Tag: Tips Kesehatan

  • Ini Penjelasan Dokter Spesialis THT Soal Stroke Kuping

    Ini Penjelasan Dokter Spesialis THT Soal Stroke Kuping

    TIKTAK.ID – Belakangan ini media sosial diramaikan dengan istilah stroke kuping karena cuitan komika Kiky Saputri. Kiky sempat menulis cuitan yang menceritakan mertuanya didiagnosa mengidap stroke kuping oleh dokter Indonesia. Akan tetapi setelah berobat ke Singapura, dokter mengatakan kalau kondisi itu hanya flu biasa yang membuat telinga bindeng.

    Untuk diketahui, dalam dunia medis, istilah “stroke kuping” memang tidak dikenal. Istilah tersebut dipakai di kalangan awam untuk menggambarkan Sudden Sensorineural Hearing Loss (SSHL) atau biasa juga disebut dengan “sudden deafness” atau ‘tuli mendadak’.

    Meski begitu, bukan berarti para dokter tidak mengenal stroke kuping. Dokter spesialis Telinga, Hidung, dan Tenggorokan (THT) dari Primaya Hospital Makassar, dr Dewi Yulianti, SpTHT-KL menjelaskan soal pengertian stroke yang lebih luas terkait stroke kuping.

    “Stroke tak hanya terjadi pada peredaran darah menuju otak. Kondisi serupa juga dapat terjadi di telinga dengan serangan dan manifestasi secara tiba-tiba, yakni kehilangan pendengaran tiba-tiba biasanya di satu telinga,” ujar dr Dewi, pada Kamis (9/3/23), seperti dilansir detik.com.

    Menurut dr Dewi, tuli mendadak adalah kedaruratan medis di bidang audiologi yang didefinisikan sebagai kehilangan pendengaran di bawah 30 dB yang terjadi kurang lebih selama 72 jam. Dia mengatakan kondisi tersebut biasanya terjadi secara tiba-tiba dan kerap kali terjadi hanya di satu telinga.

    Dokter Dewi memaparkan bahwa gejala awal tuli mendadak yakni pasien bakal merasakan kehilangan pendengaran setelah bangun pagi. Dia menyebut kehilangan pendengaran akan dialami baik pada frekuensi rendah maupun tinggi, distorsi persepsi suara, pusing, tinnitus, hingga memiliki masalah keseimbangan.

    “Tuli mendadak merupakan kedaruratan sehingga evaluasi pasien harus dilakukan dengan segera dan cepat. Datang lebih dini ke dokter akan meningkatkan prognosis untuk pemulihan pendengaran yaitu anamnesis yang mendalam, pemeriksaan fisik kepala leher, dengan perhatian khusus ke pemeriksaan telinga dan saraf,” jelas dr Dewi.

    Sementara itu, dokter spesialis THT dari RS Primaya Depok, dr Ahmad Wahyudin SpTHT, gejala SSHL dapat berupa penurunan pendengaran secara tiba-tiba dengan kurang dari 72 jam. Dia menyatakan jika kondisi ini tak segera diobati, maka SSHL dapat memicu penurunan pendengaran permanen.

  • Ketahui Pertolongan Pertama untuk Tersedak

    Ketahui Pertolongan Pertama untuk Tersedak

    TIKTAK.ID – Tersedak sering terjadi pada anak kecil dan lansia. Mengutip Emedicine Health, tersedak merupakan kondisi darurat medis berbahaya yang memerlukan bantuan cepat dan tepat. Akibat tersedak yang fatal biasanya terjadi akibat penyumbatan di saluran napas bagian atas oleh benda asing (baik makanan atau benda lainnya) yang menghalangi orang bernapas secara efektif.

    Kebanyakan kasus tersedak mungkin hanya menyebabkan batuk lemah. Namun penyumbatan total saluran napas dapat menyebabkan kematian. Untuk mencegah hal itu, penting memberikan pertolongan pertama kepada orang tersedak dengan cepat dan tepat.

    Seperti dilansir Kompas.com, berikut ini cara memberikan pertolongan pertama untuk tersedak.

    Pada orang dewasa

    Orang dewasa harus memakai teknik yang menggunakan kombinasi 5 pukulan punggung dan 5 dorongan perut, atau yang dikenal sebagai Manuver Heimlich. Namun perlu diingat, para ahli tidak merekomendasikan Manuver Heimlich pada anak usia di bawah 1 tahun atau untuk orang hamil.

    Langkah pertama saat memberikan pertolongan pertama untuk tersedak yakni memastikan orang tersebut memang tersedak dan memperoleh persetujuan untuk membantu mereka.

    Setelah itu, lakukan 5 pukulan punggung sebagai berikut:

    1. Berdiri di belakang orang yang tersedak.
    2. Tempatkan satu tangan Anda di dadanya untuk menopang badan.
    3. Bungkukkan badannya sampai sejajar dengan tanah.
    4. Berikan 5 pukulan kuat di antara tulang belikat menggunakan tumit tangan Anda yang satunya.

    Namun bila orang tersebut masih tersedak atau benda asing belum keluar dari mulut, maka Anda perlu melakukan 5 dorongan perut, sebagai berikut:

    1. Berdiri di belakang orang yang tersedak dengan satu kaki depan di antara kaki orang tersebut.
    2. Satu tangan Anda menjangkau perut dan temukan pusarnya.
    3. Tempatkan kepalan tangan di atas pusar, dengan ibu jari Anda menghadap ke perut.
    4. Pegang kepalan tangan Anda dengan tangan lain, lalu dorong kedua tangan Anda ke dalam dan ke atas dengan gerakan menyentak yang cepat.

    Pada anak kecil

    Pertolongan pertama tersedak pada anak-anak dan bayi yaitu membersihkan jalan napasnya dari makanan atau benda asing menggunakan jari Anda yang bersih. Namun jangan lakukan itu terlalu dalam ke tenggorokannya.

    Jika langkah tersebut tidak berhasil, lakukan hal ini:

    1. Posisikan anak menghadap ke arah bawah di lengan Anda yang bersandar di paha (posisi Anda duduk).
    2. Sangga kepala dan leher anak menggunakan satu tangan Anda dan pastikan kepalanya lebih rendah dari perutnya.
    3. Berikan hingga 5 tepukan punggung di antara tulang belikatnya memakai tumit tangan Anda yang lain. Kalau tidak berhasil, putar anak menghadap ke atas, dan topang kepalanya dengan salah satu tangan Anda.
    4. Letakkan 2 jari Anda di tulang dadanya, sedikit di bawah garis puting, lalu lakukan 5 dorongan dada sedalam 1,5 inci dengan kecepatan 1 kali per detik.
    5. Ulangi cara tepuk punggung dan dorongan dada tersebut sampai anak mengeluarkan makanan/benda asing atau ia menjadi tidak responsif.

    Bila orang tersebut baik orang tua maupun anak sudah tidak responsif, berarti mereka memerlukan bantuan medis sesegera mungkin.

  • Waspadai Gejala Diabetes pada Anak

    Waspadai Gejala Diabetes pada Anak

    TIKTAK.ID – Penyakit diabetes umumnya menyerang dewasa dan orang tua. Akan tetapi, saat ini diabetes juga menyerang anak-anak. Beberapa waktu lalu, IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) mengungkapkan bahwa berdasarkan data pada 2023, kasus diabetes pada anak-anak meningkat hingga 70 kali lipat sejak 2010.

    Usia anak-anak yang menderita diabetes juga beragam, yakni mulai dari usia 10 sampai 14 tahun. Bahkan, balita yang masih berusia 0 sampai 4 tahun pun kemungkinan dapat terkena diabetes.

    Dokter Spesialis Anak, dr. Leonirma Tengguna, M.Sc, Sp.A, menjelaskan bahwa terdapat sejumlah gejala awal yang bisa diketahui bagi penderita diabetes pada anak, yaitu 3P; Poliuri, Polidipsi, dan Poliphagi.

    “Gejala awal diabetes adalah 3P yaitu Poliuri, banyak buang air kecil. Kemudian Polidipsi, banyak minum, dan yang ketiga itu Poliphagi, banyak makan. Selain 3P ini juga disertai dengan tanda-tanda yang paling sering yakni penurunan berat badan yang tidak disertai dengan penyebab yang jelas. Namun kalau gejala lain yang bisa terjadi adalah misalnya luka jadi susah sembuh, dan penglihatan kabur,” ujar dr. Leonirma dalam program e-Life Jumat (3/3/23) lalu, seperti dilansir detik.com.

    “Gejala 3P ini tak hanya pada orang dewasa, tapi di anak-anak juga sama, gejala diabetes 3P ini ada. Seperti yang kita ketahui, diabetes itu tipenya ada banyak, dan salah satu tanda yang bisa terjadi misalnya pada diabetes tipe 2, ada tanda resistensi insulin ya. Tanda yang paling mudah, terdapat penebalan lipatan kulit, khususnya yang mudah dideteksi pada kulit bagian leher,” imbuh dr. Leonirma.

    Menurut dr. Leonirma, cara mendeteksi diabetes pada anak dapat dilihat dari lipatan kulit pada leher sang anak. Dia menyebut tampak dari warna dan tekstur kulit yang lebih tebal daripada umumnya.

    “Biasanya hal ini terjadi pada anak yang gemuk atau obesitas. Kita lihat saja di belakang lehernya itu yang paling banyak kelihatan dari luar, lehernya berwarna hitamnya berbeda dengan leher yang kotor. Warnanya lebih hitam dan kulitnya juga lebih tebal di daerah leher,” jelas dr. Leonirma.

  • Kenali Manfaat Kelor untuk Kesehatan

    Kenali Manfaat Kelor untuk Kesehatan

    TIKTAK.ID – Kelor atau Moringa oleifera merupakan tanaman yang telah sejak lama digunakan dalam pengobatan. Tidak hanya daunnya, tapi bunga, biji, dan akar kelor juga dianggap punya sejumlah manfaat yang baik untuk kesehatan tubuh.

    Seperti dilansir detik.com, berikut ini beberapa manfaat mengonsumsi kelor untuk kesehatan:

    1. Membantu melawan radikal bebas

    Kelor kaya akan antioksidan, yang berperan dalam melawan radikal bebas dalam tubuh. Kadar radikal bebas dalam tubuh yang tinggi bisa menyebabkan stres oksidatif, yang dinilai punya kaitan terhadap peningkatan risiko terhadap penyakit kronis, seperti penyakit jantung dan diabetes tipe 2.

    Menurut sebuah studi pada wanita, mengonsumsi 1,5 sendok teh atau sekitar tujuh gram bubuk daun kelor secara rutin selama tiga bulan mampu meningkatkan kadar antioksidan dalam darah secara signifikan.

    1. Bisa menurunkan kadar gula darah

    Tingginya kadar gula darah berpotensi memicu permasalahan kesehatan yang serius, seperti diabetes. Kadar gula darah yang tinggi juga bisa memicu penyakit jantung. Oleh sebab itu, penting untuk menjaga kadar gula darah supaya tetap dalam kadar yang normal.

    Kelor disebut-sebut efektif menurunkan kadar gula darah. Sebuah studi terhadap enam pengidap diabetes mengeklaim bahwa dengan menambahkan 50 gram daun kelor ke dalam makanan mampu menurunkan peningkatan kadar gula darah hingga 21 persen.

    1. Meringankan peradangan

    Biasanya, peradangan pada tubuh terjadi ketika tubuh sedang melawan infeksi. Akan tetapi, peradangan juga berkaitan erat dengan penyakit kronis, seperti penyakit jantung dan kanker.

    1. Bisa menurunkan kolesterol

    Memiliki kadar kolesterol yang tinggi bisa menjadi berbahaya bagi kesehatan tubuh dan berpotensi meningkatkan risiko terhadap gangguan jantung. Kelor merupakan salah satu tanaman yang dinilai sangat efektif dalam menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh.

    1. Bisa melindungi tubuh dari racun arsenik

    Kontaminasi arsenik pada makanan dan minuman adalah permasalahan yang terjadi di berbagai negara di dunia. Paparan terhadap racun arsenik dalam jangka panjang bakal menimbulkan beragam masalah kesehatan, salah satunya yakni peningkatan risiko terhadap kanker.

    Sejumlah studi terhadap pemberian asupan daun dan biji dari tanaman kelor pada hewan menyatakan kelor punya kandungan yang mampu melindungi tubuh dan membantu melawan paparan racun arsenik.

  • Tips Atasi Emotional Eating

    Tips Atasi Emotional Eating

    TIKTAK.ID – Emotional eating merupakan keinginan untuk makan, baik secara sadar maupun tidak sadar, saat muncul perasaan tertentu, termasuk sedih, kecewa, marah, atau sekadar bosan. Kondisi tersebut pun membuat seseorang tak mampu mengontrol keinginannya untuk makan, sehingga akan mengalami efek samping tertentu untuk kesehatan, seperti obesitas.

    Mengutip Cleveland Clinic, emotional eating adalah salah satu mekanisme pertahanan diri dari perasaan tertentu yang muncul. Keinginan untuk makan tersebut menjadi cara yang dilakukan untuk melarikan diri, mematikan perasaan, mengganti, atau melipatgandakan perasaan yang muncul.

    Cleveland Clinic menjelaskan bahwa stres, kecewa, atau cemas bakal memicu produksi hormon kortisol di dalam tubuh sehingga muncul dorongan untuk makan makanan yang manis, berlemak, atau asin, sebagai bentuk pertahanan diri. Artinya, makan tidak dilakukan karena lapar, melainkan akibat adanya emosi tertentu yang dirasakan. Tidak hanya itu, makan juga dinilai sebagai suatu penyemangat sehingga banyak orang yang mencari kenyamanan dari makanan.

    Seperti dikutip Kompas.com dari Mayo Clinic, terdapat sejumlah cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi emotional eating. Berikut ini di antaranya:

    1. Mencatat makanan yang dikonsumsi supaya lebih paham apakah makan disebabkan oleh rasa lapar atau emosi.
    2. Mengatasi rasa stres yang muncul. Misalnya dengan melakukan meditasi, yoga, atau latihan pernapasan.
    3. Menghindari keinginan untuk makan bila tidak benar-benar sedang merasa lapar.
    4. Mencari bantuan dari keluarga atau teman untuk meluapkan perasaan supaya tidak lari ke makanan.
    5. Melakukan aktivitas lain guna menghindari rasa bosan yang bisa memicu keinginan untuk makan.
    6. Tidak menyediakan makanan favorit di rumah demi menghindari godaan yang muncul.
    7. Tidak membatasi asupan makanan secara berlebihan saat sedang diet dan mencukupi kebutuhan nutrisi dengan makanan serta camilan yang sehat untuk menghindarkan dari rasa lapar.
    8. Mengonsumsi camilan di antara jam makan supaya bisa mengurangi godaan makan secara berlebihan.
    9. Mengurangi dorongan emotional eating secara bertahap dan belajar dari kesalahan yang dibuat, sehingga dapat menghindarinya di kemudian hari.

    Jika Anda telah melakukan beberapa cara di atas, tapi tetap tidak bisa mengontrol keinginan yang muncul, maka sebaiknya mencari bantuan profesional. Dengan begitu, Anda akan mengetahui cara mengatasi dorongan tersebut serta mengetahui masalah kesehatan apa yang dialami yang menjadi pemicu emotional eating.

  • Ini Alasan Tak Boleh Cabut Uban

    Ini Alasan Tak Boleh Cabut Uban

    TIKTAK.ID – Uban yang tumbuh memang sangat mengganggu penampilan, sehingga sejumlah orang memilih untuk mencabutnya. Padahal, rambut yang memutih tersebut tidak boleh dicabut.

    Ketimbang mencabutnya, Anda dapat melakukan perawatan rambut yang akan mencegahnya untuk tumbuh kembali. University of Arkansas for Medical Sciences (UAMS Health) menyatakan rambut yang beruban tidak boleh dicabut karena hanya akan menyebabkan rambut putih itu tumbuh lagi.

    Kondisi tersebut disebabkan oleh berkurangnya produksi melanin, atau pigmen yang menghasilkan warna alami rambut, para area uban tumbuh. Karena melanin sudah tidak diproduksi lagi, maka rambut yang tumbuh pun tetap akan berubah menjadi putih.

    Kemudian mencabut rambut yang memutih bisa merusak folikel rambut sehingga memicu infeksi yang akan menyebabkan luka atau bahkan kebotakan pada area kulit kepala di sekitarnya. WebMD menyebut rusaknya folikel rambut juga bakal membuat rambut yang tumbuh semakin tipis dan lebih mudah rapuh.

    Seperti dilansir Kompas.com, mencabut uban akan menimbulkan rasa gatal akibat rusaknya folikel rambut. Bekas luka yang muncul di kulit kepala juga akan memicu rasa gatal. Medical News Today menjelaskan bahwa menggaruk bagian yang gatal secara berlebihan bakal makin merusak kulit dan folikel rambut sehingga menyebabkan rambut rontok.

    Uban sendiri merupakan tanda penuaan alami yang akan dialami seiring dengan bertambahnya usia. Akan tetapi, Anda yang berusia di bawah 30 tahun juga bisa punya rambut yang beruban.

    Mengutip WebMD dan Healthline, terdapat sejumlah penyebab munculnya uban di usia muda. Di antaranya kondisi genetik yang diturunkan dari orang tua atau keluarga yang juga mengalami ubanan di usia muda, mengalami stres berkepanjangan yang menyebabkan rambut rontok sehingga rambut yang tumbuh berubah menjadi putih, serta punya riwayat penyakit autoimun, seperti vitiligo dan alopecia areata.

    Tidak hanya itu, uban di usia muda juga bisa akibat memiliki gangguan tiroid, mengalami kekurangan vitamin B-12, punya kebiasaan merokok yang juga akan membuat rambut ubanan terlihat sedikit kekuningan, serta punya riwayat kesehatan yang langka, seperti riwayat penyakit tumor keturunan.

    Cara menghilangkan rambut yang beruban tergantung pada faktor yang menyebabkannya. Healthline memaparkan bahwa rambut beruban yang disebabkan oleh kondisi genetik tak dapat dikembalikan seperti semula, kecuali melakukan pewarnaan rambut.

    Namun rambut yang memutih karena kondisi kesehatan tertentu masih bisa dikembalikan seperti semula ketika penyakitnya disembuhkan. Mengonsumsi makanan yang kaya akan kandungan vitamin B-12 atau suplemen B-12 juga dapat membuat folikel rambut semakin sehat dan mengembalikan rambut yang beruban seperti semula.

  • Resep Piza Margherita Khas Italia

    Resep Piza Margherita Khas Italia

    TIKTAK.ID – Piza Margherita adalah salah satu makanan khas Italia yang punya cita rasa unik. Nama lain dari piza ini yaitu Piza Neapolitan.

    Keunikan Piza Margherita sendiri tampak dari kombinasi warnanya. Terdapat unsur warna merah dari saus tomat, hijau dari daun basil, dan putih dari keju mozzarella yang meleleh. Ketiga warna itu pun sama seperti warna bendera Italia, yakni merah, hijau, dan putih.

    Jika Anda penasaran dengan rasa Piza Margherita, cobalah membuatnya sendiri di rumah.

    Seperti dikutip Kompas.com dari BBC Good Food, berikut ini resep dan cara membuat Piza Margherita ala rumahan.

    Bahan Piza Margherita

    Bahan roti piza:

    300 gram tepung protein tinggi
    1 sdt ragi instan
    1 sdt garam
    1 sdm minyak zaitun

    Bahan saus tomat:

    100 ml passata (pure tomat mentah)
    Segenggam daun basil atau 1 sdt daun basil kering
    1 siung bawang putih, haluskan

    Bahan topping:

    125 gram mozzarella, iris
    Segenggam keju parmesan parut
    Segenggam tomat ceri, belah jadi dua

    Cara membuat Piza Margherita:

    • Langkah pertama, membuat roti piza. Masukkan tepung, ragi, dan garam ke dalam mangkuk besar, lalu aduk sampai semua bahan tercampur rata. Buat lubang, lalu tuang 200 ml air hangat dan minyak zaitun. Aduk menggunakan sendok kayu hingga menjadi adonan lembut dan cukup basah. Taburkan sedikit tepung dan uleni selama lima menit hingga halus. Tutup mangkuk menggunakan handuk dan diamkan sampai adonan mengembang.
    • Sambil menunggu, buat saus. Campurkan passata, basil, dan bawang putih yang telah dihaluskan, lalu bumbui sesuai selera. Diamkan sesaat di suhu ruangan.
    • Buka adonan roti yang sudah mengembang, lalu uleni sebentar. Bagi menjadi dua bagian berbentuk bola. Taburi adonan dengan sedikit tepung, dan pipihkan adonan menjadi bulatan besar tipis dengan diameter sekitar 25 cm. Letakkan bulatan ke atas loyang yang sudah ditaburi tepung.
    • Panaskan oven dengan suhu 240 derajat Celsius, lalu letakkan loyang datar di dalam oven bagian rak paling atas. Oleskan racikan saus tomat pada atas adonan. Taburi dengan keju, tomat, serta tuang sedikit minyak zaitun dan bumbu italia. Masukkan loyang berisi piza dan letakkan di atas loyang datar yang sudah dipanaskan tadi.
    • Panggang piza selama delapan sampai 10 menit hingga matang. Keluarkan dari oven.
    • Terakhir, tambahkan sedikit minyak zaitun dan taburi dengan daun basil.
  • Cara Hindari Dampak Polusi Udara pada Kesehatan Tubuh

    Cara Hindari Dampak Polusi Udara pada Kesehatan Tubuh

    TIKTAK.ID – Polusi udara tidak hanya bisa membuat napas sesak, tapi juga menganggu kesehatan secara keseluruhan. Paparan polusi udara tingkat tinggi berpotensi mengakibatkan berbagai dampak yang merugikan kesehatan. Kondisi tersebut akan meningkatkan risiko infeksi pernapasan, penyakit jantung, dan kanker paru-paru.

    Efek kesehatan dari polusi udara sangat serius –bahkan sepertiga kematian akibat stroke, kanker paru-paru, dan penyakit jantung disebabkan oleh polusi udara. Polusi udara punya efek yang setara dengan merokok tembakau, dan jauh lebih tinggi ketimbang efek makan terlalu banyak garam.

    Walaupun kita tidak dapat menghindari polusi udara, tapi masih ada cara mudah untuk mengurangi dampaknya.

    Seperti dilansir Kompas.com, berikut ini hal yang bisa kita lakukan untuk mengurangi efek polusi udara:

    1. Mengetahui risiko Anda

    Anda perlu mengetahui bagaimana polusi berdampak pada area lingkungan sekitar. Selain itu, ketahui apakah Anda secara khusus berisiko mengalami komplikasi terkait polusi. Untuk mengetahui hal itu, coba perhatikan bagaimana kondisi lingkungan Anda, seperti apakah Anda tinggal di pedesaan, perkotaan, atau pinggiran kota.

    Kemudian perhatikan apakah Anda memiliki kondisi medis yang dapat memburuk akibat jenis polusi tertentu. Penderita penyakit ginjal kronis (CKD) mungkin perlu memantau kualitas air sedikit lebih dekat. Sedangkan orang yang hidup dengan asma harus memusatkan perhatian pada polusi udara.

    Anda juga perlu memperhatikan lingkungan pekerjaan. Beberapa profesi biasanya membuat pekerjanya rentan terpapar polusi, seperti pekerja konstruksi maupun apoteker yang mengalami pajanan partikulat beracun.

    1. Mengubah gaya hidup

    Jika ingin meminimalisasi efek polusi pada tubuh, maka Anda perlu melakukan perubahan gaya hidup. Perubahan gaya hidup yang dapat Anda lakukan, di antaranya memeriksa ulang sistem filtrasi yang Anda gunakan untuk memastikannya menjaga fluoride dalam air Anda untuk kesehatan mulut yang optimal.

    Tidak hanya itu, jika Anda tinggal di daerah dengan kualitas udara buruk, sebaiknya tutup jendela rumah dan mobil Anda selama cuaca buruk. Anda pun bisa menggunakan masker mata atau tirai anti tembus pandang untuk mencegah polusi cahaya.

  • Ketahui Cara Hilangkan Uban Secara Alami Agar Tak Tumbuh lagi

    Ketahui Cara Hilangkan Uban Secara Alami Agar Tak Tumbuh lagi

    TIKTAK.ID – Uban yang tumbuh di usia muda akibat faktor genetik, maka tidak dapat dihindari. Namun untuk penyebab uban di usia muda seperti karena kekurangan vitamin dan stres, masih dapat diatasi secara alami supaya uban tidak tumbuh lagi.

    Seperti dikutip Kompas.com dari MediceNet dan Healthline, berikut ini sejumlah cara menghilangkan uban secara alami yang bisa dicoba.

    Mencukupi kebutuhan nutrisi tubuh

    Kekurangan nutrisi dapat berpengaruh pada produksi melanin, atau pigmen alami pada folikel rambut, yang menyebabkan seseorang beruban di usia muda. Dengan mencukupi kebutuhan nutrisi tubuh dan mengonsumsi vitamin, seperti vitamin B6, B9, B12, hingga minyak ikan, bakal mengembalikan warna uban usia muda.

    Meski begitu, sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter sebelum mengonsumsi vitamin tambahan, guna menghindari efek samping tertentu.

    Memakai bahan herbal

    Beberapa bahan herbal dipercaya mampu menyehatkan rambut, sehingga uban yang muncul dapat kembali seperti semula dan tidak muncul lagi. Namun penggunaan bahan herbal harus sangat hati-hati supaya tak menimbulkan efek samping tertentu untuk kesehatan.

    Berhenti merokok

    Merokok dapat menjadi alasan beruban di usai muda, terutama di bawah usia 30 tahun. Anda perlu menghentikan kebiasaan merokok supaya terhindar dari ubanan. Berhenti merokok juga akan meningkatkan kesehatan secara umum.

    Menghindari stres

    Stres memang tidak secara langsung mampu menyebabkan uban di usia muda. Akan tetapi, menghindari hal-hal yang memicu stres dan melakukan meditasi akan membantu mengurangi rambut ubanan yang muncul.

    Melakukan pengobatan untuk penyakit yang diderita

    Beberapa jenis penyakit dapat menjadi alasan adanya rambut putih di usia muda, misalnya penyakit tiroid, vitiligo, hingga alopecia areata. Dengan melakukan pengobatan untuk penyakit yang dialami, bisa mengurangi rambut ubanan yang muncul.

    Menghindari produk perawatan rambut yang mengandung bahan kimia

    Penggunaan produk perawatan rambut dengan kandungan bahan kimia yang keras, seperti hidrogen peroksida, bakal memicu tumbuhnya uban di usia muda. Oleh sebab itu, hindari produk perawatan rambut yang punya kandungan yang terlalu keras tersebut dan ganti dengan produk yang memiliki bahan-bahan alami, sehingga lebih aman untuk rambut.

  • Tips Turunkan Kolesterol Tinggi

    Tips Turunkan Kolesterol Tinggi

    TIKTAK.ID – Kolesterol tinggi perlu diwaspadai karena dapat meningkatkan risiko terkena berbagai penyakit kronis.

    Mengacu pada Kementerian Kesehatan RI, Anda termasuk menderita kolesterol tinggi bila:

    • Kolesterol total lebih dari 200 mg/dL
    • Kolesterol LDL (kolesterol jahat) di kisaran 130-159 mg/dL
    • Trigliserida lebih dari 150 mg/dL
    • Kolesterol HDL (kolesterol baik) kurang dari 40 mg/dL

    Seperti dikutip Kompas.com dari WebMD dan British Heart Foundation (BHF), berikut ini cara menurunkan kolesterol tinggi yang dapat Anda coba ikuti:

    Menghindari makan lemak jenuh dan trans

    Salah satu kunci untuk menurunkan kolesterol tinggi yakni menghindari makan lemak jenuh dan trans. Sebab, lemak jenuh akan memicu hati untuk memproduksi lebih banyak kolesterol LDL (kolesterol jahat). Kandungan lemak jenuh banyak dalam daging dan produk susu.

    Sementara lemak trans dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat dan menurunkan kolesterol baik.

    Makanan yang mengandung lemak jenuh di antaranya daging berlemak, daging olahan, kue kering, krim, dan mentega. Lemak trans ada banyak dalam makanan kemasan, makanan yang digoreng, serta makanan yang dipanggang.

    Mengonsumsi cukup serat

    Makan cukup serat, penting bagi penderita kolesterol tinggi, lantaran bisa mencegah tubuh menyerap kolesterol. Serat juga dapat membuat Anda kenyang, sehingga mengurangi keinginan untuk banyak makan camilan yang tinggi lemak trans atau lemak jenuh.

    Contoh makanan berserat adalah oatmeal, apel, kacang-kacangan, dan polong-polongan.

    Makan ikan berlemak sehat

    Ikan berlemak sehat mengandung asam lemak omega-3, misalnya salmon, tuna sirip biru, dan sarden. Makan ikan berlemak sehat 2-4 kali seminggu baik bagi penderita kolesterol tinggi.

    Ahli jantung di Plano, Texas, Sarah Samaan, MD, menyebut lemak omega-3 dalam ikan tidak hanya menyehatkan jantung, namun juga bisa menjadi pengganti daging merah. Ikan ini mampu menurunkan kolesterol tinggi Anda dengan mengurangi paparan lemak jenuh, yang banyak terdapat dalam daging merah.

    Mengonsumsi rempah-rempah

    Makan rempah seperti bawang putih, kunyit, jahe, lada hitam, ketumbar, dan kayu manis, bisa menjadi cara menurunkan kolesterol tinggi. Penelitian menyatakan makan setengah hingga satu siung bawang putih setiap hari mampu menurunkan kolesterol hingga 9 persen.

    Selain itu, menambahkan rempah pada makanan juga bisa mengendalikan nafsu makan, sehingga lebih mudah menghindari terlalu banyak makan camilan dan menurunkan berat badan berlebih.