TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Nasional
Home›Nasional›PPKM Tak Efektif, Jokowi Bakal Terapkan Lockdown?

PPKM Tak Efektif, Jokowi Bakal Terapkan Lockdown?

By Joni Sitohang
4 Februari 2021
831
0
PPKM Tak Efektif, Jokowi Bakal Terapkan Lockdown?

TIKTAK.ID – Indonesia diketahui memperoleh peringkat yang buruk dalam penanganan pandemi virus Corona (Covid-19). Menurut studi lembaga think tank global Lowy Institute, Indonesia kini berada di peringkat ke-85 dari 95 negara dalam upaya pengendalian wabah. Sementara di kawasan Asia Tenggara, Indonesia menempati peringkat terakhir dan kalah dengan Filipina.

Seperti dilansir CNBC Indonesia, tren pertambahan kasus baru dan kematian akibat Covid-19 terus meningkat per harinya. Sementara jumlah tes yang dilakukan tak mengalami kenaikan signifikan. Oleh sebab itu, tingkat kasus positif (positivity rate) di Indonesia pun melesat.

Positivity rate sendiri merupakan salah satu indikator keberhasilan penanganan wabah. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), jika angka kasus positif selama dua pekan berturut-turut berada di bawah 5%, maka pelonggaran mulai bisa dilakukan.

Baca juga : (Cek Hoaks atau Fakta) Temuan Bukti Surat Laporan Korupsi Anies Baswedan

Namun di Indonesia, positivity rate semakin menjauhi ambang batas 5%. Tidak hanya akibat jumlah tes yang tidak memadai, tetapi penularan penyakit semakin tak terkendali. Hal itu dibuktikan dengan tingkat kasus positif di dalam negeri yang masih tetap di atas 25%.

Kemudian Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin (BGS) menyoroti cara Indonesia dalam melakukan tes. Ia mengatakan, meski jumlah tes terus meningkat, tetapi orang yang dites adalah orang-orang yang cenderung sama, terutama bagi mereka yang hendak bepergian.

Ia lantas mengaku harus berulang kali melakukan tes PCR swab untuk bisa mobile, bahkan untuk bertemu dengan Presiden. Untuk itu, kata BGS, tes yang dilakukan tidak menggambarkan kondisi riil di lapangan dan menjadi percuma.

Baca juga : Polres Banjarnegara Selesaikan Kasus Nenek yang Mencopet di Pasar Mandiraja dengan Metode Restorative Justice

Seperti diketahui, pada pertengahan Januari, Pemerintah memutuskan untuk membatasi berbagai aktivitas terutama di Pulau Jawa dan Bali lewat kebijakan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Meski begitu, sudah lebih dari dua pekan dilakukan, tren pertambahan kasus baru tidak kunjung melandai, malah kasus aktif terus bertambah.

Halaman selanjutnya…

1 2
TagsBudi Gunadi SadikinCoronaCOVID-19JokowiLockdownMenteri KesehatanPPKMTes PCRVirus CoronaWHO

Related articles More from author

  • DPP PKB: Ada 6 Posisi di Kabinet yang Akan Dirombak oleh Presiden Jokowi
    Nasional

    DPP PKB: Ada 6 Posisi di Kabinet yang Akan Dirombak oleh Presiden Jokowi

    22 Desember 2020
    By Joni Sitohang
  • Tragedi Kanjuruhan, TGIPF ke Jokowi: Semua Saling Lempar Tanggung Jawab
    Nasional

    Tragedi Kanjuruhan, TGIPF ke Jokowi: Semua Saling Lempar Tanggung Jawab

    16 Oktober 2022
    By Joni Sitohang
  • Gubernur Bali: Peran Aktif Jokowi di Kancah Internasional Tuai Apresiasi
    Nasional

    Gubernur Bali: Peran Aktif Jokowi di Kancah Internasional Tuai Apresiasi

    28 November 2022
    By Joni Sitohang
  • Tak Disangka, Isolasi Kurang dari 14 Hari Novel Baswedan dan Keluarganya Sembuh dari Corona
    Nasional

    Tak Disangka, Isolasi Kurang dari 14 Hari Novel Baswedan dan Keluarganya Sembuh dari Corona

    10 September 2020
    By Joni Sitohang
  • Jokowi: Eropa-China Krisis Energi, Daerah Sawit-Batu Bara Senang
    Nasional

    Jokowi: Eropa-China Krisis Energi, Daerah Sawit-Batu Bara Senang

    21 Oktober 2021
    By Joni Sitohang
  • Peluncuran Kartu Pra Kerja Dipercepat, Ini Manfaat dan Cara Pengajuannya
    Nasional

    Peluncuran Kartu Pra Kerja Dipercepat, Ini Manfaat dan Cara Pengajuannya

    10 April 2020
    By Johan Arif

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Anies Gelar CFD di Tengah Pandemi, IAKMI: Tidak Ada Urgensinya!
    Nasional

    Anies Gelar CFD di Tengah Pandemi, IAKMI: Tidak Ada Urgensinya!

  • Pelatih Al Taawon Ungkap Cara Matikan Peran Ronaldo
    Olahraga

    Pelatih Al Taawon Ungkap Cara Matikan Peran Ronaldo

  • Soal Ringannya Tuntutan Hukuman Penyerang Novel, Istana: Jokowi Tidak Intervensi
    Nasional

    Soal Ringannya Tuntutan Hukuman Penyerang Novel, Istana: Jokowi Tidak Intervensi

  • Ahok Tolak Tawaran Fasilitas Kacamata 120 Juta dan Batik 20 Juta dari Pertamina
    Nasional

    Ahok Tolak Tawaran Fasilitas Kacamata 120 Juta dan Batik 20 Juta dari Pertamina

  • Soal Bansos Anies Baswedan Bertuliskan "Dibiayai APDB DKI", Nasdem: Contoh Sikap Kekanak-kanakan
    Nasional

    Soal Bansos Anies Baswedan Bertuliskan “Dibiayai APBD DKI”, Nasdem: Contoh Sikap Kekanak-kanakan

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.