Tag: Tips Kesehatan

  • Tips Atasi Bibir Kering dan Mengelupas Saat Puasa

    Tips Atasi Bibir Kering dan Mengelupas Saat Puasa

    TIKTAK.ID – Bibir kering dan mengelupas ketika sedang berpuasa merupakan kondisi yang wajar dialami, lantaran tubuh tidak memperoleh asupan cairan yang dibutuhkan. Tak selalu harus minum, bibir yang kering dapat diatasi dengan cara lain, seperti memakai pelembap hingga menggunakan humidifier.

    Seperti dikutip Kompas.com dari Self dan American Academy of Dermatology Association (AAD), berikut ini sejumlah cara mengatasi bibir kering dan mengelupas saat puasa yang direkomendasikan oleh dermatologis.

    Memakai pelembap bibir dengan kandungan bahan aman

    Beberapa produk kecantikan untuk bibir, seperti lip balm atau lipstick, terkadang justru bisa membuat bibir terasa perih atau seperti terbakar. Hal itu akibat kandungan bahan yang terlalu keras atau tidak aman untuk bibir sehingga penggunaannya perlu segera dihentikan.

    Supaya bibir tidak semakin kering, sebaiknya memilih kandungan bahan yang aman, seperti castor oil, ceramide, mineral oil, petrolatum, hingga shea butter. Kemudian pilih produk yang tidak mengandung tambahan pewangi apa pun dan mengandung lebih sedikit bahan yang memicu alergi atau hypoallergenic.

    Lebih sering mengaplikasikan pelembap bibir

    Memakai produk yang melembapkan bibir, seperti lip balm, mampu mengunci kelembapan pada bibir lebih lama. Bila bibir terasa terlalu kering dan mengelupas, sebaiknya mengaplikasikan lip balm setiap beberapa kali sehari, termasuk sebelum tidur.

    Mengoleskan pelembap bibir yang memiliki kandungan SPF

    Sinar matahari berpotensi membuat bibir terasa kering dan lebih mudah pecah-pecah sehingga dapat memicu munculnya luka. Walaupun cuaca sedang mendung, sebaiknya Anda mengaplikasikan pelembap bibir yang setidaknya mengandung SPF 30, demi melindungi bibir dari sinar UV.

    Anda bisa memakai lip balm yang mengandung titanium oksida dan seng oksida sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan. Oleskan lip balm setiap dua jam sekali, sehingga memberikan perlindungan yang lebih baik.

    Hindari kebiasaan yang membuat bibir kering

    Beberapa kebiasaan, seperti menggigit, menjilat, dan mencungkil bibir, akan membuat bibir semakin kering. Kebiasaan ini pun dapat membuat bibir iritasi sehingga memperlambat proses penyembuhan.

    Tidak hanya itu itu, kebiasaan menahan metal atau logam, seperti perhiasan dan sendok, bisa menyebabkan iritasi pada bibir. Kondisi tersebut bakal semakin parah jika punya bibir yang sensitif. Untuk itu, hindari melakukan kebiasaan tersebut supaya bibir tidak menjadi semakin kering dan iritasi.

  • Kenali Penyebab Berat Badan Naik Saat Puasa

    Kenali Penyebab Berat Badan Naik Saat Puasa

    TIKTAK.ID – Banyak orang mengalami kenaikan berat badan secara drastis, walaupun sudah berpuasa sebulan penuh. Padahal, puasa sebenarnya dapat menjadi cara untuk memperoleh tubuh ideal. Akan tetapi, pola makan yang keliru ketika sahur dan berbuka bisa menyebabkan berat badan semakin naik, walaupun sudah berpuasa selama sebulan penuh.

    Terdapat sejumlah kesalahan yang sering dilakukan banyak orang saat berpuasa, sehingga berat badan makin meningkat.

    Seperti dilansir Kompas.com, berikut ini kesalahan yang harus Anda hindari supaya berat badan tidak naik saat berpuasa:

    Makan secara berlebihan saat sahur dan berbuka

    Banyak orang kalap saat berbuka puasa, dengan mengonsumsi makanan apa pun yang diinginkannya tanpa memperhitungkan jumlah kalori yang masuk. Anda perlu memastikan makanan untuk sahur dan berbuka punya kalori dan nutrisi yang seimbang, yakni mengandung banyak serat, protein, dan air. Sebaiknya hindari makanan terlalu manis ketika berbuka, karena mengandung kalori yang tinggi.

    Gaya hidup yang tidak sehat

    Walaupun sedang berpuasa, Anda tak harus melewatkan hari hanya dengan tidur atau bermalas-malasan. Anda tetap harus berolahraga dan tidur nyeyak ketika sedang berpuasa. Anda dapat berolahraga di sore hari saat mendekati waktu berbuka. Selain itu, Anda perlu tidur dengan cukup, sekitar 7 hingga 8 jam sehari. Pasalnya, kurang tidur akan membuat nafsu makan meningkat sehingga makan berlebihan di malam hari.

    Kurang asupan protein

    Protein merupakan nutrisi penting untuk pembentukan massa otot dan kesehatan tulang. Dengan mengonsumsi protein saat sahur dan berbuka, Anda bakal kenyang lebih lama dan asupan kalori tetap terjaga.

    Asupan kalori terlalu rendah ketika sahur

    Bila Anda tidak makan cukup banyak kalori saat sahur, maka berat badan Anda akan lebih sulit turun. Sebab, asupan kalori yang terlalu rendah berpotensi membuat Anda makan berlebihan saat jam berbuka. Imbasnya, Anda sulit mendapatkan tubuh ideal walaupun berpuasa sebulan penuh.

    Kekurangan cairan

    Banyak orang kurang memperhatikan asupan air ketika sedang sahur dan berbuka, sehingga memicu dehidrasi. Dehidrasi sendiri dapat menyebabkan kram otot, sakit kepala, rasa lapar berlebih, dan sembelit. Untuk itu, Anda perlu cukup minum air putih saat sahur dan berbuka supaya bisa mengatur nafsu makan dan meningkatkan metabolisme tubuh.

  • Waspadai Efek Terlalu Banyak Makan Gorengan

    Waspadai Efek Terlalu Banyak Makan Gorengan

    TIKTAK.ID – Sejumlah orang kerap menjadikan gorengan sebagai menu buka puasa. Padahal, terlalu banyak makan gorengan dapat meningkatkan asupan kalori harian pada tubuh. Selain itu, makan gorengan dalam jumlah banyak juga bisa meningkatkan risiko penyakit berbahaya, seperti penyakit jantung, diabetes, hingga obesitas.

    Seperti dikutip Kompas.com dari Medical News Today, makanan yang dilapisi dengan tepung dan digoreng punya kandungan kalori yang tinggi. Walaupun rasanya enak, tapi jenis makanan ini memiliki kandungan lemak trans yang mampu meningkatkan level LDL atau kolesterol jahat dan menurunkan level HDL atau kolesterol baik di dalam tubuh.

    Kandungan lemak trans yang tinggi tersebut akibat proses memasak yang melibatkan penggunaan minyak hidrogenasi yang ditambahkan dengan gas hidrogen sehingga dapat mengubah lemak menjadi padat. Penggunaan jenis minyak ini memang lebih disukai karena menghasilkan makanan yang kaya rasa dan lebih renyah, tapi juga dapat memicu berbagai penyakit berbahaya.

    Mengutip Healthline, berikut ini sejumlah efek makan gorengan terlalu banyak untuk kesehatan:

    1. Mampu meningkatkan risiko terkena penyakit jantung dan serangan jantung
    2. Meningkatkan resistensi insulin sehingga risiko terjangkit penyakit diabetes tipe 2 lebih tinggi
    3. Berisiko lebih besar mengalami obesitas karena gorengan mengandung kalori lebih tinggi ketimbang jenis makanan yang lainnya
    4. Meningkatkan risiko terkena beberapa jenis penyakit kanker. Di antaranya ginjal, endometrium, dan ovarium.

    Beberapa penelitian mengeklaim mengonsumsi gorengan dalam jumlah yang kecil atau sekitar 114 gram saja sudah dapat meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke sebesar 3 persen, penyakit jantung sebesar 2 persen, dan gagal jantung sebesar 12 persen.

    Mengingat bahaya terlalu banyak makan gorengan, sebaiknya Anda mulai membatasi atau mengolah makanan menggunakan metode lain. WebMD menjelaskan, ada beberapa cara yang bisa dilakukan supaya tetap bisa makan gorengan dan terhindar dari penyakit berbahaya, yaitu:

    1. Membuat gorengan sendiri di rumah dan menggunakan minyak yang lebih sehat, contohnya minyak kelapa, zaitun, dan alpukat
    2. Menghindari pemakaian minyak berulang kali untuk menggoreng
    3. Meniriskan sisa minyak yang ada pada gorengan sebelum dikonsumsi
    4. Menghindari memasak gorengan sampai terlalu cokelat karena dapat meningkatkan level akrilamida pemicu kanker
    5. Memakai alternatif memasak gorengan yang lain, seperti menggunakan air fryer.
  • Tips Atasi Bau Mulut Saat Puasa

    Tips Atasi Bau Mulut Saat Puasa

    TIKTAK.ID – Bau mulut dan napas tidak segar ketika menjalani puasa kerap membuat tidak percaya diri. Prof Dr drg. Tri Erri Astoeti mengatakan bahwa penyebab bau mulut saat puasa yakni adanya sisa-sisa makanan yang masih tertinggal. Tidak hanya itu, lalai atau tidak menyikat gigi setelah santap sahur juga bisa mengakibatkan mulut berbau tidak sedap.

    Sementara itu, Ketua Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (AFDOKGI), drg Rahardyan Parnaadji, M.Kes., Sp.Pros menyebut sisa makanan juga bisa tersangkut pada lidah, sehingga menimbulkan bau mulut dan napas tak segar. Dia menjelaskan bahwa sisa-sisa makanan itu biasanya tersangkut di antara papila atau tonjolan-tonjolan pada permukaan lidah.

    “Sisa makanan sering kali mengumpul di situ (lidah). Kadang-kadang kita merasa gigi sudah bersih, tapi kok tetap bau, ya itu karena sisa makanan di lidah,” terang Rahardayan.

    Seperti dikutip Kompas.com dari Smart Mouth, penyebab bau mulut lainnya saat puasa adalah terdapat penyakit di area mulut, mulut kering (xerostomia), diet dan nutrisi, serta kondisi kesehatan. Oleh sebab itu, kita perlu menjaga kesehatan mulut dan berkonsultasi kepada dokter gigi sebelum menjalani ibadah puasa.

    Ada sejumlah hal yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi bau mulut saat puasa.

    Mengutip UPK Kemenkes, berikut ini sejumlah tips yang dapat Anda terapkan untuk mengatasi bau mulut saat puasa:

    1. Minum air putih sebanyak 2-3 liter perhari pada waktu berbuka sampai sahur.
    2. Menggosok gigi dan lidah setelah makan dan sebelum tidur.
    3. Kumur-kumur saat sebelum shalat.
    4. Menghindari makanan yang berbau tajam. Di antaranya petai, bawang mentah, terasi, hingga durian.
    5. Menghindari merokok saat berbuka dan sahur.
    6. Menghindari tidur terlalu lama, karena hal ini bisa memicu bau mulut yang tidak sedap.

    Dengan menerapkan enam tips untuk mengatasi bau mulut saat puasa di atas, maka diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan diri dalam berinteraksi maupun beribadah selama Ramadan. Namun jika sudah melakukan cara tersebut dan masih mengalami bau mulut, sebaiknya segera mengunjungi dokter gigi untuk dilakukan pemeriksaan.

  • Termasuk Superfood, Ini Manfaat Sayur Pakcoy untuk Kesehatan

    Termasuk Superfood, Ini Manfaat Sayur Pakcoy untuk Kesehatan

    TIKTAK.ID – Sayur pakcoy adalah salah satu superfood yang dikenal punya banyak manfaat luar biasa untuk kesehatan. Seperti dikutip Kompas.com dari WebMD dan Draxe, berikut ini sejumlah manfaat sayur pakcoy untuk kesehatan yang penting untuk diketahui.

    Mampu melawan peradangan

    Sayur pakcoy adalah sumber flavonoid quercetin yang sangat baik. Quercetin sendiri mampu membantu mengurangi peradangan dalam tubuh, yang dapat memicu berbagai masalah kesehatan kronis, seperti penyakit jantung, diabetes, dan kanker.

    Mencegah kanker

    Berdasarkan hasil studi, sayuran silangan seperti pakcoy dapat membantu mengurangi risiko kanker. Sebab, sayur pakcoy banyak mengandung senyawa yang bersifat antikanker, seperti vitamin C dan E, beta-karoten, folat, dan selenium.

    Vitamin C, vitamin E, dan beta-karoten merupakan antioksidan kuat yang akan membantu mencegah kerusakan sel akibat radikal bebas, sehingga menurunkan risiko kanker Anda. Adapun selenium bisa membantu memperlambat laju pertumbuhan tumor.

    Selain itu, pakcoy kaya serat, yang dapat menjaga kesehatan sistem pencernaan Anda dan membantu mencegah kanker usus besar.

    Mencegah penyakit jantung

    Pakcoy mampu menurunkan risiko penyakit jantung lantaran mengandung flavonoid quercetin, folat, dan vitamin B6. Folat dan vitamin B6 membantu menghilangkan kelebihan homosistein di darah Anda. Terlalu banyak homosistein akan merusak pembuluh darah dan pada akhirnya meningkatkan risiko penyakit jantung.

    Sayur pakcoy juga tinggi potasium, magnesium, dan kalsium, yang semuanya membantu menurunkan tekanan darah secara alami, sehingga menurunkan risiko masalah terkait jantung.

    Meningkatkan kesehatan tulang

    Pakcoy kaya akan kalsium, fosfor, zat besi, magnesium, dan vitamin K. Semua nutrisi ini penting untuk menjaga kesehatan dan kekuatan tulang. Mineral utama dalam tulang dan gigi dibuat dengan kalsium dan fosfor.

    Sementara vitamin K terbukti meningkatkan kepadatan tulang pada orang dengan osteoporosis, serta mengurangi tingkat risiko patah tulang. Oleh sebab itu, pakcoy bisa menjadi makanan alternatif pengganti susu untuk mendapatkan angka kebutuhan kalsium harian dan mencegah mengalami defisiensi kalsium.

    Menjaga kesehatan mata

    Pokcoy memiliki kandungan vitamin A dan beta-karoten dalam jumlah yang cukup, sama seperti wortel. Dalam satu porsi (70 gram) pakcoy, mengandung beta karoten dan lebih dari setengah asupan vitamin A harian yang direkomendasikan. Para ahli pun merekomendasikan sayuran silangan ini untuk membantu orang dengan degenerasi makula untuk meringankan risiko hilangnya penglihatan.

  • Waspadai Tanda-tanda Dehidrasi Ini

    Waspadai Tanda-tanda Dehidrasi Ini

    TIKTAK.ID – Dehidrasi merupakan kurangnya cairan yang ada di dalam tubuh sehingga menyebabkan kondisi kesehatan tertentu. Mulai dari sakit kepala hingga heatstroke yang membuat tubuh memanas dengan cepat tanpa bisa didinginkan.

    Penting untuk mengetahui gejala awal kekurangan cairan tubuh, supaya dapat melakukan penanganan yang tepat demi menghindari kondisi yang lebih parah.

    Seperti dilansir Kompas.com, berikut ini tanda-tanda dehidrasi pada orang dewasa yang perlu diwaspadai.

    1. Punya napas yang bau. Hal ini terjadi karena produksi air liur di dalam mulut berkurang sehingga menyebabkan bakteri bertambah banyak.
    2. Mengalami sugar craving atau ingin makan makanan yang manis untuk menyeimbangkan level glikogen di dalam tubuh.
    3. Kulit menjadi kering dan terasa seperti ditarik.
    4. Mudah mengantuk dan merasa lelah karena tubuh kekurangan cairan yang berguna untuk membuatnya berfungsi secara normal.
    5. Mengalami perubahan suasana hati sehingga lebih mudah marah.
    6. Merasa lebih mudah kedinginan akibat tubuh tidak bisa mengatur temperatur dengan baik, walaupun udara tidak dingin.
    7. Mengalami kram otot yang terasa menyakitkan.
    8. Merasa pusing dan kebingungan akibat kurangnya aliran darah ke otak.
    9. Mengalami sakit kepala, termasuk nyeri dan migrain.
    10. Mengalami konstipasi lantaran kurangnya cairan untuk membantu mengeluarkan kotoran di dalam tubuh.
    11. Urine berwarna kuning gelap karena mengandung lebih banyak kotoran.
    12. Merasa sering kehausan.
    13. Mengalami tekanan darah rendah yang dapat menimbulkan gejala yang lebih parah, seperti mual, pusing, hingga pandangan kabur.

    Saat gejala di atas muncul, berarti tubuh sudah mengalami kekurangan cairan. Untuk itu, disarankan untuk segera minum air putih supaya tidak semakin bertambah parah.

    Akan tetapi Mayo Clinic menyatakan Anda disarankan untuk segera mencari bantuan medis ketika mengalami beberapa gejala, yakni mengalami diare selama 24 jam atau lebih, merasa lebih sensitif atau kebingungan dan merasa lebih mengantuk atau lebih lemas daripada biasanya, mengalami kesulitan untuk minum seperti lebih mudah memuntahkan air yang diminum, serta warna feses kehitaman atau bercampur darah.

  • Tips Kontrol Gula Darah Usai Makan

    Tips Kontrol Gula Darah Usai Makan

    TIKTAK.ID – Biasanya, gula darah melonjak setelah makan. Hal itu normal, terutama jika yang dikonsumsi adalah makanan tinggi karbohidrat.

    Usai makan, tubuh mengalami dua reaksi penting yang terjadi di pankreas, yaitu pelepasan insulin dan pelepasan hormon yang disebut amylin. Mengutip Scrubbing, insulin bekerja dengan cepat untuk memindahkan glukosa keluar dari aliran darah dan masuk ke dalam sel. Sementara Amylin membantu mencegah makanan mencapai usus kecil terlalu cepat (tempat sebagian besar nutrisi diserap).

    Kedua proses tersebut terjadi cukup cepat, sehingga sebagian besar waktu kenaikan glukosa darah setelah makan bersifat sementara, bahkan hampir tidak terlihat. Namun bagi penderita diabetes reaksi ini jadi terhambat. Pada penderita diabetes tipe 2, pankreas membuat insulin, namun sel tidak merespons sebagaimana mestinya. Hal itu disebut sebagai resistensi insulin.

    Pelepasan insulin yang tertunda dan tingkat pencernaan yang lebih cepat membuat kadar gula darah naik sangat tinggi setelah makan.

    Seperti dilansir CNNIndonesia.com, berikut ini cara mengontrol gula darah setelah makan, terutama bagi penderita diabetes.

    1. Membatasi makanan yang punya indeks glikemik tinggi

    Mengutip berbagai sumber, makanan yang punya indeks glikemik tinggi biasanya mengandung karbohidrat dan gula olahan yang tinggi, cepat dicerna dan diserap, serta bisa menyebabkan peningkatan gula darah dengan cepat.

    Sementara makanan dengan indeks glisemik rendah biasanya tinggi serat, protein, dan/atau lemak. Contohnya adalah buah-buahan seperti apel.

    Sebaiknya Anda memilih makanan dengan indeks glisemik rendah untuk menghindari lonjakan gula darah.

    1. Kacang untuk cemilan

    Jumlah makanan yang dikonsumsi akan sangat berpengaruh terhadap meningkatnya gula darah. Artinya, semakin besar porsi, maka kadar gula darah akan semakin meningkat.

    Bila Anda memang ingin ngemil, pilih cemilan yang lebih sehat. Everyday Health menjelaskan bahwa fokus pada camilan yang menggabungkan karbohidrat, protein, dan lemak dapat membantu menstabilkan gula darah.

    1. Mewaspadai label “bebas gula”

    Anda perlu hati-hati dengan alternatif bebas gula, yang lebih baik daripada versi gula asli, namun hampir tidak sehat. Hanya karena makanan diberi label “bebas gula”, “gula yang dikurangi”, atau “tanpa tambahan gula” tak berarti makanan tersebut bebas karbohidrat.

    Anda dapat memeriksa jumlah total karbohidrat dalam suatu produk yang meliputi jumlah pati, serat, gula, dan gula alkohol. Jumlah itu bakal memberi Anda gambaran yang lebih akurat.

  • Terapkan 5J untuk Cegah Stunting Sejak Masa Kehamilan

    Terapkan 5J untuk Cegah Stunting Sejak Masa Kehamilan

    TIKTAK.ID – Kehamilan adalah momen penting karena 1.000 hari pertama kehidupan menjadi periode emas untuk mengoptimalkan pertumbuhan anak dalam mencegah stunting. Situs resmi Ditjen Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan (Yankes Kemenkes) menjelaskan bahwa stunting punya efek jangka pendek hingga jangka panjang. Di antaranya peningkatan risiko infeksi dan penyakit menular, gangguan perkembangan anak dan penurunan kapasitas belajar, hingga peningkatan angka kematian dan risiko sakit.

    Untuk itu, orangtua perlu memastikan gizi yang cukup sejak masa kehamilan. Ibu hamil bisa menerapkan model gizi 5J untuk kehamilan.

    Seperti dilansir detik.com, berikut ini penerapan 5J pada saat hamil hingga menyusui untuk mencegah stunting.

    1. Jumlah Kalori

    Ibu hamil memerlukan tambahan minimal 350-450 kalori per hari, dan ditingkatkan seiring bertambahnya usia kehamilan. Pada trimester pertama dan kedua, ibu hamil dapat mengonsumsi 350 kalori tambahan setiap hari. Kemudian di trimester akhir, jumlah kalori tambahan yang dibutuhkan 450 kalori per hari.

    Kebutuhan gizi tersebut bisa diperoleh dengan mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seperti protein tanpa lemak yang ada pada susu, ayam, ikan, kacang-kacangan, buah-buahan, dan sayuran.

    1. Jadwal Makan

    Ibu hamil harus mencukupi asupan gizi tak hanya untuk tubuhnya, tapi demi pemenuhan gizi janin. Banyak yang menyarankan ibu hamil untuk makan dengan porsi dua kali lipat. Padahal, ibu hamil sebaiknya makan dengan jadwal 3 kali makan besar dan 3 kali makan kecil. Hal itu penting bagi ibu hamil untuk mengatur asupan gizi supaya ibu tetap sehat dengan berat badan normal dan bayi bisa tumbuh dengan optimal.

    1. Jenis Makanan

    Ada dua jenis makanan yang dibutuhkan ibu hamil, yakni gizi makro dan mikro. Gizi makro terdiri dari karbohidrat, protein, dan lemak, sementara gizi mikro terdiri dari vitamin dan mineral. Kebutuhan jenis makanan tersebut berbeda tiap trimesternya. Pada trimester satu, perlu mengonsumsi gizi lengkap (beragam jenis), khususnya asam amino esensial dan asam lemak.

    Hopkinsmedicine memaparkan bahwa asam amino esensial bisa diperoleh dari makanan yang berasal dari protein hewani, seperti susu, telur, dan daging. Sementara asam lemak yang sehat terkandung pada ikan, chia seed, atau olive oil seperti yang dikutip dari Webmd.

    Lebih lanjut, pada trimester kedua, ibu hamil perlu mengonsumsi makanan seimbang dengan memenuhi kebutuhan gizi seperti protein, zat besi, vitamin D hingga asam folat. Adapun pada trimester ketiga, sebaiknya memperbanyak konsumsi makanan yang mengandung vitamin C, B6, B12, dan D, kalsium, omega 3, dan asam folat seperti dikutip Webmd.

    1. Jalur Pemberian Gizi (Pemberian Gizi Alternatif)

    Bila ibu hamil kesulitan untuk memenuhi gizi, maka diperlukan jalur lain untuk memenuhinya, seperti pemberian gizi pengganti seperti susu kehamilan atau vitamin. Namun hal itu memerlukan analisa oleh tenaga medis atau dokter.

    1. Penjagaan Terhadap Pelaksanaan (Kontrol Gizi)

    Ibu hamil perlu memperhatikan atau melakukan upaya penjagaan yang disesuaikan dengan rekomendasi gizi kehamilan, karena ibu hamil sering kali lupa untuk memenuhi gizinya. Supaya program pemenuhan gizi bisa berjalan dengan baik, maka diperlukan strategi, salah satunya dengan cara membuat daftar menu harian, atau meminta orang terdekat untuk mengingatkan dan menjaga pelaksanaan gizi.

  • Terapkan Pola Makan Ini untuk Jaga Tekanan Darah Tetap Normal

    Terapkan Pola Makan Ini untuk Jaga Tekanan Darah Tetap Normal

    TIKTAK.ID – Pengidap hipertensi perlu menjaga pola makan supaya tekanan darahnya dapat terkontrol. Pola makan tinggi serat dan mengonsumi makanan dalam jumlah sedang dengan sumber yang bervariasi bisa menurunkan tekanan darah.

    “Makanlah dengan moderat atau sedang. Jadi jangan berlebihan, sedikit demi sedikit,” ujar dokter spesialis jantung, dr. Antonia Anna Lukita, seperti dilansir Kompas.com.

    Kemudian orang yang tekanan darahnya selalu tinggi dianjurkan tidak mengonsumsi garam lebih dari 1.500 miligram per hari. Untuk itu, ketika memasak kurangi pemakaian garam dapur dan waspadai natrium yang ada pada berbagai jenis kecap dan saus untuk bumbu masakan.

    Menurut penelitian, diet DASH (Dietary Approacher to Stop Hypertension) telah terbukti menjadi diet terbaik yang efektif untuk menurunkan tekanan darah.

    “Diet DASH bisa membantu penderita hipertensi dalam mengatur asupan gulanya berapa, asupan garamnya berapa, dan karbonya sebaiknya berapa banyak. Diet ini membuat kita mengonsumsi banyak buah, sayuran, dan susu rendah lemak,” terang dr. Erwinanto Sp.JP (K).

    Tak hanya dapat membantu menurunkan tekanan darah, mengadopsi diet DASH dalam jangka panjang juga efektif menjaga berat badan, mengontrol kadar gula darah, serta kolesterol. Kemudian dr. Erwinanto menilai sebenarnya kita juga dapat mengikuti rekomendasi diet dari Kementrian Kesehatan RI, yakni diet Isi Piringku.

    “Sebetulnya di Indonesia sudah disebutkan oleh Kemenkes, bagi penderita hipertensi bisa mengikuti diet DASH dan Isi Piringku,” ungkap Ketua dari Indonesian Society of Hypertension tersebut.

    Diet Isi Piringku sendiri adalah anjuran porsi makanan yang harus dimakan dalam satu kali, dengan setengah isi piring berupa sayuran dan buah, seperempat piring diisi dengan karbohidrat, serta sisanya protein hewani dan nabati.

    Selain mengatur pola makan, dr. Erwinanto pun mengingatkan pentingnya melakukan pemeriksaan rutin tekanan darah bagi mereka yang sudah punya riwayat hipertensi.

    “Pemeriksaan darah dapat dilakukan di rumah atau di pelayanan kesehatan. Setidaknya lakukan pemeriksaan satu tahun sekali apabila tekanan darah terukur sudah mencapai 130-138/85-89 mmHg,” jelasnya.

    Hipertensi kerap disebut dengan silent killer, yaitu penyakit mematikan yang tak memiliki gejala, sehingga banyak penderita tidak mengetahui dirinya mengidap hipertensi. Dokter Antonia Anna Lukita memaparkan bahwa banyak kasus hipertensi yang telat tertangani akibat penderita datang ke dokter saat hipertensi sudah memicu komplikasi.

  • Waspadai Dampak Buruk Obesitas pada Anak

    Waspadai Dampak Buruk Obesitas pada Anak

    TIKTAK.ID – Sebagian masyarakat menilai anak yang gemuk dengan pipi tembam merupakan simbol kemakmuran orangtua dan tanda cukup mendapat makanan. Anggapan tersebut pun cenderung membuat orangtua berusaha menggemukkan anaknya, sehingga tanpa sadar menerapkan gaya parenting yang kurang tepat dengan pola makan kurang sehat.

    Orangtua perlu menerapkan kebiasaan makan yang baik sejak dini. Idealnya, hal itu dimulai sejak anak melewati masa ASI eksklusif dan mulai memperoleh MPASI (makanan pendamping ASI) pada usia 6 bulan.

    “Asupan makanan tambahan setelah ASI bakal menentukan pertumbuhan anak,” ungkap dokter spesialis anak konsultan endokrinologi, dr. Frida Soesanti Sp.A(K), seperti dilansir Kompas.com.

    Lebih lanjut dr. Frida menjelaskan bahwa berat badan berlebihan atau obesitas menyimpan bahaya untuk kesehatan.

    “Pasti akan menimbulkan komplikasi, seperti diabetes, kolesterol tinggi, hingga perlemakan hati dini. Kemudian dalam jangka panjang, bisa menyebabkan kegagalan hati,” jelas dr. Frida.

    Oleh sebab itu, orangtua harus terus memantau berat badan dan tumbuh kembang anak sejak bayi, dengan kurva pertumbuhan. Lewat kurva ini, akan terlihat penambahan berat badan bayi/anak; apakah sudah sesuai dengan tinggi badan maupun usianya.

    Orangtua perlu waspada jika berat badan si kecil menurut tinggi badannya +2 SD (standar deviasi), yang menunjukkan kalau ia sudah mengalami kegemukan. Kalau angkanya mencapai +3 SD, maka si kecil tergolong obesitas.

    Menurut dr. Frida, menurunkan berat badan anak yang obes bukan dengan cara diet ketat dan melarang anak makan makanan tertentu.

    “Apalagi sampai mengurangi jumlah kalori secara drastis. Hal itu akan membuat anak craving atau kelaparan, sehingga terjadi efek yoyo,” tutur dr. Frida.

    Dia memaparkan bahwa yang diperlukan yakni mengembalikan pola makan sesuai kebutuhan kalori yang normal. Karena itu, orangtua perlu membuat jadwal makan teratur yang terdiri dari tiga kali makan besar (sarapan, makan siang, makan malam), serta dua kali selingan.

    “Paling bagus adalah menu yang berwarna-warni di dalam satu piring. Kalau berwarna-warni pasti sehat karena terdapat warna sayuran,” jelas dr. Frida.

    Kemudian dr. Frida pun menekankan bahwa untuk membentuk pola makan yang baik, perlu kerja sama seluruh anggota keluarga di rumah.

    “Berikan contoh langsung karena anak akan meniru apa yang dimakan oleh anggota keluarga lain,” terangnya.