Tag: Tips Kesehatan

  • Terapkan Kebiasaan Ini Supaya Anak Tumbuh Tinggi

    Terapkan Kebiasaan Ini Supaya Anak Tumbuh Tinggi

    TIKTAK.ID – Semua orang tua tentu ingin anaknya dapat tumbuh tinggi dengan optimal, karena bisa menjadi tanda perkembangannya baik dan sehat. Meski begitu, setiap orang tua juga harus memahami kalau laju pertumbuhan tinggi anak berbeda-beda. Hal itu dapat terjadi karena dipengaruhi oleh faktor genetik, sumber asupan nutrisi, dan kadar hormon pertumbuhan dalam tubuh.

    Tapi bukan berarti anak tidak bisa punya tubuh yang tinggi. Pertumbuhan tinggi anak masih dapat dioptimalkan lewat beberapa kebiasaan yang bisa diterapkan.

    Seperti dikutip detik.com dari berbagai sumber, berikut ini sejumlah kebiasaan yang mampu membantu tumbuh tinggi anak mmaksimal

    1. Pola Tidur yang Baik

    Jika anak-anak sesekali melewati waktu tidurnya, memang tak terlalu berpengaruh terhadap pertumbuhan. Namun anak-anak yang memiliki waktu tidur cukup setiap malam akan membuat mereka tumbuh dengan tinggi dan kuat.

    Pasalnya, hormon pertumbuhan pada anak-anak atau yang disebut Human Growth Hormon (HGH) dilepaskan hanya saat anak tidur. Sebaliknya kalau anak kurang tidur, maka produksi hormon ini mungkin akan berkurang. Anak usia 3-5 tahun sebaiknya memiliki waktu tidur antara 10-13 jam, sedangkan waktu tidur yang dibutuhkan anak usia 6-13 tahun yaitu 9-12 jam.

    1. Beri Paparan Sinar Matahari

    Jangan ragu memberikan paparan sinar matahari kepada anak, lantaran sinar matahari merupakan sumber vitamin D yang membantu pertumbuhan otot dan tulang dalam meningkatkan tinggi anak.

    Di masa anak-anak, tulang mengalami pertumbuhan dan memerlukan banyak vitamin D. Oleh sebab itu, membiarkan mereka bermain di luar ruangan selama 10-15 menit disebut mampu membantu tubuh memproduksi nutrisi penting tersebut. Beberapa penelitian menyarankan anak-anak untuk diberikan sinar matahari pada sekitar pukul 7-9 pagi.

    1. Olahraga

    Olahraga akan membantu anak-anak memperoleh tubuh yang tinggi dan kuat. Salah satu olahraga yang dapat dilakukan adalah berenang. Berenang akan membuat anak menggerakkan semua otot di dalam tubuh dengan efek yang besar.

    Kemudian berenang dengan waktu yang lama disebut-sebut mampu menghilangkan lemak ekstra yang ada pada anak dan membantu mereka tetap aktif. Latihan tersebut bakal memperkuat tulang belakang dan meletakkan dasar bagi tubuh yang tinggi dan sehat.

  • Rekomendasi Makanan Terbaik Saat Masuk Angin

    Rekomendasi Makanan Terbaik Saat Masuk Angin

    TIKTAK.ID – Orang Indonesia tentu sudah akrab dengan istilah masuk angin. Istilah tersebut mewakili rasa tidak enak badan, lemas, kadang disertai sakit kepala, kembung, meriang, juga gejala flu.

    Selain mengonsumsi obat, sebaiknya proses pemulihan juga didukung dengan istirahat dan asupan nutrisi yang cukup. Seperti dilansir CNNIndonesia.com, berikut ini rekomendasi makanan terbaik saat masuk angin:

    1. Sup ayam

    Ketika sedang tidak enak badan, biasanya menu makanan yang berkuah dan hangat mampu meringankan rasa tidak nyaman. Sup ayam merupakan salah satu menu yang lezat dan pas selama sakit.

    Dalam semangkuk sup ayam, Anda bakal memperoleh aneka nutrisi termasuk vitamin, mineral, kalori dan protein. Mengutip Healthline, sup ayam adalah sumber cairan dan elektrolit yang mampu mencegah dehidrasi akibat diare, muntah, keringat, atau demam.

    1. Pisang

    Pisang sangat baik dikonsumsi selama sakit, karena teksturnya yang lembut akan membuat tetap nyaman dikonsumsi walaupun tenggorokan sedang sakit. Tidak hanya itu, pisang banyak mengandung potasium untuk mengembalikan elektrolit tubuh. Pisang juga memberikan asupan serat larut air yang akan berubah menjadi gel di saluran cerna dan menyerap kelebihan air, sehingga diare berkurang.

    1. Yogurt

    Yogurt memiliki kandungan probiotik yang menyehatkan pencernaan. Sejumlah studi menyatakan probiotik juga membantu, baik anak maupun orang dewasa cepat pulih ketika sakit dan mengurangi frekuensi selesma. Selain yogurt, Anda juga dapat mengonsumsi probiotik dari pangan berbeda seperti kombucha.

    1. Telur orak-arik

    Ada beberapa makanan tertentu yang justru membuat sakit tenggorokan makin parah. Telur orak-arik termasuk salah satu solusi menu makanan saat masuk angin yang disertai sakit tenggorokan. Sebab, telur memberikan nutrisi penting berupa protein. Anda juga bisa menambah kentang tumbuk (mashed potato) sebagai asupan karbohidrat.

    1. Sayur bayam

    Sayuran hijau sangat baik dikonsumsi ketika Anda merasakan tubuh pegal-pegal. Hal itu karena Anda perlu pasokan magnesium dalam jumlah besar.

    “Untuk nyeri otot secara umum, makanan yang mengandung magnesium atau kalsium mampu meringankan peradangan,” ungkap Spesialis Penyakit Dalam, Kristine Arthur, dilansir Health.

    Anda dapat mengonsumsi sayuran hijau lewat sayur bayam, salad, dan tumis.

    Magnesium juga bisa diperoleh dari kacang-kacangan dan biji-bijian. Sedangkan untuk mendapatkan kalsium, bisa didapat dari salmon dan yogurt.

  • Jangan Lihat Jam, Lakukan Hal Ini Saat Susah Tidur

    Jangan Lihat Jam, Lakukan Hal Ini Saat Susah Tidur

    TIKTAK.ID – Susah tidur sering kali membuat kita merasa terganggu. Rasanya serba salah melakukan apa pun ketika sedang susah tidur. Lantas apa yang harus dilakukan saat susah tidur?

    Seperti dikutip CNNIndonesia.com dari berbagai sumber, berikut di antaranya.

    1. Menghindari layar gawai

    Gawai kerap dianggap menjadi solusi untuk mengatasi susah tidur. Padahal sebaliknya, paparan cahaya biru dari gawai justru bisa membuat Anda semakin sulit tertidur. Mengutip Men’s Health, spesialis tidur, Kuljeet Gill menyatakan paparan cahaya biru akan menekan produksi melatonin atau hormon yang mengatur siklus tidur-bangun.

    “Hindari berpikir untuk menghabiskan waktu dengan cara meraih remote TV atau mengambil ponsel,” ungkap Gill.

    1. Beranjak dari tempat tidur

    Menurut beberapa ahli, bila tidak bisa tertidur setelah 20 menit berada di atas ranjang, maka sebaiknya Anda beranjak dari tempat tidur.

    “Lakukan sesuatu yang santai dan dalam cahaya redup. Misalnya membaca, meditasi, atau pernapasan dalam,” terang Gill.

    1. Jangan melihat jam

    Umumnya, seseorang cenderung menengok jam saat susah tidur. Ternyata kebiasaan ini justru perlu dihindari. Ahli tidur lainnya, Alcibiades J Rodriguez menjelaskan bahwa memperhatikan menit dan jam yang berlalu justru akan meningkatkan kekhawatiran dan memperpanjang waktu yang dibutuhkan untuk tertidur. Selain itu, Anda tidak perlu bertanya-tanya tentang kapan bisa tertidur, karena hanya akan menambah rasa stres.

    1. Mencoba teknik relaksasi

    Bila tubuh yang tegang membuat Anda tak bisa tidur, cobalah melakukan teknik relaksasi. Health menyebut Anda bisa mencoba teknik relaksasi otot progresif (PMR). Caranya, pilih beberapa otot tubuh, seperti kaki, lengan, dan bahu. Tegangkan bagian-bagian tubuh itu, dan buatlah rileks secara bergantian. Lakukan langkah tersebut satu per satu pada masing-masing bagian tubuh.

    1. Lakukan pernapasan mendalam

    Anda dapat melakukan teknik pernapasan mendalam sebagai salah satu cara mengatasi susah tidur. Pola pernapasan 4-7-8 adalah yang paling direkomendasikan, yaitu tarik napas dalam empat hitungan, tahan napas selama tujuh hitungan, lalu keluarkan perlahan dalam delapan hitungan.

    Anda pun dapat melakukan teknik pernapasan diafragma. Tarik napas dalam-dalam secara perlahan dan kencangkan diafragma, lalu letakkan tangan di atas perut untuk merasakan diafragma yang bergerak.

  • Cara Alami Redakan Batuk

    Cara Alami Redakan Batuk

    TIKTAK.ID – Umumnya, batuk terjadi akibat tenggorokan atau saluran napas mengalami iritasi. Terdapat berbagai cara untuk menghilangkan batuk yang bisa dicoba, mulai dari yang alami sampai menggunakan obat.

    Seperti dilansir CNNIndonesia.com, berikut ini tips menghilangkan batuk sekaligus gejala yang menyertainya, seperti tenggorokan sakit dan gatal, secara alami.

    1. Minum madu

    Berbagai sumber menyatakan bahwa madu bersifat anti-inflamasi, sehingga efektif mengurangi peradangan di tenggorokan. Madu juga dapat membantu memecah lendir dan meredakan sakit tenggorokan. Anda bisa minum madu satu sendok makan setiap batuk muncul atau mencampur madu ke dalam secangkir teh hangat atau air hangat dengan lemon.

    1. Konsumsi rempah

    Sejumlah rempah memiliki sifat anti-inflamasi, yang mampu mengurangi pembengkakan di tenggorokan. Rempah juga kaya antioksidan, sehingga dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Beberapa rempah yang bisa Anda konsumsi yakni kunyit, bawang putih, jahe, hingga peppermint. Cukup tambahkan rempah ke teh hangat atau bisa juga mengonsumsi suplemen herbal.

    1. Kumur dengan air garam

    Air garam disebut-sebut mampu menenangkan jaringan yang meradang dan meningkatkan penyembuhan. Garam juga dapat membunuh bakteri pada mulut dan tenggorokan. Campurkan setengah sendok teh garam dengan segelas air hangat, lalu kumur sekitar 30 detik dan keluarkan.

    1. Perbanyak air putih

    Ketika batuk menyerang, tubuh perlu terhidrasi dengan baik supaya tenggorokan tidak kering. Sebaiknya Anda minum air putih lebih dari delapan gelas per hari.

    1. Menghirup uap panas

    Uap panas mampu melembapkan jaringan kering dan teriritasi di saluran hidung dan tenggorokan. Uap panas pun bisa meredakan iritasi pada sakit tenggorokan dan mengurangi batuk. Tuangkan air panas ke mangkuk, lalu hirup udara hangat dari air tersebut selama 2-3 menit. Akan tetapi jangan menghirup air mendidih dari panci karena bisa membakar kulit.

    1. Memasang pelembap udara

    Memasang pelembap udara atau humidifier akan membantu menambah kelembapan ke udara di ruangan. Sebab, udara kering di rumah yang panas berpotensi membuat tenggorokan jadi meradang. Anda dapat memakai pelembap udara saat tidur pada malam hari, karena bakal membantu memecah lendir, melonggarkan saluran napas, dan membuat tidur lebih nyaman.

  • Tips Atasi Keringat Berlebih di Telapak Tangan

    Tips Atasi Keringat Berlebih di Telapak Tangan

    TIKTAK.ID – Keringat berlebih dapat muncul di bagian tubuh mana saja, termasuk di telapak tangan. Penderita pun akan memproduksi keringat meskipun cuaca tidak sedang panas atau saat tidak melakukan aktivitas fisik yang berat.

    Terkadang kondisi ini tidak disebabkan oleh gangguan medis tertentu, melainkan konsumsi obat dan infeksi. Oleh sebab itu, Anda perlu mengetahui penyebab keringat berlebihan di telapak tangan dan cara mengatasinya.

    Seperti dikutip Kompas.com dari Medical news Today, berikut beberapa penyebab keringat berlebih di telapak tangan:

    1. Mengonsumsi obat-obatan tertentu yang membuat telapak tangan berkeringat sebagai salah satu efek sampingnya
    2. Punya kebiasaan minum minuman beralkohol atau ketergantungan narkoba
    3. Mengalami infeksi, misalnya tuberculosis atau sepsis
    4. Menderita gangguan endokrin, termasuk diabetes dan gangguan tiroid
    5. Mengalami gangguan neurologi, contohnya penyakit Parkinson dan stroke
    6. Mengidap penyakit kanker.

    Walaupun sejumlah kondisi kesehatan tersebut dapat memicu munculnya keringat di telapak tangan, tapi obesitas dan menopause juga bisa membuat tubuh memproduksi keringat berlebih.

    Tak hanya itu, beberapa orang juga punya kondisi yang disebut dengan palmar hyperhidrosis atau keringat berlebih di telapak tangan. Kondisi tersebut akan membuat penderita memiliki telapak tangan yang berkeringat, namun berangsur membaik ketika berusia 40 tahun dan sembuh total saat mencapai usia 60 tahun.

    Mengutip Medical News Today dan Healthline, terdapat beberapa cara mengatasi keringat berlebih di telapak tangan yang bisa dicoba, seperti:

    1. Memakai antiperspirant pada telapak tangan yang kering di malam hari sebelum tidur
    2. Mencampurkan baking soda dan air sampai membentuk pasta. Gosokkan pada telapak tangan selama lima menit, lalu bilas hingga bersih
    3. Menggosok telapak tangan menggunakan cuka apel atau minum dua sendok makan cuka apel setiap hari
    4. Mencampurkan segenggam daun sage di dalam air dan memakainya untuk merendam tangan selama 20 menit
    5. Hindari paparan udara panas, rasa cemas, dan makanan serta minuman tertentu yang berpotensi membuat tubuh berkeringat.

    Akan tetapi, jika kondisi Anda tak kunjung membaik, sebaiknya segera mencari bantuan medis. Dengan begitu, Anda dapat mengetahui penyebab keringat berlebih di telapak tangan serta mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat.

  • Hindari Kebiasaan Ini di Usia Muda untuk Cegah Penyakit Jantung

    Hindari Kebiasaan Ini di Usia Muda untuk Cegah Penyakit Jantung

    TIKTAK.ID – Penyakit jantung dapat menyerang siapa saja, tak terkecuali orang yang tergolong muda atau mereka yang berusia kurang dari 40 tahun. Anda perlu mengetahui kebiasaan buruk penyebab penyakit jantung di usia muda dan tindakan pencegahan yang bisa dilakukan.

    Seperti dikutip Kompas.com dari Antara (13/5/23), Ahli Jantung Intervensi Pantai Hospital Kuala Lumpur, dr. Tan Kok Leng memaparkan sejumlah faktor pemicu gangguan jantung pada usia muda, seperti:

    1. Mengonsumsi makanan cepat saji yang dapat meningkatkan kadar kolesterol di dalam tubuh.
    2. Kebiasaan merokok atau vaping, sehingga memicu aterosklerosis, atau penyempitan dan pengerasan pembuluh darah.
    3. Konsumsi minuman beralkohol yang mampu meningkatkan risiko kardiomiopati alkoholik, sehingga otot jantung melemah.
    4. Terlalu lama duduk di depan meja kerja sehingga kurang beraktivitas fisik.
    5. Melakukan olahraga dengan intensitas tinggi berlebihan, terutama latihan beban, sehingga memicu kerusakan dan penebalan otot jantung, serta aritmia atau gangguan irama jantung.
    6. Mengalami stres dalam jangka panjang. Kondisi ini membuat kadar kortisol meningkat dan memicu penyakit kolesterol serta hipertensi.

    Beberapa kebiasaan di atas berpotensi meningkatkan risiko penyakit jantung di bawah usia 40 tahun. Tan pun menekankan pentingnya melakukan skrining gangguan jantung, khususnya bagi Anda yang berusia 30-an tahun atau berasal dari keluarga yang mengidap penyakit jantung. Dengan melakukan tindakan pencegahan, akan menurunkan risiko penyakit berbahaya ini.

    Melakukan tindakan pencegahan sangat disarankan, supaya bisa menurunkan risiko penyakit jantung di usia muda.

    Mengutip Cleveland Clinic, terdapat beberapa cara mencegah penyakit jantung di usia muda yang bisa dilakukan. Berikut ini di antaranya:

    1. Berolahraga minimal 150 menit per minggu dengan intensitas sedang.
    2. Menurunkan berat badan dan menjaganya supaya tetap ideal.
    3. Mengonsumsi makanan bernutrisi.
    4. Mengontrol tekanan darah dan stres dengan cara melakukan kegiatan relaksasi, seperti meditasi.
    5. Berhenti merokok.

    Mengetahui kebiasaan buruk penyebab penyakit jantung di usia muda sangat penting, sehingga Anda dapat melakukan tindakan pencegahan yang diperlukan. Melakukan beberapa cara mencegah penyakit jantung tersebut dan skrining gangguan jantung juga disarankan guna menurunkan risikonya.

  • Bukan Putih, Ini Warna Gigi yang Sehat

    Bukan Putih, Ini Warna Gigi yang Sehat

    TIKTAK.ID – Banyak orang ingin punya gigi putih. Padahal, gigi yang sehat tidak selalu putih. Ternyata warna gigi yang sehat yakni sedikit kekuningan atau keabu-abuan karena lapisan enamel yang merupakan lapisan terluar gigi berwarna transparan atau sedikit kebiruan. Hal itu membuat lapisan dentin yang sedikit kekuningan di bawahnya lebih terlihat.

    Seperti dikutip Kompas.com dari Science Focus, gigi yang sehat bukan gigi yang memiliki warna putih, seperti kertas atau tuts piano. Gigi sehat berwarna lebih gelap beberapa tingkat di bawah warna putih.

    Kondisi tersebut akibat lapisan enamel atau terluar gigi yang transparan, sehingga memperlihatkan lapisan dentin di bawahnya. Lapisan dentin ini secara alami berwarna sedikit kekuningan lantaran kandungan kimiawi di dalamnya. Tidak hanya sedikit kekuningan, gigi yang sehat juga terkadang memiliki warna abu muda, lantaran beberapa orang punya gigi dengan lapisan enamel yang berwarna putih kebiruan.

    Akan tetapi, kebiasaan merokok atau gangguan kesehatan metabolik dapat membuat warna gigi jadi lebih gelap. Walaupun memang bisa diputihkan kembali menggunakan bleaching atau metode lain yang bisa mengikis permukaan gigi yang berwarna gelap, tapi kesehatan gigi bisa menurun dan menjadi lebih sensitif.

    Mengutip WebMD, terdapat sejumlah penyebab gigi kuning. Berikut ini di antaranya:

    1. Mengonsumsi makanan atau minuman tertentu, seperti kopi, teh, hingga apel dan kentang
    2. Punya kebiasaan merokok
    3. Punya kebiasaan sikat gigi yang buruk, jarang memakai benang gigi, dan tidak berkumur dengan baik. Akibatnya, plak yang secara alami berwarna kuning menumpuk pada gigi
    4. Mengalami kondisi medis tertentu yang dapat berdampak pada kesehatan enamel, seperti kanker dan mengalami infeksi ketika hamil
    5. Mengonsumsi obat-obatan tertentu, seperti antihistamin dan obat untuk tekanan darah tinggi, atau memakai obat kumur dengan kandungan chlorhexidine dan cetylpyridinium chloride
    6. Memakai bahan tertentu untuk perawatan gigi, seperti bahan yang mengandung perak sulfida
    7. Mengalami pertambahan usia sehingga lapisan enamel secara perlahan terkikis
    8. Punya lapisan enamel yang lebih tipis karena faktor genetik
    9. Mengalami paparan fluoride yang lebih banyak dari lingkungan, seperti dari air atau menggunakan pasta gigi mengandung fluoride yang berlebihan
    10. Mengalami trauma, seperti karena jatuh, yang berdampak pada pembentukan enamel gigi.
  • Mudah Marah Sebabkan Darah Tinggi, Mitos atau Fakta?

    Mudah Marah Sebabkan Darah Tinggi, Mitos atau Fakta?

    TIKTAK.ID – Banyak orang meyakini marah-marah bisa menyebabkan penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi. Lantas benarkah marah menyebabkan darah tinggi?

    Sebetulnya marah dan tekanan darah tidak selalu berhubungan. Namun ada kemungkinan bila Anda terlalu sering marah, maka bisa mengembangkan tekanan darah tinggi.

    Seperti dikutip Kompas.com dari laman Better Health, efek fisik jangka panjang dari kemarahan yang tidak terkendali di antaranya peningkatan kecemasan, tekanan darah tinggi, dan sakit kepala. Kemudian laman Neuro Science News menyatakan risiko serangan jantung dan angina meningkat hampir lima kali lipat setelah dua jam kita marah.

    Menurut penelitian dalam Annals of Behavioral Medicine pada 22 Maret 2022, penderita hipertensi lebih sering marah ketimbang orang yang punya tekanan darah seimbang. Sebab ketika marah, tubuh akan memberikan respon “fight or flight” yang merupakan respons stres. Hal itu membuat tubuh dibanjiri hormon adrenalin dan kortisol, sehingga denyut jantung, tekanan darah, dan pernapasan pun meningkat. Selain itu, suhu tubuh akan naik dan kulit jadi berkeringat.

    Mengekspresikan rasa marah memang tidak selalu buruk, tapi marah dengan meledak-ledak juga tidak akan menyelesaikan marah dan bisa merusak hubungan sosial Anda. Bahkan kemarahan yang meledak-ledak sudah terbukti berdampak buruk pada mental dan pengaturan diri.

    Berdasarkan hasil riset dalam Social Cognitive and Affective Neuroscience 2016, orang dengan tingkat kemarahan tinggi memiliki keterampilan membuat keputusan yang lemah. Tak hanya itu, memori dan persepsi realitas orang yang pemarah juga cenderung buruk.

    Karena efek marah dapat meningkatkan risiko kesehatan seperti darah tinggi, maka Anda harus mengekspresikan marah dengan cara sehat.

    Berikut ini cara mengekspresikan marah dengan sehat:

    1. Bila Anda sudah merasa lepas kendali, menjauhlah dari situasi tersebut untuk sementara, hingga Anda tenang.
    2. Anda perlu mengenali dan menerima amarah sebagai hal yang normal dan bagian dari kehidupan.
    3. Cobalah menentukan alasan yang tepat mengapa Anda merasa marah.
    4. Jika Anda telah mengidentifikasi masalahnya, pertimbangkan untuk membuat strategi berbeda yang dapat memperbaiki situasi tersebut.
    5. Lakukan sesuatu yang bersifat fisik, misalnya berlari atau berolahraga.
    6. Berbicara dengan seseorang yang dipercaya tentang perasaan Anda.
  • Ini Cara Kembali Sehat dan Bugar Setelah Lebaran

    Ini Cara Kembali Sehat dan Bugar Setelah Lebaran

    TIKTAK.ID – Umumnya saat musim liburan, kita makan sepuasnya, tidur larut malam, atau menjalani aktivitas yang padat mengunjungi banyak tempat. Hal itu pun dapat membuat kita merasa kelelahan setelah liburan usai, bahkan tak sedikit orang yang justru terserang penyakit. Padahal, kita berharap liburan mampu mengisi ulang semangat dan energi untuk kembali menjalani aktivitas.

    “Usai masa liburan usai, tidak jarang kita menghadapi kelelahan, kenaikan berat badan, masalah kulit, dan penyakit-penyakit lain yang rawan muncul atau diderita setelah liburan,” ungkap VP of Medical Operations PT Good Doctor Technology Indonesia, dr. Ega Bonar Bastari dalam siaran pers, seperti dilansir Kompas.com.

    Mengutip Gooddoctor.co.id, sejumlah penyakit yang sering ditemui setelah berlibur di antaranya leisure sickness (sakit setelah peristiwa penting dalam hidup) yang muncul setelah pesta pernikahan, memulai pekerjaan baru, menyelesaikan ujian sekolah, hingga liburan panjang.

    Kemudian penyakit lainnya berkaitan dengan gangguan pencernaan. Kondisi itu dipicu oleh perubahan pola makan dan tidak memperhatikan kebersihan makanan di tempat liburan. Perjalanan menggunakan pesawat pun bisa menimbulkan gangguan pencernaan.

    Adapun gangguan migrain sepulang liburan biasanya terjadi lantaran pola tidur berantakan, terlalu lama terpapar sinar matahari, atau dehidrasi.

    Selain penyakit fisik seperti di atas, seseorang juga dapat mengalami post-vacation depression (depresi yang mungkin dialami saat seseorang kembali ke rutinitas biasa). Emosi negatif tersebut bisa berupa cepat marah, sedih, gelisah, sulit tidur, lelah, sulit berkonsentrasi, dan sakit di tubuh yang tak dapat dijelaskan.

    Supaya fokus dan level energi kembali naik setelah liburan, terdapat sejumlah hal yang bisa kita lakukan. Salah satunya adalah memberi jeda satu atau dua hari sepulang liburan sebelum kembali bekerja. Artinya, jangan pulang dari liburan terlalu mepet dengan selesainya masa cuti.

    Setelah itu cobalah memperbaiki pola tidur dan pola makan, melakukan aktivitas fisik ringan, serta merencanakan kegiatan yang menyenangkan di rumah. Tapi jika langkah-langkah itu tidak juga membantu, maka tak ada salahnya berkonsultasi dengan dokter untuk mencari penyebab dan solusinya. Pasalnya, beberapa gangguan kesehatan yang terasa ringan, kalau dibiarkan berkepanjangan bisa saja menjadi berat.

  • Konsumsi Buah Ini untuk Cegah Dehidrasi

    Konsumsi Buah Ini untuk Cegah Dehidrasi

    TIKTAK.ID – Beberapa buah punya kandungan air tinggi yang cocok untuk mencegah dehidrasi. Cleveland Clinic menjelaskan bahwa dehidrasi sendiri merupakan kondisi tubuh saat menggunakan atau kehilangan lebih banyak cairan dari pada yang Anda konsumsi, namun tubuh tidak memiliki cukup cairan untuk menjalankan fungsi normalnya.

    Untuk mencegah dehidrasi, bisa dengan cara mengonsumsi buah pilihan yang memiliki kandungan air tinggi. Seperti dikutip Kompas.com dari Everyday Health dan Medical news Today, berikut ini beberapa buah yang mampu mencegah dehidrasi.

    Semangka

    Semangka dapat menjadi buah pilihan untuk menghidrasi tubuh, karena kandungan airnya sebesar 92 persen. Buah ini juga merupakan salah satu buah yang tidak memiliki serat sebanyak buah lainnya, sehingga dapat bermanfaat sebagai sumber energi yang cepat.

    Stroberi

    Seperti semangka, stroberi mengandung air 92 persen, sehingga cocok menjadi buah pilihan untuk mencegah dehidrasi. Buah yang mengandung serat lebih dari 3 gram per cangkir (166 gram) ini dapat mengendalikan rasa lapar dan gula darah. Stroberi juga menjadi sumber vitamin C yang baik dengan 1 cangkir mengandung 89,4 mg.

    Jeruk limau gedang

    Buah ini memiliki kandungan 91 persen air dan sumber vitamin C yang baik dengan 69 mg per buahnya atau setara 76 persen dari kebutuhan harian kita.

    Menurut penelitian, makan buah ini bersama dengan buah-buahan lain seperti blueberry, anggur, dan apel, mampu menurunkan peluang Anda terkena diabetes tipe 2.

    Blewah

    Blewah mampu mencegah dehidrasi karena 90 persen mengandung air. Anda pun bisa memperoleh nutrisi yang baik dari buah ini, karena setiap irisan besar blewah mengandung 37,4 mg vitamin C, 1 gram serat, dan 172 mcg vitamin A.

    Selain itu, blewah menawarkan beta-karoten sebanyak 2060 mcg, menurut USDA. Beta-karoten sendiri adalah zat yang memberikan warna pada bauh ini dan bermanfaat untuk membentuk vitamin A.

    Persik

    Buah persik mengandung air hampir 90 persen yang dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh dan mencegah dehidrasi. Dalam satu buah persik ukuran sedang, juga mengandung 10 mg vitamin C serta 24 mcg vitamin A. Anda pun akan memperoleh 2,25 gram serat.