Tag: Tips Kesehatan

  • Kenali Manfaat Kacang Mete untuk Kesehatan

    Kenali Manfaat Kacang Mete untuk Kesehatan

    TIKTAK.ID – Kacang mete populer menjadi camilan saat Lebaran. Ternyata kacang mete punya beberapa manfaat untuk kesehatan karena mengandung cukup protein, serat, dan lemak tak jenuh.

    Akan tetapi, kacang mete yang benar-benar mentah (segar dari pohon) tidak aman dimakan lantaran mengandung zat beracun, yang dikenal sebagai urushiol. Untuk itu, kacang mete harus diproses dahulu dengan mengeluarkannya dari cangkang dan dipanggang.

    Lemak yang terkandung dalam kacang mete merupakan lemak tak jenuh, yang mampu mengurangi risiko kematian dini dan penyakit jantung. Kemudian protein dalam kacang mete disebut-sebut hampir setara dengan daging matang.

    Selain itu, kacang mete yang merupakan sumber serat rendah gula ini mengandung antioksidan berupa polifenol dan karotenoid.

    Seperti dikutip Kompas.com dari Medicine Net, berikut ini sejumlah manfaat kacang mete untuk kesehatan:

    1. Membantu menjaga kesehatan jantung: kacang mete memiliki lemak baik dan antioksidan yang membantu mengatur tekanan darah dan kadar kolesterol serta menjaga kesehatan jantung.
    2. Baik untuk otot dan tulang: kacang mete kaya akan protein, kalsium, fosfor, magnesium, dan vitamin K. Nutrisi tersebut akan meningkatkan kesehatan tulang dan otot.
    3. Bagus untuk kesehatan kulit dan rambut: vitamin B, vitamin E, protein, dan antioksidan pada kacang mete mampu menutrisi kulit dan rambut Anda dari dalam.
    4. Menjaga kesehatan mata: antioksidan seperti selenium, lutein, zeaksantin, dan vitamin C dapat melindungi mata dari radikal bebas berbahaya.
    5. Membantu mengontrol berat badan: kacang mete cukup mengenyangkan karena mengandung protein dan serat. Makan kacang mete pun bisa membantu meningkatkan metabolisme, mengekang nafsu makan, dan mendukung penurunan berat badan.
    6. Membantu mengelola kadar gula darah: kacang mete baik bagi penderita diabetes karena membantu mengelola kolesterol darah dan kadar gula. Beberapa penelitian mengeklaim kacang mete dapat membantu menurunkan resistensi insulin.
    7. Baik untuk otak dan saraf: lemak tidak jenuh yang terkandung dalam kacang mete membantu meningkatkan kesehatan otak. Lemak sehat itu pun berpotensi memainkan peran dalam meningkatkan memori. Tidak hanya itu, kacang mete mengandung vitamin B dan antioksidan yang membantu melindungi saraf dan otak.
  • Tips Olahraga Saat Puasa

    Tips Olahraga Saat Puasa

    TIKTAK.ID – Untuk menjaga kesehatan tubuh, Anda perlu menjaga pola makan dan rutin berolahraga. Melakukan olahraga ketika berpuasa juga disarankan supaya tubuh tetap segar dan sehat.

    Akan tetapi, olahraga yang dilakukan selama puasa berbeda dengan saat tidak sedang puasa.

    Seperti dilansir Kompas.com, berikut ini sejumlah tips olahraga saat puasa yang perlu dilakukan agar tidak mengganggu kesehatan serta puasa yang dijalankan.

    Melakukan olahraga saat mendekati waktu berbuka

    Mengutip Universitas Gadjah Mada, Kamis (6/4/23), Dosen Departemen Gizi Kesehatan, FKKMK UGM, Tony Arjuna, S.Gz., M.Nut.Diet., AN., APD., Ph.D. menyarankan untuk berolahraga di waktu yang berdekatan dengan waktu buka atau sekitar 30 hingga 1 jam sebelum berbuka atau setelah tarawih. Menurut Tony, olahraga yang dilakukan di pagi hari selama puasa tidak direkomendasikan lantaran bisa membuat tubuh lebih lemas.

    Memperhatikan intensitas olahraga

    Selama puasa, Anda perlu berolahraga dengan intensitas yang lebih ringan dibandingkan ketika sedang tidak puasa. Seperti yang dikutip dari Antara News, pada Kamis (23/3/23), Guru Besar Ilmu Gizi Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof. Dr. Ir. Hardinsyah, MS, menyatakan mengatur intensitas olahraga sangat diperlukan selama puasa. Hardiansyah pun menganjurkan agar berolahraga selama 20 menit per hari selama puasa, bila sebelumnya olahraga dilakukan selama 40 menit ketika sedang tidak berpuasa.

    Memilih jenis olahraga yang tepat

    Anda perlu memperhatikan jenis olahraga yang tepat, sehingga dapat mendukung kesehatan serta mendapatkan tubuh yang ideal. Hardiansyah menjelaskan, jika sudah memiliki tubuh ideal dan ingin mempertahankan serta meningkatkan massa otot, sebaiknya melakukan olahraga yang melibatkan kekuatan otot, seperti sit up, push up, dan squat.

    Namun bila ingin menurunkan berat badan, disarankan untuk melakukan olahraga kardio, seperti jogging dan aerobik. Kemudian untuk yang ingin membakar lemak serta membentuk otot, disarankan agar menggabungkan olahraga angkat beban dan olahraga lain.

    Mencukupi asupan gizi selama berpuasa

    Berolahraga selama bulan puasa perlu didukung oleh asupan gigi yang baik. Hardiansyah menyatakan mengonsumsi air dalam jumlah yang cukup serta buah-buahan dapat mencegah dehidrasi saat berolahraga.

    Sementara itu, Tony mengeklaim mengonsumsi makanan yang lebih lambat untuk dicerna tubuh lebih disarankan saat sahur dan berbuka puasa, seperti daging, nasi, hingga buah dan sayur. Meski begitu, porsi makan tetap harus diatur supaya tak terlalu banyak dan dapat menghindarkan tubuh dari rasa lemas serta mengantuk selama puasa.

  • Kenali Manfaat Air Kelapa untuk Kesehatan

    Kenali Manfaat Air Kelapa untuk Kesehatan

    TIKTAK.ID – Minum air kelapa ketika berbuka puasa terasa menyegarkan dan menyehatkan. Menurut ahli diet Maxine Smith, air kelapa mengandung elektrolit, seperti potasium, natrium, dan magnesium, yang mampu membantu mengisi kembali nutrisi yang hilang. Artinya, air kelapa baik untuk diminum usai berolahraga, selama sakit ringan, atau setelah berpuasa seharian penuh.

    Minum air kelapa juga dapat menjadi bagian dari diet sehat karena membantu tubuh tetap terhidrasi. Cairan tersebut pun rendah kalori, bebas lemak dan kolesterol sehingga aman dikonsumsi.

    Seperti dilansir Kompas.com, berikut ini sejumlah manfaat mengonsumsi air kelapa.

    1. Mencegah batu ginjal

    Tetap terhidrasi merupakan kunci untuk mencegah pembentukan batu ginjal. Smith menyebut minum air kelapa akan memberikan kelegaan dan membantu membersihkan sistem pencernaan Anda.

    Berdasarkan hasil studi pada 2018, air kelapa meningkatkan pembuangan kalium, klorida, dan sitrat dalam urin. Semua zat itu bila menumpuk di tubuh bakal memicu pembentukan batu ginjal.

    1. Menyehatkan kulit

    Menurut riset pada 2017, air kelapa punya sifat antimikroba yang membantu melawan jerawat. Penelitian juga mengeklaim mengonsumsi air kelapa dapat membantu sistem antioksidan Anda dengan menetralkan efek radikal bebas, yang tentunya bagus untuk kulit.

    1. Menyeimbangkan gula darah

    Air kelapa tinggi magnesium, yang membantu meningkatkan sensitivitas insulin dan menurunkan kadar gula darah bagi penderita diabetes.

    Selain itu, air kelapa kaya akan mangan, vitamin C, dan L-arginine yang bisa membantu meningkatkan sensitivitas sel terhadap insulin. Oleh sebab itu, air kelapa sangat cocok untuk membantu mengelola gula darah.

    1. Meningkatkan kesehatan jantung

    Sebuah studi pada 2005 menyatakan air kelapa juga bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah pada individu yang hidup dengan tekanan darah tinggi. Pasalnya, air kelapa kaya akan kandungan potasium.

    Potasium sendiri sudah terbukti mampu menurunkan tekanan darah pada orang dengan tekanan darah tinggi atau normal. Potasium dalam air kelapa juga membantu menghilangkan natrium ekstra dari tubuh Anda lewat urin.

    Kadar natrium yang tinggi dapat menganggu keseimbangan cairan tubuh, yang mengakibatkan diameter pembuluh darah arteri akan mengecil. Hal itu bisa membuat jantung harus bekerja ekstra untuk memompa darah ke seluruh tubuh.

  • Hindari Kebiasaan Tak Sehat Ini Saat Puasa

    Hindari Kebiasaan Tak Sehat Ini Saat Puasa

    TIKTAK.ID – Puasa punya sejumlah manfaat bagi kesehatan tubuh, di antaranya menurunkan berat badan, menurunkan risiko hipertensi dan diabetes. Sayangnya, sebagian orang justru membuat kesehatannya menurun akibat pola makan yang dilakukan usai berbuka puasa.

    Seperti dilansir detik.com, berikut ini beberapa kebiasaan di bulan puasa yang perlu dihindari untuk menjaga kesehatan:

    1. Makan secara berlebihan

    Sejumlah orang langsung mengonsumsi makanan setelah berbuka puasa. Apalagi jika melihat minuman manis dan gorengan yang membuat dirinya kalap. Padahal ia berbuka puasa tidak sesuai ketentuan karena terburu-buru dan porsi makan yang besar.

    “Jangan makan mendadak, karena takutnya perut yang seharian kosong dikasih makan dia akan kaget. Usahakan makan dulu sekadar pembuka dengan kurma, lalu air hangat, jangan kopi. Setelah sudah turun, perut sudah terbiasa, dan kita sudah salat Magrib, baru boleh makan besar,” ujar dr Aru Ariadno, SpPD KGEH dari RS Brawijaya Depok, pada Selasa (21/3/23).

    Lebih lanjut dr Aru mengatakan bahwa buka puasa dengan terburu-buru dan porsi besar tidak dianjurkan lantaran lambung akan dipaksa untuk bekerja. Setelahnya, perut bakal terasa tidak nyaman, begah, dan mual. Untuk mencegah hal itu, sebaiknya tidak mengonsumsi makanan secara berlebihan.

    1. Mengonsumsi makanan berminyak

    Biasanya, menu yang wajib ada ketika berbuka puasa adalah gorengan. Padahal jika mengonsumsi gorengan secara berlebihan dan terlalu sering, justru membuat tubuh menjadi lemas. Bahkan gorengan juga membuat berat badan naik akibat rasa lapar yang cepat.

    “Gorengan sangat tidak direkomendasikan menjadi menu berbuka karena komposisinya dominan karbohidrat dan lemak tidak sehat,” jelas Dietisien Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) UGM, Tony Arjuna, dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Senin (27/3/23).

    1. Tidak sahur

    Beberapa orang memilih melewatkan sahur akibat rasa kantuk dan malas bangun dini hari. Padahal bila melewatkan sahur, tubuh bisa terasa lemas, kurang gula darah, dan dehidrasi akibat cadangan nutrisi dan energi tidak cukup hingga waktu berbuka.

    Sebaiknya selalu sahur supaya tubuh tetap berenergi dengan mengonsumsi makanan seimbang. Jika seseorang tidak mengonsumsi makanan seimbang, maka berpotensi mengalami defisiensi protein dan kekurangan vitamin.

    “Lama-lama rambutnya rontok dan kulitnya kering karena asupan protein harian tidak tercukupi. Kalau hanya 1-2 kali doang nggak masalah, namun kalau dia selama satu bulan seperti itu terus, maka ujung-ujungnya lemas, sakit, dan imun tubuhnya menurun,” jelas dr Christopher di RS Siloam TB Simatupang, Jumat (17/3/23), mengutip detikcom.

  • Kenali Manfaat Timun yang Luar Biasa untuk Kesehatan

    Kenali Manfaat Timun yang Luar Biasa untuk Kesehatan

    TIKTAK.ID – Masyarakat Indonesia kerap mengonsumsi mentimun sebagai lalapan atau diolah menjadi minuman dan acar. Seperti dikutip Kompas.com dari Cleveland Clinic, satu porsi mentimun mentah saja sudah mengandung nutrisi 15 kalori, 0,1 gram lemak, 3,6 gram karbohidrat, 0,5 gram serat makanan, 1,7 gram gula, 0,7 gram protein, 16,4 mikrogram vitamin K, 147 miligram potasium, 2,8 miligram vitamin C, dan 16 miligram kalsium.

    Melihat nilai gizi mentimun yang tinggi, tentu punya banyak manfaat kesehatan.

    Berikut ini sejumlah manfaat kesehatan mentimun:

    Meningkatkan hidrasi

    Tubuh perlu tetap terhidrasi demi menjaga kesehatan pencernaan, memaksimalkan fungsi ginjal, dan mengatur suhu tubuh. Selain itu, asupan cairan tubuh yang cukup juga penting untuk menghindari nyeri sendi, serta mencegah penurunan memori dan kognisi.

    Mentimun sendiri mengandung 96 persen air. Dengan mengonsumsinya, kebutuhan cairan tubuh Anda pun bisa terpenuhi. Bahkan bisa dibilang makan mentimun menjadi cara mudah dan menyegarkan untuk meningkatkan hidrasi tubuh.

    Memperkuat tulang

    Mentimun mengandung vitamin K, yang bagus untuk kesehatan tulang. Asupan vitamin K yang cukup akan membantu mengurangi risiko patah tulang dan meningkatkan masa tulang yang sehat. Bila kepadatan mineral tulang Anda rendah, maka rentan mengalami osteoporosis.

    Kombinasi vitamin K dan kalsium yang ada pada mentimun bisa memberikan manfaat tulang tambahan. Vitamin K bakal membantu tubuh menyerap kalsium, yang penting untuk membangun dan memelihara tulang yang kuat.

    Meningkatkan kesehatan usus

    Air dalam mentimun secara alami bisa membantu tubuh memecah makanan dan menyerap nutrisi. Kemudian serat dalam mentimun akan mengatur pergerakan usus sehingga terhindar dari sembelit.

    Mentimun yang diolah menjadi acar juga mengadung probiotik yang baik untuk kesehatan usus. Ketika difermentasi, acar mengandung bakteri baik yang mampu menghentikan pertumbuhan bakteri tidak sehat pada usus.

    Meningkatkan kesehatan jantung

    Jumlah natrium yang tinggi berpotensi menyebabkan tekanan darah tinggi. Kalium akan membantu menurunkan tekanan darah dengan cara mengurangi efek natrium. Kombinasi potasium tinggi dan sodium rendah yang ditemukan pada mentimun bisa membantu menyeimbangkan tekanan darah.

    Tidak hanya itu, mentimun mampu melindungi jantung dengan melawan aterosklerosis – penumpukan lemak di dinding arteri Anda. Kandungan serat pada mentimun pun akan membantu mengurangi kolesterol, yang menurunkan risiko penyakit jantung.

  • Kenali Tanda-tanda Tubuh Kelebihan Lemak

    Kenali Tanda-tanda Tubuh Kelebihan Lemak

    TIKTAK.ID – Tubuh punya batasan dalam mengonsumsi makanan berlemak. Kementerian Kesehatan menjelaskan bahwa batasan aman kita mengonsumsi makanan mengandung lemak yakni 5 sendok makan/orang/hari (67 gram/orang/hari), atau setara dengan 20-25 persen dari total energi (702 kkal).

    Bila Anda makan melebihi batasan aman asupan lemak, maka bakal muncul tanda-tanda tubuh kelebihan makanan berlemak. Mengutip Eat This, lambat laun kebiasaan makan yang buruk itu dapat menyebabkan diabetes tipe 2, penyakit hati berlemak, hipertensi, penyakit jantung, stroke, serta kanker.

    Seperti dikutip Kompas.com dari Live Strong dan Eat This, berikut ini sejumlah gejala yang dapat muncul akibat tubuh kelebihan lemak:

    Merasa kembung

    Tubuh yang kelebihan lemak dapat menyebabkan gejala kembung. Sebab, lemak sulit untuk dipecah oleh tubuh, sehingga menyebabkan berfermentasi lebih lama di perut. Kondisi itu pun sering kali dapat menyebabkan sendawa, kembung, atau gas.

    Napas lebih bau

    Jika Anda memakai lemak sebagai sumber energi utama, tubuh bakal memproduksi keton, yang membuat Anda mengeluarkan bau napas tidak sedap.

    Diare

    Ketika Anda terlalu banyak makan makanan berlemak, diare bisa menjadi tanda-tanda tubuh kelebihan lemak. Hal itu terjadi karena lemak tidak terserap dengan baik, sehingga membuat usus besar menghasilkan cairan berlebih dan menyebabkan diare.

    Merasa lesu

    Walaupun tubuh bisa membakar lemak untuk energi, tapi mengonsumsi makanan tinggi lemak akan membuat Anda merasa lesu atau lelah di siang hari.

    Makan makanan tinggi lemak memang dikaitkan dengan kelelahan, terlepas dari kebiasaan kesehatan dan gaya hidup seseorang secara keseluruhan, berdasarkan sebuah penelitian Nutrients pada Februari 2016.

    Berat badan naik

    Bila tubuh kelebihan lemak, maka berat badan Anda akan naik. Hal itu bisa terjadi, walaupun diet tinggi lemak sering digunakan untuk menurunkan berat badan. Ini juga tergantung pada kalori yang dikonsumsi.

    Tidur menjadi tidak nyenyak

    Meski makan terlalu banyak lemak bisa membuat Anda merasa mengantuk atau lesu di siang hari, namun Anda mungkin juga mengalami kesulitan untuk tidur nyenyak. Pasalnya, lemak merupakan nutrisi yang paling lama terurai di sistem Anda, sehingga memengaruhi waktu istirahat tubuh.

    Dalam sebuah studi kecil pada Januari 2016 di Journal of Clinical Sleep Medicine, para peneliti menyatakan mereka yang makan makanan rendah serat dan tinggi lemak jenuh paling banyak terbangun sepanjang malam dan sulit tidur nyenyak.

  • Tubuh Kelebihan Gula, Waspadai Penyakit Ini

    Tubuh Kelebihan Gula, Waspadai Penyakit Ini

    TIKTAK.ID – Mengonsumsi gula terlalu banyak dan sering, tidak dianjurkan lantaran dapat menimbulkan banyak penyakit yang tidak bisa disepelekan. Kementerian Kesehatan RI telah menetapkan batasan aman untuk kita mengonsumsi gula adalah 4 sendok makan/orang/hari (50 gram/orang/hari) atau setara 10 persen dari total energi (200 kkal).

    Bila Anda mengonsumsi gula lebih dari itu, maka akan meningkatkan faktor risiko banyak penyakit serius. Seperti dikutip Kompas.com dari Medical News Today dan Healthline, berikut ini berbagai kondisi medis atau penyakit akibat tubuh kelebihan gula:

    Kerusakan gigi

    Tubuh yang kelebihan gula akan menyebabkan kerusakan gigi, karena gula memberi makan bakteri yang hidup di mulut. Saat bakteri mencerna gula, mereka membuat asam sebagai produk limbah. Asam tersebut akan mengikis enamel gigi, sehingga menyebabkan gigi berlubang.

    Kulit berjerawat tidak sehat

    Berdasarkan hasil sebuah studi pada 2018 terhadap mahasiswa di China, mereka yang minum minuman manis 7 kali seminggu atau lebih, berisiko tinggi mengembangkan kulit berjerawat dengan tingkat sedang hingga parah.

    Penuaan kulit lebih cepat

    Tubuh kelebihan gula juga bisa membuat Anda mengalami penuaan kulit lebih cepat. Kelebihan gula dalam makanan dapat mengarah pada pembentukan produk akhir glikasi lanjutan (advanced glycation end products/AGEs), yang berperan dalam diabetes.

    Hal itu juga bakal memengaruhi pembentukan kolagen di kulit. Menurut beberapa bukti ilmiah, kelebihan AGE akan menyebabkan penuaan lebih cepat.

    Penuaan sel lebih cepat

    Dengan mengonsumsi gula dalam jumlah tinggi, dapat mempercepat pemendekan telomer, yang meningkatkan penuaan sel. Telomer sendiri merupakan struktur yang ditemukan di ujung kromosom (molekul yang menyimpan sebagian atau seluruh informasi genetik). Adapun penuaan sel bisa membuat regenerasi sel terhambat dan inflamasi sel meningkat.

    Kegemukan dan obesitas

    Jika Anda sering mengonsumsi minuman dan makanan manis, maka berisiko tinggi mengalami kegemukan dan obesitas. Hal itu karena gula dapat memengaruhi hormon leptin yang mengontrol berat badan. Hormon leptin bertugas memberi tahu otak bahwa Anda sudah cukup makan. Akan tetapi, studi pada hewan pada 2008 menyebut pola makan tinggi gula menyebabkan tubuh resisten terhadap hormon leptin.

  • Viral Minum Oralit Saat Sahur Bisa Cegah Haus, Ini Faktanya

    Viral Minum Oralit Saat Sahur Bisa Cegah Haus, Ini Faktanya

    TIKTAK.ID – Belakangan ini viral di media sosial mengenai oralit yang dikonsumsi saat sahur diklaim mampu menghindarkan dari rasa haus selama seharian berpuasa. Padahal, minum oralit ketika sahur dapat mengganggu keseimbangan elektrolit di dalam tubuh, sehingga menyebabkan mual dan muntah.

    Untuk lebih jelasnya, berikut ini fakta mengenai minum oralit saat sahur yang diklaim dapat menahan haus selama puasa.

    Seperti dikutip Kompas.com dari Antara News, pada Senin (27/03/23), dokter spesialis Telinga Hidung Tenggorok Kepala Leher, dr. Muslim Kasim, Sp.THT-KL, M.Sc mengatakan bahwa konsumsi oralit saat sahur tidak dapat mencegah haus selama puasa.

    Menurut Muslim, larutan oralit bersifat oral rehydration atau larutan rehidrasi yang perlu diminum ketika tubuh sedang mengalami dehidrasi, dan tidak ditujukan untuk menahan haus. Muslim menilai oralit memiliki kandungan gula dan garam yang besar, sehingga justru akan berbahaya bagi tubuh bila dikonsumsi dalam jangka panjang.

    Muslim memaparkan bahwa efek samping minum oralit ketika tubuh tidak mengalami dehidrasi adalah memicu ketidakseimbangan elektrolit dan membuatnya lebih tinggi dari ambang batas normal. Kondisi tersebut nantinya bakal memicu mual dan muntah.

    Mengutip Healthline, konsumsi oralit bertujuan menyeimbangkan jumlah elektrolit di dalam tubuh. Oleh sebab itu, oralit yang dikonsumsi secara berlebihan akan memicu keracunan garam atau hipernatremia.

    Beberapa gejala yang berpotensi muncul di antaranya adalah merasa mual atau muntah, tubuh terasa lemas, nafsu makan menurun, mengalami kebingungan, merasa sangat haus, dan mengalami kerusakan ginjal.

    Minum oralit ketika sahur ternyata tidak dapat mencegah rasa haus selama puasa. Mengonsumsinya secara berlebihan justru bakal membahayakan kesehatan, seperti mual atau muntah, sehingga tidak perlu dikonsumsi jika tidak dibutuhkan.

    Tidak hanya itu, Anda disarankan untuk berkonsultasi secara medis saat mengalami dehidrasi sebelum mengonsumsi oralit. Sebab, dosis yang diperlukan akan berbeda tergantung dari usia dan kondisi kesehatan.

    Perlu diketahui, mulanya seorang dokter spesialis anak @sdenta pada (21/3/23) menjawab pertanyaan pemilik akun @nikardipin yang mengaku sempat mendengarkan podcast dokter tersebut yang membahas mengenai konsumsi oralit untuk menahan cairan yang masuk saat sahur supaya tidak cepat haus.

    Pemilik akun @sdenta lantas menjawab dengan memberikan tips konsumsi oralit di bulan puasa. Tweet tersebut memperoleh 9.399 balasan serta 34,8 ribu likes. Tweet ini pun viral, hingga banyak masyarakat yang akhirnya menjadi panic buying dengan membeli oralit secara berlebihan. Imbasnya, sejumlah stok oralit di apotik menjadi langka.

  • Pakar Tidur Bagikan Cara Terbaik Atur Pola Tidur

    Pakar Tidur Bagikan Cara Terbaik Atur Pola Tidur

    TIKTAK.ID – Bulan puasa tak hanya mengubah pola makan, namun juga mengubah pola waktu tidur yang harus menyesuaikan dengan waktu sahur dan waktu beribadah. Dokter spesialis kesehatan tidur, dr Andreas Prasadja, RPSGT, menjelaskan cara terbaik mengatur pola tidur supaya waktu tidur tetap terjaga selama bulan puasa.

    “Sudah pasti harus bangun lebih pagi, maka solusinya ya tidur lebih awal. Selesai tarawih, gak usah ngapa-ngapain, balik langsung, dan siap-siap tidur,” ungkap dr Andreas, seperti dilansir detikcom, Selasa (28/3/23).

    “Jadi kalau ibu-ibu biasa masih harus persiapan ini itu, habis itu tidur supaya saat pagi persiapannya bisa lebih cepat. Sebab, sampai saat ini belum ada cara lain selain tidur,” imbuhnya.

    Selanjutnya dr Andreas mengakui ketika menjalankan ibadah puasa, tidak dapat dihindari mayoritas orang bakal mengalami kurang tidur. Dia menilai yang terpenting adalah bukan bagaimana cara melawan rasa kantuk, melainkan tidur secara efektif dan menjaga kualitas tidur.

    “Semua orang kurang tidur dan mengantuk. Kita mulai dari jadwal, sebisa mungkin begitu ada kesempatan, ya, tidur. Selanjutnya quality, supaya kualitas tidurnya baik, jangan kalo orang Jawa bilang kemrungsung (cemas),” tutur dr Andreas.

    “Ya, diatur, sebelum tidur ada relaxing dulu, ibadah dulu sebentar, baca-baca buku agama dulu sebentar. (Ketika) sudah lebih nyaman, lebih enak, atau kalau mau lihat YouTube ceramah juga tidak masalah kok. Begitu kita sudah nyaman, relaks, baru tidur,” sambungnya.

    Selain itu, dr Andreas pun menyoroti pentingnya mengubah dan menyesuaikan ulang jadwal tidur ketika bulan puasa, terutama bagi remaja yang sudah terbiasa tidur di jam-jam larut.

    “Remaja atau dewasa muda biasanya memiliki jadwal tidur yang larut. Sehari dua hari biasa agak sulit adjustment-nya. Namun setelah itu bisa adjust kok. Jangan mengikuti jadwal tidur seperti biasanya, karena kan harus bangun untuk sahur,” terang dr Andreas.

    Kemudian dr Andreas juga menjelaskan pentingnya menjaga kualitas tidur di bulan puasa, karena kondisi kurang tidur akan berpengaruh dalam menjalankan kegiatan sehari-hari. Dia menilai kesehatan tidur menjadi sangat penting di bulan puasa karena performa, produktivitas, dan kemampuan otak hanya dibangun saat tidur.

  • Tips Atasi Kurang Tidur Selama Ramadan

    Tips Atasi Kurang Tidur Selama Ramadan

    TIKTAK.ID – Selama bulan Ramadan, pola tidur kita bisa berubah drastis. Bahkan tak sedikit yang mengalami kurang tidur lantaran terpotong jadwal sahur dan berbagai rutinitas sosial yang seringkali berlangsung hingga larut malam.

    Kondisi tersebut pun bisa mengganggu jam biologis dan memengaruhi kesehatan kita. Umumnya, kurang tidur dapat memicu berbagai gangguan. Seperti dilansir Kompas.com, berikut di antaranya:

    Mengalami sakit kepala dan mood swing

    Tubuh mempertahankan ritme sirkadian –jam internal 24 jam yang memainkan peran penting ketika sedang tertidur dan bangun. Setiap perubahan dalam pola tidur kita bisa mengganggu ritme ini, yang seringkali mengakibatkan perubahan suasana hati.

    Pada sebagian orang, perubahan ritme sirkadian itu bisa membuat mereka lebih rentan terhadap sakit kepala dan migrain.

    Berkurangnya fungsi kognitif

    Dengan istirahat yang cukup, dapat membantu kita untuk berpikir jernih, mempertahankan dan mengingat informasi, serta membantu pengambilan keputusan kita. Sebaliknya, jika kurang tidur, kita jadi lebih sulit berkonsentrasi dan memberikan perhatian penuh, waktu reaksi kita melambat, dan kemampuan kreatif serta pemecahan masalah kita dapat terpengaruh.

    Berat badan bertambah

    Kurang tidur dapat menyebabkan terjadinya perubahan pada hormon yang mengendalikan nafsu makan dan rasa lapar. Kurang tidur akan memengaruhi pengambilan keputusan Anda terkait apa yang akan dimakan, yang sering kali mengarah pada keinginan untuk mengidam makanan cepat saji yang berlemak dan bergula. Hal itu tentu bisa membuat berat badan bertambah.

    Untuk menghindari semua dampak buruk di atas, berikut ini tips yang bisa kita lakukan:

    Mengatur kembali waktu tidur

    Selama Ramadan, Anda dapat mencoba untuk tidur siang yang lebih lama, sekitar 20 menit. Selain itu, cobalah tidur malam minimal 4 jam di malam hari setelah berbuka puasa, sebelum bangun untuk sahur dan subuh. Usai menjalani ibadah salat Subuh, Anda dapat mencoba kembali tidur selama beberapa jam.

    Perhatikan apa yang Anda konsumsi

    Sebaiknya hindari makan makanan berat, berlemak, atau bergula ketika berbuka. Pasalnya, tidur Anda dapat terganggu akibat tubuh harus bekerja lebih keras untuk mencerna makanan tersebut. Tidak hanya itu, makanan yang sangat pedas juga bisa menganggu kualitas tidur Anda lantaran menyebabkan penumpukan gas dan mulas.

    Menciptakan ruang tidur yang nyaman

    Ruang yang tenang dan gelap sangat ideal untuk Anda tidur nyenyak. Hindari menggunakan perangkat elektronik seperti ponsel, laptop, dan TV Anda menjelang waktu tidur. Sebab, cahaya biru dari layar akan mengganggu kualitas tidur.