TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Nasional
Home›Nasional›Menantu Jokowi Datangi KPK, Diperiksa Soal Kasus Apa?

Menantu Jokowi Datangi KPK, Diperiksa Soal Kasus Apa?

By Johan Arif
2 Mei 2025
208
0
Menantu Jokowi Datangi KPK, Diperiksa Soal Kasus Apa?

TIKTAK.ID – Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, tampak menyambangi Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kuningan, Jakarta Selatan, pada Senin (28/4/25). Berdasarkan informasi yang dihimpun, Bobby telah tiba di Gedung Merah Putih KPK sekitar pukul 09.14 WIB.

Namun kehadiran menantu Presiden ketujuh RI, Joko Widodo (Jokowi) tersebut bukan dalam rangka pemeriksaan kasus dugaan korupsi. Menurut Tim Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, Bobby diundang untuk mengikuti kegiatan pencegahan korupsi.

“Giat Korsup (koordinasi supervisi), terutama wilayah Sumatera Utara,” ujar Budi saat dikonfirmasi melalui pesan tertulis, pada Senin (28/4/25), seperti dilansir CNN Indonesia.

Baca juga : PDIP Pertanyakan Kenapa Prabowo Pilih Kirim Jokowi Hadiri Pemakaman Paus Fransiskus

Sementara itu, KPK belum dapat menyampaikan informasi detail terkait pertemuan tersebut karena masih berlangsung hingga berita ini ditulis.

“Pasti nanti bakal ada update ke rekan-rekan media,” ungkap Juru Bicara KPK, Tessa Mahardhika Sugiarto.

Lebih lanjut, Bobby Nasution menyampaikan bahwa kehadirannya di Gedung KPK adalah atas undangan dari lembaga antirasuah dalam rangka koordinasi dan kolaborasi antarinstansi Pemerintah. Bobby sendiri berada di Gedung KPK selama 7 jam. Ia keluar dari Gedung Merah Putih pada pukul 16.00 WIB.

Baca juga : Penilaian Publik atas Kinerja Prabowo-Gibran Mulai Menurun

“Jadi, tadi kami diundang, terdapat 8 daerah, termasuk provinsi dan 7 kabupaten kota. Dan seluruh provinsi dan kabupaten kota nanti di Sumatera bakal diundang semua. Cuma ini jadwalnya kami, ada 8 daerah,” jelas Bobby, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, pada Senin, mengutip Kompas.com.

Menurut Bobby, pertemuan tersebut membahas soal potensi praktik korupsi di Sumatera Utara.

“Ya dari segala sisi tadi (potensi korupsi) dibahas mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan,” ucap Bobby.

Tak hanya itu, Bobby menyebut dalam pertemuan itu juga membahas tentang pencegahan korupsi, salah satunya dalam penyusunan anggaran dan optimalisasi anggaran daerah.

Baca juga : Purnawirawan Usul Pemakzulan Gibran, Surya Paloh: Tidak Tepat

“Ya yang dibahas adalah penegakan, pencegahan antikorupsi, koordinasi antara pemerintah daerah dan DPRD, penyusunan anggaran, dan optimalisasi pendapatan,” tutur Bobby.

Bobby menjabarkan, saat ini terdapat lima Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang diperiksa terkait kasus dugaan korupsi.

“Saya sudah hampir dua bulan menjadi Gubernur. Kini ada lima Organisasi Perangkat Daerah kami yang sedang diperiksa sehingga integritas dan moralitas sangat penting. Bukan hanya untuk Kepala Daerah, melainkan juga untuk seluruh jajaran di bawahnya,” terang Bobby, dikutip dari siaran pers yang dibagikan oleh KPK, Senin (28/4/25).

Johan Arif
Johan Arif

Johan Arif adalah seorang penulis dan pemerhati dinamika sosial-politik yang berfokus mengamati perkembangan isu-isu nasional terkini. Lewat karya-karyanya, Johan menyajikan ulasan kritis dan tajam mengenai panggung politik, kebijakan publik, pergerakan tokoh figur publik, hingga fenomena-fenomena viral yang menyita perhatian publik.

Dengan pendekatan jurnalistik yang lugas dan objektif, Johan berusaha membedah latar belakang di balik setiap peristiwa hangat agar pembaca mendapatkan sudut pandang yang utuh dan berimbang. Fokus penulisan Johan adalah menghadirkan literasi politik dan sosial yang mudah dicerna, sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih responsif dan kritis terhadap situasi yang terjadi di sekitarnya.

TagsBobby NasutionGubernur Sumatera UtaraJokowiKPK

Related articles More from author

  • Risma Klaim Tak Diizinkan Jokowi Datangi Lokasi Konflik di Papua
    Nasional

    Risma Klaim Tak Diizinkan Jokowi Datangi Lokasi Konflik di Papua

    12 Mei 2021
    By Johan Arif
  • Terkait Buron Kakap Djoko Tjandra, ICW Minta Jokowi Copot Kepala BIN Budi Gunawan
    Nasional

    Terkait Buron Kakap Djoko Tjandra, ICW Minta Jokowi Copot Kepala BIN Budi Gunawan

    31 Juli 2020
    By Joni Sitohang
  • Sebut Prabowo Bakal Kesulitan, Pengamat Sarankan Gerindra Ajukan Capres Muda
    Nasional

    Pengamat Minta Jokowi Tak Cuma Tegur, Tapi Sanksi Siapa pun yang Suarakan Tunda Pemilu

    9 April 2022
    By Joni Sitohang
  • Jokowi Dijadwalkan Lakukan Peletakan Batu Pertama Istana IKN Agustus Ini
    Nasional

    Jokowi Dijadwalkan Lakukan Peletakan Batu Pertama Istana IKN Agustus Ini

    18 Agustus 2022
    By Joni Sitohang
  • Mengintip Kenaikan Harta Kekayaan Pejabat Mulai dari Anies hingga Jokowi
    Nasional

    Pakar Sebut Anies Bakal Diganti Orang Pilihan Jokowi

    6 Januari 2022
    By Joni Sitohang
  • Wiranto Mundur Dari Hanura
    Nasional

    Mundur dari Wanbin Hanura, Wiranto: Jangan Dipelintir Saya Dipecat!

    19 Desember 2019
    By Adam Humain

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Zulhas Pastikan Bantuan Pangan Berlanjut, Tambah Alokasi 1 Juta Ton Beras
    Nasional

    Zulhas Pastikan Bantuan Pangan Berlanjut, Tambah Alokasi 1 Juta Ton Beras

  • Gurun di Chili Berubah Jadi TPA Baju Bekas
    Internasional

    Gurun di Chili Berubah Jadi TPA Baju Bekas

  • Yordania Kecam Rencana Israel Aneksasi Tepi Barat
    Internasional

    Yordania Kecam Rencana Israel Aneksasi Tepi Barat

  • Kenali Gejala Diabetes pada Anak
    Tips & Tutorial

    Kenali Gejala Diabetes pada Anak

  • Gerindra Siapkan Deklarasi Nasional Prabowo Capres 2024
    Nasional

    Prabowo Dinilai Bisa Lanjutkan Program Jokowi, Benarkah?

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
© Copyright 2026 TIKTAK.ID. All rights reserved.