TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Nasional
Home›Nasional›Dokumen ‘Black Propaganda’ Terkuak, Jokowi Didesak Investigasi Lagi Tragedi 1965

Dokumen ‘Black Propaganda’ Terkuak, Jokowi Didesak Investigasi Lagi Tragedi 1965

By Joni Sitohang
23 Oktober 2021
820
0
Dokumen 'Black Propaganda' Terkuak, Jokowi Didesak Investigasi Lagi Tragedi 1965

TIKTAK.ID – Amnesty International Indonesia (AII) meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar membuka kembali investigasi mengenai Tragedi 1965. Desakan tersebut menyusul temuan fakta baru terkait tragedi itu.

Direktur Eksekutif AII, Usman Hamid menyebut pembukaan investigasi tersebut juga harus dilakukan, karena sejalan dengan janji Jokowi saat Pilpres 2014. Dia menjelaskan, ketika itu Jokowi sempat menyatakan bakal menuntaskan kasus-kasus pelanggaran HAM berat, termasuk Tragedi 1965.

“Kami mendesak Presiden Jokowi agar merealisasikan janjinya itu dan membuka kembali investigasi terhadap Tragedi 1965. Hal itu untuk menjamin akuntabilitas dan rasa keadilan kepada para penyintas,” ujar Usman melalui keterangan tertulis, Kamis (21/10/21), seperti dilansir CNNIndonesia.com.

Baca juga : Ataturk Jadi Polemik, Anies Ditagih Nama Jalan Ali Sadikin

Menurut Usman, fakta baru itu didapat dari dokumen-dokumen Kementerian Luar Negeri Inggris yang dideklasifikasi. Dia mengklaim dalam dokumen-dokumen itu terdapat bukti keterlibatan Pemerintah Inggris dalam membuat propaganda untuk menghasut petinggi-petinggi Indonesia membasmi PKI dan simpatisannya pada 1960-an.

Usman mengatakan temuan tersebut pertama kali diungkapkan ke publik dalam bentuk artikel yang dirilis oleh media Inggris The Observer pada Minggu (17/10/21). Usman pun mengakui fakta itu sangat berharga. Dia menilai bila ada kemauan Pemerintah untuk menyelesaikannya, termasuk melalui rekonsiliasi, maka fakta itu akan menyumbang besar bagi pencarian kebenaran Tragedi 1965-1966.

“Terkuaknya dokumen black propaganda Inggris merupakan contoh betapa masih ada begitu banyak fakta yang masih tersedia dari Tragedi 1965. Fakta ini juga menganulir argumen Pemerintah bahwa tragedi tersebut tidak mungkin lagi diusut karena jangka waktu yang telah lama dan bukti yang sudah hilang,” tegas Usman.

Baca juga : Komnas HAM Protes Syarat PCR Naik Pesawat Meski 2 Kali Vaksin

Untuk diketahui, penyelidikan Komnas HAM selama tiga tahun yang selesai pada Juli 2012 menyimpulkan bahwa tragedi itu memenuhi kriteria pelanggaran HAM berat. Temuan kriteria tersebut termasuk kejahatan terhadap kemanusiaan, sesuai dengan definisi UU No. 26/2000 tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia.

Usman lantas menduga dalam tragedi itu telah terjadi pembunuhan di luar hukum, penghilangan paksa, penyiksaan dan perlakuan sewenang-wenang lainnya, pemerkosaan serta kejahatan kriminal seksual lainnya.

“Akan tetapi, hingga hari ini belum ada indikasi bahwa Pemerintah akan melakukan penyelidikan kriminal,” ucap Usman.

TagsBlack PropagandaJokowiPelanggaran HAMPilpres 2014

Related articles More from author

  • Jokowi Larang Semua Menteri ke Luar Negeri Tanpa Izin, Kecuali Menlu
    Nasional

    Jokowi Larang Semua Menteri ke Luar Negeri Tanpa Izin, Kecuali Menlu

    18 Juli 2021
    By Joni Sitohang
  • PDIP Sebut Food Estate 'Kejahatan Lingkungan', Gerindra: Itu Program Jokowi
    Nasional

    PDIP Sebut Food Estate ‘Kejahatan Lingkungan’, Gerindra: Itu Program Jokowi

    18 Agustus 2023
    By Joni Sitohang
  • Isi Surat Jokowi ke DPR: Gabungkan 2 Kementerian Lama, Bentuk 1 Kementerian Baru
    Nasional

    Isi Surat Jokowi ke DPR: Gabungkan 2 Kementerian Lama, Bentuk 1 Kementerian Baru

    10 April 2021
    By Johan Arif
  • PSI Tanggapi Pemecatan Jokowi oleh PDIP
    Nasional

    PDIP Pecat 27 Kader Sepanjang Pilpres-Pilkada 2024 Termasuk Jokowi dan Keluarga

    18 Desember 2024
    By Joni Sitohang
  • Mengintip Kenaikan Harta Kekayaan Pejabat Mulai dari Anies hingga Jokowi
    Nasional

    Pakar Sebut Anies Bakal Diganti Orang Pilihan Jokowi

    6 Januari 2022
    By Joni Sitohang
  • TIKTAK.ID - Aneh, Istana Larang Semua Instansi Pemerintah Pajang Gambar Jokowi di Atribut 17 Agustusan
    Nasional

    Aneh, Istana Larang Semua Instansi Pemerintah Pajang Gambar Jokowi di Atribut 17 Agustusan

    11 Agustus 2020
    By Adam Humain

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Pecat Ari Askhara, Erick Thohir Diminta Tunjuk Susi Pudjiastuti Jadi Dirut Garuda
    Nasional

    Pecat Ari Askhara, Erick Thohir Diminta Tunjuk Susi Pudjiastuti Jadi Dirut Garuda

  • Beda dengan Jokowi, Ma’ruf Amin Sebut Debat Capres Sekarang ‘Lebih Hidup dan Lebih Menarik Dibanding Dulu’
    Nasional

    Beda dengan Jokowi, Ma’ruf Amin Sebut Debat Capres Sekarang ‘Lebih Hidup dan Lebih Menarik Dibanding Dulu’

  • Johan Carlson
    Internasional

    Politisi dan Pejabat Swedia Ramai-ramai Tertangkap Basah Langgar Protokol Kesehatan

  • Cinta Laura Perankan Hantu Noni Belanda di Film 'Jagat Arwah'
    Selebriti

    Cinta Laura Perankan Hantu Noni Belanda di Film ‘Jagat Arwah’

  • Kelompok Sayap Kanan Eksploitasi Wabah Covid-19
    Internasional

    Kelompok Sayap Kanan Eksploitasi Wabah Covid-19

Artikel Terbaru

  • Cara Menggunakan Password Manager di HP agar Akun Tetap Aman 30 September 2026
  • Cara Menjaga Postur Tubuh agar Tidak Mudah Bungkuk 30 September 2026
  • Cara Menggunakan WhatsApp Web di Laptop dengan Mudah 2026 30 September 2026
  • HP vivo Y29 Spesifikasi Lengkap, Harga, dan Kelebihannya 29 September 2026
  • Kejagung Segel Perusahaan Milik Don Ritto di SCBD Terkait Kasus Febrie 29 September 2026

Kategori

  • Berita Unik (100)
  • Internasional (1,531)
  • Kesehatan (60)
  • Keuangan (10)
  • Kuliner (1,058)
  • Nasional (7,945)
  • Olahraga (1,135)
  • Opini (2)
  • Selebriti (1,175)
  • Teknologi (1,226)
  • tips (15)
  • Tips & Tutorial (1,294)
  • Viral (82)

Cari Artikel

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
© Copyright 2026 TIKTAK.ID. All rights reserved.