TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Nasional
Home›Nasional›Pengamat Ragu Elektabilitas Keponakan Prabowo Bisa Meningkat Drastis

Pengamat Ragu Elektabilitas Keponakan Prabowo Bisa Meningkat Drastis

By Joni Sitohang
21 November 2020
580
0
Pengamat Ragu Elektabilitas Keponakan Prabowo Bisa Meningkat Drastis

TIKTAK.ID – Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah menilai peningkatan elektabilitas calon Kepala Daerah secara signifikan hanya dalam kurun dua bulan, secara teori sulit dilakukan. Dedi menyebut peningkatan elektabilitas di masa kampanye, atau ketika jeda sebelum waktu pemilihan, sangat sulit terjadi.

Oleh sebab itu, ia berpendapat hasil survei yang dikeluarkan Indikator Politik Indonesia terkait adanya peningkatan tajam elektabilitas Calon Wali Kota Tangerang Selatan Muhamad yang bersanding dengan Rahayu Saraswati Djojohadikusumo hanya dalam dua bulan, menjadi diragukan. Untuk diketahui, Saraswati merupakan keponakan Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto.

Sebelumnya, dalam sajian data yang dikeluarkan Indikator, terjadi peningkatan elektabilitas yang cukup signifikan, yaitu hampir mencapai 20%, untuk Muhamad. Jika pada periode Agustus 2020 elektabilitas Muhamad baru menyentuh 18,1%, maka memasuki pertengahan November naik menjadi 36,2%.

Baca juga : Teroris JI yang Dicokok Densus 88 di Cibinong Ternyata Mantan Petinggi Ormas Intoleran ANNAS

“Artinya, terdapat kenaikan hingga 18,1 persen dalam rentang kurang dari dua bulan. Secara teori, kenaikan elektabilitas dalam masa kampanye itu sangat sulit dilakukan,” ujar Dedi saat dimintai pendapat, Kamis malam (19/11/20), seperti dilansir Gatra.com.

Muhamad sempat menderita sakit, sehingga absen dan tidak mengikuti sejumlah tahapan Pilkada Tangsel, dimulai dari penetapan pasangan calon pada 24 September. Mantan Sekretaris Daerah Kota Tangsel tersebut pun baru muncul di hadapan publik saat mengikuti debat kandidat yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Tangsel pada 16 Oktober.

Menurut Dedi, peningkatan elektabilitas kandidat secara drastis akan terjadi pada dua momen. Pertama, saat penentuan kandidat, tepatnya ketika ada tokoh berpengaruh yang semula akan ikut bertarung, namun gagal daftar dan mengalihkan dukungan.

Baca juga : Dalih Polri Tidak Menindak Kerumunan Massa Gibran yang Langgar Protokol Kesehatan di Solo

“Ada banyak faktor. Selain semakin gencar kampanye, juga karena ada strategi pamungkas, entah hal itu karena janji-janji politik atau hal lainnya,” jelas Dedi.

Karena itu, Dedi meragukan adanya peningkatan elektabilitas kandidat secara drastis ketika masih berada di masa kampanye. Apalagi, kata Dedi, selama pandemi Covid-19 gerak kampanye kandidat dibatasi. Salah satunya dengan pembatasan jumlah massa yang diatur dalam Peraturan KPU (PKPU) Nomor 13 Tahun 2020.

“Jadi kalau masih di masa kampanye, peningkatan drastis sulit terjadi, sehingga hal ini adalah anomali,” ucap Dedi.

TagsCoronaCOVID-19ElektabilitasKPUPrabowoRahayu SaraswatiTangerang SelatanVirus Corona

Related articles More from author

  • Mantan Relawan Prabowo di 2014 dan 2019 Alihkan Dukungan ke Ganjar di 2024
    Nasional

    Mantan Relawan Prabowo di 2014 dan 2019 Alihkan Dukungan ke Ganjar di 2024

    19 September 2023
    By Joni Sitohang
  • Manfaat Kupasan Bawang Merah
    NasionalTips & Tutorial

    (CEK HOAKS ATAU FAKTA): Bawang Merah yang Dikupas Terbukti Bisa Serap Virus Corona

    23 Maret 2020
    By Adam Humain
  • Dapat Dukungan Kiai NU, Cak Imin Makin Yakin Jadi Cawapres Prabowo
    Nasional

    Dapat Dukungan Kiai NU, Cak Imin Makin Yakin Jadi Cawapres Prabowo

    22 Mei 2023
    By Joni Sitohang
  • Jokowi Bandingkan Kondisi di RI, AS, India dan Singapura Selama Pandemi. Hasilnya?
    Nasional

    Jokowi Bandingkan Kondisi di RI, AS, India dan Singapura Selama Pandemi. Hasilnya?

    5 Oktober 2020
    By Joni Sitohang
  • Kubu AMIN Singgung Surat Tugas dari Prabowo Terkait Dugaan Politik Uang Gus Miftah
    Nasional

    Kubu AMIN Singgung Surat Tugas dari Prabowo Terkait Dugaan Politik Uang Gus Miftah

    8 Januari 2024
    By Joni Sitohang
  • Amerika Terpuruk, 17 Ribu Lebih Terinfeksi Corona, New York City Lockdown
    Internasional

    Amerika Terpuruk, 17 Ribu Lebih Terinfeksi Corona, New York City Lockdown

    22 Maret 2020
    By Bagas F Sinaga

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Jokowi Gelontorkan Rp405 Triliun Demi Redam Dampak Corona, Berikut Rinciannya
    Nasional

    Jokowi Gelontorkan Rp405 Triliun Demi Redam Dampak Corona, Berikut Rinciannya

  • Ahok Heran Reklamasi Ancol Dihubung-hubungkan dengan Pembuangan Material Proyek JEDI
    Nasional

    Kampung Akuarium Dibangun Lagi Oleh Anies, Ahok: Cagar Budaya Dirusak Demi Konstituen

  • Sederet Janji Manis Capres dan Cawapres Jika Terpilih di 2024
    Nasional

    Sederet Janji Manis Capres dan Cawapres Jika Terpilih di 2024

  • 7 Penyebab Bibir Hitam dan 3 Cara Membuatnya Cerah Kembali
    Tips & Tutorial

    7 Penyebab Bibir Hitam dan 3 Cara Membuatnya Cerah Kembali

  • TIKTAK.ID - Penyakit Antraks Mewabah di Gunung Kidul, Kenali Gejalanya
    Tips & Tutorial

    Penyakit Antraks Mewabah di Gunung Kidul, Kenali Gejalanya

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.