TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Nasional
Home›Nasional›Mendikdasmen Terapkan Kurikulum Khusus bagi Murid Korban Bencana Sumatera

Mendikdasmen Terapkan Kurikulum Khusus bagi Murid Korban Bencana Sumatera

By Johan Arif
5 Januari 2026
1
0
Mendikdasmen Terapkan Kurikulum Khusus bagi Murid Korban Bencana Sumatera

TIKTAK.ID – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, mengaku bakal menerapkan kurikulum khusus penanggulangan dampak bencana untuk para murid korban banjir dan longsor di Sumatera.

Adapun penerapannya akan dibagi menjadi tiga fase, yakni fase tanggap darurat, pemulihan dini, dan pemulihan lanjutan.

“Nah terkait dengan pembelajaran dalam masa sekarang ini, terdapat tiga skenario yang sudah kami rancang untuk nanti diterapkan di semester genap pada 2026,” ungkap Mu’ti pada saat konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, pada Selasa (30/12/25), seperti dilansir CNNIndonesia.com.

Baca juga : Prabowo Teken KUHAP Baru Jadi UU Nomor 20 Tahun 2025

Fase tanggap darurat (0-3 bulan)

Untuk fase tanggap darurat, bakal dilakukan penyesuaian kurikulum minimum esensial. Nantinya kurikulum disederhanakan menjadi kompetensi esensial seperti literasi dasar, numerasi dasar, kesehatan dan keselamatan diri, dukungan psikososial, serta informasi mitigasi bencana.

Kemudian pengembangan bahan belajar darurat, metode pembelajaran yang bersifat adaptif, dengan metode pembelajaran yang sangat fleksibel, dan psikososial terintegrasi dalam pembelajaran.

Baca juga : Ini Alasan Prabowo Ingin Ada Lembaga Baru untuk Percepatan Pembangunan Rumah

Asesmen sendiri disusun dengan sangat sederhana. Tak ada asesmen formatif atau sumatif yang kompleks, melainkan fokus pada kehadiran dan kenyamanan murid.

Fase pemulihan dini (3-12 bulan)

Fase ini diperuntukkan sejumlah sekolah yang harus dibangun lagi dan memerlukan waktu yang cukup lama. Kurikulum yang digunakan adaptif berbasis krisis, integrasi mitigasi bencana ke mata pelajaran yang relevan. Untuk program pemulihan pembelajaran, pembelajaran fleksibel dan diferensiasi.

Baca juga : Jaksa Agung Klaim Rp6,6 Triliun yang Diserahkan ke Negara Bukan Hasil Pinjaman

Jadwal disesuaikan dengan kondisi siswa yang mungkin masih mengungsi. Bakal ada penerapan blended atau hybrid learning, dengan pengelompokan berdasarkan tingkat capaian murid.

Untuk sistem asesmen, dalam masa transisi, berbasis portofolio atau unjuk kerja sederhana. Remedial berkelanjutan diperuntukan bagi murid berdampak berat, dan adanya penilaian pengembangan Sosio-emosional murid.

Fase pemulihan lanjutan (1-3 tahun)

Baca juga : KPK Ungkap Alasan Setop Kasus Tambang Rp2,7 T Meski Sudah Tetapkan Tersangka

Fase tersebut diperuntukkan ke beberapa sekolah ada yang memang betul-betul hilang dan harus dibangun sekolah baru yang membutuhkan waktu selama lebih dari 1 tahun. Para murid bakal belajar dengan integrasi permanen pendidikan kebencanaan, penguatan kualitas pembelajaran, dan pembelajaran inklusif berbasis ketahanan.

Mu’ti mengungkapkan, kurikulum ini akan dimulai di semester genap tahun depan, tepatnya pada 5 Januari 2026 mendatang.

“Ini yang terkait dengan pembelajaran yang nanti kita rencanakan dimulai pada 5 Januari,” tutur Mu’ti.

Johan Arif
Johan Arif

Johan Arif adalah seorang penulis dan pemerhati dinamika sosial-politik yang berfokus mengamati perkembangan isu-isu nasional terkini. Lewat karya-karyanya, Johan menyajikan ulasan kritis dan tajam mengenai panggung politik, kebijakan publik, pergerakan tokoh figur publik, hingga fenomena-fenomena viral yang menyita perhatian publik.

Dengan pendekatan jurnalistik yang lugas dan objektif, Johan berusaha membedah latar belakang di balik setiap peristiwa hangat agar pembaca mendapatkan sudut pandang yang utuh dan berimbang. Fokus penulisan Johan adalah menghadirkan literasi politik dan sosial yang mudah dicerna, sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih responsif dan kritis terhadap situasi yang terjadi di sekitarnya.

TagsAbdul Mu'tiBanjir SumateraMendikdasmen

Related articles More from author

  • DPR Usul MBG Saat Libur Sekolah Dialihkan untuk Korban Bencana di Sumatera
    Nasional

    DPR Usul MBG Saat Libur Sekolah Dialihkan untuk Korban Bencana di Sumatera

    24 Desember 2025
    By Johan Arif
  • Mendikdasmen Janji Bakal Naikkan Gaji Guru SD dan SMP
    Nasional

    Mendikdasmen Janji Bakal Naikkan Gaji Guru SD dan SMP

    28 Oktober 2024
    By Joni Sitohang
  • 163 Korban Bencana Sumatera Masih Hilang, Ini Kata BNPB
    Nasional

    163 Korban Bencana Sumatera Masih Hilang, Ini Kata BNPB

    31 Desember 2025
    By Johan Arif
  • Menyusul Pernyataan Sikap PBNU, Muhammadiyah pun Desak Pilkada 2020 Ditunda
    Nasional

    Muhammadiyah Peringatkan Bahaya ‘Politisi Ikan Lele’ Saat Pandemi

    6 Agustus 2021
    By Joni Sitohang
  • Usulkan Dana Pendidikan Khusus Saat Bencana, Komisi X: Bisa Pakai Cadangan MBG
    Nasional

    Usulkan Dana Pendidikan Khusus Saat Bencana, Komisi X: Bisa Pakai Cadangan MBG

    20 Januari 2026
    By Johan Arif
  • Klaim Tak Punya Wewenang Naikkan Gaji Guru, Mendikdasmen: Kami Tingkatkan Kesejahteraan Guru Lewat Sertifikasi
    Nasional

    Klaim Tak Punya Wewenang Naikkan Gaji Guru, Mendikdasmen: Kami Tingkatkan Kesejahteraan Guru Lewat Sertifikasi

    26 November 2024
    By Joni Sitohang

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Soal Mitos dan Fakta Seputar Daging Kambing dan Sapi, Begini Penjelasan para Ahli
    Tips & Tutorial

    Soal Mitos dan Fakta Seputar Daging Kambing dan Sapi, Begini Penjelasan para Ahli

  • Berbeda dengan Pompeo, Trump Bela Rusia Soal Dalang Peretasan di AS
    Internasional

    Berbeda dengan Pompeo, Trump Bela Rusia Soal Dalang Peretasan di AS

  • Perusahaan Corning Rilis Pelindung Kaca Gorilla Glass Victus, Diklaim Tahan Jatuh dari Ketinggian 2 Meter
    Teknologi

    Perusahaan Corning Rilis Pelindung Kaca Gorilla Glass Victus, Diklaim Tahan Jatuh dari Ketinggian 2 Meter

  • Mundur dari Golkar, Walkot Makassar Maju Calon Ketua Demokrat Sulsel
    Nasional

    Mundur dari Golkar, Walkot Makassar Maju Calon Ketua Demokrat Sulsel

  • 'Sleeping Beauty Syndrome': Gangguan Langka Penyebab Rasa Kantuk Berulang
    Tips & Tutorial

    ‘Sleeping Beauty Syndrome’: Gangguan Langka Penyebab Rasa Kantuk Berulang

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
© Copyright 2026 TIKTAK.ID. All rights reserved.