Ketahui Risiko dan Aturan Pakai Obat Dexamethasone

TIKTAK.ID – Dexamethasone sering dianggap obat serbaguna untuk meredakan radang sampai meningkatkan kondisi tubuh. Padahal, obat ini termasuk kortikosteroid keras yang berisiko menimbulkan efek samping serius bila dikonsumsi tanpa pengawasan tenaga kesehatan.
Dexamethasone bekerja dengan cara menekan sistem imun dan peradangan. Untuk itu, mestinya obat ini hanya digunakan pada kondisi medis tertentu dan dalam durasi terbatas sesuai anjuran dokter.
Apoteker dan edukator kesehatan, Eza Riyeni menyebut penggunaan dexamethasone secara sembarangan bukan hanya tidak aman, melainkan juga bisa berdampak buruk pada gula darah, tekanan darah, sampai daya tahan tubuh. Eza mengatakan dexamethasone biasanya diresepkan dokter untuk penyakit yang melibatkan peradangan berat atau gangguan sistem imun.
Baca juga : Ketahui Perbedaan Jalan Kaki di Luar Ruangan dan di Treadmill untuk Kesehatan Tubuh
“Dexamethasone adalah obat kortikosteroid yang kerjanya menenangkan peradangan dan reaksi tubuh yang terlalu aktif,” ungkap Eza, seperti dilansir Kompas.com, pada Jumat (12/9/25).
Eza menyatakan obat ini digunakan pada kondisi seperti asma berat, radang sendi, radang usus, radang kulit dan mata, alergi berat, hingga penyakit autoimun seperti lupus. Dia melanjutkan, pada kasus tertentu, dexamethasone juga dipakai pada pasien Covid-19 dengan kondisi kritis, misalnya yang sudah memerlukan oksigen atau ventilator, bukan pada pasien dengan gejala ringan.
Menurut Eza, penggunaan dexamethasone tanpa resep dan pengawasan dokter dapat menimbulkan berbagai efek samping, baik ringan maupun serius. Dia memaparkan, efek yang sering dirasakan antara lain sakit kepala, sulit tidur, nafsu makan meningkat, dan rasa tidak nyaman pada lambung. Sementara dampak yang lebih berat bisa terjadi bila obat ini digunakan sembarangan atau dalam jangka panjang.
Baca juga : Ketahui Penyebab Makin Banyak Orang Muda Nyeri Lutut
“Bisa menyebabkan gula darah naik drastis, penglihatan kabur, jantung berdebar tidak teratur, sampai badan terasa sangat lelah,” tutur Eza.
Eza menegaskan, dexamethasone juga bersifat imunosupresan atau menurunkan daya tahan tubuh, sehingga kalau dikonsumsi tanpa alasan medis yang jelas, maka tubuh justru lebih rentan terhadap infeksi.
Eza melanjutkan, salah satu kesalahan yang sering terjadi yakni menghentikan dexamethasone secara tiba-tiba usai digunakan dalam waktu lama. Dia menyebut penghentian obat ini harus dilakukan bertahap sesuai arahan dokter.
“Jika obatnya tiba-tiba dihentikan, tubuh bisa ‘kaget’. Itu seperti ngerem mobil secara mendadak pada kecepatan tinggi,” imbuhnya.










