TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Nasional
Home›Nasional›Mahfud MD: Ada Operasi Menekan Rektor untuk Puji Jokowi Usai Sivitas Kampus Kritik Jokowi

Mahfud MD: Ada Operasi Menekan Rektor untuk Puji Jokowi Usai Sivitas Kampus Kritik Jokowi

By Joni Sitohang
9 Februari 2024
349
0
Mahfud MD: Ada Operasi Menekan Rektor untuk Puji Jokowi Usai Sivitas Kampus Kritik Jokowi

TIKTAK.ID – Setelah berbagai kampus terus-menerus gencar mengkritik Presiden Joko Widodo (Jokowi), muncul dugaan narasi tandingan yang meminta Rektor untuk memberi testimoni kinerja Pemerintahan Jokowi. Beberapa Rektor mengeklaim diminta dan didatangi polisi supaya membuat video testimoni berkedok wawancara.

Menanggapi hal itu, dalam acara “Tabrak Prof!”, calon wakil presiden kubu 03, Mahfud MD mengaku menerima laporan adanya operasi menekan sejumlah Rektor di kampus, demi meredam petisi akademisi yang mengkritik Pemerintah Jokowi. Dia mengatakan sejumlah Rektor diminta untuk membuat testimoni soal Pemerintah Jokowi yang baik.

“Rektor-rektor ini diminta menyatakan kalau Presiden Jokowi baik,” ungkap Mahfud dalam keterangan tertulis, pada Senin malam (5/2/24) saat berdialog di Yogyakarta dalam acara bertajuk “Tabrak Prof!”, seperti dilansir Tempo.co.

Baca juga : Dapat Dukungan dari Ponpes, Gibran Siap Prioritaskan Program Dana Abadi Pesantren

“Saya mendapatkan laporan ada semacam operasi untuk menekan Rektor-rektor lain yang belum menyatakan sikap dan akan membuat deklarasi untuk kebaikan bangsa, untuk membangun demokrasi yang bermartabat,” imbuhnya.

Sebelumnya, dalam Laporan Koran Tempo edisi Selasa (6/2/24), Rektor Universitas Katolik Soegijapranata Kota Semarang, Ferdinandus Hindarto, sempat mengatakan diminta orang yang mengaku anggota kepolisian untuk membuat rekaman video. Video yang diminta yakni pernyataan soal pemilihan umum dan kinerja Pemerintahan Jokowi.

Tidak hanya itu, Rektor Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Gregorius Sri Nurhartanto menyampaikan bahwa dirinya mendapatkan hal serupa. Gregorius memperoleh pesan lewat aplikasi WhatsApp untuk membuat testimoni terkait kinerja. Dia mengungkapkan hal tersebut dalam salah satu program media televisi swasta, Kompas TV, pada Selasa petang (6/2/24).

Baca juga : Kubu Ganjar Sebut Harusnya Gibran Mundur dari Cawapres Usai Putusan DKPP

Lebih lanjut, Mahfud menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak perlu takut akan tekanan tersebut. Dia menyebut bila mengatakan perguruan tinggi takut karena adanya tekanan, itu tidak mudah. Pasalnya, sudah 59 perguruan tinggi menyatakan sikap untuk mengawal Pemilu dan munculnya pemerintahan yang beretika. Dia juga menilai kebebasan mimbar akademik harus tetap dihormati.

“Kebebasan akademik, kebebasan mimbar akademik itu harus tetap dihormati karena seotoriter zaman Pak Harto (Presiden ke-2 RI Soeharto) pun, kebebasan akademik dan kebebasan mimbar akademik itu relatif masih cukup didengarkan serta relatif masih berwibawa,” tutur Mahfud, mengutip antaranews.com.

TagsJokowimahfud mdPemilu 2024Pilpres 2024

Related articles More from author

  • Pidato di HUT ke-75 TNI, Jokowi Bicara Soal Pertempuran Masa Depan
    Nasional

    Pidato di HUT ke-75 TNI, Jokowi Bicara Soal Pertempuran Masa Depan

    5 Oktober 2020
    By Joni Sitohang
  • Gerindra dan Demokrat Beda Pendapat Soal Pemilu 2024
    Nasional

    Gerindra dan Demokrat Beda Pendapat Soal Pemilu 2024

    30 September 2021
    By Joni Sitohang
  • GP Mania Bubar Sebelum Pilpres 2024, Relawan Ganjar Lain Malah Sambut Baik
    Nasional

    GP Mania Bubar Sebelum Pilpres 2024, Relawan Ganjar Lain Malah Sambut Baik

    9 Februari 2023
    By Joni Sitohang
  • Anggap Politik Indonesia 'Aneh', Refly Harun Tegaskan Demo Minta Jokowi Mundur itu Bukan Makar
    Nasional

    Anggap Politik Indonesia ‘Aneh’, Refly Harun Tegaskan Demo Minta Jokowi Mundur itu Bukan Makar

    31 Agustus 2020
    By Joni Sitohang
  • Ada 3 Nama Besar di Antara 5 Kepala Daerah Penolak Omnibus Law Cipta Kerja
    Nasional

    Ada 3 Nama Besar di Antara 5 Kepala Daerah Penolak Omnibus Law Cipta Kerja

    10 Oktober 2020
    By Joni Sitohang
  • Fadli Zon Juluki Jokowi 'Duta Mal Indonesia', Ternyata Gara-gara Ini...
    Nasional

    Fadli Zon Juluki Jokowi ‘Duta Mal Indonesia’, Ternyata Gara-gara Ini…

    27 Mei 2020
    By Joni Sitohang

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • KontraS: Wacana Menantu Jokowi Tembak Mati Begal adalah ‘Pelanggaran HAM’
    Nasional

    KontraS: Wacana Menantu Jokowi Tembak Mati Begal adalah ‘Pelanggaran HAM’

  • Meski Sudah Kantongi Restu Anies, Partai Buruh Tetap Batal Aksi May Day di JIS
    Nasional

    Meski Sudah Kantongi Restu Anies, Partai Buruh Tetap Batal Aksi May Day di JIS

  • Persiapan 'Captain Marvel 2', Brie Larson Bikin Pusat Kebugaran di Rumah
    Selebriti

    Persiapan ‘Captain Marvel 2’, Brie Larson Bikin Pusat Kebugaran di Rumah

  • Ketua Banggar Minta DPR Ikut Bersuara Soal Bengkaknya Utang Pemerintah: Ngapain Aja Ente di Senayan, Tidur?
    Nasional

    Ketua Banggar Minta DPR Ikut Bersuara Soal Bengkaknya Utang Pemerintah: Ngapain Aja Ente di Senayan, Tidur?

  • Demokrat Gelar Rapimnas, Bakal Tetapkan Usung Anies-AHY di Pilpres 2024?
    Nasional

    Demokrat Gelar Rapimnas, Bakal Tetapkan Usung Anies-AHY di Pilpres 2024?

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
© Copyright 2026 TIKTAK.ID. All rights reserved.