan Google, Ani Idrus dalam posisi berdiri dengan latar belakang aneka halaman koran yang sedang ia pilih sendiri. Gambar dominan warna coklat itu menggambarkan Ani mengenakan busana rapi tengah mengapit beberapa lembar koran di tangan kirinya. Bila dilihat saksama, rangkaian halaman koran ini membentuk tulisan “Google”.

    Kemudian, jika doodle tersebut di-klik, kata kunci “Ani Idrus” akan disodorkan dari hasil pencarian Google. Beragam rekam jejak Ani pun disodorkan oleh mesin pencari ternama ini.

    Baca juga: Hasil Survei IPO: Prabowo Menteri Paling Dipercaya di Kabinet Jokowi

    Halaman selanjutnya…