TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Nasional
Home›Nasional›Dedi Mulyadi Tanggapi Cap ‘Gubernur Konten’ Mirip Gaya Jokowi

Dedi Mulyadi Tanggapi Cap ‘Gubernur Konten’ Mirip Gaya Jokowi

By Johan Arif
22 Juni 2025
104
0

TIKTAK.ID – Kini Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menjadi populer berkat keaktifannya di media sosial, khususnya YouTube. Konsistensinya dalam mengunggah kegiatan harian, menyampaikan kebijakan, dan berinteraksi langsung dengan warga melalui berbagai platform digital membuatnya dijuluki sebagai “Gubernur Konten”.

Popularitas Dedi Mulyadi tersebut mengingatkan publik pada awal kemunculan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam kancah politik nasional. Saat itu, Jokowi, yang masih menjabat sebagai Wali Kota Solo, Jawa Tengah, memanfaatkan kekuatan media digital guna membangun citra dan komunikasi politiknya.

Merespons anggapan publik yang menyamakan gayanya dengan Jokowi, Dedi Mulyadi justru menanggapinya dengan santai.

Baca juga : Petinggi PPP Tawari Sandiaga hingga Anies Jadi Caketum Partai, Tapi Jokowi ‘Restui’ Amran

“Itu mah warganet, bukan saya yang bikin, ha-ha-ha. Masak, saya harus mengoreksi warganet?” ujar Dedi dalam wawancara bersama wartawan Tempo, yakni Erwan Hermawan, Egi Adyatama, dan Yosea Arga Pramudita pada Rabu (14/5/25), seperti dilansir Tempo.co.

Dedi tak membantah kalau dirinya sangat aktif memanfaatkan media sosial. Namun dia menyebut aktivitas tersebut bukan semata untuk pencitraan pribadi. Dia menilai media sosial merupakan sarana strategis untuk menyampaikan langsung berbagai program dan kegiatan Pemerintah kepada masyarakat.

“Kita memiliki media sosial yang mampu mengubah pikiran orang. Daripada media sosial diisi konten yang membuat warga Jawa Barat menjadi konsumtif, lebih baik saya mengisinya dengan konten yang membuat mereka produktif. Konten saya itu melawan arus,” ucap Dedi.

Baca juga : TNI Bantah Adanya Upaya Kembalikan Tentara Seperti di Rezim Orde Baru

Alih-alih merasa terganggu dengan cap “Gubernur Konten”, Dedi justru melihatnya sebagai bentuk efisiensi anggaran. Dia mengungkapkan, tanpa kehadiran akun media sosial pribadi, ia harus mengeluarkan hingga Rp50 miliar untuk membayar kerja sama media massa. Namun dengan pendekatan digital, biaya promosi bisa ditekan hanya menjadi Rp3 miliar.

“Dialihkan untuk membangun irigasi, jalan, sekolah, serta rumah sakit. Kegiatan saya bisa dilihat di TikTok dan YouTube. Saya mengunggah semua kegiatan,” tutur Dedi.

Demi mendukung aktivitas digital tersebut, Dedi pun membentuk tim konten khusus yang bertugas mendokumentasikan dan memublikasikan kegiatan hariannya. Majalah Tempo bertajuk “Habis Mulyono Terbitlah Mulyadi” edisi 18 Mei 2025 menyatakan tim Dedi Mulyadi terdiri dari tujuh videografer yang terbagi ke dalam dua kelompok.

Johan Arif
Johan Arif

Johan Arif adalah seorang penulis dan pemerhati dinamika sosial-politik yang berfokus mengamati perkembangan isu-isu nasional terkini. Lewat karya-karyanya, Johan menyajikan ulasan kritis dan tajam mengenai panggung politik, kebijakan publik, pergerakan tokoh figur publik, hingga fenomena-fenomena viral yang menyita perhatian publik.

Dengan pendekatan jurnalistik yang lugas dan objektif, Johan berusaha membedah latar belakang di balik setiap peristiwa hangat agar pembaca mendapatkan sudut pandang yang utuh dan berimbang. Fokus penulisan Johan adalah menghadirkan literasi politik dan sosial yang mudah dicerna, sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih responsif dan kritis terhadap situasi yang terjadi di sekitarnya.

TagsDedi MulyadiGubernur Jawa BaratJokowiWali Kota Solo

Related articles More from author

  • TIKTAK.ID - Jokowi Bersama Anies Baswedan Dalam Sebuah Acara
    Nasional

    Jokowi Bela Anies Soal Lem Aibon

    16 November 2019
    By Adam Humain
  • Jokowi Larang Warga Mudik, Walkot Solo: Pejabat yang Buat Aturan Juga Jangan ke Solo
    Nasional

    Jokowi Larang Warga Mudik, Walkot Solo: Pejabat yang Buat Aturan Juga Jangan ke Solo

    23 April 2020
    By Joni Sitohang
  • AHY Sebut Sedang Cari Waktu Bertemu Jokowi, Bahas Apa?
    Nasional

    AHY Sebut Sedang Cari Waktu Bertemu Jokowi, Bahas Apa?

    12 Januari 2024
    By Joni Sitohang
  • Golkar Tegaskan Buka Pintu PSI Masuk Koalisi Pendukung Prabowo
    Nasional

    Golkar Tegaskan Buka Pintu PSI Masuk Koalisi Pendukung Prabowo

    17 Oktober 2023
    By Joni Sitohang
  • SBY Sudah Tahu Siapa yang Memfitnahnya Tunggangi Demo
    Nasional

    SBY Sudah Tahu Siapa yang Memfitnahnya Tunggangi Demo

    14 Oktober 2020
    By Joni Sitohang
  • Istana Tak Mau Balas Surat AHY, Demokrat Gagal Framing Opini atau Justru Rugikan Jokowi?
    Nasional

    Istana Tak Mau Balas Surat AHY, Demokrat Gagal Framing Opini atau Justru Rugikan Jokowi?

    8 Februari 2021
    By Joni Sitohang

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Polda Jateng Acungi Jempol Demo Buruh Semarang Tertib dan Damai
    Nasional

    Polda Jateng Acungi Jempol Demo Buruh Semarang Tertib dan Damai

  • Lebih Separuh Negara Anggota Pengadilan Pidana Internasional Kompak Bersatu Melawan Sanksi AS
    Internasional

    Lebih Separuh Negara Anggota Pengadilan Pidana Internasional Kompak Bersatu Melawan Sanksi AS

  • Presiden Iran Minta Trump dan Pompeo Diadili Atas Pembunuhan Jenderal Soleimani
    Internasional

    Presiden Iran Minta Trump dan Pompeo Diadili Atas Pembunuhan Jenderal Soleimani

  • Respons Sandiaga Uno Saat Ditawari Jadi Jurkam PSI di Pilkada Sumbar
    Nasional

    Menyoal Ahok Masuk Bursa Kandidat Pimpinan Ibu Kota Baru, Sandiaga Uno: Bukannya Baru Jadi Komut Pertamina?

  • Pengamat Nilai Prabowo dan Anies Cocok Jadi Tandem Puan di Pilpres 2024
    Nasional

    Pengamat Nilai Prabowo dan Anies Cocok Jadi Tandem Puan di Pilpres 2024

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
© Copyright 2026 TIKTAK.ID. All rights reserved.