Tag: Tips Kesehatan

  • Waspadai Tipu-tipu Klaim Vape Lebih Aman, Ini Faktanya

    Waspadai Tipu-tipu Klaim Vape Lebih Aman, Ini Faktanya

    TIKTAK.ID – Tak sedikit perokok yang beralih menggunakan rokok elektrik dan vape dengan tujuan mengurangi dan menghentikan konsumsi rokok konvensional. Mereka meyakini kandungan yang ada pada rokok elektrik tak seburuk kandungan yang terdapat di rokok konvensional. Padahal, baik rokok konvensional maupun elektrik sama-sama memiliki dampak buruk untuk tubuh.

    Seperti dikutip detik.com dari Science Alert, dalam makalah 2014, terdapat laporan yang mengeklaim sistem pengiriman nikotin dari rokok elektrik hanya 4 persen dari bahaya maksimum rokok. Akan tetapi penulis mengakui pemahaman mereka terhadap dampak rokok elektrik ini masih terbatas dan tidak memiliki bukti yang kuat.

    Bahkan sempat beredar informasi yang menyatakan rokok elektrik 95 persen lebih tidak berbahaya dibandingkan rokok tembakau. Faktanya, semua informasi itu salah.

    Berdasarkan catatan editorial The Lancet, perkiraan tersebut berdasarkan kepada pendapat sekelompok kecil individu yang tidak punya keahlian khusus dalam pengendalian tembakau. Informasi tersebut juga hampir tidak diperkuat oleh bukti apa pun.

    Menurut spesialis paru RS Persahabatan dan Ketua Pokja Infeksi Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), dr Erlina Burhan, SpP(K), rokok elektrik memang punya kadar nikotin dan zat berbahaya yang lebih rendah ketimbang rokok konvensional.

    “Memang kadarnya (nikotin) rendah. Namun pada kenyataannya ternyata orang terjebak dengan kata-kata kadar nikotin dan zat-zat kimia menjadi lebih rendah. Jadi memang sama-sama menimbulkan kecanduan,” jelas dr Erlina dalam diskusi daring beberapa waktu lalu.

    Sementara itu, Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Prof Dr dr Agus Dwi Susanto SpP(K) memaparkan zat-zat berbahaya pada rokok elektrik maupun rokok konvensional:

    1. Nikotin

    Nikotin bisa memberikan efek ketergantungan pada penggunanya.

    “Artinya dia memiliki potensi terjadi adiksi dan risiko penyakit kardiovaskular karena nicotine addictive disease-nya,” tutur Prof Agus.

    1. Particulate Matter (PM)

    Zat ini dapat memicu risiko penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) dan kanker karena mengandung zat iritan.

    “Jadi risiko penyakit akibat iritasi saluran napas, inflamasi, bisa terjadi baik dari rokok konvensional maupun rokok elektronik,” ujar Prof Agus.

    1. Karsinogen

    Zat karsinogen juga menyebabkan risiko pengguna terkena kanker.

    “Riset-riset menyebut cairan rokok elektrik berpotensi menimbulkan kanker karena banyak mengandung bahan karsinogen,” terang Prof Agus.

  • Kenali Penyebab dan Gejala Depresi pada Pria Usai Istrinya Melahirkan

    Kenali Penyebab dan Gejala Depresi pada Pria Usai Istrinya Melahirkan

    TIKTAK.ID – Selama ini kita sudah sering mendengar kalau wanita yang baru saja melahirkan rentan mengalami baby blues atau depresi pascapersalinan. Tapi ternyata pria juga bisa mengalami depresi serupa, setelah istrinya melahirkan.

    Berdasarkan hasil studi, satu dari 10 ayah menderita depresi pascakelahiran. Kondisi tersebut umumnya terjadi dalam tiga bulan hingga enam bulan usai kelahiran bayi. Sama seperti wanita yang baru saja menjadi ibu, pria juga memerlukan dukungan, dorongan, dan tempat yang aman untuk menyampaikan kekhawatiran mereka.

    Terdapat banyak faktor yang membuat seorang pria dapat mengalami depresi pascapersalinan. Seperti dilansir Kompas.com, berikut ini faktor yang bisa menyebabkan depresi pascapersalinan:

    Muncul perasaan takut menjadi ayah

    Perasaan ini mungkin dipicu oleh kekhawatiran soal tanggung jawab baru yang muncul setelah berkeluarga, termasuk hilangnya kebebasan.

    Kekhawatiran uang

    Pria dapat merasa stres terkait keuangan ketika menjadi seorang ayah, khususnya bila pemasukan dalam keluarga hanya bersumber pada dirinya.

    Kecemasan mengenai peran baru

    Pria mungkin khawatir apakah dirinya bakal menjadi ayah yang baik. Kemudian bila mereka punya kenangan yang tidak menyenangkan dari masa kecilnya, kenangan tersebut pun dapat dipicu oleh hadirnya seorang bayi.

    Sebetulnya gejala depresi pascamelahirkan pada pria mirip dengan yang terjadi pada wanita. Berikut ini sejumlah gejala yang bisa terjadi:

    • Merasa lelah dan cemas
    • Terobsesi dengan keuangan
    • Mulai menarik diri dari keluarga dan situasi sosial
    • Mudah tersinggung atau tidak toleran
    • Kurang tidur atau terlalu banyak tidur
    • Merasa takut, cemas, serta tidak berdaya
    • Melakukan kekerasan pada pasangan

    Selain itu, pria yang menderita depresi pascamelahirkan juga bisa mengalami gejala fisik seperti gangguan pencernaan, perubahan nafsu makan dan berat badan, diare, konstipasi, sakit kepala, serta mual.

    Bahkan depresi pascamelahirkan pada pria bisa jadi lebih buruk dari wanita, karena pria biasanya sulit meluapkan atau menunjukan emosi. Imbasnya, mereka semakin tenggelam dalam stres.

    Sama seperti ibu, depresi pascamelahirkan pada ayah dapat berdampak signifikan pada anak. Ada banyak bukti menyatakan depresi pada pria menjadi faktor risiko utama yang memicu kesulitan dalam kehidupan seorang anak.

    Pasalnya, orang tua yang mengalami depresi cenderung kurang responsif terhadap anaknya dan dapat menunjukkan perilaku pengasuhan yang tidak tepat. Baik dalam bentuk pengabaian, sifat protektif yang berlebihan, hingga kekerasan.

  • Kenali Penyebab Leher Menghitam, Tak Hanya Daki

    Kenali Penyebab Leher Menghitam, Tak Hanya Daki

    TIKTAK.ID – Sejumlah orang mengalami area leher yang menghitam. Kondisi itu pun kerap dianggap sebagai hal biasa dan sepele. Bahkan tak sedikit yang meyakini leher hitam terjadi akibat tumpukan daki atau paparan sinar matahari berlebih. Namun benarkah leher hitam terjadi hanya karena tumpukan daki dan paparan sinar matahari?

    Medical News Today menjelaskan bahwa kulit di bagian leher memang rentan mengalami penggelapan, bisa akibat hormon, paparan sinar matahari, atau kondisi kulit lainnya. Ketika leher menghitam, bukan hanya warna yang perlu diperhatikan.

    Anda juga perlu memeriksa tekstur kulit leher, misal menebal atau terasa lebih lembut ketimbang kulit di sekitarnya. Walaupun sebagian besar penyebab leher hitam bukan keadaan darurat medis, tapi sebaiknya Anda menemui dokter untuk memperoleh diagnosa yang tepat.

    Seperti dilansir CNNIndonesia.com, berikut ini sejumlah masalah kesehatan yang bisa membuat kulit di bagian leher menghitam:

    1. Dermatitis neglecta

    Dermatitis neglecta dapat terjadi ketika sel kulit mati terlalu menumpuk pada bagian leher. Tidak hanya sel kulit mati, hal itu juga bisa terjadi akibat minyak berlebih, keringat, dan bakteri yang bercampur menjadi satu.

    Leher merupakan tempat yang umum untuk berkembangnya dermatitis neglecta, apalagi jika Anda kurang menjaga kebersihan di area tersebut. Penumpukan kotoran bisa menimbulkan perubahan warna dan plak kulit.

    1. Kadar insulin pada darah tinggi

    Jika seseorang memiliki kadar insulin yang tinggi, bisa mengalami area hiperpigmentasi di leher, khususnya di bagian belakang leher. Kejadian tersebut pun biasa terjadi pada wanita yang mengalami sindrom ovarium polikistik (PCOS).

    1. Tinea versikolor

    Tinea versikolor merupakan infeksi jamur Malassezia furfur. Walaupun jenis ragi ini secara alami ada di kulit, tapi terlalu banyak atau pertumbuhan berlebih akan menimbulkan bercak hitam di leher, punggung, dada, dan lengan. Kulit mungkin terlihat sangat gelap jika seseorang baru saja terpapar sinar matahari, dan bercak kulit juga bisa terasa gatal.

    1. Kegemukan

    Berat badan berlebih hingga obesitas dapat menjadi penyebab leher menghitam. Mengutip Healthshot, penggelapan kulit paling sering terjadi di leher dan ketiak.

    1. Diabetes

    Bercak gelap pada kulit di arena belakang leher seringkali adalah tanda prediabetes.

    1. Hipotiroidisme

    Umumnya, kondisi Acanthosis Nigricans yang menimbulkan bercak hitam dikaitkan dengan kondisi medis yang Anda miliki, seperti tiroid atau kenaikan berat badan. Kondisi ini pun dapat menyebabkan penggelapan kulit.

  • Ketahui Pertolongan Pertama pada Luka Bakar

    Ketahui Pertolongan Pertama pada Luka Bakar

    TIKTAK.ID – Luka bakar dapat menimbulkan kerusakan pada jaringan tubuh. Luka bakar sendiri ada yang bersifat ringan hingga darurat mengancam jiwa. Walaupun terkadang dapat diobati sendiri, luka bakar ringan yang ada di mata, mulut, tangan, dan area genital memerlukan perawatan medis. Selain itu, luka bakar ringan yang terjadi pada bayi dan orang tua juga memerlukan perawatan darurat.

    Dalam kondisi tertentu, Anda harus segera mendatangi unit gawat darurat atau memanggil ambulans bila luka bakar dalam kondisi berikut:

    1. Luka bakarnya dalam, meski tidak tidak merasakan sakit apapun
    2. Luka bakar lebih besar dari uang koin
    3. Luka bakar melibatkan jalan napas, wajah, tangan, atau alat kelamin
    4. Kulit terlihat kasar
    5. Terdapat bercak cokelat, hitam, atau putih
    6. Luka bakar akibat bahan kimia atau listrik
    7. Pasien sulit bernapas.

    Pertolongan pertama pada luka bakar besar

    Luka bakar besar memang perlu perawatan medis, tapi tetap membutuhkan pertolongan pertama sampai bantuan medis datang.

    Seperti dilansir Kompas.com, berikut ini pertolongan pertama yang harus diberikan pada penderita luka bakar:

    1. Melindungi orang yang terbakar dari bahaya lebih lanjut. Memastikan pasien luka bakar tidak bersentuhan dengan sumber luka bakar. Khusus luka bakar akibat listrik, pastikan sumber listrik sudah dimatikan sebelum Anda mendekati orang yang mengalami luka. Jangan mencoba melepas pakaian yang tersangkut pada luka bakar.
    2. Pastikan orang yang terbakar bisa bernapas. Bila perlu, berikan mereka pernapasan buatan.
    3. Melepas perhiasan, ikat pinggang, dan barang ketat lainnya, terutama dari area yang terbakar dan leher. Sebab, area yang terbakar bisa membengkak dengan cepat.
    4. Menutup area luka secara longgar menggunakan kain kasa atau kain bersih.
    5. Bila memungkinkan, angkat luka melebihi ketinggian jantung.
    6. Perhatikan tanda-tanda syok, yakni kulit dingin dan lembap, denyut nadi lemah, dan pernapasan dangkal.

    Pertolongan pertama pada luka bakar ringan

    Anda dapat merawat luka bakar ringan di rumah dengan cara berikut:

    1. Mendinginkan luka bakar
      Letakkan bagian yang terkena luka bakar di bawah air mengalir selama sekitar 10 menit. Jika luka bakar berada di wajah, gunakan kain basah yang dingin hingga rasa sakitnya mereda. Kemudian untuk luka bakar di mulut akibat makanan atau minuman panas, masukkan sepotong es ke dalam mulut selama beberapa menit.
    2. Singkirkan barang ketat
      Keluarkan cincin atau barang ketat lain dari area yang terbakar. Anda perlu melakukannya dengan cepat dan perlahan, sebelum area tersebut membengkak.
    3. Jangan pecahkan lepuh
      Lepuh dapat membantu melindungi dari infeksi. Jika lepuh tersebut pecah, bersihkan dengan air dan oleskan salep antibiotik.
    4. Oleskan losion
      Jika luka bakar sudah dingin, oleskan losion, seperti losion dengan lidah buaya atau mentega kakao, untuk membantu mencegah pengeringan dan memberikan kelegaan.
    5. Perban luka bakar
      Tutup luka bakar menggunakan perban bersih. Bungkus dengan longgar supaya menghindari tekanan pada kulit yang terbakar.
    6. Memakai pereda nyeri
      Bila perlu, gunakan pereda nyeri tanpa resep, seperti ibuprofen (Advil, Motrin IB, lainnya), naproxen sodium (Aleve) atau acetaminophen (Tylenol, lainnya).
  • Kenali Pertanda Tubuh Kebanyakan Makan

    Kenali Pertanda Tubuh Kebanyakan Makan

    TIKTAK.ID – Terlalu banyak makan bisa membuat pencernaan terganggu. Sebetulnya tubuh memberikan rasa kenyang sebagai alarm peringatan supaya kita berhenti makan. Namun sejumlah orang kerap melewati titik itu lantaran terbawa nafsu makan. Apalagi jika sedang berpesta, kumpul keluarga, atau liburan, seperti perayaan Lebaran, Natal, dan Tahun Baru.

    Cleveland Clinic menjelaskan bahwa makan berlebihan yaitu saat Anda makan melebihi kebutuhan, melewati titik kenyang, dan terus makan meski sudah tidak lapar. Seperti dilansir Kompas.com, berikut ini tanda-tanda kebanyakan makanan yang harus diwaspadai.

    Menurut Cleveland Clinic, Anda bisa mengalami beberapa kondisi ketika kebanyakan makan. Di antaranya refluks asam, kembung, banyak mengeluarkan gas seperti sendawa atau kentut, mulas (heartburn), mual, sakit perut, lelah, dan lesu.

    Umumnya, tanda-tanda tubuh kebanyakan makan berlangsung tak lebih dari sehari atau akan mulai membaik beberapa jam kemudian. Namun bila tanda-tanda tubuh kebanyakan makan memburuk atau bertahan selama seminggu, maka Anda perlu menghubungi penyedia layanan kesehatan.

    Lebih lanjut, MDAnderson CancerCenter menyatakan kondisi ini yang akan terjadi ketika Anda makan berlebihan:

    1. Perut membesar melebihi ukuran normalnya, karena menyesuaikan diri dengan jumlah makanan yang banyak. Perut yang membesar akan mendorong organ lain, sehingga membuat Anda tidak nyaman. Ketidaknyamanan tersebut bisa berupa rasa lelah, lesu, atau mengantuk.
    2. Makan terlalu banyak akan membuat organ Anda bekerja lebih keras, lantaran harus mengeluarkan hormon dan enzim ekstra untuk memecah makanan. Untuk memecah makanan, lambung bakal menghasilkan asam klorida. Bila Anda makan berlebihan, asam tersebut bisa kembali ke kerongkongan yang mengakibatkan heartburn.
    3. Jika mengonsumsi terlalu banyak makanan yang tinggi lemak, berpotensi membuat Anda lebih rentan mengalami sakit maag.
    4. Perut bakal menghasilkan lebih banyak gas, yang membuat Anda merasa tidak nyaman.
    5. Metabolisme Anda mungkin meningkat akibat mencoba membakar kalori ekstra tersebut. Untuk itu, Anda mungkin mengalami perasaan panas, berkeringat, atau bahkan pusing sementara.

    Bila kebanyakan makan sudah menjadi kebiasaan, maka Anda bisa mengalami kegemukan, obesitas, gangguan tidur, hingga penyakit kronis, seperti diabetes atau kanker.

    Makan berlebihan pun dapat memengaruhi tubuh Anda dalam berbagai cara. Oleh sebab itu, Anda perlu berhenti makan saat kenyang.

  • Ini Cara Pakai Tabir Surya yang Benar untuk Lindungi Kulit

    Ini Cara Pakai Tabir Surya yang Benar untuk Lindungi Kulit

    TIKTAK.ID – Kenaikan suhu bumi telah membuat paparan sinar ultraviolet (UV) semakin meningkat pada siang hingga sore hari. Pada waktu tersebut, indeks UV termasuk dalam kategori “Very High” dan “Extreme”. Hal itu dapat merusak kulit dan memicu terjadinya kanker untuk jangka waktu yang lama.

    Demi menghindari kondisi tersebut, memakai tabir surya atau sunscreen sangat disarankan. Seperti dilansir Kompas.com, berikut ini tip mengaplikasikan tabir surya dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia, supaya kulit tetap terlindungi dari efek buruk sinar UV.

    1. Menggunakan tabir surya berspektrum luas, atau dengan kandungan pelindung dari UVA dan UVB, dan memiliki kandungan minimal SPF 30.
    2. Mengoleskan tabir surya di wajah dan leher secukupnya, atau sekitar setengah sendok teh.
    3. Menggunakan tabir surya dengan kandungan iron oxide atau merupakan jenis tinted sunscreen untuk melindungi dari sinar tampak.
    4. Mengaplikasikan tabir surya setidaknya 15 menit sebelum beraktivitas.
    5. Mengaplikasikan tabir surya setiap 2 jam sekali, atau segera usai berkeringat atau berenang.
    6. Memilih tabir surya sesuai dengan jenis kulit yang dimiliki, misalnya berjerawat hingga berminyak.
    7. Melindungi bibir dengan memakai lip balm atau lipstik yang mengandung minimal SPF 30.

    Untuk diketahui, terjadinya peningkatan suhu di beberapa wilayah di Indonesia membuat paparan sinar UV semakin tinggi, bahkan hingga mencapai kategori “Very High” dan “Extreme” di siang hari.

    Mengutip Antara News, Kamis (27/4/23), dokter kulit dr. Marsha Bianti, Sp.DV menyatakan penggunaan sunscreen atau tabir surya mampu melindungi kulit dari paparan sinar UV yang membahayakan kesehatan kulit.

    Menurut Marsha, radiasi sinar UV yang sampai ke bumi, yaitu UVA dan UVB, dapat memicu kelainan kulit, termasuk kanker kulit. Oleh sebab itu, penggunaan tabir surya sangat disarankan.

    Marsha menjelaskan bahwa sinar UV yang sampai ke bumi bisa mengenai bagian tubuh mana saja, termasuk yang tertutup pakaian. Kondisi tersebut pun dapat menyebabkan reaksi tertentu pada kulit, termasuk kulit yang terbakar, perih, hingga memerah.

  • Ini Penyebab Petasan Membahayakan Kesehatan

    Ini Penyebab Petasan Membahayakan Kesehatan

    TIKTAK.ID – Sejumlah orang biasa menyalakan petasan saat momen Lebaran. Walaupun menyenangkan untuk dimainkan dan dilihat, petasan dapat memberikan efek buruk untuk kesehatan. Pasalnya, asap petasan yang terhirup dapat memicu gangguan pernapasan, bahkan bisa menyebabkan serangan jantung pada mereka yang punya riwayat penyakit jantung.

    Tak hanya berbahaya untuk pernapasan, petasan juga bisa menimbulkan efek negatif pada pendengaran, penglihatan, hingga memicu gangguan tenggorokan.

    Untuk lebih jelasnya, berikut ini alasan petasan berbahaya untuk kesehatan, seperti dilansir Kompas.com.

    Meningkatkan risiko gangguan pernapasan

    Mengutip Republic of the Philippines Department of Health, petasan yang dinyalakan bakal meningkatkan level polutan berbahaya (SPM), karbon monoksida (CO), NOx, hidrokarbon, dan sulfur dioksida (SO2) di dalam udara.

    Paparan terhadap udara yang telah tercemar bisa membahayakan untuk kesehatan, terutama pada ibu hamil, anak-anak, serta orang-orang yang punya riwayat penyakit asma.

    Kemudian Wisconsin Department of Natural Resources menyatakan paparan terhadap asap petasan dalam jangka pendek dapat meningkatkan risiko penyakit paru-paru, asma dan bronkitis akut, serta infeksi pernapasan.

    Meningkatkan risiko gangguan pendengaran

    Petasan bersuara sangat keras, bahkan terkadang melebihi 140 desibel (dB). Padahal, suara dengan kekuatan melebihi 85 dB berpotensi merusak pendengaran. Kondisi tersebut akan meningkatkan risiko kecemasan, gangguan pendengaran yang bersifat sementara atau permanen, tekanan darah tinggi, dan gangguan tidur.

    Meningkatkan risiko terkena luka bakar

    Johns Hopkins Medicine menjelaskan bahwa menyalakan petasan akan meningkatkan risiko terkena luka bakar, terutama pada area jari, tangan, dan kaki. Petasan punya temperatur yang sangat tinggi, bahkan hingga 15 kali lebih panas dari air yang mendidih.

    Beberapa orang hanya akan mengalami luka bakar minor yang dapat diatasi dengan memakai salep dan umumnya akan membaik dalam beberapa hari. Akan tetapi, banyak juga ditemui korban yang mengalami luka bakar yang cukup parah sehingga menyebabkan luka permanen pada beberapa bagian tubuh, bahkan hingga menyebabkan kematian.

    Meningkatkan risiko gangguan penglihatan

    American Academy of Ophthalmology (AAO) menyatakan petasan dapat memicu kerusakan pada bola mata, abrasi kornea, dan ablasio retina. Kondisi tersebut pun bisa merusak penglihatan secara permanen dan meningkatkan risiko kebutaan.

  • IDAI Bagikan Tips Aman Mudik Bersama Anak

    IDAI Bagikan Tips Aman Mudik Bersama Anak

    TIKTAK.ID – Libur Lebaran kerap membuat lalu lintas semakin padat kendaraan roda dua maupun empat, sehingga risiko kecelakaan lalu lintas pun semakin meningkat dari hari biasa. Oleh sebab itu, orang tua perlu memperhatikan keamanan dan keselamatan pada anak-anak selama berkendara.

    Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) membagikan tips mencegah kecelakaan lalu lintas pada anak selama musim mudik Lebaran. Seperti dikutip Kompas.com dari laman media sosial resmi IDAI, berikut ini tips mencegah kecelakaan lalu lintas pada anak selama berkendara di musim Lebaran.

    Punya legalitas berkendara

    Anak remaja berusia lebih dari 17 tahun harus sudah memiliki legalitas berkendara (punya surat izin mengemudi), sehingga memahami dan mematuhi rambu-rambu lalu lintas.

    Memanfaatkan fasilitas rest area

    Bila Anda hendak berpergian, dapat memanfaatkan fasilitas rest area yang tersedia. Anda dapat beristirahat sejenak jika sudah merasa lelah dan mengantuk.

    Menggunakan transportasi mudik Pemerintah

    Sebaiknya pertimbangkan alternatif transportasi mudik yang disediakan oleh Pemerintah atau perusahaan.

    Menggunakan standar keselamatan berkendara

    Anak remaja maupun anak yang lebih muda harus mematuhi standar keselamatan berkendara yang bisa disesuaikan dengan tingkat usia, yakni memakai perlengkapan berkendara, seperti helm SNI, jaket, serta sepatu pada pengendara roda dua, dan sabuk pengaman pada pengendara roda empat.

    Kemudian membawa surat kendaraan lengkap (STNK) untuk anak yang sudah cukup umur, standar kecepatan rata-rata 30 km/jam dan mengurangi kecepatan ketika lalu lintas padat, dan kendaraan harus strandar tanpa ada modifikasi yang melanggar standar safety riding untuk komponen, seperti lampu, knalpot, hingga suara klakson.

    Selain itu, harus berkendara dalam kondisi sehat tidak dalam pengaruh alkohol dan obat terlarang termasuk obat-obatan yang memiliki efek samping membuat kantuk (perhatikan peringatan pada etiket obat), tidak memakai alat komunikasi saat berkendara, serta penggunaan helm sepeda motor dan sabuk pengikat untuk fiksasi.

    Larangan untuk anak berkebutuhan khusus

    Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) tidak boleh berkendara tanpa pendampingan.

    Aturan anak-anak yang diantar oleh orangtua

    Anak-anak yang diantar oleh orangtua dengan kendaraan roda dua atau membonceng, perlu mematuhi beberapa ketentuan, yaitu:

    • Memakai perlengkapan berkendara, seperti helm SNI sesuai ukuran kepala anak (untuk pengendara roda dua).
    • Disediakan tempat duduk tambahan atau sabuk pengikat untuk fiksasi.
    • Tidak lebih dari 2 penumpang untuk pengendaraan roda dua dengan posisi anak berada di belakang pengendara.
    • Orangtua atau pengantar tidak boleh sambil memakai alat komunikasi yang mengganggu konsentrasi menyetir dan pengawasan terhadap anak saat berkendara.
    • Orangtua atau pengantar harus bisa memenuhi standar keselamatan berkendara.
    • Anak usia di bawah 6 tahun tidak boleh menaiki kendaraan roda dua.
    • Anak dan orangtua ketika berkendara harus menggunakan alat pelindungan diri sesuai standar keselamatan yang berlaku.

    Sedangkan anak-anak yang diantar oleh orangtua dengan kendaraan roda empat perlu mematuhi beberapa ketentuan ini:

    • Anak dan orangtua selama berkendara tetap menggunakan alat pelindung diri sesuai standar keselamatan yang berlaku.
    • Orangtua tidak boleh memangku anak sambil menyetir.
    • Memberikan kursi duduk tambahan khusus untuk balita atau anak (car seat) dengan dudukan yang menyesuaikan usia, berat badan, dan tinggi badan anak, serta anak tidak duduk di depan air bag.
    • Anak usia 0 sampai kurang dari 2 tahun: car seat menghadap ke belakang (rear facing car seat).
    • Anak usia 2-5 tahun: car seat menghadap ke depan (forward facin…
  • Waspadai Efek Kurang Gerak, Setara dengan Merokok

    Waspadai Efek Kurang Gerak, Setara dengan Merokok

    TIKTAK.ID – Pakar kesehatan menyatakan efek buruk kurang gerak sama atau setara dengan merokok. Kurang gerak sendiri termasuk perilaku sedentari. Kementerian Kesehatan menjelaskan bahwa sedentari merupakan segala jenis kegiatan selain tidur yang mengeluarkan kalori minim atau kurang dari 1,5 METs.

    Contoh sedentari atau kurang gerak yakni rebahan atau duduk dalam waktu lama seperti ketika sedang menonton TV, main game, sampai duduk terlalu lama saat bekerja atau belajar. Tidak hanya itu, memilih naik kendaraan ketimbang jalan kaki untuk pergi atau menjangkau tempat yang jaraknya dekat juga tergolong perilaku sedentari. Sedangkan merokok kerap dikaitkan dengan banyak penyakit berbahaya, mulai dari penyakit jantung hingga kanker.

    Menurut Pembimbing Kesehatan Kerja Muda Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, dr. Bonnie Medana Pahlavie, MKK, sejumlah penelitian mengeklaim kurang gerak atau sedentari disebut sebagai new smoking atau rokok baru.

    “Sedentari tidak memberikan gerak berarti pada tubuh kita, sehingga terjadi penumpukan lemak di dalam tubuh. Hal itu dapat menimbulkan efek penyakit tidak menular,” ungkap Bonnie, seperti dikutip Kompas.com dari Antara (11/4/23).

    Bonnie menjelaskan bahwa penyakit akibat kurang gerak yang cukup sering yaitu hipertensi, obesitas, diabetes, sampai penyakit jantung. Bonnie menilai tubuh yang jarang digerakkan bakal membuat otot-otot tubuh melemah karena jarang dilatih, termasuk otot jantung.

    “Pada dasarnya tubuh kita ini seperti otot-otot yang ditakdirkan untuk bergerak. Bahkan ada otot yang tak pernah berhenti bergerak yaitu otot jantung. Jadi, ya harus bergerak,” tutur Bonnie.

    Mengutip TheHeartFoundation, ketika tubuh kurang gerak, maka terjadi beberapa perubahan keadaan tubuh. Di antaranya aliran darah melambat yang membuat asam lemak menumpuk di pembuluh darah dan memicu penyakit jantung, risiko resistensi insulin yang bisa menimbulkan penyakit diabetes tipe 2 dan obesitas meningkat.

    Kemudian terdapat risiko pembekuan darah naik, dan proses metabolisme lemak di dalam tubuh melambat lantaran enzim untuk memecah lemak turun sekitar 90 persen. Mengingat beberapa penyakit berbahaya yang diakibatkan kurang gerak setara dengan merokok, maka sebaiknya Anda mulai melakukan langkah pencegahan untuk melindungi diri dari bahaya gaya hidup tidak sehat ini.

  • Tips Atasi Mabuk Kendaraan Saat Mudik

    Tips Atasi Mabuk Kendaraan Saat Mudik

    TIKTAK.ID – Mabuk kendaraan ketika sedang mudik tentu sangat mengganggu. Selain membuat kita merasa tidak nyaman, mabuk perjalanan juga bisa menghambat perjalanan mudik. Mabuk perjalanan dapat membuat kita mual, muntah, sakit perut, hingga merasa pusing.

    Mabuk perjalanan sendiri terjadi saat otak tidak bisa memahami informasi yang dikirim dari mata, telinga, dan tubuh. Banyaknya gerakan di dalam kendaraan bisa membuat kita merasa mual, berkeringat, atau sakit perut.

    Umumnya, mabuk perjalanan dialami oleh wanita hamil dan anak-anak di bawah usia 12 tahun. Akan tetapi, kondisi tersebut sebenarnya bisa menyerang siapa saja. Orang yang mengalami migrain, menstruasi, dan gangguan telinga bagian dalam pun rentan mengalami mabuk perjalanan.

    Mabuk perjalanan terjadi ketika ada konflik antarindra, seperti ketika sedang berada di dalam mobil sembari menyusuri jalanan yang terjal dan berliku. Kondisi itu dapat membuat tubuh bergoyang-goyang, yang membuat otot, dan telinga merasakan hal berbeda, begitu pula dengan mata yang melihat objek yang sedang bergerak. Hal itu pun membuat otak tidak bisa menerima semua sinyal campuran tersebut, sehingga kita merasa pusing dan sakit.

    Untuk mengatasi mabuk perjalanan, ada sejumlah hal yang dapat Anda lakukan. Seperti dilansir Kompas.com, berikut ini di antaranya:

    Mengonsumsi Antihistamin

    Biasanya, antihistamin dikonsumsi untuk mengobati alergi. Meski begitu, Anda juga dapat mencegah dan meredakan mabuk perjalanan dengan antihistamin dengan memicu rasa kantuk.

    Menghirup udara segar

    Jika Anda mudik menggunakan mobil, cobalah membuka jendela mobil. Namun kalau tidak memungkinkan, Anda dapat memutar ventilasi udara menghadap ke arah Anda. Selain itu, Anda dapat menggunakan kipas angin untuk meniupkan udara ke wajah Anda.

    Minum air putih atau soda

    Minum seteguk air dingin atau minuman berkarbonasi bisa membantu mengurangi rasa mual. Sebaiknya hindari konsumsi minuman berkafein karena berpotensi menyebabkan dehidrasi dan memperparah mual.

    Mendengarkan musik

    Nyalakan radio atau mulai percakapan untuk mengalihkan pikiran dari perasaan yang membuat mual atau muntah. Dalam meta-analisis tahun 2022, para peneliti menyimpulkan bahwa mendengarkan musik dapat membantu meredakan muntah pascaoperasi. Cara ini juga efektif untuk meredakan mual selama perjalanan.