TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Nasional
Home›Nasional›Filosofi dan Makna Baju Adat NTT yang Dipakai Jokowi Saat Sidang MPR

Filosofi dan Makna Baju Adat NTT yang Dipakai Jokowi Saat Sidang MPR

By Adam Humain
16 Agustus 2020
1327
0
TIKTAK.ID - Filosofi dan Makna Baju Adat NTT yang Dipakai Jokowi Saat Sidang MPR

TIKTAK.ID – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri pelaksanaan Sidang Tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) yang dilangsungkan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/20) pagi. Namun Jokowi tampak berbeda dengan acara resmi kenegaraan biasanya, karena mengenakan kemeja hitam lengan panjang dengan balutan kain dan topi berwarna emas khas Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dosen Program Studi Indonesia Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Indonesia, Daniel Hariman Jacob menyebut Jokowi memakai baju adat NTT dari daerah Sabu. Ia menjelaskan, pakaian adat NTT mulai dari atas kepala sampai pada kain adat yang dipakai oleh orang Sabu untuk laki-laki terdiri dari: Lehu (Destar) Selimut 1 Selimut 2 Sabuk (Dari Golo).

“Untuk perempuan hanya sarungnya saja, serta ada perbedaan pada saat mengenakan sarung,” ujar Daniel, seperti dilansir Kompas.com, Jumat (14/8/20).

Baca juga: Tak Disinggung Lagi Saat Pidato di Sidang MPR, Bagaimana Nasib Ibu Kota Baru yang Dulu Digembar-gemborkan Jokowi?

Daniel mengungkapkan, ada perbedaan antara sarung bunga palem besar/Hubi Ae dan bunga palem kecil/Hubi Iki. Menurutnya, pada bunga palem besar/Hubi Ae, jenis dan motif sarung yang boleh dipakai adalah sarung Motif Raja atau Ei Raja dan bunga palem kecil adalah motif Le’do atau sarung Ei Ledo. Pada masa sekarang ini, lanjutnya, pakaian adat Sabu biasa dipakai di acara keluarga seperti pernikahan.

Sedangkan pada masa sebelumnya, Daniel menyatakan pakaian adat biasanya dipakai dalam setiap upacara adat Sabu. Antara lain upacara adat kelahiran anak, upacara si bayi turun tanah, asah gigi, dan kenoto (lamaran).

Ia pun menilai motif yang dipakai mempunyai makna tentang pulau Sabu sebagai pulau yang menyimpan berbagai macam kekayaan alam, terutama lontar dan kapas sebagai bahan mentah pembuatan kain adat Sabu.

Baca juga: MPR: Pidato Jokowi di Sidang Tahunan MPR Harus Beri Harapan, Kalau Tidak…

Ia memaparkan, ada pula motif yang disebut motif Kekama Haba atau Gagang Wadah menyadap lontar dan motif Petola. Tidak hanya itu, masih ada banyak lagi jenis motif yang disesuaikan dengan kekayaan alam yang ada di pulau Sabu.

Lebih lanjut, Daniel menerangkan tradisi menggunakan tutup kepala bagi pria telah berlangsung cukup lama. Ia menyampaikan terdapat dua jenis ikat kepala yang dikenal di pulau Sabu, yakni lehu (destar) dan lehu ketu (ketu adalah kepala).

TagsBaju Adat NTTBerita JokowiJoko WidodoJokowiSidang MPR

Related articles More from author

  • Prabowo Klaim Didukung Jokowi Jual Kapal Perang Tua Milik RI
    Nasional

    Prabowo Klaim Didukung Jokowi Jual Kapal Perang Tua Milik RI

    30 Januari 2022
    By Joni Sitohang
  • Ini 3 PR Besar Prabowo sebagai Menhan Menurut Pengamat Militer
    Nasional

    Ini 3 PR Besar Prabowo sebagai Menhan Menurut Pengamat Militer

    22 Oktober 2020
    By Joni Sitohang
  • PKB Nilai Jokowi Belum Dukung Penuh Capres Mana pun
    Nasional

    PKB Nilai Jokowi Belum Dukung Penuh Capres Mana pun

    14 November 2022
    By Joni Sitohang
  • Pramono Anung Buka-bukaan ‘Dapur’ Pembantu Jokowi: Rapat Sampai 9 Kali Seminggu
    Nasional

    Pramono Anung Buka-bukaan ‘Dapur’ Pembantu Jokowi: Rapat Sampai 9 Kali Seminggu

    8 Februari 2022
    By Joni Sitohang
  • KSP Beberkan Alasan Jokowi Cabut Subsidi Minyak Goreng Kemasan
    Nasional

    Jokowi Janji Beri Bantuan Minyak Goreng Tiap Bulan, Berapa Nilainya?

    6 April 2022
    By Joni Sitohang
  • Demokrat Minta UNESCO Hentikan Jokowi Bangun 'Jurassic Park' Pulau Komodo
    Nasional

    Demokrat Minta UNESCO Hentikan Jokowi Bangun ‘Jurassic Park’ Pulau Komodo

    28 Oktober 2020
    By Joni Sitohang

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Yana Mulyana Resmikan Gedung ANNAS, Kemenag: Wali Kota Bukan pada Tempatnya Dukung Sikap Intoleransi
    Nasional

    Yana Mulyana Resmikan Gedung ANNAS, Kemenag: Wali Kota Bukan pada Tempatnya Dukung Sikap Intoleransi

  • Ini Sederet Persiapan Prabowo Menangkan Pilpres 2024
    Nasional

    Ini Sederet Persiapan Prabowo Menangkan Pilpres 2024

  • Diisukan Bakal Dijual ke Juventus, Marcelo Masih Ingin Tinggal di Real Madrid
    Olahraga

    Diisukan Bakal Dijual ke Juventus, Marcelo Masih Ingin Tinggal di Real Madrid

  • Anies Baswedan Tidak Mau Berkomentar Soal Pohon Monas
    Nasional

    Anies Ogah Komentari Penebangan 205 Pohon untuk Revitalisasi Monas

  • Begini Alasan PKB Minta Deklarasi Capres 2024 Sejak Dini
    Nasional

    Mendadak Sindir Ganjar dan Anies ‘Tak Punya Tiket’ Pilpres, Apa Maksud PKB?

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.