TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Nasional
Home›Nasional›Gusdurian Desak Jokowi Tarik Rem Darurat

Gusdurian Desak Jokowi Tarik Rem Darurat

By Joni Sitohang
27 Juni 2021
406
0
Gusdurian Desak Jokowi Tarik Rem Darurat

TIKTAK.ID – Direktur Nasional Gusdurian Network Indonesia (GNI), Alissa Wahid diketahui telah meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk segera “menarik rem darurat” dalam penanganan lonjakan kasus virus Corona (Covid-19) yang terjadi saat ini.

“TARIK REM DARURAT!” demikian cuitan dari akun Twitter @GUSDURians sebagaimana dikonfirmasi dan diizinkan untuk dikutip oleh Alissa, seperti dilansir CNN Indonesia, Jumat (25/6/21).

Menurut Alissa, angka penularan kasus Covid-19 di Indonesia saat ini sudah semakin menjadi-jadi. Ia mengatakan situasi tersebut telah membuat fasilitas kesehatan (faskes) ambruk, dokter dan perawat kelabakan, serta sejumlah profesi lain yang berkutat dalam penanganan Covid-19 kewalahan.

Baca juga : PKS Kaitkan Vonis 4 Tahun Rizieq dengan Pilpres 2024

“Para penggali kubur kelelahan, dan relawan kemanusiaan berhari-hari di jalanan,” ujar Alissa.

Oleh sebab itu, Alissa pun mengingatkan Pemerintah bahwa langkah mengorbankan nyawa masyarakat demi alasan ekonomi adalah kebijakan yang tidak elok.

“Kita berada di masa pandemi, jadi tidak elok bila mengorbankan nyawa karena alasan ekonomi,” tegas Alissa.

Baca juga : Demokrat Desak Jokowi Segera Pecat Moeldoko yang Dinilai Bikin Malu Istana dan Pemerintah

Perlu diketahui, kasus baru positif Covid-19 pada Jumat (25/6/21) kembali bertambah sebanyak 18.872 kasus. Tambahan kasus baru itu pun membuat total kasus positif di Indonesia berada di angka 2.072.867 kasus.

Kemudian Satgas Pengendalian Covid-19 juga melaporkan, pada Jumat (25/6/21) angka kematian sebanyak 422 orang, sehingga membuat total angka kematian sejak awal pandemi sebanyak 56.371 orang. Sedangkan angka kesembuhan bertambah 8.557 pasien, sehingga total angka kesembuhan mencapai 1.835.061 orang. Angka tambahan itu pun terjadi usai sehari sebelumnya RI mencetak rekor kasus positif baru sebanyak 20.574 kasus pada Kamis (24/6/21).

Lebih lanjut, penambahan kasus harian yang signifikan dalam beberapa hari terakhir ini terjadi di tengah penguatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro yang berlangsung sejak 22 Juni lalu hingga 5 Juli mendatang.

Baca juga : Demokrat: Langkah Kubu Moeldoko Gugat Menkum HAM Sangat Politis dan Memalukan

Adapun lonjakan kasus tersebut dinilai tak lepas dari imbas liburan Idulfitri beberapa waktu silam. Terlebih dengan masuknya varian Corona kategori Variant of Concern (VOC) hasil mutasi dari Covid-19 yang selama ini mewabah (SARS-CoV.2 B.1.617) juga turut mempercepat jumlah lonjakan tersebut.

TagsAlissa WahidCoronaCOVID-19GusdurianJokowiVirus Corona

Related articles More from author

  • Adian Klaim Bisa Atur Pertemuan Mahasiswa-Jokowi Bahas Masalah BBM
    Nasional

    Adian Klaim Bisa Atur Pertemuan Mahasiswa-Jokowi Bahas Masalah BBM

    23 September 2022
    By Joni Sitohang
  • TIKTAK.ID - Jokowi Singgung Tips Atasi Banjir DKI, Sindir Anies?
    Nasional

    Jokowi Singgung Tips Atasi Banjir DKI, Sindir Anies?

    18 Desember 2019
    By Rusli Qomar
  • PDIP Desak Jokowi Hukum Sejumlah Menteri, Kenapa?
    Nasional

    PDIP Desak Jokowi Hukum Sejumlah Menteri, Kenapa?

    7 Juni 2020
    By Joni Sitohang
  • Tingkat Kepuasan Rakyat ke Jokowi Anjlok, PDIP dan Golkar Ungkap Penyebabnya
    Nasional

    Tingkat Kepuasan Rakyat ke Jokowi Anjlok, PDIP dan Golkar Ungkap Penyebabnya

    28 September 2021
    By Joni Sitohang
  • TIKTAK.ID - Status Negaranya Terparah Kedua setelah AS, Presiden Brasil Anggap Lockdown Bunuh Perekonomian
    Internasional

    Status Negaranya Terparah Kedua setelah AS, Presiden Brasil Anggap Lockdown Bunuh Perekonomian

    19 Juli 2020
    By Bagas F Sinaga
  • Dorong Era New Normal, Pengamat Budaya dan Komunikasi Digital 'Halalkan' Pengerahan Buzzer di Media Sosial
    Nasional

    Dorong Era New Normal, Pengamat Budaya dan Komunikasi Digital ‘Halalkan’ Pengerahan Buzzer di Media Sosial

    17 Juni 2020
    By Joni Sitohang

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Setara Institute Desak Mendagri Tangani Sikap Intoleran Wali Kota Bandung Usai Resmikan Gedung ANNAS
    Nasional

    Setara Institute Desak Mendagri Tangani Sikap Intoleran Wali Kota Bandung Usai Resmikan Gedung ANNAS

  • Komisi Yudisial Proses Laporan Dugaan Pelanggaran Etik Hakim Kasus Harvey Moeis
    Nasional

    Komisi Yudisial Proses Laporan Dugaan Pelanggaran Etik Hakim Kasus Harvey Moeis

  • Ma'ruf Amin Ingin Presiden atau Wapres Diisi Kiai-Santri
    Nasional

    Ma’ruf Amin Ingin Presiden atau Wapres Diisi Kiai-Santri

  • Peluncuran Kartu Pra Kerja Dipercepat, Ini Manfaat dan Cara Pengajuannya
    Nasional

    Politikus Demokrat Nilai Program Kartu Prakerja Jokowi Tak Efektif dan Mirip Kuis, Maksudnya?

  • Nicolas Cage Ungkap Alasan Tinggalkan Film Komersil
    Selebriti

    Nicolas Cage Ungkap Alasan Tinggalkan Film Komersil

Artikel Terbaru

  • 9 Cara Mengatasi Kamera HP Buram Tanpa Harus ke Tukang Servis 30 September 2026
  • Pemerintah Kaji Upaya Atasi Over Capacity Lapas Napi Narkoba 30 September 2026
  • Cara Menggunakan Password Manager di HP agar Akun Tetap Aman 30 September 2026
  • Cara Menjaga Postur Tubuh agar Tidak Mudah Bungkuk 30 September 2026
  • Cara Menggunakan WhatsApp Web di Laptop dengan Mudah 2026 30 September 2026

Kategori

  • Berita Unik (100)
  • Internasional (1,531)
  • Kesehatan (60)
  • Keuangan (10)
  • Kuliner (1,058)
  • Nasional (7,946)
  • Olahraga (1,135)
  • Opini (2)
  • Selebriti (1,175)
  • Teknologi (1,227)
  • tips (15)
  • Tips & Tutorial (1,294)
  • Viral (82)

Cari Artikel

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
© Copyright 2026 TIKTAK.ID. All rights reserved.